PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry yang tidak peka


__ADS_3

Bab 104


Pagi masih begitu dini bagi mahasiswa untuk berangkat ke kampus. Hawa yang masih dingin serta pagi yang masih gelap membuat orang masih bermalas-malasan untuk keluar dari asrama sepagi ini.


Namun hal itu tidak terjadi bagi seorang pemuda tampan berperawakan sedang dengan gaya rambut zigzag berlari-lari mengitari halaman kampus.


Tidak tau entah sudah berapa putaran dia berlari.


Sesekali dia melirik ke-arah bapak security yang berusaha sekuat tenaga menahan rasa kantuk nya sambil sesekali kepalanya oleng ke depan, kesamping dan kebelakang.


Pemuda yang sedang berlari itu terkadang merasa kasihan,


terkadang merasa geli juga. Namun dia tidak berusaha untuk menyapa pak security itu.


Setelah selesai dengan aktifitas nya di pagi itu, dia pun segera menaiki tangga asrama menuju ke kamarnya untuk segera mandi.


Sampai di dalam, dia melihat kedua sahabatnya sudah selesai berkemas dengan sangat rapi.


"Wah Jerry, dari mana saja kamu?" Tanya salah seorang dari mereka.


"Biasa joging." Jawab pemuda yang ternyata Jerry itu.


"Cepat lah mandi. Aku akan menunggumu di kantin." Kata sahabatnya itu lalu segera berjalan keluar kamar dan segera hilang dari pandangan.


Jerry yang melihat kedua sahabatnya itu telah keluar, lalu buru-buru mandi dan bersiap untuk turun.


Kali ini dia tidak akan ke kantin terlebih dahulu. Tetapi akan menunggu seseorang di gerbang kampus.


Setelah bersiap-siap, Jerry segera turun dan langsung menuju ke arah gerbang kampus.


Tepat ketika dia sampai, beberapa mahasiswi sedang berjalan menuju ke arah gerbang dimana Jerry sedang berdiri menunggu.


"Via..!" Seru Jerry ketika melihat salah seorang dari mahasiswi yang dia kenal itu.


Gadis yang di panggil dengan sebutan 'Via' Oleh Jerry tadi hanya menoleh sekilas lalu buru-buru membuang muka dan segera berjalan pergi mengikuti rombongan mahasiswai yang lain nya.


Tak mau masalah kesalah fahaman terlalu lama berlarut-larut antara mereka, Jerry segera mengejar dan menarik tangan Via.

__ADS_1


"Via.., mengapa kau terlalu acuh kepadaku? Katakan jika aku punya salah! Agar aku bisa memperbaiki dimana kesalahanku itu." Kata Jerry sambil menarik tangan Via membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Salah..., memperbaiki? Apa yang salah dan apa yang harus di perbaiki?" Tanya Via dengan sinis.


"Iya juga. Aku kan tidak punya salah apa-apa iya 'kan Via?" Tanya Jerry seperti orang bodoh.


"Iya sudah. Lupakan saja." Kata Jerry sambil menggaru kepalanya yang tidak gatal lalu segera berbalik dan pergi meninggalkan Via sendirian.


Melihat Jerry yang tidak peka seperti itu membuat Via semakin jengkel.


Dia ingin berteriak, menjerit memaki Jerry yang sangat tidak mengerti perasaan wanita.


"Huhf.... Sama sekali tidak memiliki perasaan." Kata Via membanting kaki nya ke tanah dan segera berlari meninggalkan tempat itu dengan wajah kesal.


Sesampainya di kantin, Jerry yang tidak tahu apa-apa tentang suasana hati Via terus saja melangkah menuju meja dimana Daniel dan Ryan duduk.


"Hei Jerry.., sini duduk." Kata Ryan segera mempersilahkan Jerry untuk duduk.


"Kau dari mana saja Jerry?" Tanya Daniel.


"Ya Jelas lah dia berkata begitu. Maunya dia itu di bujuk Jerry bahlol..." Kata Daniel mendadak merasa sesak nafas melihat kebodohan Jerry.


"Ya aku mana tau. Kata nya aku tidak bersalah berarti ya tidak ada masalah dong. iya kan?" Kata Jerry sambil merentangkan telapak tangannya dengan bahu terangkat sedikit.


"Jerry goblok. Wanita mana mau berterus terang. Yang dia mau itu kau harus peka. Ngertiin dia. Kau harus membujuk, merayu bahkan sedikit mengemis untuk menyenangkan hatinya. Jika di biarkan begini terus, ini pasti tidak akan ketemu. Yang satu perajuk, yang satu nya lagi bodoh nya tak ketolongan." Kata Daniel"


"Berhentilah memaki kebodohanku ini. Sekarang aku bahkan tidak tau apa kesalahanku." Kata Jerry sambil menjambak-jambak rambut nya.


"Kau mau tau apa kesalahan mu?" Tanya Daniel dengan serius menatap Jerry.


Jerry hanya mengangguk saja. Karena memang dia tidak tau dimana salahnya dia.


"Dengarkan paman mu ini nak. Aku tidak akan mengulangi kata-kata ku." Kata Daniel sambil mengubah posisi duduk nya lalu melanjutkan.


"Yang pertama. Apakah kau ingat ketika di Halte waktu kita menunggu taxi selepas makan malam di Lotus mansion?" Tanya Daniel.


Jerry mengangguk, tapi dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Dengar ya nak! Kau telah membuat kesalahan pertama dengan mengabaikan Via. Alih-alih memperhatikan dirinya, kau malah asik dengan nona Aline. Itu kesalahan pertama."


"Kesalahan ke dua adalah, selepas kita sampai di asrama. Mengapa kau tidak membujuk Via yang sedang jengkel kepadamu? Padahal kesempatan itu ada ketika kau mengantar dia untuk kembali ke rumah kos nya." Kata Daniel berhenti sejenak seperti berfikir.


"Lanjut Ryan. Kau lebih tau dari aku!" Kata Daniel menyuruh Ryan untuk membeberkan kebodohan Jerry.


"Yang ke tiga, Kau di pergoki oleh Via sedang bersama dengan Lisa ke kafe depan kampus. Dia sangat marah ketika itu. Tapi dengan bodoh yang mendarah daging itu, kau malah mengabaikan dia. Padahal dia sangat berharap agar kau mengejar dan membujuk serta memberi penjelasan bahwa antara kau dan Lisa tidak ada hubungan apa-apa." Kata Ryan menjelaskan.


"Yang ke empat adalah barusan ini. Kau tau sendiri lah." Kata Ryan lagi sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.


Jerry hanya terbengong-bengong persis seperti orang ling-lung ketika semua kebohohannya di beberkan tepat di depan batang hidung nya.


"Aku pergi dulu...." Kata Jerry sambil berlari menuju ke kelas Via.


"Apa kau tidak sarapan dulu Jerry?" Teriak Daniel.


"Aku sudah kenyang. Terimakasih atas sarapan gratis dari kalian." Kata Jerry acuh tak acuh sambil terus berlari.


"Dasar bocah goblok. Benar-benar tidak tau memperlakukan seorang wanita." Kata Daniel sambil geleng-geleng kepala.


"Eleh-eleh...., kau juga sama dengan Jerry. Sampai sekarang masih tetap jomblo. Bahkan sangat sekarat." Kata Ryan sambil mencibir ke arah Daniel.


"Loh..., kenapa jadi aku yang kau salahkan?" Tanya Daniel ngotot.


"Sok bijak tapi pacar pun tak punya." Ejek Ryan.


"Kau jangan menghina abang mu ini Ryan. Ku sumpahin tak jadi orang kau." Kata Daniel dengan sengit.


"Sumpah seorang jomblo sekarat tidak berlaku bagi ku." Kata Ryan sambil berdiri dan melangkah menuju kasir untuk membayar sarapan mereka karena pagi ini memang giliran Ryan yang bayar.


Daniel hanya terlolong bengong melihat Ryan yang acuh tak acuh berlalu meninggalkan nya sambil melempar kertas gulunungan kasbon yang tepat jatuh di kepala Daniel.


"Hahaha... Kalau kau bengong seperti itu, kuda nil di Mesir bisa mati semua." Kata Ryan sambil tergelak ngakak.


"Kau--- kau-- Sialan kau Ryan." Kata Daniel bergegas berdiri lalu mengejar Ryan yang sudah kabur duluan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2