
Berita tentang bebasnya Aaron Patrik di sambut gembira oleh tuan besar Walker dan juga William king.
Kali ini mereka berencana untuk mengadakan pertemuan dan berjanji akan membawa calon pewaris masing-masing.
Jerry yang mendapat kabar tersebut langsung menitipkan penjagaan Riko kepada Arslan dan Herey. Sedangkan David dan Kevin harus mengikuti nya ke Metro city.
"Kak Arslan dan Herey. Aku akan berangkat siang ini ke Metro city. Aku serahkan penjagaan Riko kepada kalian. Jaga dengan baik!" Kata Jerry.
"Baiklah Tuan muda. Anda tidak perlu khawatir." Kata Herey.
"Daniel dan Ryan.., kalian segera kembali ke Starhill. Ambil alih tugas ku. Kalian harus membiasakan diri bekerja di perusahaan mulai sekarang. Identitas ku telah diketahui oleh semua orang. Tidak ada gunanya lagi terus-terusan bersandiwara." Kata Jerry.
"Ini adalah surat pengantar dari ku. Temui tuan Barry dan diskusikan dengan mereka pekerjaan yang akan kalian kerjakan. Daniel adalah seorang negosiator yang hebat. Ryan adalah ahli marketing yang handal. Ketika Riko sembuh, ajak dia untuk bersama dengan kalian dan bekerja sama lah. Aku membutuhkan kalian semua untuk membantu ku." Kata Jerry sambil memberikan sepucuk surat ketangan Ryan.
"Berapa hari kau akan berada di Metro city, Jerry?" Tanya Ryan.
"Tidak lama. Aku mungkin akan berada di sana selama 1 minggu." Kata Jerry.
"Ok. Kau harus hati-hati! Robin kemungkinan tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan mencari cara untuk mencelakakan dirimu." Kata Ryan berpesan
"Kau tenang saja. Mudah-mudahan aku bisa mengatasi semuanya."
"Aku pergi dulu. Ingat! Persaingan bisnis itu tidak sama seperti berkompetisi antara mahasiswa. Persaingan di dunia bisnis itu kejam dan tak pandang bulu. Kalian harus berhati-hati!" Kata Jerry lalu segera menuju ke arah pintu dan keluar meninggalkan mereka yang berada di ruangan itu.
"Aneh sekali. Tidak biasanya Jerry ini berpesan terlalu banyak kepada kita. Perasaan ku saat ini tidak tenang." Kata Ryan berbicara ketika Jerry telah jauh meninggalkan mereka.
"Bicara apa kau Ryan? Jerry pasti bisa melindungi dirinya. Lagi pula di Metro city ada Drako dan tuan Syam. Siapa yang berani mencari perkara dengan Jerry." Kata Daniel.
"Yah. mudah-mudahan saja." Kata Ryan sambil duduk di kursi.
...*...
Jerry yang baru saja keluar dari rumah sakit segera memasuki mobil dan berkata kepada pak supir untuk mengantarkannya menemui tuan Barry di kantor besar Future of Company cabang Country home.
Pak sopir yang mendapat perintah tanpa banyak tanya lagi langsung mengantar Jerry ke tempat yang dia sebutkan.
Sesampainya Jerry di kantor besar, dia segera di sambut oleh tuan Barry.
"Selamat datang Tuan muda." Kata tuan Barry menyambut kedatangan Jerry.
__ADS_1
"Tuan Barry. Aku kan berangkat ke Metro city siang ini. Aku telah menetapkan pekerjaan untuk Ryan dan Daniel sebagai asisten ku ketika aku tidak berada di Starhill.
"Baik Tuan muda." Jawab tuan Barry singkat.
"Aku akan beristirahat sejenak. Anda bisa mengurus keberangkatan ku ke Metro city. Siapkan Jet pribadi!" Kata Jerry lalu segera memasuki ruangan kerja tuan Barry untuk beristirahat.
Tepat tengah hari tuan Barry memberitahu kepada Jerry bahwa segala sesuatunya telah disiapkan untuk keberangkatan nya. Jerry yang di dampingi oleh Kevin dan David segera bergegas ke bandara.
"Tuan muda.., sebenarnya apa tujuan kita kali ini kembali ke Metro city?" Tanya Kevin.
"Entahlah. Aku juga tidak begitu pasti apa tujuan kakek menyuruh ku pulang kali ini." Kata Jerry.
"Aku menduga jangan-jangan anda akan di paksa untuk menikahi seorang gadis." Kata Kevin.
"Kau jangan mengada-ada Kevin. Aku belum siap untuk itu." Kata Jerry yang mendadak pucat.
"Hahaha... Anda begitu ketakutan, Tuan muda. Aku hanya menduga saja." Kata Kevin sambil tertawa.
"Jangan-jangan kau yang akan di jodohkan dengan cucu tuan Samuel." Kata David.
"Haa...? Cucu tuan Samuel yang galak itu? Tidak.., tidak.., tidak. Jika dia wanita nya, aku akan dengan senang hati merelakannya untuk mu." Kata Kevin.
"Kau beruntung menikahinya David. Kau tidak perlu bersusah payah menjaga nya. Dia juara Karate di kampus Metro." Kata Kevin.
"Kau lebih pantas untuk nya. Bagaimana pun kau itu seperti banci yang lemah lembut dan gemulai. Hahaha..." Kata David sambil tertawa.
"Kau David. Sialan sekali anda." Kata Kevin sambil melotot.
"Aku berkata yang sebenarnya. Setiap kali ada perkelahian, kau pasti orang yang paling grasak-grusuk. Tapi jika sudah berkelahi, kau sembunyi di balik ketiak ku." Kata David.
"Huh.., najis tralala trilili berada di bawah ketiak mu. Kau jarang mandi kan? Hahaha."
"Sialan kau Kevin. Dari mana kau tau. Kau jangan main fitnah begitu." Kata David mulai marah.
"Prinsip hidupmu adalah, kambing saja tidak mandi mahal. Kau.., lebih parah dari seekor kambing bandot." Kata Kevin segera lari menuju pesawat karena dia sudah menduga tindak balas dari David.
"Awas kau Kevin." Kata David segera mengejar Kevin membuat Jerry hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.
...***...
__ADS_1
Bandara internasional Metro city.
Tepat pukul 4 sore Jerry yang di dampingi oleh Kevin dan David telah tiba di bandara Internasional Metro city.
Mereka bertiga segera turun dari pesawat. Di sana tampak tuan Syam dan Drako sedang menunggu kedatangan mereka.
"Ayah...!" Kata Jerry segera berlari untuk menghampiri mereka.
"Kau sudah sampai Jerry." Kata Drako.
"Tuan Syam.. Anda di sini juga." Kata Jerry.
"Ya. Kami sengaja menunggumu di sini. Ada banyak hal yang ingin kami bicarakan dengan mu." Kata tuan Syam.
Jerry yang merasa heran hanya bisa memandang mereka berdua secara bergantian.
"Ayo masuk ke dalam mobil dulu! Kita bisa berbicara sambil menuju Villa Smith." Kata Drako.
Tuan Syam membukakan pintu untuk Jerry dan mempersilahkan Jerry untuk masuk.
Setelah itu tuan Syam duduk di samping Drako dan mobil itu segera melaju menuju Metro Hill di susul satu mobil lagi di belakang mereka.
"Jerry. Saat ini kami sudah mengetahui dimana Robin bersembunyi." Kata Drako mengawali pembicaraan.
"Dimana dia bersembunyi Ayah?" Tanya Jerry.
"Dia saat ini berada di kediaman Ramendra. Kau tidak kenal dengan Ramendra ini." Kata tuan Syam.
"Ramendra ini adalah mertua Robin. Lelaki tua ini bertempat tinggal di MegaTown. Kau harus tau bahwa lelaki ini adalah orang terkaya dan berpengaruh di MegaTown. Perselisihan yang terjadi 25 tahun yang lalu adalah karena dia kalah dalam adu tender dengan mendiang ayah mu dalam persaingan untuk sebuah proyek insfratruktur di sana." Kata Drako menjelaskan.
"Orang tua yang tidak bisa menerima kekalahan lalu menghasut Robin. Dia menikahkan Robin dengan putri nya dan mengatur rencana untuk membunuh ayah mu."
"Kau telah berhasil mengalahkan Robin karena kau mengenal musuh mu namun musuh mu tidak mengenal mu. Kali ini terbalik. Musuh telah mengenalmu sementara kau masih buta tentang mereka." Kata Drako.
"Benar Jerry. Tidak ada yang tau pasti seperti apa kekuatan Ramendra ini. Ini karena dia selalu menyembunyikan taring nya. Dia hanya mendorong Robin untuk maju ke kepan dan dia selalu menjadi dalang yang baik di balik layar." Kata tuan Syam.
"Kau harus berhati-hati Jerry. Kami berdua sedang mempelajari kelemahan orang tua ini." Kata Drako.
"Baiklah Ayah. Aku akan lebih berhati-hati lagi." Kata Jerry.
__ADS_1
^^^Bersambung...^^^