
Siang itu seorang pemuda sedang menonton Live dalam acara pelelangan di gedung dewan MegaTown.
Terkadang raut wajah nya tegang, terkadang tampak ekspresi lucu di wajah nya. Terkadang dia tertawa terbahak-bahak menyaksikan adegan dalam acara pelelangan tersebut.
Seorang gadis tampak tidak terlalu memperhatikan acara yang disiarkan secara langsung tersebut, melainkan terheran-heran melihat ekspresi pemuda tampan yang duduk dengan khusuk menghadap ke layar televisi dengan kening berkerut.
"Kak. Kau seperti orang yang kurang waras saja. Terkadang kau tegang, terkadang tertawa tapi setelah itu wajah mu memerah seperti marah. Apa yang lucu dari acara ini Kak?" Tanya gadis itu.
"Clara. Ini urusan lelaki. Aku jelaskan pun, kau tidak akan mengerti." Kata pemuda itu sambil terus menyaksikan siaran langsung itu.
Begitu siaran langsung tersebut berakhir, pemuda itu segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.
"Hallo Tuan muda." Kata satu suara di seberang sana.
"Tuan Syam. Apakah acara pelelangan itu telah selesai?" Tanya pemuda yang di panggil tuan muda tersebut.
"Benar Tuan muda. Acara pelelangan baru saja selesai. Apakah ada perintah dari anda?" Tanya lelaki yang ternyata adalah tuan Syam tersebut melalui panggilan telepon.
"Ada Tuan Syam. Buntuti Ryan dan Daniel. Aku khawatir akan ada pihak yang akan mencelakai mereka." Kata pemuda itu memberi perintah.
"Baik Tuan muda. Saat ini Drako, Herey dan Jeff telah berada di posisi masing-masing untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi." Kata tuan Syam.
"Baiklah Tuan Syam. Saat ini aku juga akan turun langsung. Sudah saatnya aku keluar dari persembunyianku ini." Kata pemuda itu.
"Silahkan Tuan muda. Aku akan memberikan kabar secepat mungkin kepada anda jika ada sesuatu yang sedang terjadi." Kata tuan Syam.
"Hmmm.., segera laksanakan tugas anda Tuan! Sedikit saja kulit sahabatku tergores, MegaTown akan aku ratakan!" Kata pemuda itu sambil mengakhiri panggilan tersebut.
Setelah selesai melakukan panggilan, pemuda itu segera berjalan ke arah lemari, mengambil beberapa perlengkapan dan menghampiri seorang gadis yang sejak tadi memperhatikannya tanpa bertanya.
"Clara.., apakah kau mau ikut?" Tanya pemuda itu.
"Ayo aku ikut Kak. Di sini juga aku merasa sangat bosan." Kata gadis itu dengan manja.
Mendengar perkataan dari gadis bernama Clara itu, pemuda itu pun langsung mengulurkan tangan nya lalu di sambut oleh Clara sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka pun keluar dari ruangan pribadi pemuda itu di lantai paling atas hotel mutiara menuju ke area parkir bawah tanah dengan menggunakan lift.
"Mobil ku dipakai oleh Ryan dan Daniel. Sialan! Terpaksa aku memakai mobil Mercedez ini lagi." Kata pemuda itu.
Tak lama kemudian mobil Mercedez benz itu meluncur meninggalkan area parkir menuju ke jalan raya Metro city lalu berbelok ke kiri menuju jembatan penghubung MegaTown-Metro city.
...*********...
...Gedung dewan MegaTown....
Setelah acara pelelangan itu selesai di mana seharusnya sang pemenang akan merasa bahagia karena telah memenangi pelelangan, tapi itu sama sekali tidak terlihat. Malah sebaliknya pemenang harus jatuh pingsan dan di larikan ke rumah sakit.
"Ryan.., ayo kita pergi dari tempat ini. Sudah tidak ada lagi yang perlu kita lakukan di tempat ini." Kata seorang pemuda kepada sahabatnya yang bernama Ryan.
"Ayo lah Daniel. Kita harus segera menyingkir dari tempat ini. Aku khawatir jika terlalu lama, Jerry akan mengkhawatirkan kita." Kata Ryan kepada sahabatnya yang bernama Daniel.
Kedua pemuda pemuda itu pun segera berlalu meninggalkan gedung dewan MegaTown itu sambil di perhatikan oleh tatapan mata penuh amarah oleh seseorang dari peserta lelang yang baru saja selesai tadi.
Begitu kedua pemuda itu sampai di area perkir di mana sebuah mobil super sport Aston Martin Vantage tadi mereka parkir, ke dua pemuda itu tanpa membuang waktu lagi segera memasuki mobil tersebut dan kini mulai mengendarai mobil sport itu menuju ke Metro City.
"Apakah itu adalah target anda Tuan Ricard?" Tanya salah seorang dari lelaki berbadan tegap itu.
"Benar. Jangan buang-buang waktu lagi. Segera atur anak buah mu dan susul aku!" Kata lelaki setengah baya bernama Ricard itu sambil bergegas menuju ke arah mobil nya dan tak lama setelah itu, sebuah mobil Rolls Royce bergerak dan langsung di pecut untuk mengejar mobil Aston Martin yang belum jauh meninggalkan depan gedung dewan MegaTown tersebut.
"Drako.., Drako..?! Masuk Drako!" Kata seorang lelaki setengah baya seperti seorang wartawan membawa kamera DSLR kesana kemari.
"Syam. Drako di sini." Kata satu suara melalui pesan suara Whatsapp.
"Atur posisi mu dan anak-anak buah mu Drako! Penghianat itu sudah mulai bergerak mengejar mobil Daniel dan Ryan." Kata lelaki setengah baya yang seperti wartawan itu.
"Baik. Apakah kau tidak mau ikut dalam pesta ini Syam?" Tanya Drako.
"Tentu saja aku ikut. Aku akan memerintahkkan kepada Herey untuk merekam video. Biarkan mereka mencegat mobil yang di kendarai oleh Daniel dan Ryan. Ini karena aku membutuhkan adegan itu untuk menindak Ricard si penghianat ini." Kata tuan Syam.
"Hahaha... Kau memang sangat berbakat untuk menjadi sutradara, Syam. Ok. kau atur saja lah." Kata Drako.
__ADS_1
Saat itu di dalam mobil Aston Martin yang di kendarai oleh Ryan dan Daniel, tampak sedang di buntuti oleh 3 unit mobil dari belakang.
Ryan yang telah mengetahui bahwa mereka sedang di buntuti segera mengerling ke arah Daniel yang belum tau bahwa mereka saat ini sedang di buntuti.
"Heh..?! Ada apa kau melirik ke arah ku? Jangan katakan kalau ga sudah berubah haluan." Kata Daniel sambil mengacungkan tinju nya.
"Sialan. Kita sedang di buntuti goblok!" Bentak Ryan kemudian melirik ke arah kaca spion.
"Hah..?! Mati lah kita Ryan." Kata Daniel mendadak merasakan mulas di perut nya.
"Ayo kita tancap gas saja Ryan. Aku masih belum menikah dengan Hellen. Dia pasti sedang menanti ku di Starhill." Kata Daniel sambil sibuk berbolak balik antara melihat kaca spion dan memutar lehernya melihat ke belakang.
"Kau kira aku tidak takut? Apa kau kira aku pandai berkelahi." Kata Ryan sambil berusaha untuk tenang dan tetap mengemudikan kendaraan itu.
"Berdoa saja semoga Herey ada di sekitar sini memantau kita." Kata Daniel.
"Daniel.., apakah kau merindukan Hellen? Aku ntahlah. Di saat-saat seperti ini aku mendadak merindukan Jenny." Kata Ryan.
"Ya. Biasanya di saat terdesak seperti ini kita akan merasakan kerinduan kepada orang yang kita sayangi. Aku merindukan ibu ku dan Hellen." Kata Daniel.
"Lihat di depan sana Daniel!" Kata Ryan sambil menunjuk satu unit mobil BMW yang terparkir di depan sana.
"Itu kan mobil paman Drako." Kata Daniel kembali bersemangat. Wajah yang tadinya pucat pasi kini mulai berdarah kembali setelah mereka melihat secercah harapan untuk tetap hidup.
Begitu mobil yang dikendarai oleh Ryan dan Daniel lewat di samping mobil BMW yang seperti sedang menunggu seseorang itu, Drako yang berada di dalam mobil segera mengirim pesan suara kepada Ryan.
"Ryan..?! Perlahankan kendaraan mu! Biarkan mereka memotong. Aku akan meringkus mereka." Kata Drako melakui pesan suara.
Ryan yang saat itu sedang menyetir menyuruh Daniel untuk mendengarkan isi pesan tersebut.
"Ryan. Paman Drako menyuruh kita untuk memperlambat laju kendaraan kita. Ikuti saja!" Kata Daniel mengatakan kepada Ryan tentang isi dari pesan suara yang di kirim oleh Drako.
Tak lama setelah itu, tampak tiga unit mobil dengan kelajuan tinggi sudah menghampiri mobil Ryan dan Daniel lalu dua di antara mobil itu segera memotong di depan dan satu lagi tetap di belakang kendaraan mereka.
Drako yang memperhatikan adegan ini segera mengirim pesan kepada Herey dan tuan Syam bahwa penguntit saat ini sudah berhasil mengepung mobil yang di kendarai oleh kedua anak muda itu.
__ADS_1
Bersambung...