
Jerry, Ryan dan Daniel baru saja sampai di rumah ketika David dan Kevin juga tiba di sana.
Namun, belum lagi mereka memasuki rumah, tiba-tiba telepon milik Jerry berdering.
Tanpa berlama-lama, Jerry langsung mengeluarkan ponsel dari saku nya dan melihat bahwa Ronald sedang menelepon.
"Hallo Paman. Anda menelepon ku. Apakah ada perkembangan?" Tanya Jerry begitu dia menjawab panggilan dari Ronald itu.
"Tuan muda.., saya baru saja mendapat kabar dari Herey dan juga Arslan bahwa malam ini akan berlangsung pemberangkatan barang-barang material dari lokasi proyek di Hillstreet. Namun mereka tidak mengetahui akan kemana barang-barang baku ini akan di kirim." Kata Ronald memberi kabar tentang perkembangan di Hillstreet saat ini.
"Paman.., kumpulkan semua orang-orang kita dan orang-orang dari Dragon empire. Aku akan kesana sebentar lagi." Kata Jerry memerintahkan agar Ronald mengatur orang-orangnya untuk berkumpul di sebuah rumah tepat di belakang Lotus mansion.
"Segera akan saya atur Tuan muda." Kata Ronald sebelum mengakhiri panggilan tersebut.
Setelah panggilan diakhiri, Jerry tampak berfikir sejenak. Tampak jelas ada rasa marah, kalut, benci dan keragu-raguan terlihat dari ekspresi wajah nya
"Ada ada dengan mu Jerry? Mengapa kau terlihat seperti orang bingung?" Tanya Daniel.
"Kendalikan dulu dirimu Jerry! Setelah itu, baru kau bisa mengendalikan orang lain." Kata Ryan mencoba menyadarkan Jerry yang saat ini seperti disulut kemarahan.
Jika mengikuti kata hatinya saat ini, ingin rasanya dia mengumpulkan anak buah tuan Syam dan orang-orang Dragon empire untuk menangkap tuan Paul dan meletakkannya di ruangan bawah tanah hotel teratai. Tapi itu bukan solusi. Bagaimanapun, dia ingin menggetahui siapa orang di balik penampungan barang logistik dari Hillstreet ini.
Agak lama terdiam, Jerry akhirnya melakukan panggilan sekali lagi.
Kini orang yang dia telepon adalah tuan Barry yang saat ini berada di Country home ditemani oleh Austin.
"Hallo Tuan muda." Kata tuan Barry diseberang telepon.
"Tuan Barry, apakah anda sibuk?" Tanya Jerry.
"Untuk saat ini saya tidak sibuk. Ada apa anda menelepon saya Tuan muda?" Tanya tuan Barry ingin tau.
"Tuan Barry.., Suruh Austin kembali ke Starhill! Saat ini aku membutuhkan tenaga nya." Kata Jerry meminta agar tuan Barry mengembalikan Austin dan cukup hanya dia saja yang berada di Country home.
__ADS_1
"Tuan muda.., apakah ada hal yang sangat penting di Starhill saat ini?" Tanya tuan Barry ingin tau.
"Tuan Barry.., anda akan tahu tak lama lagi. Untuk saat ini, fokuskan diri anda ke pekerjaan di Country home. Aku akan mengabari anda nanti." Kata Jerry.
"Baiklah Tuan muda. Sekarang juga Austin akan saya suruh agar segera kembali ke Starhill." Kata tuan Barry.
"Hmmm.., lekas lah!" Kata Jerry lalu segera mengakhiri panggilan telepon.
"Kalian semua! Ikuti aku ke mountain lotus!" Kata Jerry lalu segera memasuki mobil Kevin.
Jerry tampak tidak memberi kesempatan kepada sahabat-sahabatnya untuk bertanya. Hal yang tidak biasa ini membuat mereka berempat saling pandang dan hanya mengangkat bahu.
Tak lama kemudian 4 unit mobil sport dengan berbagai jenis itu melaju seperti dikejar setan menuju ke-arah Lotus Road dan langsung dipaksa membelok ke-arah mountain lotus dengan tanpa mengurangi kecepatan membuat semua kendaraan yang berada di jalan itu tak henti-henti nya membunyikan klakson.
"Persetan dengan kalian." Kata David yang satu mobil dengan Kevin berusaha untuk mengejar Jerry yang sudah jauh di depan.
Sebaik saja mobil yang di kendarai oleh Jerry tiba di sebuah bangunan tempat tinggal di belakang lotus mansion, Jerry yang tidak ingin membuang-buang waktu lagi langsung keluar dari mobilnya.
"Apakah mereka telah hadir semua di dalam?" Tanya Jerry kepada pengawal itu.
"Sudah Tuan muda. Mereka semua kini menunggu anda di dalam." Kata pengawal itu.
Baru saja Jerry akan melangkah masuk, kini di belakang menyusul 3 mobil lagi.
Jerry tidak memperdulikan dan dia kini langsung saja memasuki ruangan itu.
Begitu Jerry masuk, semua yang ada di ruangan itu kini berdiri dan membungkuk hormat.
"Tidak perlu terlalu formal! Saat ini aku sedang dihadapkan dengan masalah yang serius. Jika tidak di beri pelajaran, takutnya kelak akan banyak orang-orang yang akan berani berbuat sesuka hatinya di perusahaan ini. Aku akan memberikan contoh bahwa siapa pun yang bertindak melampaui batas yang berakibat merugikan perusahaan, akan mendapat ganjaran yang sangat pedih dari ku." Kata Jerry sambil menarik paksa kursi nya dan langsung duduk dengan kasar.
"Apakah semua sudah hadir disini?" Kata Jerry bertanya dengan tatapan mata merah.
"Semua sudah berada disini Tuan muda. Dan ini adalah Regan. Beliau adalah tangan kanan ayah angkat anda selain Pak Jeff. Beliau juga ayah dari David." Kata Ronald memperkenalkan Regan yang baru tiba kemarin sore kepada Jerry.
__ADS_1
Mendengar ini, Jerry sedikit mengendurkan ketegangan di wajahnya. Dia bangkit dari duduknya dan langsung menyalami Regan membuat Regan sedikit kikuk.
"Paman Regan.., Paman Jeff dan juga Paman Ronald. Maaf atas ketidak sopanan ku tadi. Bukan maksudku untuk kurang ajar di depan kalian semua." Kata Jerry dengan raut wajah penuh penyesalan.
"Kami dapat memahami masalah yang menimpa perusahaan saat ini, ditambah lagi darah muda anda yang masih panas. Kami juga pernah muda. Jadi, kami dapat memaklumi nya Tuan muda." Kata Regan sambil tersenyum.
"Terimakasih Paman-paman semua."
"Langsung saja ke pokok masalah nya. Paman Ronald, aku ingin mendengar secara langsung berita apa yang anda dapat dari Herey dan Arslan!?" Kata Jerry mempersilahkan Ronald untuk memulai.
"Tolong matikan lampu dan tutup semua pintu!" Kata Ronald memberi perintah.
Kini tampak ditangan Ronald sedang memegang Projektor mini dan langsung mengarahkan ke dinding tepat dimana Jerry menghadap.
Tak berapa lama kemudian tampak lah beberapa forklift sedang memuat segala jenis bahan material kedalam sekitar 5 kendaraan panjang.
Dalam Video tersebut tampak tuan Paul sedang memberikan perintah kepada Herey untuk mengangkat batangan besi beton dan besi BRC cor menggunakan crane sedang.
Setelah Video berdurasi lebih kurang 7 menit tersebut selesai di tonton oleh semua yang ada di ruangan itu, kini lampu pun di nyalakan kembali dan semua mata tertuju ke-arah Jerry dengan ekspresi seperti orang menunggu perintah.
"Plak...!!!"
"Kurang ajar!" Kata Jerry tanpa sadar memukul meja karena terlalu marah.
"Kalian semua yang ada di sini dengarkan perintah!" Kata Jerry dengan lantang.
"Silahkan katakan Tuan muda. Kami akan mengikuti perintah anda." Kata Semua yang ada di ruangan itu.
"Paman Ronald.., apa anda mendapat keterangan kapan mereka akan bergerak mengeluarkan barang-barang itu dari lokasi proyek?" Tanya Jerry.
"Tidak ada yang tau pasti Tuan Muda. Ini karena Paul telah mengunci semua mulut para supir dengan uang. Herey dan Arslan juga tidak berani terlalu bertanya. Ini mereka lakukan karena takut akan di curigai." Kata Ronald.
"Paman Ronald.., Periksa seluruh perusahaan konstruksi di negara ini yang mengalami krisis finansial dan kekurangan bahan material! Aku akan mulai mengatur penyergapan ketika semua riset telah dilakukan dengan mendalam." Kata Jerry.
__ADS_1