
"Apakah semuanya sudah siap?"
Terdengar satu suara dari dalam bertanya kepada mereka yang sejak tadi menunggu di luar untuk segera berangkat.
"Cepat lah Jerry! Kami dari tadi menunggu mu di sini." Kata salah seorang dari mereka.
"Ya. Baiklah. Ayo kita berangkat." Kata Jerry sambil berjalan menuju ke mobil Volvo butut yang terlihat sangat sengsara itu.
Begitu melihat mobil yang akan di kendarai oleh Jerry, Clara segera menggerutu dan berkata, "Tadi hanya dua kursi. Sekarang ada empat kursi tapi mengapa kursi nya bocor di sana sini?" Tanya gadis itu.
"Bukan hanya kursi nya yang bocor. Otak pemiliknya juga telah lama bocor." Kata Daniel terkikik geli.
"Kau... Ah sialan." Kata Jerry jengkel.
"Sayang ku Clara.., Aku sengaja membawa mobil ini supaya kau bisa berolah raga. Kau terlalu lama di kota kan? Apakah kau pernah latihan? Ini kesempatan untuk mu agar bisa latihan. Berdoa lah supaya mobil ini mogok di jalan." Kata Jerry menelan senyum yang berubah menjadi tawa terbahak-bahak.
"Kasihan Clara. Lama kelamaan dia bisa ikut-ikutan sedeng karena Jerry yang memang sudah lama oleng." Kata Ryan juga ikut-ikutan tertawa.
"Ayo masuk sayang!" Kata Jerry sambil membukakan pintu untuk Clara. Namun ketika ingin menutup pintu mobil itu, tiba-tiba kaca nya jatuh ke dalam. Jerry yang berusaha mencongkel kaca yang tidak bisa di naikkan itu hanya pasrah saja.
"Lumayan sayang. Ada AC alami." Kata Jerry berusaha untuk berbesar hati.
Tak lama kemudian Volvo butut itu meluncur terseok-seok dari starhousing menuju ke Jewel star sambil di iringi oleh tiga unit mobil sport Audi, Jaguar dan Mercedez membuat pemandangan itu benar-benar sangat ganjil.
Begitu mereka sampai di Jewel star, Jerry yang turun duluan segera menggendong Sara dan menggandeng tangan Clara sambil bertanya. "Kak.., udah cocok apa belum?" Tanya Jerry sambil menyeringai jelek.
"Cocok. Sangat cocok. Tapi kau jangan main-main lagi setelah kelak kau menjadi seorang ayah." Kata Arslan.
"Kan ada istri yang cantik untuk aku mainin. Iya kan sayang?" Tanya Jerry sambil menahan sakit akibat Pingganngnya dicubit oleh Clara.
"Sekali koplak tetap koplak. Aku kira setelah di didik oleh kakek Malik kau akan bertaubat. Ternyata lebih parah dari sebelumnya." Kata Riko.
"Ayo kita masuk dan memilih-milih sesuatu untuk Sarah." Kata Jerry sambil menggendong Sarah dan menarik lengan Clara memasuki salah satu toko di deretan toko-toko di sekitar Jewel star ini.
Begitu melihat siapa yang datang, para staf dan petugas lainnya langsung berbaris dan membungkuk hormat menyambut kedatangan Jerry. Hal ini tentu saja membuat Clara sangat terkejut. Dia tidak jadi melangkah masuk karena sangat kaget dengan sambutan seperti itu.
Bukan hanya Clara saja. Riko pun juga sangat terkejut.
"Ada apa Riko? Kau seperti sangat terkejut?!" Tanya Ryan.
__ADS_1
"Jerry ini. Apakah sebegitu berpengaruh?" Tanya Riko.
"Ya. Sangat berpengaruh. Bisa dikatakan bahwa dia sebenarnya adalah kaisar di Starhill ini. Katakan padaku bangunan tinggi mana di kota ini yang bukan milik Future of Company?!" Kata Ryan.
"Kalian beruntung terus berada di sisinya. Sedangkan aku, aku harus berkelana dulu kesana kemari." Kata Riko.
"Tapi akhirnya kau kembali juga." Kata Ryan sambil tersenyum.
"Benar. Hahaha." Kata Riko lalu tertawa.
"Selamat datang di Star galeri Tuan muda." Kata salah seorang staf wanita kepada Jerry.
"Terimakasih. Oh ya, di mana Manager Olive dan Aline?" Tanya Jerry kepada staf tersebut.
"Mereka ada di lantai dua, Tuan muda. Ini karena hari ini ada ramai pengujung. Apakah saya harus memanggil Manager Olive, Tuan muda?" Tanya staf itu lagi.
"Ah tidak perlu. Aku hanya ingin melihat-lihat saja. Baiklah.., kau boleh melanjutkan pekerjaan mu." Kata Jerry sambil tersenyum.
Begitu Jerry dan teman-temannya masuk lebih jauh ke dalam toko tersebut, Sarah yang berada di gendongan Jerry tiba-tiba meminta untuk jalan sendiri.
Menanggapi keinginan Sarah, Jerry akhirnya membiarkan Sarah bermain dan berlari sesuka hatinya sambil menugaskan seorang staf wanita untuk memperhatikan kemana Sarah pergi.
"Tidak apa-apa Kak. Biarkan dia bermain-main sesukanya." Kata Jerry sambil tersenyum memperhatikan Sarah berlari-lari kesana kemari sambil diikuti oleh seorang staf wanita.
Pada saat Sarah sedang asyik berlari dan bersembunyi di balik pakaian yang bergantung, tiba-tiba Sarah menabrak seorang wanita yang sedang asyik memperhatikan beberapa gaun di toko tersebut hingga membuat Sarah jatuh terduduk di lantai.
Seorang wanita yang ditabrak oleh Sarah tadi juga hampir terbanting miring di lantai jika dia tidak cepat menguasai keseimbangan badan nya.
Wanita itu segera memperhatikan di sekelilingnya kalau-kalau orang tua Sarah ada di sekitar tempat itu. Namun karena dia tidak menemukan siapapun, dia bergegas menghampiri gadis kecil itu dan membantunya untuk berdiri.
"Gadis kecil.., mengapa kau di sini? Mana orang tua mu?" Tanya wanita itu dengan lembut.
"Ayah ku sedang bersama paman di sana." Kata Sarah sambil menunjuk ke satu arah.
"Lalu mengapa kau sendirian di sini?" Tanya wanita itu lagi.
"Paman mengizinkanku untuk bermain di sini Bibi." Kata Sarah.
"Siapa namamu anak manis?" Tanya wanita itu lagi. Tiba-tiba saja dia merasa sangat menyukai gadis cilik ini yang sangat pintar berbicara dengan lagak polos nya.
__ADS_1
"Nama ku Sarah." Kata Sarah dengan mimik wajah yang menggemaskan.
"Wah ternyata nama mu bagus sekali." Puji wanita itu dengan tulus.
"Sarah.., apakah kau suka makan es krim?" Tanya wanita itu.
"Suka. Tapi tidak boleh makan terlalu banyak. Kata ayah, nanti perut Sarah bisa sakit." Kata gadis kecil itu menjelaskan.
"Baiklah. Sedikit saja. Ayo ikut sama tante. Kita akan makan es krim yang paling enak di toko ini." Kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya untuk menggandeng lengan Sarah yang mungil itu.
Di saat yang sama, staf wanita yang di tugaskan oleh Jerry untuk menjaga Sarah mulai panik kehilangan jejak gadis kecil itu.
Dia benar-benar ketakutan saat ini. Ini karena orang yang menyuruhnya untuk mengawasi Sarah tidak lain adalah pemilik seluruh deretan toko di Jewel Star ini.
Sudah hampir 30 menit staf wanita itu berputar-putar mencari Sarah namun tetap tidak di temukan keberadaan nya.
Dengan wajah hampir menangis menahan ketakutan, staf wanita itu akhirnya menemui Jerry dan teman-teman nya untuk melaporkan kejadian hilangnya Sarah berharap dia tidak terlalu di salahkan atas kejadian itu.
"Celaka Tuan muda. Maafkan atas kelalaian ku ini." Kata staf wanita itu sambil menggigil ketakutan.
"Ada apa?" Tanya Jerry singkat.
"Nona Sarah, Tuan. Nona Sarah menghilang. Saya telah mencarinya kesana kemari tapi tetap tidak ketemu juga." Kata Wanita itu semakin ketakutan.
"Bagaimana bisa? Apa yang kau lakukan sampai menjaga anak sekecil itu pun kau tidak mampu?" Tanya Jerry.
Staf wanita itu semakin menggigil tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Jerry.
"Nona.., di mana terakhir kali kau bersama dengan Sarah?" Tanya Arslan tetap tenang.
"Di sana Tuan." Tunjuk staf wanita itu.
"Ayo kita cari Kak!" Ajak Jerry.
"Sebaiknya kita berpencar Jerry!" Kata Arslan.
"Baiklah." Jawab Jerry lalu berkata kepada staf wanita yang ketakutan itu. "Temui Manager Olive. Katakan kepadanya untuk melihat rekaman cctv!" Kata Jerry.
"Baik Tuan muda." Jawab staf tersebut lalu segera berlalu.
__ADS_1
Bersambung...