
"Selamat pagi Tuan.., apakah ada sesuatu yang bisa kami bantu? Atau Apakah Tuan-tuan ini ingin membeli mobil?" Kata seorang pramuniaga dengan ramah menawarkan jasa kepada ketiga pemuda yang baru saja sampai di salah satu Showroom yang khusus untuk menawarkan produk keluaran Mercedez-benz tersebut.
"Bolehkah kami melihat-lihat dulu?" Kata salah seorang pemuda berkata dengan ramah.
"Oh.., tentu saja boleh Tuan. Silahkan! Saya akan membantu anda untuk menjelaskan jika ada sesuatu yang ingin anda tanyakan." Kata Pramuniaga tersebut.
"Ryan.., aku melihat mobil Mercedez itu sangat bagus dan cocok untuk mu." Kata pemuda itu kepada salah satu sahabatnya.
Begitu pemuda yang bernama Ryan itu melihat kearah mobil yang ditunjuk oleh sahabatnya, Ryan hanya bisa menelan ludah dan berkata, "Jerry. Jangan yang itu. Itu terlalu mahal. Aku bahkan tidak sanggup bermimpi untuk memilikinya." Kata Ryan kepada sahabatnya yang ternyata Jerry itu.
"Kau akan menghadapi orang-orang besar setelah bekerja nanti. Kau harus mengubah penampilan mu agar tidak mencoreng malu di wajahku." Kata Jerry.
"Bagaimana menurutmu Daniel?" Tanya Ryan.
Seorang pemuda lagi yang ternyata Daniel itu tidak berani memberi jawaban. Dia hanya memandang wajah Jerry dan mobil yang di tunjuk oleh Jerry tadi secara bergantian.
"Pak.., apa nama mobil sport yang ada di sana itu?" Tanya Jerry.
Sang pramuniaga itu segera berjalan mendekat ke arah mobil sport yang di tunjuk oleh Jerry tadi dan segera menjelaskan.
"Tuan.., mobil ini adalah Mercedez AMG GT. Mobil ini di lengkapi dengan mesin 4.0 L M178 Twin turbo V8 petrol dengan transmisi 7 speed AMG speedshift DCT dual clucth. Mobil ini adalah seri sport yang di keluarkan oleh Mercedez dan sangat cocok untuk kalangan anak-anak muda yang ingin tampil penuh gaya seperti anda ini Tuan." Kata pramuniaga menjelaskan.
"Pak.., sudah cukup anda menjelaskannya. Apakah saya bisa langsung saja membeli nya. Ini karena saya sangat sibuk." Kata Jerry sambil melirik ke kanan dan ke kiri ketika dia akan mengeluarkan kartu bank nya.
"Ryan yang peka akan kekhawatiran Jerry segera merapat dan menyambut kartu yang ada di tangan Jerry di ujung saku celananya dan segera menggenggam kartu tersebut.
"Ah sobat.., aku juga menginginkan mobil ini. Apakah sebagai sahabat, kau tidak ingin mengalah untukku?" Kata Ryan.
Jerry yang faham gelagat sedikit ngotot. Namun itu hanya sandiwara dan setelah itu Jerry pun mengalah.
"Tuan, jika anda akan membeli mobil ini, maka kita bisa menyelesaikan segera transaksi di meja administrasi dan anda dapat dengan segera membawa mobil ini setelah pihak kami selesai melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap mobil yang akan di lepas demi kepuasan pelanggan." Kata pramuniaga itu dengan wajah sangat gembira.
Wajar jika pramuniaga itu sangat bahagia. Ini karena setiap penjualan yang dia lakukan, maka dia akan mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut di luar gaji bulanan.
"Jerry..., Password untuk kartu bank mu ini berapa?" Tanya Ryan.
"Password nya ulang tahun ku." Kata Jerry sambil berbisik.
Setelah itu, Ryan langsung menuju ke ruangan bagian administrasi untuk melakukan pembayaran dengan kartu AMEX milik Jerry.
"Untung saja aku tidak salah cabut kartu." Fikir Jerry dalam hati. Ini karena apa bila dia memberikan kartu Blackgold nya kepada Ryan tadi, maka urusan pembayaran bisa panjang. Bahkan Manajer pun akan merasa ketakutan melihat kartu bank yang hanya beberapa orang saja di negara ini yang menggunakannya.
Tidak berapa lama setelah proses transaksi selesai, Jerry langsung menarik tangan kedua sahabatnya itu untuk segera keluar menuju ke salah satu Showroom yang khusus memajang mobil yang di produksi oleh Jaguar.
__ADS_1
"Biarkan mereka melakukan pemeriksaan dan menyiapkan berkas-berkas. Kita akan segera kembali ke sini dalam 10 Menit. Aku harap kau tidak akan terlalu berbasa basi nanti Daniel. Tunjuk yang mana kau suka, beli dan segera pergi." Kata Jerry.
"Ba-- baik Jerry." Kata Daniel sedikit tergagap karena baru saja melihat Ryan telah menyelesaikan pembayaran untuk mobil sport miliknya.
Setelah sedikit berbasa basi dan berjanji akan kembali dalam beberapa menit lagi kepada pihak yang mengurus segala sesuatu tentang mobil yang telah beli, maka Jerry dan kedua sahabat nya segera berjalan keluar dan kini menuju Showroom milik Jaguar.
Sama seperti di Showroom Mercedez, di sini juga Jerry tidak berbasa basi.
Setelah Daniel menunjuk mobil Jaguar sport F TYPE SVR, Jerry pun segera menyuruh Daniel membawa kartu milik nya ke ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran.
Setelah pembayaran berhasil dilakukan, Jerry segera keluar meninggalkan Daniel dan menyuruh Ryan untuk kembali ke Showroom Mercedez.
"Kau sendiri akan kemana Jerry?" Tanya mereka ketika Jerry akan berjalan menuju mobil Volvo butut nya.
"Aku menerima pesan bahwa hari ini anak buah tuan Syam telah sampai di Mountain Lotus. Aku akan segera menemui mereka di sana dan melakukan sedikit perencanaan untuk kerja yang harus mereka lakukan di Hillstreet." Kata Jerry.
"Baiklah! Kau harus berhati-hati Jerry." Kata Ryan mengingatkan.
"Setelah ini, kalian kembali ke rumah dan tunggu aku di sana. Jika aku tidak kembali dalam pukul 2 sore, kalian harus menyusulku dengan segera ke Hotel teratai!" Kata Jerry berpesan.
"Mengapa kita tidak sama-sama saja Jerry?" Tanya Daniel.
"Maaf aku terburu-buru." Kata Jerry lalu setengah berlari menuju ke mobil Volvo butut nya.
Volvo butut milik Jerry terseok-seok membelah jalan dari Lotus Road menuju Mountain Lotus.
Dalam perjalanan itu, Jerry tidak henti-hentinya memikirkan rencana apa yang akan dia terapkan dalam menjebak tikus berkepala hitam ini yang telah menggerogoti perusahaan milik nya di Hillstreet.
Ketika mobil Volvo itu sampai di belakang hotel teratai, Jerry segera memakai masker, topi dan kacamata hitam untuk menutup sebagian wajah nya dan segera keluar dari dalam mobil menuju bagian paling belakang di hotel itu.
Begitu Jerry sampai, beberapa pengawal segera membungkuk hormat kepadanya dan segera memandu Jerry menuju kebagian ruangan bawah tanah.
Sebaik saja Jerry tiba, dia langsung disambut oleh Ronald dan sekitar 25 orang lelaki dengan berbagai tingkat usia di sana.
Tanpa melepas masker, Jerry langsung bertanya kepada mereka siapa yang telah menyuruh mereka datang ke Starhill ini.
Dengan hormat, salah satu dari mereka mengatakan bahwa tuan Syam lah yang telah menyuruh mereka untuk datang ke Starhill atas perintah tuan muda. Namun mereka tidak tau siapa tuan muda tersebut. Mereka hanya diperintahkan untuk menemui tuan Ronald di Mountain lotus.
"Aku lah tuan muda tersebut yang telah memerintahkan kepada tuan Syam untuk mengirim kalian datang ke sini."
"Baiklah! Sekarang aku ingin tau siapa ketua dari rombongan kalian ini?" Tanya Jerry.
"Saya adalah ketua dari rombongan yang di berangkatkan oleh tuan Syam dari Metro City." Kata salah seorang dari mereka sambil tegak.
__ADS_1
"Hmmmm... Siapa nama mu?" Tanya Jerry lagi.
"Nama saya adalah Herey Tuan muda. Kata Herey menjawab pertanyaan dari Jerry.
"Paman Ronald, atur mereka untuk menyusup sebagai pekerja kasar di Hillstreet. Pastikan bahwa pekerjaan mereka nantinya berhubungan dengan bagian logistik.!" Kata Jerry memerintahkan kepada Ronald untuk mengatur orang-orangnya tuan Syam ini.
"Saya Tuan muda." Kata Ronald dengan hormat.
"Herey... Apa pekerjaan yang bisa kau kuasai? Apakah kau bisa membawa alat berat atau semisalnya?" Tanya Jerry.
"Menjawab Tuan muda. Saya bisa membawa segala jenis alat berat seperti Case, Forklift dan mini crane." Kata Herey.
"Bagus! Dengan begini akan sangat mudah bagi kalian untuk melakukan kerja-kerja di sana nanti. Ingat lah bahwa kalian tidak boleh membantah apa pun perintah atasan di sana nanti. Lakukan saja apa yang mereka perintahkan! Namun kalian harus ingat untuk melakukan rekaman video atau mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi. Aku menginginkan itu sebagai bukti bahwa tikus-tikus ini telah bermain dibelakang ku." Kata Jerry.
"Kami mengerti Tuan muda. Anda dapat yakin bahwa itu adalah pekerjaan yang sangat mudah bagi kami." Kata Herey memberi jaminan.
"Paman Ronald, Herey sudah. Sisa nya atur sebagai buruh kasar. Petugas kebersihan, sopir truck pengankut dan lain-lain. atur juga 2 orang dari mereka untuk membantu Arslan!" Kata Jerry mengatur pembagian tugas.
"Akan saya laksanakan Tuan muda." Kata Ronald.
"Aku rasa anda lebih memahami daripada diriku Paman. Atur sebaik mungkin dan tetap rahasiakan ini kepada siapa pun!. Aku ingin tikus itu keluar dari pintu perusahaan sambil merangkak dan aku pastikan bahwa aku akan membenamkan orang ini di lembah kemiskinan sampai setan pun tidak akan sudi untuk mengenal mereka." Kata Jerry dengan geram.
"Yakin lah bahwa kami akan bekerja semaksimal mungkin."
"Rahasiakan kepada orang ini tentang identitas dan rencana ku yang akan menyusup kedalam jajaran staf di Hillstreet." Kata Jerry sambil berbisik ke telinga Ronald yang dibalas anggukan oleh Ronald.
Setelah segala sesuatunya selesai di rencanakan dengan matang, Jerry pun segera keluar dari hotel tersebut dan di dampingi oleh Ronald.
Kini seluruh mata memandang heran ke arah seorang lelaki yang menutupi kepala dengan topi, memakai kacamata hitam dan masker tebal yang menutupi mulut dan hidungnya.
Banyak diantara mereka beranggapan bahwa lelaki yang tidak dapat dikenali itu adalah pemilik Future of Company yang tidak ingin dikenali oleh orang lain.
"Paman, suruh anak buah mu mengantar mobil yang lain di jalan sepi Lotus Road! Suruh juga mereka memeriksa di sekelilingnya! Aku sudah terlanjut terlihat. Saat ini kemungkinan akan banyak yang penasaran dengan ku. Aku harus segera berganti mobil dan buru-buru kembali ke rumah." Kata Jerry yang masih tidak ingin agar identitasnya terbongkar sebelum memastikan bahwa dia menangkap tikus Hilltreet yang menyebabkan perusahaan nya telah merugi.
"Saya akan mengaturnya Tuan muda. Saya juga akan mengirim beberapa orang untuk melindungi anda." Kata Ronald.
"Jangan Paman! Pastikan saja bahwa tidak ada yang membuntuti kita." Kata Jerry.
Mendengar perintah dari tuannya, Ronald segera mengeluarkan ponsel dan memerintahkan kepada anak buahnya untuk membersihkan jalan dan juga mengirim mobil butut yang lain ke jalan sepi Lotus Road.
Setelah Ronald mengantar Jerry sampai dimana mobil butut yang lain di parkir, Jerry buru-buru keluar dari mobil Ronald dan segera berjalan dengan cepat menuju mobil yang tekah di sediakan.
Setelah Jerry memasuki mobil, tak lama kemudian mobil tersebut melaju meninggalkan Ronald yang masih menatap kepergian Jerry sampai menghilang dibalik tikungan.
__ADS_1
Bersambung.....