
Malam itu helikopter yang membawa Fardy, Jessica dan Jimmy mendarat di hutan pinggir pantai Country home.
Menurut sang pilot, hanya dari sini lah mereka bisa melarikan diri meninggalkan negara ini melalui jalan laut.
Karena uang yang dimiliki oleh Fardy, maka dengan mudah dia mendapatkan kapal mewah yang akan membawa mereka untuk melarikan diri dari kejaran anak buah Jerry.
Sebenarnya tidak ada yang mengejar Fardy dan dua orang anak buahnya itu. Tapi karena ketakutan, mereka merasa bahwa setiap hembusan nafas mereka akan mengingat kalau Jerry selalu berada di belakang membuntuti mereka.
"Ayo kalian siap-siap! Kita akan pergi ke Macau. Jangan langsung ke Hongkong. Aku khawatir Jerry akan mengirim anak buahnya untuk mengejar kita di sana." Kata Fardy.
"Boss. Bisakah saya mencari toilet sebentar?" Tanya Jessica.
"Pergilah. Dalam 10 menit kau sudah harus berada di sini!" Kata Fardy mengizinkan.
"Terimakasih Boss!" Kata Jessica lalu bergegas berjalan menuju ke rumah warga yang berada di kawasan pesisir pantai itu.
Sebenarnya Jessica tidak ingin buang air. Alasannya untuk pergi ke toilet tak lain dan tak bukan hanyalah untuk mengirim pesan suara kepada Jerry.
Setelah semuanya selesai, akhirnya Jessica mematikan ponselnya, mencabut simcard lalu mematahkannya menjadi dua bagian dan membuangnya di tanah.
"Apakah kau sudah selesai?" Tanya Fardy begitu Jessica muncul dihadapannya.
"Sudah Boss." Jawab Jessica.
"Baiklah. Ayo kita berangkat. Jangan sampai orang-orang Jerry mencium jejak kita di sini." Kata Fardy lalu bergegas menaiki sampan kecil yang akan mengantar mereka bertiga menuju ke kapal mewah yang menunggu sekitar 200 meter dari tepi pantai.
*
Sementara itu Jerry yang sedang dalam perjalanan ke Villa klasik di Metro city memperlambat laju kendaraan nya ketika ponselnya berbunyi memberitahu bahwa seseorang telah mengirim pesan di Whatsapp nya.
"Jerry. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menghianati mu. Semua ini aku lakukan agar antara aku dan Fardy tidak ada hutang budi. Semoga kau bahagia. Suatu saat jika kita bertemu, aku akan rela menjadi budak mu."
__ADS_1
"Hmmm.., Jessica..., Jessica. Terserah padamu lah. Aku tidak membutuhkan mu. Aku juga tidak ada urusan dengan Fardy. Bagiku jika ada yang menjual, maka aku beli." Kata Jerry dalam hati sambil meletakkan ponsel nya di kursi penumpang.
*
Metro city.
Pagi-pagi sekali Jerry sudah duduk di ruang tamu rumah Drako. Dia baru saja selesai menulis surat yang akan dia titipkan kepada Herey untuk diberikan kepada Mr.Brylee.
"Sudah saatnya untuk menentukan langkah. Perusahaan sudah aman dan musuh ku sudah mati. Kewajibanku sebagai tulang punggung keluarga telah ku jalankan dengan sangat baik. Kini adalah waktu ku untuk menggapai kebahagiaan yang aku dambakan."
Jerry menarik nafas dalam-dalam lalu menghempaskannya kuat-kuat.
Lama juga Jerry berfikir sampai keningnya berkerut tajam dan pada akhirnya dia meraih ponsel nya dan mengirim pesan suara di group.
"Pagi ini, tepat pukul delapan, kalian semua berkumpul di Villa klasik." Kata Jerry dalam pesan suara di group whatsapp tersebut.
Saat ini baik tuan Syam, Drako, Herey, Black, Regan dan Jeff sudah sudah mewanti-wanti bahwa pesan ini pasti akan datang juga dari tuan muda sekaligus ketua mereka.
Mereka berdoa pagi semoga lambat bergulir. Tapi apa mau di kata, walau dengan berat hati, mereka pun membalas pesan dari Jerry itu juga.
"Kami akan segera ke Villa klasik dan menunggu anda di sana." Kata Jeff.
"Siap Ketua!" Kata Black pula.
Tepat pukul delapan pagi, semua anak-anak Dragon empire dan Tiger milik tuan Syam telah hadir memenuhi halaman Villa itu. Di sana ada juga Ivan Patrik, ada juga Riko, Arslan, Daniel, Ryan, David dan Kevin yang baru sembuh juga berada di sana bersama Regan.
Tampak jelas raut wajah sedih dan cemas tergambar jelas pada masing-masing orang.
Tak lama kemudian sebuah taxi datang dari arah tikungan dan berhenti tepat di sepan Villa tua itu dan tampak Jerry bersama Clara turun dari taxi tersebut.
"Ketua sudah tiba."
__ADS_1
"Ayo itu ketua sudah sampai. Mari kita sambut."
Lalu mereka pun berbaris dan membungkuk hormat.
"Selamat datang ketua...!" Kata mereka secara serentak membuat merinding bagi orang-orang yang mendengar.
"Terimakasih." Kata Jerry sambil berjalan menggandeng tangan Clara membelah barisan penghormatan itu.
**
"Selamat pagi saudara-saudaraku baik itu dari Dragon empire maupun kelompok Tiger Syam."
"Selamat pagi ketua...!"
"Berat mata memandang, berat bahu memikul, berat pula lidah berucap. Setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Itu adalah hukum alam yang tak bisa dihindari oleh kita sebagai insan yang hanya menumpang di dalam dunia luas ciptaan Tuhan ini."
"Seperti yang sudah saya katakan kemarin bahwa setelah misi kita ini selesai, maka saya Jerry William akan segera pergi dari kota ini bersama istri saya yaitu Clara untuk memulai kehidupan baru. Jauh dari kata serakah dan ketamakan, jauh dari ambisi dan lepas bebas dari kekangan orang lain."
(Disini, Jerry dan Clara sudah menikah di rumah Drako secara kecil-kecilan dan tidak perlu ontor jelaskan karena akan sangat banyak bab yang tidak penting nantinya).
"Dalam pertemuan ini, saya dengan berat hati ingin mengucapkan salam perpisahan kepada kalian semua yang berada di Villa ini. Jaga persatuan kalian dan teruslah maju bersama sebagai sebuah keluarga. Saya tidak pandai berkata-kata manis dan tidak pula pandai dalam berdrama. Karena intinya sudah jelas bahwa pagi ini keputusan bulat sudah saya ambil untuk tidak lagi terlibat dalam perusahaan dan sebentar lagi kami berdua akan meninggalkan kota ini."
"Baiklah, semua sudah jelas dan saya ucapkan ribuan Terimakasih karena kalian telah dengan setia berada dibelakang ku dalam apa jua keadaan. Terimakasih yang tak terhingga. Maka dari itu, terimalah penghormatan yang tulus dari diriku." Kata Jerry lalu membungkuk hormat kepada semua yang ada di ruangan itu.
Banyak wajah-wajah yang lesu dan mata memerah saat ini. Dan yang paling tidak dapat membendung perasaan kesedihan adalah Ryan, Daniel, Riko, Arslan dan Ivan. Sedangkan David dan Kevin yang tidak tau apa-apa hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan sambil menatap ke kiri dan ke kanan seperti orang linglung.
"Kalian anak-anak Dragon empire dengarlah baik-baik! Kalian telah menyaksikan sendiri bahwa aku telah menyerahkan tampuk kepemimpinan Dragon empire kepada Jerry anak angkat ku. Dan itu berlaku sampai kapan pun selagi Jerry William masih hidup. Sebarkan kepada seluruh orang-orang di setiap pelosok bahwa mereka harus tunduk dan patuh kepada orang yang memegang lambang kepemimpinan Dragon empire." Kata Drako.
"Kalian juga sama. Suatu saat jika Jerry berubah fikiran dan kembali ke kota ini, maka kalian harus tunduk patuh kepada Jerry William sebagai ketua kalian. Lambang kepemimpinan berada di tangannya dan yang tidak patuh akan di hukum mati!" Kata tuan Syam berteriak agar semua yang ada di tempat itu mendengarkan.
"Hidup ketua.., hidup ketua..., hidup ketua." Kata mereka serentak.
__ADS_1
"Sudah saatnya aku pergi, Ayah..., dan Tuan Syam. Aku titipkan anak-anak kepada kalian berdua." Kata Jerry sambil memeluk tuan Syam dan berusaha untuk tidak menangis ketika dia memeluk Drako.
"Kalian anak-anak Dragon dan Tiger. Kalian lihat di sini ada sahabat-sahabat ku. Mereka adalah Ivan Patrik, Riko, Ryan, Daniel dan Arslan. Aku titipkan mereka kepada kalian sebagai wakil ku di sini. Jika ada keputusan yang akan kalian ambil, jangan lupa untuk merundingkan dengan mereka." Kata Jerry lalu berdiri dari kursi ketua dan berjalan menghampiri sahabat-sahabatnya itu lalu memeluk mereka satu per satu.