PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Permintaan maaf di tolak oleh Jerry


__ADS_3

Dua hari setelah Ivan kembali ke Metro city.


...*...


Mobil Lamborghini Sian meluncur dengan kelajuan tinggi meninggalkan kota Starhill menuju Hillstreet langsung berbelok ke kiri di persimpangan antara MegaTown dan Metro city dan terus melaju melewati jembatan penghubung Metro city-MegaTown jika ingin mengambil jalan pintas.


Di dalam tampak sepasang muda-mudi yang tampak sangat serius mengendalikan stir kemudi karena jika tidak fokus dengan kendaraan super kencang tersebut, bisa sangat fatal akibat nya.


Gadis yang berada di samping pemuda itu hanya memperhatikan saja raut wajah serius itu. Jujur saja bahwa selama 7 bulan ini mereka berkenalan, baru kali ini dia melihat wajah bengis dan serius dari pemuda yang baru saja mengungkapkan cinta kepadanya tersebut. Dan ternyata itu cukup menyeramkan juga.


"Kak.., jangan terlalu tegang lah. Aku takut." Kata gadis itu dengan nada bicara sedikit berhati-hati.


Mendengar teguran dari gadis yang duduk di samping nya tersebut, pemuda itu langsung mengurangkan sedikit laju mobil super sport tersebut dan menatap wanita di sampingnya dengan senyum yang perlahan mengembang di bibir pemuda itu.


"Kenapa Clara? Apakah kau lelah?" Tanya pemuda itu kepada gadis yang bernama Clara tersebut.


"Ya. Tapi aku lebih lelah jika melihat wajah mu seperti itu." Kata Clara.


"Hehehe. Maafkan aku sayang." Kata pemuda itu sambil membelai rambut Clara sekali sentuh.


"Sebenarnya ada apa Kak? Apakah kau mendapatkan musuh lagi?" Tanya gadis itu.


"He'em. Saat ini kita mendapatkan musuh baru. Musuh yang ingin membalas kekalahan ayahnya di tangan Daniel dan Ryan." Kata pemuda itu memberitahu permasalahannya.


"Oh. Pantas saja kau tidak mengizinkan mereka untuk ikut ke Metro city dan membiarkan Arslan dan Herey juga bersama dengan mereka." Kata Clara yang mulai faham sekarang.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengorbankan sahabatku demi kepentingan ku sendiri. Biarkan mereka tetap aman di Starhill. Andai musuh mengejar ke sana, butuh waktu bagi mereka untuk mencari keberadaan Daniel, Ryan, Riko serta yang lain nya." Kata pemuda itu sambil fokus kembali melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.


*


Kantor besar William Group Metro city.


Mobil Lamborghini Sian itu berhenti tepat di depan kantor besar itu secara melintang tanpa ada seorang pun yang berani menegur.


Dari dalam mobil keluar seorang pemuda yang berjalan tergesa-gesa membukakan pintu untuk seorang gadis cantik dan menggandeng lengan gadis itu memasuki kantor besar beberapa tingkat tersebut.


Begitu melihat siapa yang datang, para staf menunduk hormat dan menyapa. " Selamat datang Boss besar."


"Terimakasih. Siapkan ruangan rapat secepatnya karena aku akan mengadakan rapat hari ini dengan beberapa bawahan!" Kata pemuda yang dipanggil dengan sebutan Boss besar itu.


"Segera akan saya laksanakan Boss!" Kata staf tersebut dan tanpa membuang waktu lagi langsung memanggil beberapa bawahan untuk mengatur ruangan rapat sekaligus menyiapkan segala keperluan.


"Semua yang berada di dalam Group ini, aku Jerry William akan mengadakan rapat penting yang akan membahas beberapa masalah yang semakin berkembang beberapa hari ini. Aku perintahkan agar kalian semua sudah hadir di dalam ruangan rapat tepat pada pukul 3 sore ini." Kata pemuda yang ternyata adalah Jerry William itu.


Kemudian dia juga mengirim pesan kepada Drako, tuan Syam, Regan dan beberapa orang lainnya termasuk tuan Barry dan Ronald yang sudah datang terlebih dahulu dari Starhill kemarin sore.


Sementara itu di Villa Patrik, berita kedatangan Jerry telah sampai ke pengetahuan Robin dan tuan Aaron Patrik melalui Ivan yang memang sengaja memantau keadaan dari luar.


Ketika Robin mengetahui akan hal ini, dia segera meminta izin kepada tuan besar Aaron Patrik untuk menemui Jerry dan secara langsung meminta maaf kepada Jerry demi keselamatan dirinya dari incaran anak buah Fardy.


Untuk mengetahui di mana Jerry saat ini berada, Robin pun meminta bantuan Ivan untuk menghubungi Jerry dan menyampaikan maksud dan tujuan Robin ini untuk meminta maaf atas kesalahan yang selama ini telah dia lakukan.

__ADS_1


Selesai menerima telepon dari ayahnya, Ivan pun segera menghubungi Jerry yang saat ini sedang duduk ditemani oleh Clara.


"Hallo Van. Kau menelepon ku?" Tanya Jerry sebaik saja panggilan itu terhubung.


"Benar Jerry. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada mu." Kata Ivan sedikit ragu-ragu.


"Hey Van..?! Sejak kapan kau merasa terlalu sungkan begini kepadaku?" Tanya Jerry.


"Sebenarnya aku malu mengatakan maksud tujuanku menelepon mu ini sobat. Tapi aku sudah tidak punya pilihan lain." Kata Ivan.


"Katakan saja Van. Aku akan mendengarkan." Pinta Jerry.


"Begini Jerry. Ini menyangkut tentang ayah ku." Kata Ivan.


Mendengar Ivan mengungkit tentang Robin, hal ini membuat Jerry merasa kurang senang dan segera bertanya. "Ada apa dengan ayah mu? Jika kau ingin agar aku membantu orang yang telah membunuh ayah ku, maka lupakan saja persahabatan kita!" Kata Jerry dengan tegas.


"Itu lah yang saat ini menjadi ganjalan di hatiku. Ayah ku saat ini sangat menyesali perbuatan nya di masa lalu. Dia kini benar-benar menyesal dan ingin meminta maaf kepada mu." Kata Ivan.


"Sobat. Kau dengar baik-baik! Orang akan mendadak insaf jika nyawa sudah di kerongkongan. Namun itu tidak berguna. Kau tau mengapa aku tidak menyerang ayah mu? Itu karena aku tidak suka menyerang seseorang yang sudah tidak berdaya. Katakan pada ayah mu untuk mengumpulkan kekuatan dan aku akan datang menyerang nya." Kata Jerry setengah berteriak.


"Apakah sudah tidak ada lagi pintu maaf untuk ayah ku Jerry? Tolong lah kau fikirkan! Ini demi persahabatan antara kedua kakek mu dan persahabatan antara kau dan aku. Apakah kau tidak memberi muka sedikitpun kepada kakek ku dan diriku ini?" Tanya Ivan memelas.


"Kelemahan yang paling nyata dalam dirimu adalah terlalu percaya kepada ular yang tampak sangat jinak namun berbisa. Percaya pada ku Van! Kelak jika ayah mu memiliki kekuatan lagi, kau dan kakek mu akan meringkuk di ruang bawah tanah. Ayah mu jelas jelmaan dari iblis terwujud manusia. Jangan bawa dia kehadapan ku atau aku akan membunuh nya!" Kata Jerry.


"Ayah ku sudah pasrah, Jerry. Kapan pun kau menginginkan nyawanya, dia susah siap. Dia akan sangat berterimakasih jika kau mau membunuh nya daripada dia harus mati di tangan anak buah Fardy." Kata Ivan.

__ADS_1


"Baik. Jika itu yang dia inginkan, aku akan datang ke Villa Patrik sekarang dan membunuh ayah mu tepat di depan batang hidung kalian." Kata Jerry lalu mengakhiri panggilan.


__ADS_2