PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Susah senang Ramendra


__ADS_3

Kriiiing...?!


Kriiiing....?!


Terdengar suara telepon berdering memekakkan telinga.


Tampak seorang lelaki setengah baya berdiri sambil memperhatikan seorang lelaki tua berjalan ke arah pesawat telepon.


"Hallo...?!" Kata lelaki tua itu begitu panggilan tersebut terhubung.


"Tuan Ramendra. Ini aku salah satu Manager di anak perusahaan Fiture of Company William Group." Kata si penelepon.


"Oh itu anda. Ada apa Pak Manager. Sepertinya ada hal penting yang ingin anda sampaikan kepada saya?" Tanya lelaki tua yang ternyata adalah Rramendra itu.


"Tuan. Orang suruhan yang anda kirim untuk membunuh David dan Kevin telah di jebak oleh tuan Syam, dan saat ini sedang di tahan di kantor polisi pusat Metro city." Kata sang Manager memberi tahu.


"Apa?!"


Hanya itu yang keluar dari mulut Ramendra begitu mendengar kabar itu.


Sambil mengurut dada yang mendadak sesak, dia pun bertanya kepada sang Manager. "Pak Manager. Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Itu lah yang saya sesalkan Tuan. Mengapa anda gagal membunuh Ryan, Daniel dan Riko bersama seorang lagi ketika aku dengan sangat berani telah berkhianat kepada tuan ku hanya karena aku menginginkan proyek bangkrut milik Robin itu." Kata sang Manager.


"Anda tau, Tuan. Akibat kegagalan itu lah mereka berhasil mengatur rencana. Mereka telah memindahkan anak Regnar dan anak Lenard ke tempat lain dan menukarnya dengan Riko dan Arslan. Mereka telah merencanakan ini dengan sangat rapi. Bahkan aku sendiri pun tidak di beri tahu perihal rencana ini." Kata Manager pembelot itu lagi.


"Tiga ekor anak monyet ini. Mengapa selalu saja menjadi penghalang terbesar ku?" Kata Ramendra sambil mengepalkan tinju nya.


"Baiklah Pak Manager. Terimakasih karena anda telah menberitahukan kepada ku tentang berita ini. Aku akan mengurus masalah ini setelah acara pelelangan itu nanti. Sampai bertemu di gedung dewan MegaTown nanti." Kata Ramendra.


"Sama-sama Tuan Ramendra. Aku harap anda menepati janji anda untuk tidak ikut dalam pelelangan proyek bangkrut itu. Aku berencana akan berinvestasi dan membuat perusahaan patungan bersama dengan Regnar sambil mengorek sedikit-demi sedikit kekayaan Future of Company." Kata sang Manager itu.

__ADS_1


"Anda tidak perlu khawatir tentang itu Pak Manager. Aku akan memegang janji ku." Kata Ramendra lalu mengakhiri panggilan tersebut.


"Apa yang dikatakan oleh orang itu, Ayah?" Tanya Robin.


"Okigawa telah tertangkap. Saat ini dia sedang ditahan oleh polisi bagian kriminal." Kata Ramendra.


"Hah.., Apa?!"


"Sudah. Itu urusan nanti. Kau keluarlah dulu. Aku ingin menghubungi Ferdy adik ipar mu di Hongkong." Kata Ramendra.


"Baik Ayah." Kata Robin lalu segera berbalik dan meninggalkan orang tua itu.


Begitu lelaki tua itu tinggal sendirian, dia pun lalu menelepon putranya yang berada di Hongkong untuk membincangkan sesuatu.


"Hallo Ayah..?!" Kata satu suara di seberang telepon.


"Ferdy. Bagaimana kabar mu?"


"Kabar ku baik Ayah. Bagaimana dengan kabar Ayah?" Tanya sang anak.


"Musuh? Siapa maksud Ayah? Apakah itu dari keluarga Walker, lelaki busuk William atau tua bangka Leon Smith?" Tanya Ferdy.


"Tidak. Bukan mereka. Tapi cucu mereka. Anak Wilson dan Ellena."


"Anak Wilson dan Ellena. Apakah dia masih hidup?" Tanya Ferdy.


"Ceritanya sangat panjang. Anak itu hanya menghilang. Dia kembali setelah 22 tahun dan menjadi pewaris tunggal dari perusahaan Smith dan William Group. Aku berhasil mencelakai anak itu dan membuang nya ke bawah jembatan..," Lalu Ramendra menceritkan semuanya kepada anak nya.


"Lalu apa lagi yang Ayah khawatirkan? Bukankah dia telah Ayah bunuh." Kata Ferdy dengan heran.


"Belum tau apakah dia mati atau masih hidup. Tapi yang jelas adalah, perusahaan milik nya masih tetap berdiri dengan gagah bahkan mengalahkan seluruh perusahaan yang ada di negara ini." Kata Ramendra.

__ADS_1


"Hebat. Orangnya telah menghilang, namun perusahaan milik nya masih tetap berdiri. Benar-benar layak untuk di puji."


"Aku menelepon mu bukan untuk mendengar kata pujian omong kosong setan alas mu itu Ferdy. Yang aku inginkan adalah kau kembali ke MegaTown dan membantu ku. Ini karena kakak ipar mu Robin yang tolol itu ternyata tidak bisa di harapkan." Kata Ramendra sengit.


"Uhuk... uhuk.. Maafkan aku Ayah. Tapi aku tidak bisa kembali secepat ini. Saat ini aku sedang sibuk dengan bisnis judi dan pelacuran yang aku jalankan." Kata Ferdy.


"Kau bisa memindahkan seluruh aset mu dan mejual seluruh properti mu di sana dan kembali ke negara ini. Jika kau tidak kembali, maka kemungkinan besar adalah, kau akan bertemu dengan kuburan ku saja. Ini karena setiap hari aku harus mengalami serangan jantung ketika semua rencana ku selalu mentah di tengah jalan oleh sahabat-sahabat anak mendiang Wilson ini." Kata Ramendra.


"Aku pasti akan menuruti keinginan Ayah. Tapi tentunya tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan. Aku butuh menjual dulu seluruh properti milikku di hongkong dan memindahkan aset ku ke MegaTown. Ini paling tidak memakan waktu sekitar 10 hari bahkan lebih." Kata Ferdy.


"Baiklah. Aku akan mengikuti pelelangan hotel Mega di gedung dewan MegaTown. Rencananya apabila aku memenangkan pelelangan itu, Hotel Mega itu bisa kau jadikan sebagai pusat bisnis mu dan kau bisa menjalankan bisnis prostitusi mu di hotel tersebut bersama dengan Robin." Kata Ramendra.


"Wah. Itu idea yang sangat bagus Ayah. Aku sangat senang sekali mendengar nya. Baiklah, aku akan segera melelang semua milikku di Hongkong dan akan kembali dalam sepuluh hari ke MegaTown. Ayah harus memastikan bahwa Hotel Mega itu berhasil Ayah menangkan!" Kata Ferdy dengan sangat antusias dan bersemangat.


"Kau tidak perlu khawatir. Apakah kau sudah meragukan kemampuan Ayah mu ini dalam hal-hal semacam ini?" Tanya Ramendra.


"Tidak Ayah. Sama sekali tidak. Aku yakin bahwa Ayah ku yang hebat ini akan berhasil mengalahkan semua pesaing yang ada." Kata Ferdy mulai menjilat.


"Sudah lah. Sekarang kau persiapkan dirimu. Aku akan berangkat ke gedung dewan MegaTown bersama dengan kakak ipar mu." Kata Ramendra lalu segera menutup panggilan tersebut.


Ramendra kini mulai tersenyum-senyum sendiri membayangkan berapa keuntungan yang akan dia dapatkan apa bila dia berhasil memenangkan pelelangan ini. Tentu itu akan menjadi ladang uang baginya, karena Ferdy dan Robin akan bekerja sama menjalankan bisnis kasino, pelacuran dan obat-obatan terlarang di sana nanti.


Benar-benar bisnis yang sangat menggiurkan.


Kini Ramendra sejenak melupakan bahwa orang suruhannya saat ini sedang babak belur di hajar oleh pihak kepolisian bagi mengorek keterangan.


Ramendra juga seakan lupa bahwa dia saat ini bisa saja meringkuk dalam penjara karena berbagai macam tindak kejahatan yang telah dia lakukan.


Dia merasa bahwa 50% pelelangan hotel Mega tersebut sudah di dalam genggamannya tanpa dia sadar bahwa jebakan juga menantinya di acara itu nanti.


Ramendra lalu melangkah keluar menemui Robin dan mengajaknya untuk segera menghadiri acara pelelangan itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian satu unit mobil mewah Rolls Royce bergerak meninggalkan Villa kediaman ramendra menuju ke arah gedung dewan MegaTown.


Bersambung...


__ADS_2