PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana kedua Robin mulai berjalan


__ADS_3

Sekarang ayo kita tinggalkan dulu Jerry William yang sedang babak belur di gembleng oleh kakek Malik. Saat ini mari kita ikuti seperti apa Daniel, Ryan dan Riko yang sedang berperang adu stragegi dengan Ramendra, Robin dan Regnar.


Seperti di bab sebelumnya telah diceritakan bahwa Jackson yang marah kepada Diana telah mengusir Diana dari Villa William.


Diana yang saat itu merasa terhina dan putus asa telah kembali ke rumah Regnar yang juga berada di Metro city.


Sebagai seorang ayah tentu saja Regnar sangat marah melihat putri yang selama ini menjadi tulang punggung dalam keluarga mendapat perlakuan sedemikian rupa.


Regnar sendiri memutar otak bagaimana caranya agar bisa membalas penghinaan ini. Namun untuk membalas dengan mengandalkan kekuatan yang dia miliki, itu sama saja dengan bunuh diri.


Oleh karena itu, Regnar berinisiatif untuk meminta bantuan kepada ayah mertua Robin yaitu Ramendra untuk membantu mereka membalaskan dendam ini., mengingat mereka juga memiliki musuh yang sama yaitu William dan Smith yang menurun kepada Jerry.


Ibarat makanan, Jerry dan perusahaan nya adalah inti sari dari segala yang di miliki oleh dua keluarga kaya itu.


Jerry sendiri tidak ketahuan entah bagaimana kabarnya. Namun yang menjadi perusak pemandangan adalah, perusahaan Future of Company yang semakin sukses saja di bawah kendali presiden Barry, Ronald dan di bantu dengan tiga bocah ingusan yang masing-masing memiliki temperamen yang berbeda-beda namun bisa saling melengkapi.


Hal ini lah yang membuat mereka harus memutar otak 1000 derajat bagaimana cara menyingkirkan ketiga bocah ingusan ini.


Selama ini mereka menganggap jika Jerry William mampu disingkirkan maka urusan akan selesai. Nyatanya mereka di buat pusing oleh sahabat-sahabat Jerry yang sama sekali tidak pernah mereka anggap walau hanya sebelah mata sekalipun mampu memberikan pukulan demi pukulan telak kepada mereka khususnya Ramendra.


"Ayah. Apa yang anda fikirkan. Bukankah kita masih memiliki rencana lain?" Kata Robin di sela-sela pertemuan tiga orang barisan sakit hati ini.


"Bagaimana dengan mu Regnar? Apakah kau memiliki cara yang lebih bagus dari rencana Robin?" Tanya Ramendra kepada Regnar yang sejak tadi hanya menjadi pendengar saja.


"Tuan Ramendra yang terhormat, saya telah mengenal Robin ini sangat lama. Dia adalah orang yang memiliki banyak cara. Oleh karena itu, apa pun rencana yang dia kemukakan, selagi anda setuju, saya akan 100% mendukung rencananya tersebut." Kata Regnar.

__ADS_1


Sepertinya Regnar ini memang benar-benar tidak bisa di andalkan.


"Baiklah. Mulai hari ini kau atur segala persiapan rencana kedua kita. Kumpulkan orang-orang mu untuk menyewa para demonstran dan undang beberapa media untuk melakukan unjuk rasa di Country home, markas terbesar kedua Future of Company. Apa lagi di sana sedang berlangsung proyek raksasa mereka. Pastikan pemberitaan ini di buat seheboh mungkin agar dunia tau betapa bobroknya perusahaan itu." Kata Ramendra.


"Oh ya.., jangan lupa untuk menyewa Buzzer terbaik dan para youtuber yang memiliki jutaan follower agar mereka juga ikut memuat video ini ke platform media-media sosial. Aku ingin perusahaan itu mendapatkan tekanan dari segala arah." Kata Ramendra lagi sambil melemparkan sebuah koper berisi uang di atas meja.


"Kau Simon.., dan kau Efander. Bawa uang ini dan kumpulkan semua orang-orang yang bisa kita bawa ke Country home!" Kata Robin memberi perintah.


"Simon akan melakukan semuanya dengan baik." Kata Simon sambil meraih koper di atas meja tersebut dan mengajak Efander untuk meninggalkan ruangan itu.


...*********...


...Kantor besar Future of Company...


...Country home...


Antara tuntutan yang mereka laungkan adalah perusahaan Future of Company telah banyak merugikan masyarakat Country home dengan banyaknya rumah-rumah yang di gusur tanpa ada ganti rugi.


Yang ke dua adalah, perusahaan telah melakukan perambahan hutan secara berlebihan dari yang sudah di sepakati dengan pemerintah setempat yang menyebabkan kini hutan di Bukit bambu telah menjadi gundul.


Tuntutan yang ke tiga adalah, perusahaan telah mengabaikan standart kebersihan menyebabkan banyaknya sampah sisa bahan-bahan dari proyek di buang ke sembarang tempat dan mengakibatkan pencemaran sungai yang menjadi nadi utama bagi mereka untuk mendapatkan air bersih.


Masih banyak lagi tuntutan lainnya yang membuat para wartawan sewaan maupun dari portal berita lainnya berdatangan meliput dan memuat berita tersebut manjadi berita kategori bisnis terhangat minggu ini. Ini karena siapa yang tidak mengenal nama perusahaan baru yang sedang naik daun ini.


Pemberitaan ini bahkan sampai ke mancanegara dan beberapa pihak mulai melakukan investigasi demi mencari kebenaran dari berita tersebut.

__ADS_1


Perlahan namun pasti nilai saham perusahaan untuk sore ini saja telah jatuh sebesar 15%.


Para demonstran berjanji akan kembali lagi dalam jumlah yang sangat besar apa bila proyek pembangunan tidak di tutup untuk sementara waktu sebelum pihak petinggi dari perusahaan tersebut bisa menjelaskan dan memenuhi tuntutan mereka tersebut.


Sampai menjelang senja barulah para pengunjuk rasa tersebut meninggalkan halaman depan kantor besar tersebut dengan tertib. Namun mereka berjanji bahwa dalam waktu dekat mereka akan kembali lagi bagi menuntut hak yang mereka klaim tidak terpenuhi oleh perusahaan.


Malam itu juga laporan khusus dari beberapa stasiun televisi telah memberitakan kejadian itu dengan sebagai macam versi serta bumbu-bumbu yang semakin membuat suasana menjadi keruh.


Beberapa wartawan yang memang datang karena tuntutan kerja tidak langsung kembali setelah memberitakan peristiwa itu secara live. Mereka kini berinisiatif untuk mengorek langsung keterangan dari tuan Barry selaku presiden Future of Company.


Tuan Barry yang di dampingi oleh tuan Obery selaku management perhubungan masyarakat serta Mr.Brylee selaku pemegang kuasa hukum perusahaan berjibaku menjawab semua pertanyaan dari wartawan yang memang sengaja mencari-cari sensasi demi manaikkan popularitas mereka.


Beberapa pertanyaan di jawab dengan gamblang serta memiliki data yang valid mengenai bahwa perusahaan tidak pernah melanggar batas hutan yang telah di tetapkan oleh pemerintah daerah.


Beliau juga menjelaskan bahwa tidak ada rumah atau tanah masyarakat Country home yang di gusur tanpa persetujuan dan kompensasi yang layak kepada mereka.


Bahkan tuan Barry dan tuan Obery juga mempertanyakan jika memang ada tuntutan dari masyarakat, mengapa baru sekarang mereka melakukan unjuk rasa. Mengapa tidak dari dulu? Ini menandakan bahwa perusahaan telah beroperasi di jalur yang benar sesuai standart tanpa melanggar hukum.


Di akhir wawancara, tuan Barry mengatakan akan mengajak para demonstran untuk berunding dan memastikan bahwa mereka adalah orang-orang yang benar-benar telah di rugikan oleh pembangunan yang telah di jalankan oleh perusahaan. Dengan begini masalah akan bisa segera diselesaikan dengan transparan.


Tuan Barry juga mengundang para wartawan ini untuk bersama-sama membuktikan jika perusahaan memang benar-benar telah melanggar hukum atau ini hanya propaganda untuk melemahkan perusahaan demi persaingan bisnis.


Setelah semuanya mencapai kata sepakat, para wartawan ini akhirnya menunda untuk menyayangkan hasil wawancara ini atas inisiatif dari tuan Barry.


Mereka hanya mengedit video hasil wawancara ini dan akan menayangkannya sebagai bukti bahwa mereka telah melakukan pembelaan dengan alasan jika video wawancara ini di tayangkan malam ini, maka para demonstran itu tidak akan datang lagi dan perusahaan akan sulit untuk membersihkan nama.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2