
Di MegaTown saat ini Via yang masih tidak dapat menerima kenyataan tentang apa yang dia saksikan di bukit bambu hanya bisa mengurung diri di dalam kamarnya.
Dia tidak dapat di hubungi dan juga tidak pernah keluar dari kamarnya.
Sudah dua hari ini ponselnya di matikan setelah terakhir kali dia online hanya untuk memblokir seluruh akun sosial media milik Jerry.
Di Starhill saat ini., Megan, Lisa dan Lira terus mencoba untuk menghubungi namun Via selalu gagal dihubungi.
Mereka juga mencoba mengirim pesan melalui Messenger dan Whatsapp namun disana mereka dapat melihat bahwa Via terakhir kali online adalah dua hari yang lalu.
"Bagaimana ini Lisa? Apakah Via baik-baik saja disana?" Tanya Megan dengan raut wajah khawatir.
"Entahlah Megan. Aku juga sangat khawatir dengan Via saat ini. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Lisa kemudian.
"Kalau kalian terus seperti ini, itu tidak akan dapat merubah keadaan. Mengapa kita tidak berkunjung saja kerumah Via di MegaTown? Aku akan meminta Kevin untuk menemani kita kesana." Kata Lira memberikan saran.
"Benar katamu Lira. Sebaiknya kita memang harus kesana mengunjungi Via. Huhh..., ini semua gara-gara Anton si bajingan itu." Kata Megan geram.
"Audrey juga. Aku tidak menyangka bahwa sepupu ku tega menjual ku demi uang kepada Anton sebagai umpan untuk menjebak Jerry." Kata Lisa pula dengan kesal.
"Sudah lah. Semuanya sudah terjadi. Sekarang kita harus segera berangkat agar siang ini kita bisa tiba di MegaTown. Aku akan menelepon Kevin terlebih dahulu untuk menanyakan apakah dia bisa menemani kita atau tidak." Kata Lira segera mengeluarkan ponsel nya untuk melakukan panggilan.
...*...
"Hallo Lira. Tumben kau menelepon ku." Tanya suara seorang pemuda di seberang telepon.
"Kevin. Apakah kau ada waktu senggang hari ini?" Tanya Lira.
"Aku tidak sibuk. Hanya saja masalah waktu senggang bukan aku yang menentukan. Itu semua adalah mengikut tuan muda. Jika dia sibuk, aku sibuk. Jika dia senggang, aku juga senggang." Kata Kevin.
"Begini Kevin. Jika kau punya waktu, aku ingin agar kau menemani ku bersama Lisa dan Megan untuk mengunjungi Via di MegaTown." Kata Lira.
"Sebentar Lira. Aku akan meminta izin dulu kepada tuan muda. Jika dia mengizinkan, aku pasti akan menemani kalian kesana." Kata Kevin berjanji.
__ADS_1
"Baiklah Kevin. Semoga saja Jerry memberimu izin untuk menemani kami." Kata Lira.
...******...
Di Starhousing saat ini Jerry sedang asik menonton film kartun Tom & Jerry sampai dia terpingkal-pingkal sendirian karena merasa lucu.
Tawa Jerry tiba-tiba berhenti ketika melihat Kevin menghampiri nya dengan menggaru-garu kepala sambil nyengir.
"Kevin.., aku faham dengan tingkah mu itu. Kalau lagak mu sudah begitu, pasti ada sesuatu yang kau inginkan." Kata Jerry sambil beringsut untuk duduk.
"Begini Tuan muda. Tapi sebelumnya aku mau minta maaf dulu." Kata Kevin.
"Hentikan basa-basi mu itu Kevin. Katakan saja apa yang kau inginkan!" Kata Jerry bertanya.
"Ini Tuan muda. Lira bersama Lisa dan Megan mengajak aku untuk menemani mereka ke MegaTown mengunjungi Calon Nyonya. Apakah Boleh?" Tanya Kevin.
"Untuk apa mereka mengunjungi Via? Apakah Via sedang sakit?" Tanya Jerry.
"Mereka tidak mengatakan apa pun kepada ku Tuan muda. Mereka hanya meminta aku untuk menemani mereka. Itu saja." Kata Kevin.
"Apa kau punya uang? Ini ada 50 Dollar gaji ku menjadi pelayan tadi malam di hotel. Ambil lah untuk mu." Kata Jerry sambil menyodorkan uang 50 Dollar kepada Kevin.
"Lumayan lah buat mengisi bensin." Kata Kevin cengar-cengir sambil menerima uang tersebut.
Ada perasaan lucu dihati Kevin. Bagaimana mungkin Jerry ini selaku pemilik perusahaan besar namun tidak memiliki uang. Bahkan terkadang untuk makan pun mereka masak sendiri di rumah. Aneh tapi nyata.
...*...
Tiga mobil sport meluncur dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi perumahan sederhana di Starhousing menuju ke perumahan elit Starhill.
Sesampainya di sana, ketiga mobil itu langsung berhenti di sebuah rumah besar yang sangat bersih.
Kini dari dalam mobil masing-masing keluar 3 pemuda yang satu berumur sekitar tiga puluhan dan yang dua lagi sekitar 22 tahun.
__ADS_1
"Kevin, apakah kita harus masuk?" Tanya seorang pemuda berwajah dingin bertanya.
"Aku rasa tidak perlu David. Aku akan menelepon Lira dan meminta mereka untuk segera keluar." Kata Kevin.
"Cepat lah Kevin! Aku takut tuan Ronald nanti akan memarahi ku karena meninggalkan pekerjaan terlalu lama." Kata lelaki yang berumur sekitar tiga puluhan tersebut.
"Santai saja Kak Arslan. Jika Jerry yang meminta, tuan Ronald tidak akan marah." Kata Kevin mencibir.
"Terserah kamu saja lah." Kata lelaki yang ternyata Arslan itu pasrah.
Setelah Kevin selesai melakukan panggilan, kini tampak tiga orang gadis keluar dari dalam dan segera menyapa mereka.
"Kevin. Aku hanya meminta mu untuk datang sendiri saja. Mengapa mereka juga datang?" Tanya Lira dengan heran.
"Jerry yang meminta mereka untuk menjadi pengawal demi keselamatan kalian. Bagaimana pun kalian adalah gadis-gadis cantik. Dia takut kejadian di bukit bambu terulang sekali lagi " Kata Kevin.
Mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Kevin membuat Lisa dan Megan tertunduk dengan perasaan bersalah.
"Oh ya..., kalian tentu sudah mengenal David. Tapi kalian tentu tidak mengenal teman kami yang satu ini kan? Ayo sini aku perkenalkan!" Kata Kevin sambil menarik tangan Arslan lalu kemudian mereka pun saling berjabat tangan.
Ketika Arslan menjabat tangan Lisa, Lisa hanya tertunduk malu-malu membuat Arslan menjadi penasaran dengan gadis ini.
"Ok ayo kita berangkat. Kau Megan, pilih siapa supir mu. Aku akan menjadi supir untuk wanita tersayang yaitu Lira pujaan hatiku." Kata Kevin sambil membukakan pintu mobil untuk Lira.
"Lisa.., apakah kau sudi menjadi penumpang di mobil yang aku pinjam ini?" Tanya Arslan dengan malu-malu sambil membukakan pintu.
Lisa hanya tertunduk saja tapi tetap melangkahkan kaki nya menuju ke arah mobil yang di kendarai oleh Arslan.
"Sana gunung di sini gunung. Di tengah tengah---"
"Di tengah-tengah ada buaya darat muka tembok seperti kau itu." Kata David kesal karena dia kebagian menjadi supir untuk Megan.
"Coba lah untuk menghargai hasil karya orang lain. Jika tak suka jangan di dengar daripada hanya bisa nyinyir. Nyinyir mu mencerminkan ketidak mampuan diri mu dalam berkarya." Kata Kevin yang selalu merasa kesal ketika pantun nya selalu saja di potong setengah jalan oleh David.
__ADS_1
"Dasar badak muka tembok. Ayo berangkat! Jika kau terus saja berkhotbah, kapan sampainya kita ke rumah Via." Kata David masuk kedalam mobilnya tanpa memperdulikan Megan yang sejak tadi merasa bahwa David tidak senang dengan nya.
Bersambung