PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pertarungan di mulai


__ADS_3

Ruangan bawah tanah kantor Arsend Country home.


Ruangan luas itu terang benderang di sorot oleh lampu dari berbagai sudut.


Tampak di tengah-tengah ruangan itu berdiri sebuah panggung arena yang masih kosong di kelilingi oleh Orang-orang yang akan melakukan taruhan untuk kemenangan jagoannya masing-masing.


"Aku akan bertaruh 4 juta untuk kemenangan Riko."


"4 juta itu sedikit. Aku akan bertaruh 10 juta."


"Hahaha.., andai anak gadis ku bisa dijadikan taruhan, aku akan melakukannya. Aku yakin Riko malam ini juga akan menghajar lawan nya seperti pertarungan sebelumnya."


"Jual saja anak gadis mu kepada ku."


"Brengsek kau. Kau terlalu tua untuk anak gadis ku."


"Hahaha.., kalian ini seperti anak kecil saja."


"Ayo siapkan uang kalian! Kita akan segera ke meja panitia yang mengurus tentang urusan taruhan.


"Ayo. Siapa takut."


Begitu lah pembicaraan antara mereka.


dulu mereka sangat memandang sebelah mata kepada Riko. Namun kini mereka berbalik mendukung Riko setelah melihat gaya bertarung Riko di mana ketika itu Riko berhasil menjatuhkan Korakap untuk kemenangan pertamanya.


Para petaruh kini tampak berbondong-bondong melangkah ke meja panitia pengurus taruhan.


Kini di atas meja panitia terdapat tumpukan uang tunai dan kartu bank dengan berbagai warna membuat Robin dan Sendiego tersenyum puas.


...*...


"Tuan-tuan para hadirin yang saya hormati. Selamat datang di Arsend Arena. Dimana kali ini kita akan segera menggelar pertarungan akbar yang akan mempertemukan antara petarung handal yang tak terkalahkan yaitu Riko Obery yang akan menerima tantangan dari petarung yang juga tidak kalah hebat dari Metro city yaitu Hyden Patrik." Kata pembawa acara dengan penuh semangat.


Begitu nama Riko di sebutkan, para hadirin tampak bersorak kemudian tanpa di komandoi meneriakkan nama Riko.


"Riko.., Riko.., Riko.." Kata mereka sambil mengankat tangan tergenggam tinggi-tinggi.


"Para hadirin sekalian harap tenang sejenak. Di sini saya akan menyampaikan aturan mainnya."


"Untuk pertarungan kali ini kita akan menggunakan format UFC di mana kita akan melakukan break setiap 5 menit sekali. Namun pertarungan ini adalah tanpa batas. Pemenang tidak akan dapat di tentukan sebelum salah satu dari petarung benar-benar sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan pertarungan."

__ADS_1


"Di bawah tanah dunia gelap ini tidak akan ada tuntutan jika salah satu dari petarung mengalami kecederaan atau pun ada diantara petarung ada yang mati. Jadi, di sini! Di atas ring ini kita menggunakan hukum rimba. Siapa yang kuat, hanya dia yang selamat, yang berarti dia lah pemenang nya." Kata pembawa acara menjelaskan peraturan pertarungan.


"Baiklah... Untuk mempersingkat waktu, mari kita sambut penantang kita. Seorang petarung hebat dari Metro city. Ini lah dia... Hydeeen... Patrik?" Kata pembawa acara meneriakkan nama Hyden.


Sepi.


Semua yang hadir di tempat itu hanya mencibir ketika Hyden berjalan diantara kerumunan orang-orang untuk menuju naik ke atas ring.


"Baik. Para hadirin sekalian.., tanpa membuang waktu lagi, sekarang mari kita persilahkan untuk petarung tangguh kita agar naik ke atas gelanggang. Ini lah dia..., Rikooo... Obery...!" Kata pembawa acara sambil meneriakkan nama Riko.


Begitu melihat Riko yang di dampingi oleh. Ramos keluar dari ruangannya dan berjalan membelah kerumunan hadirin, mereka langsung berteriak histeris sambil meneriakkan dan meng'elu-elu kan nama Riko.


"Riko... Riko... Riko... Riko... Riko...!"


"Ayo Riko...! Aku bertaruh 10 juta untuk mu. Ingat janjiku. Jika kau menang, aku akan memberikan mu mobil Ferrari." Kata salah seorang dari mereka.


"Aku bertaruh untuk mu sebesar 4 juta. Jika kau menang, aku akan mentraktir mu untuk melancong ke Paris selama seminggu penuh."


"Paris terlalu murah Riko. Ingat bahwa aku juga bertaruh untuk mu 15 juta. Jika kau menang, kau tinggal pilih mau mobil sport atau salah satu rumah di perumahan elit Future of Company di Country home ini." Kata salah seorang lagi petaruh memberi semangat kepada Riko.


Hiruk pikuk hingar bingar terus saja mereka lantunkan dari mulut mereka untuk menyemangati Riko.


Tepat ketika Riko sudah sampai dan menaiki ring yang akan dijadikan sebagai gelanggang pertarungan, Riko menatap ke arah mereka sambil mengangkat sebelah tangannya dengan terkepal dan memberikan anggukan optimis membuat mereka yang mendukung Riko kembali berteriak penuh semangat.


"Patahkan leher orang kota itu Riko!"


"Jangan lupa kaki nya juga!"


"Matanya Riko. Mata itu terlalu jahat. Pecahkan biji matanya untukku." Kata mereka sambil berteriak.


"Tenang.., tenang. Semuanya harap tenang. Sebentar lagi pertarungan akan di mulai."


"Kalian sudah siap? Ingat! Pertarungan kali ini walau tidak mamakai wasit namun kita mengadopsi peraturan dari UFC. Ingat untuk berhenti bertarung ketika lonceng telah berbunyi. Apa kalian mengerti?" Kata pembawa acara.


Riko dan Hyden hanya mengangguk sebagai tanda mengerti apa yang di ucapkan oleh pembawa acara tersebut.


"Sekarang pertarungan di mulai!" Kata pembawa acara sambil melompat keluar dari ring.


"Ting.., ting.., ting..!"


Setelah lonceng di pukul, kini Riko dan Hyden berjalan ke tengah-tengah Ring siap untuk melakukan pertarungan.

__ADS_1


Sejak lonceng pertama berbunyi, Hyden langsung berinisiatif melakukan serangan mengincar tubuh dan bagian wajah Riko, namun Riko dengan tenang mampu menghindar ke samping.


"Ayo anak kampung! Lawan aku. Apakah kau telah berubah menjadi banci?" Kata Hyden memancing kemarahan Riko.


"Hey anak manja. Sebaiknya kau kembali menjadi bayi dan menyusu lah dengan ibu mu!" Kata Riko tak kalah sinis.


"Hahaha... Aku akan membunuh mu di tempat ini Riko. Aku tau kau memiliki seorang adik perempuan yang cantik. Setelah kau mati, aku akan menemui adik mu dan akan aku jadikan selir." Kata Hyden.


"Kurang ajar..."


"Bugh..."


Tampak Hyden mencelat ke dinding ring akibat terkena tendangan oleh Riko.


Riko terus memburu namun Hyden terus menghindar dan menjauh membuat Riko menjadi pitam.


"Ayo anak iblis. Aku akan merobek mulut mu itu. Mengapa kau hanya menghindar seperti pengecut?" Kata Riko sambil terus mengerengsek dan mengejar Hyden yang terus berputar-putar mengelilingi ring.


"Hahaha.., jika kau bisa, ini mulut ku. Robek saja!" Kata Hyden sambil memonyongkan mulut nya.


"Woy Hyden.. mengapa kau lari dan menghindar?"


"Hyden.. Jika kau tidak pandai bertarung, maka kembali lah ke taman kanak-kanak."


"Dasar sialan. Jika begini kapan pertarungan ini akan selesai?"


Terdengar teriakan mencemooh dari luar ring mengutuk dan mencaci maki. Namun sedikit pun Hyden tidak perduli.


Saat ini Riko benar-benar di buat jengkel dengan gaya bertarung Hyden. Baru kali ini dia menemukan lawan yang sangat pengecut seperti Hyaden. Jelas jika begini terus menerus, pertarungan ini akan memakan waktu berjam-jam untuk selesai.


"Ting.., ting.., ting..!"


Terdengar suara lonceng berdenting menandakan berakhirnya waktu untuk ronde pertama.


Masing-masing petarung kini segera berjalan mengarah ke sudutnya masing-masing.


Riko kini yang tampak sangat kesal langsung merampas botol minuman dari tangan Ramos dan langsung menenggak isi dalam botol tersebut hampir setengah membuat Ramos langsung membelalakkan matanya.


"Kau Riko?!"


"Ada apa pak. Sudah lah. Aku sangat kesal sekarang. Bajingan itu tidak berniat untuk bertarung." Kata Riko sambil duduk di atas bangku plastik yang di sediakan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2