
Pagi itu di MegaTon banyak berdatangan orang-orang dari berbagai daerah.
Tidak seperti biasa para orang-orang tak di kenal berduyun-duyun datang ke kota itu. Namun kali ini para masyarakat di kota itu tidak merasa terlalu heran. Ini mungkin ada hubungannya dengan acara peresmian hotel Mega yang kurang dari 12 jam lagi akan berlangsung satu acara megah di sana.
Begitu juga dengan orang-orang dari Dragon empire dan Tiger fire. Mereka juga berbondong-bondong mendatangi kota tersebut dari berbagai arah dan secara perorangan. Ada yang langsung ke MegaTown dari Metro city. Ada juga yang sengaja memutar manganbil jalan seolah-olah mereka datang dari Hillstreet agar tidak terlalu mencolok.
Sementara itu di MegaTown sekitar beberapa kilometer dari lokasi proyek bangkrut milik Robin yang dimenangi oleh Daniel dalam pelelangan beberapa waktu yang lalu, tepat tepatnya di salah satu rumah di kawasan perumahan rakyat MegaTown, tampak seorang lelaki dan seorang wanita setengah baya dengan mata sembab memandangi foto seorang gadis cantik. Mereka adalah tuan Abraham dan Nyonya Abraham.
"Tidak terasa sudah satu tahun putri kita meninggalkan kita ya Bu." Kata tuan Abraham.
"Benar Pa. Sudah setahun ini putri kita meninggalkan kita. Menyedihkan sekali. Meninggal dalam usia muda. Padahal masadepannya msih panjang dan sangat cerah." Kata Wanita setengah baya itu sambi menangis.
"Ini semua salah mu Pa. Kau yang mendorong anak kita untuk pergi ke Metro city menemui Robin. Kau gelap mata karena di iming-imingi uang oleh Hyden. Akhirnya apa? Anak kita harus pergi terlebih dahulu meninggalkan kita."
"Maafkan aku Bu. Aku tidak menyangka akan begini kejadiannya."
"Maaf.., maaf.., maaf. Hanya itu yang selalu kau katakan. Aku yang hamil, aku yang melahirkan, aku yang menyusui dan merawat dari bayi sampai berusia 22 tahun. Tapi apa? Kau yang telah membunuh putri kita." Kata wanita itu histeris.
"Aku yakin bahwa kematian putri kita bukan kecelakaan. Tapi suatu kesengajaan. Robin lah yang membunuh putri kita. Tidak mungkin Jembatan lebar seperti itu bisa membuat kecelakaan dan mobil nya terbakar lalu jatuh ke dalam air sementara besi penghalang di jembatan itu tidak rusak sama sekali. itu pasti kesengajaan." Kata wanita itu lagi.
"Aku sadar Bu. Tapi apalah daya kita? Robin itu bukan lawan kita Bu." Kata tuan Abraham.
"Aku berdoa siang dan malam semoga suatu hari Robin ini akan mati di depan mata kepala ku sendiri. Jika tidak, arwah Via putriku tidak akan tenang di sana. Lihat saja! Robin bahkan tidak melirik mu lagi. Kau menjadi pengangguran sekarang." Kata Nyonya Abraham.
__ADS_1
"Berdoalah. Semoga ada kekuatan yang bisa mengakhiri nywa Robin ini untuk membalaskan nyawa anak kita, Via "
"Aku sudah menyuruhmu untuk mengadukan semua itu kepada pacar Via yaitu Jerry William. Tapi kau selalu menolak. Dia memiliki kekuatan untuk membalas Robin. Mustahil dia tidak akan menuntut balas jika dia menngetahui bahwa Robin lah yang membunuh Via." Kata wanita setengah baya itu sambil menumpahkan kekesalan yang mengganjal hatinya.
"Bagaimana mungkin aku punya muka meminta Jerry untuk menuntut balas atas kematian Via sementara Via mengkhianati dirinya. Apa jawabku jika Jerry bertanya mengapa Robin sampai membunuhnya padahal Robin kenal pun tidak dengan Via. Apakah aku dengan tidak tau malu mengakui bahwa Via dibunuh oleh Robin setelah putri kita menjual identitas pemuda itu kepada Robin dengan imbalan satu juta Dollar. begitu? Dimana otak mu?" Kata tuan Abraham meradang.
"Huhuhu... Malang sekali nasib mu putri ku. Tidak ada yang mau menuntut balas atas kematian mu." Kata nyonya Abraham sambil menangis.
"Sudahlah Bu. Berputar roda pedati. Kadang di atas, kadang di bawah. Suatu saat Robin akan berada di titik terendah dalam hidupnya dan akan banyak yang akan mengincar dirinya." Kata tuan Abraham sambil memeluk istrinya.
*********
Sementara itu di Villa klasik, Jerry baru saja memberikan instruksi terakhir kepada sisa anak buahnya yang berada di Villa tua itu.
"Saya melihat pakaian yang anda kenakan sangat usang. Sebelumnya saya minta maaf. Jika boleh jujur, tukang parkir pun bisa dikatakan lebih baik daripada penampilan Ketua saat ini."
"Benar Ketua. Tidak mungkin anda menghadiri acara itu dengan penampilan seperti ini." Kata yang lainnya.
Mendengar perkataan anak buahnya yang ada benarnya itu membuat Jerry mati kutu. Dia hanya bisa menggaru-garu kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Maaf ketua. Kami tadi malam melakukan patungan dan uang yang terkumpul kami gunakan untuk membeli seperangkat pakaian untuk anda termasuk sepatu, jam tangan dan kacamata. Ketua bisa bersalin pakaian agar terlihat lebih pantas." Kata mereka.
Hal ini benar-benar membuat Jerry merasa sangat terharu dan tidak bisa menolak lagi.
__ADS_1
"Baiklah. Terimakasih aku ucapkan kepada kalian semua yang sudah mau bersusah-susah memikirkan tentang diriku." Kata Jerry dengan tangan bergetar menerima bungkusan pakaian baru dari anak buahnya itu.
"Ketua.., ini belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah ketua berikan kepada kami selama ini. Bagi ku yang sudah berusia 40-an ini, aku telah berhutang kepada dua generasi. Mendiang ayah ketua adalah orang yang sangat baik. Aku ingat ketika aku bergabung dengan Dragon empire ini, ketika itu usia ku masih belasan tahun dan selalu meminta uang kepada mendiang ayah anda untuk sekedar membeli sesuatu yang aku suka. Aku juga adalah orang yang bertanggung jawab menjaga mobil mendiang ayah anda. Pokoknya asal dia datang ke Villa ini untuk sekedar istirahat, aku akan berada di sekitar mobil nya untuk berjaga-jaga." Kata lelaki yang berusia sekitar 40-an keatas itu.
"Baiklah Paman. Oh ya., siapakah nama Paman ini?"Tanya Jerry.
"Aku sendiri lupa siapa namaku. Tapi orang-orang memanggilku dengan sebutan Piranha. Mungkin karena gigiku yang tonggos ini." Kata lelaki itu.
"Baiklah Paman. Kalian tunggu di sini. Aku akan berganti pakaian dulu." Kata Jerry.
Sebenarnya dia bisa membeli pakaian. Karena uang dari Ivan telah masuk kedalam rekening nya. Dia berencana sambil menuju MegaTown, dia akan singgah sebentar ke toko pakaian. Namun ternyata keadaan dirinya yang sudah jatuh miskin itu menjadi perhatian anak-anak buahnya membuat Jerry menjadi mati kutu dan tidak lagi bisa menolak pemberian itu.
Setelah dia selesai mengenakan pakaian yang dia terima dari paman Piranha tadi, dia pun keluar dari kamarnya dan berjalan penuh gaya.
"Nah. Itu baru Tuan muda." Kata mereka sambil tertawa senang.
"Apakah masih terlihat seperti tuan muda?" Tanya Jerry sambil memperhatikan dirinya sendiri.
"Persis. Sekali tuan muda, tetap tuan muda walaupun orang itu jatuh ke lumpur, tetap tuan muda juga namanya." Kata paman Piranha.
"Ya. Tuan muda jatuh ke lumpur namanya." Kata Jerry sambil tergelak.
Aku akan duduk-duduk dulu di depan. Ingatkan kalau sudah pukul 3 sore. Kita harus segera berangkat ke MegaTown." Kata Jerry.
__ADS_1
"Siap Tuan mu.., eh salah. Siap Ketua." Kata paman Piranha diikuti oleh gelak tawa dari yang lainnya.