PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pemilik perusahaan yang baru


__ADS_3

Bab 98


Di gedung kantor besar William Group Company Metro City saat ini.


Seorang pemuda tampak mondar-mandir di sebuah ruangan. Tampak nya dia sangat gelisah kali ini.


Bolak balik dia melihat ke-arah jam tangan milik nya dan kembali bergumam, "Kakek ini. Mengapa begitu lama? Seharusnya kita sudah sampai saat ini di bandara Starhill." Kata Pemuda itu sekejap duduk, sekejap lagi berdiri dan kembali mondar mandir di ikuti tatapan risih dari tiga orang lainnya yang juga berada di ruangan itu.


"Duduk lah dulu Jerry! Kau tidak tau entah apa yang sedang mereka perdebatkan di ruangan rapat saat ini." Kata seorang pemuda menegur pemuda yang ternyata adalah Jerry itu.


"Sepupuku.., mengapa kau begitu terburu-buru ingin kembali ke Starhill?" Tanya seorang lelaki yang sedikit lebih tua dari mereka yang sejak tadi hanya memperhatikan saja dari atas kursi roda.


"Kak.., aku harus segera kembali ke Starhill karena besok aku harus kuliah. Aku bisa di hukum jika tidak mengikuti kelas." Kata Jerry kepada kakak sepupu nya itu.


"Jerry.., bukankah kakek mu sudah berjanji akan mengantar kita menggunakan Hellycopter." Kata seorang lagi.


"Ah Daniel.., Aku rindu dengan Starhill." Kata Jerry beralasan.


"Kau rindu Starhill atau seorang gadis yang berada di Starhill?"


"Sudah Ryan..! Jangan goda Jerry lagi. Dia bisa menangis nanti seperti anak kecil." Kata Daniel tertawa.


"Apakah kau sudah mempunyai calon di Starhill Jerry?" Tanya lelaki yang duduk di atas kursi roda.


"Kak Kenny.., jangan dengarkan ocehan mereka. Mereka ini sudah tidak punya pekerjaan lain selain menggoda ku." Kata Jerry gusar.


"Hahaha... Dia selalu begitu kak. Tidak mau mengakui. Padahal dia pernah pergi mendatangi rumah gadis itu untuk meminta maaf." Kata Ryan sambil mengejek Jerry.


"Kau...! Ah sialan. Apa lagi yang kau ketahui Ryan?" Tanya Jerry sambil melotot.


"Banyak..., cukup banyak sebenarnya. Hanya saja ya sudah lah. Aku tidak mau membeberkannya di sini agar kau tidak malu." Kata Ryan acuh tak acuh.


"Kau...! Ah sudah lah. Aku akan diam menunggu kakek disini." Kata Jerry mengalah lalu segera duduk kembali.


"Nah begitu kan lebih sedap dipandang dari pada kau harus mondar-mandir seperti strika butut." Kata Daniel.


"Iya.., iya.., iya." Kata Jerry lalu segera mendekat kearah kakak sepupu nya.


"Kak.., apakah tidak ada rumah sakit yang bisa mengobati mu sehingga bisa berjalan seperti biasa lagi?" Tanya Jerry.


Mendengar pertanyaan Jerry, Kenny hanya bisa menggeleng dengan wajah diliputi kemendungan.

__ADS_1


"Sudah banyak Rumah sakit yang telah aku datangi bersama ayah. Tapi hanya ada satu cara yaitu menggunakan kaki palsu. Aku sangat menolak melakukan amputasi pada kedua kaki ku ini." Kata Kenny dengan senyum getir.


"Siapa yang melakukannya kak? Apa kau tahu siapa orangnya?" Tanya Jerry ingin tau.


"Orang yang sama dengan yang mencelakai ayah mu. Pelaku, perencana dan penghianat nya juga orang yang sama." Kata Kenny.


"Aku harus membalas semua perbuatan mereka kak. Mereka mengambil terlalu banyak dari kita. Suatu saat mereka akan tau siapa lawan mereka." Kata Jerry penuh geram.


"Kau tidak perlu mencari mereka Jerry. Karena saat ini justru mereka yang mencari mu. Namun jika kau memiliki kemampuan untuk membalas, tolong lepaskan orang yang berhubungan dengan ku." Kata Kenny dengan wajah memohon.


"Apa maksud dari perkataan mu ini kak?" Tanya Jerry pura-pura tidak mengerti.


"Kau akan tau Jerry. Akan tau!. Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga bau busuk nya."


"Baik lah kak. Aku janji padamu. Aku juga janji akan mencarikan tabib untuk mu jika tidak ada lagi dokter yang mampu menyembuhkan kaki mu ini." Kata Jerry.


"Jangan buang waktu mu secara sia-sia Jerry! Di hari-hari depan, kau akan sangat sibuk. Tanggung jawab mu adalah membawa keluarga kita berjaya seperti jaman kakek waktu muda dulu. Kemudian kau harus menikah dan punya banyak anak supaya generasi penerus William tidak seperti kita saat ini. Hanya ada orang cacat seperti ku ini dan kau sendirian."


"Uhuk.."


Mendengar kakak sepupu nya menyuruh dirinya agar segera menikah dan memiliki banyak anak, membuat Jerry segera terbatuk. Dia merasa sesuatu mengganjal di tenggorokan nya.


"Mengapa? Kau tau bahwa paman menikah di usia yang hampir 30 tahun. Waktu itu dia didahului oleh ayahku. Setelah aku lahir, dia selalu membawa ku kemana pun dia pergi kecuali dalam urusan bisnis. Sampai aku berusia beberapa tahun baru lah dia menikah. Aku jelas banyak belajar dari ayah mu sampai-sampai orang-orang mengatakan bahwa aku adalah Kenny Wilson bukan Kenny Jackson."


"Semua ada hikmah nya Jerry. Beruntung saat itu kau sempat di larikan oleh pembantu keluargamu. Jika tidak, kau pasti sudah tidak ada di sini saat ini." Kata Kenny.


"Huuuhhf....." Jerry menghempaskan nafas berat.


"Kak..., sudah pukul 8 malam. Mengapa kakek lama sekali?" Tanya Jerry.


"Menjual sepetak sawah saja bisa memakan waktu berhari-hari Jerry. Apa lagi ini menyangkut masalah pengalihan saham perusahaan yang meliputi dalam bidang pertambangan, konstruksi, jasa pengangkutan transportasi laut, Perhotelan dan masih banyak lagi. Kalau kau berfikir bahwa William Group seperti FoC mu maka kau salah besar Jerry. William Group Seratus kali lebih besar dari FoC milik mu." Kata Kenny tanpa menyombongkan diri.


"Bagaimana kakek bisa mempercayakan perusahaan sebesar ini kepada ku kak?"


"Lalu.., pada siapa lagi kakek akan mempercayakan perusahaan ini? Kepada Robin? Begitu maksud mu? Jangan bodoh begitu Jerry! Ayah tidak memiliki banyak kemampuan untuk membawa perusahaan ini ke arah yang lebih baik. Malah kami terus merugi. Ditambah lagi dengan kebijakan kesepakatan kerja yang di lakukan ibuku yang sama sekali tidak menguntungkan bagi perusahaan ini. Itu lah sebabnya kakek harus bertindak Cepat memindahkan seluruh aset nya keatas nama mu agar kau bisa memegang keputusan bulat dalam setiap kebijakan atau kerangka kerja yang membutuhkan persetujuan mu sebagai pemilik perusahaan."


Jerry menjadi malu dengan ucapannya tadi. Betapa dia saat ini merasa sangat berarti bagi dua keluarga. Ini karena, hanya dia satu-satunya pewaris yang tersisa dari generasi ketiga bagi keluarga William dan Smith.


"Baik lah kak. Aku mengerti sekarang. Jangan khawatir! Aku pasti akan membayar kepercayaan yang telah kalian berikan kepadaku." Kata Jerry berjanji.


Tak lama setelah mereka selesai ngobrol, Pintu ruangan itu pun terbuka. Kini tampak 4 orang memasuki ruangan.

__ADS_1


Jerry mengenal siapa 3 orang ini. Namun tidak mengenal seorang lelaki berusia sekitar 35 tahun yang datang bersama mereka.


"Kakek sudah datang. Bagaimana Jalan rapat tadi kek?" Tanya Kenny ingin tahu.


"Baik.., semuanya berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti." Kata tuan William.


"Jerry..., kemarilah!" Kata tuan William meminta Jerry untuk mengmpirinya.


Setelah Jerry datang, tuan William memperkenalkan dia dengan orang ke-empat yang tadi masuk bersama mereka.


"Perkenalkan! Ini adalah Tuan Brylee." Kata tuan William memperkenalkan orang yang masuk bersama dengannya tadi.


Mendengar kakek nya memperkenalkan seseorang dengan nama Brylee, Jerry pun segera menyalami orang tersebut.


Setelah mereka saling berkenalan, tuan William lalu menceritakan kepada Jerry bahwa Brylee ini adalah Advokad yang memegang kuasa hukum milik perusahaan William Group.


Saat ini, semua kuasa hukum serta urusan dengan perundang-udang dalam negara akan di tangani oleh Tuan Brylee ini termasuk jika ada pelanggaran hukum, persengketaan dan seluruh kesepakatan investasi dalam penyaluran modal yang tertulis dan di tandatangani berdasarkan hukum yang berlaku semuanya berada dalam wilayah Tuan Brylee ini.


Ini juga termasuk tentang surat kuasa, juga tentang surat wasiat atau peralihan dan penjualan saham dalam perusahaan yang membutuhkan keterangan hitam di atas putih, maka Tuan Brylee ini akan menyimpan semua data itu dan akan manjadi orang paling depan ketika perusahaan mengalami masalah yang bersangkutan dengan hukum dan undang-undang yang telah di tetapkan di negara ini.


Mendengar ini, Jerry hanya manggut-manggut saja.


"Jerry.., semua dokumen penting tentang surat-surat peralihan 70% Saham kami dalam perusahaan telah berada di tangan Tuan Brylee dan kau bisa memegang yang aslinya setelah kau menanda tangani dokumen itu." Kata tuan William sekaligus mempersilahkan tuan Brylee untuk duduk dan membuka semua file dan surat dokumen resmi yang harus di tanda tangani oleh Jerry selaku pemegang saham dan pemilik dari perusahaan itu.


Saat ini, kedua orang itu sudah saling duduk dan behadap-hadapan dengan ditengah-tengah meja itu terlihat sebuah koper yang begitu di buka terlihat lah beberapa lembaran kertas di dalamnya.


"Tuan muda, silahkan baca dan fahami isi dari dokumen ini sebelum anda menanda-tangani nya." Kata Brylee dengan hormat.


Jerry yang tidak ingin berlama-lama lagi di kantor itu segera memanggil Daniel dan Ryan mendekat dan membantunya untuk membaca isi dari dokumen itu.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan Jerry. Semua kuasa hukum ada di tangan Tuan Brylee dan kau hanya perlu fokus saja menjalankan roda perusahaan dengan idea-idea yang brilian demi agar perusahaan kita bisa mencapai kejayaan." Kata tuan William.


"Saya telah membaca dan memahami seluruh isi surat ini. Ini berarti setelah saya menanda tangani kertas ini, maka saya adalah pemilik perusahaan ini. Apakah kakek tidak menyesal nanti?" Tanya Jerry sambil tersenyum mengejek.


"Keletuk..."


"Anak bodoh. Apa kau menunggu aku dan paman mu ini mati terlebih dahulu baru kau akan menandatangani nya?" Tanya tuan William jengkel sambil menjitak kening Jerry dengan ujung tongkat nya.


"Iya kek. Baiklah kalau begitu." Kata Jerry menggeser duduknya kembali menghadap kearah Brylee.


Setelah menarik nafas panjang dan menghempaskannya kuat-kuat, maka Jerry pun segera menandatangani dokumen hak kepemilikan perusahaan itu di iringi oleh tepuk tangan semua yang berada di ruangan itu.

__ADS_1


"Selamat bagi anda Tuan muda. Dengan ini, anda adalah pemilik dan pemegang saham mayoritas di William Group Company ini." Kata Brylee sambil menjabat tangan Jerry diikuti oleh senyuman mereka yang ada di ruangan itu.


Bersambung....


__ADS_2