
Berita tentang kematian Fardy dengan cara yang sangat mengenaskan ini cukup menyita perhatian publik.
Ini karena, selain cara kematiannya yang sangat mengerikan itu, beberapa pihak mulai berspekulasi tentang kematiannya.
Para kalangan elit bisnis mulai mengaitkan kematian Fardy ini dengan Jerry William. Namun, sekali lagi mereka menemukan kebuntuan. Ini karena, Jerry William sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya pasca hengkang dari perusahaan Future of Company.
Satu-satunya orang yang bisa dikaitkan dengan kematian Fardy saat ini adalah Tuan Holmes.
Ini karena beberapa waktu yang lalu, Tuan Holmes terlibat pertengkaran dengan Fardy. Tak lama setelah pertengkaran itu, malamnya Fardy pun ditemukan meninggal.
Beberapa Video pendek di platform media sosial juga menguatkan dugaan bahwa kematian Fardy ada hubungannya dengan Tuan Holmes.
***
Di Macau saat ini, begitu menerima berita tentang kematian Fardy, Tuan besar Arold Miller kembali menelan kekecewaan.
Hal ini karena, satu-satunya alat baginya untuk menghancurkan William Group Company sekali lagi kandas di tengah jalan. Bahkan sebelum berkembang.
Buntut dari kekecewaannya ini, dia pun menggelar rapat dengan beberapa bawahan dan Presiden di berbagai cabang serta para pemegang saham dan mendeklarasikan bahwa siapapun kelak yang akan menggantikan dirinya sebagai Owner di perusahaan, harus menanamkan bahwa prestasi tertinggi pemimpin yang akan datang adalah ketika dia berhasil membuat perusahaan milik keluarga empat naga di Metro City hancur.
Sementara itu, bagi Tuan Holmes sendiri. Jalan nya untuk menuju ke kursi gubernur semakin berliku dan terjal.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi ketika anda mengikuti sebuah kompetisi di mana Anda membutuhkan dukungan dari Masyarakat, maka anda harus sebisa mungkin menonjolkan kebaikan dan memiliki nama yang bersih tanpa ada konspirasi.
Dengan kejadian ini dan ditambah lagi dengan beredarnya Video pertengkaran antara dirinya dengan Fardy, maka seluruh lapisan masyarakat kemungkinan besar tidak akan mau memilihnya menjadi Pimpinan tertinggi di provinsi ini. Bahkan partai buruh nasional yang dia pimpin pun terancam tidak akan memenangkan satu kursi pun di parlemen.
Walaupun pihak kepolisian tidak bisa menangkap Tuan Holmes karena minim nya bukti serta pengaruh yang di miliki Tuan Holmes, namun ketika seseorang yang akan bertarung untuk pemilihan calon kepala daerah, ketika sudah memasuki kantor polisi untuk dimintai keterangan, maka masyarakat akan merasakan kurangnya kepercayaan terhadap calon tersebut.
Hal ini lah yang diinginkan oleh kubu Jerry. Dengan satu peluru, dua sasaran didapat sekaligus.
Dengan begini, kematian Fardy dan gagalnya Tuan Holmes menjadi Gubernur, turut menyelamatkan perusahaan William Group dari kerugian.
*********
Villa Klasik.
Beberapa orang kini sedang serius duduk di sofa ruang tamu di Villa Klasik.
__ADS_1
Mereka sangat serius menyaksikan siaran berita hari ini dengan senyum mengembang di bibir masing-masing orang yang ada di ruangan itu.
"Tidak ku sangka untuk wajah yang tampan dan imut seperti Tigor ini, akan sangat mengerikan ketika bertindak." Kata Drako.
"Benar katamu itu Drako. Aku juga awalnya sangat meragukan Tigor ini." Kata Tuan Syam pula.
"Kita sering tertipu pada pandangan pertama. Hal ini menambah lagi wawasan ku bahwa, jangan tertipu dengan penampilan luarannya saja." Kata Drako.
Jerry yang juga berada di ruangan itu hanya tersenyum saja sambil menyaksikan perbincangan antara dua orang lelaki gaek itu.
"Tumben kedua orang ini sangat akur?" Kata Jerry dalam hati.
"Heh Jerry. Apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Drako.
"Kita tunggu suasana menjadi dingin. Kemungkinan, setelah habis pemilu ini, aku akan menyatukan kembali beberapa perusahaan dan mendirikan kembali perusahaan induk yaitu Future of Company." Jawab Jerry.
"Kak Arslan dan Herey! Jangan senang dulu dengan berita hari ini. Sebaiknya, kalian tingkatkan kinerja para Buzzer untuk terus menghembuskan propaganda di platform media sosial. Beberapa dari anak buah kita juga harus disebarkan di setiap penjuru Metro City ini. Hasut semua orang agar tidak lagi mempercayai Tuan Holmes." Kata Jerry.
"Baiklah. Aku juga sepemikiran." Kata Arslan.
"Lakukan! Kerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membuat Holmes ini gagal menduduki kursi Gubernur.!" Kata Jerry.
Jerry lalu bangkit dari kursi nya dan melangkah mendekati sebuah meja kemudian menarik laci yang terdapat di meja tersebut lalu mengeluarkan beberapa dokumen penting.
Ryan dan kau Daniel! Kalian berdua temui Mr.Brylee. serahkan dokumen ini kepadanya dan suruh dia mengatur pertemuan dengan seluruh jajaran di perusahaan. Katakan juga bahwa aku akan kembali ke perusahaan William beberapa hari lagi!' kata Jerry.
"Baiklah. Sini aku yang bawa dokumen itu." Kata Ryan.
Lalu mereka berdua pun bergegas ke arah mobil mereka untuk berangkat menemui Mr.Brylee.
"Kau Riko! Segera hubungi Tuan Barry, Ronald dan Austin untuk segera menghadiri rapat di kantor besar William Group. Ini tanggal dan waktunya." Kata Jerry.
"Ok Jerry. Aku akan menelepon mereka sekarang juga. Kalau mereka bertanya, apa yang harus aku jawab?" Tanya Riko.
"Katakan kepada mereka bahwa sebentar lagi aku akan kembali ke perusahaan."
"Baiklah." Kata Riko yang langsung menghubungi para petinggi di Smith Group.
__ADS_1
"Saat ini semuanya sudah selesai. Musuh sudah berhasil dibersihkan. Waktunya untuk mengangkat perusahaan ke tempat yang lebih tinggi lagi." Kata Jerry.
"Benar Jerry. Kau harus bisa meninggalkan warisan yang agung kepada generasi penerus mu yang akan datang." Kata Drako pula.
"Ya. Itu pasti Ayah. Sebentar lagi Clara akan melahirkan dan aku ingin agar kelak putra ku bisa hidup dengan kekayaan yang berlimpah."
"Anak mu milik ku! Aku yang akan mendidiknya."
Terdengar suara lelaki tua dari arah pintu yang membuat semua orang terkejut.
"Kakek Malik."
"Hah? Benar itu kakek Malik." Kata Jerry yang langsung bangkit serta mencium tangan lelaki tua itu.
"Salam untuk anda Paman!" Kata Drako dan Tuan Syam sambil membungkuk hormat.
"Bagaimana kakek bisa sampai di sini?" Tanya Jerry.
"Kau cucu menantu yang bandel. Apa kau kira aku tidak tau semua yang ada dalam hati perut mu itu hah?" Bentak kakek Malik membuat Jerry mati kutu.
"Jangan didik anak mu dengan kemewahan! Atau dia akan menjadi seorang yang suka menindas dan menyusahkan orang lain. Biarkan aku yang mendidiknya dengan cara ku."
"Tapi kek?"
"Tidak ada tapi-tapian. Sudah payah sekarang lebih baik daripada lelah menyesal seumur hidup." Kata orang tua itu.
"Jerry mendengar dan menuruti semua perintah dari kakek." Kata Jerry sambil membungkuk hormat.
"Biarkan anak mu nanti dirawat oleh Paman Malik. Kau bisa bikin lagi kan?!" Kata Tuan Syam sambil tersenyum.
"Tidak Tuan Syam. Cukup satu putra saja. Aku tidak ingin ada dua putra yang akhirnya akan saling berebut tahta kekuasaan. Sudah banyak kejadian yang seperti itu. Aku beruntung karena Kenny tidak berkompetisi dengan ku. Andai itu terjadi, sudah lama William Group itu hancur." Kata Jerry.
"Baiklah. Aku akan membawa kakek Malik menemui Clara. Dia sudah sangat merindukan dirimu kek." Kata Jerry sambil menggandeng tangan lelaki tua itu.
"Hmmm... 22 tahun aku tidak pernah berpisah dari anak itu. Wajar jika dia rindu." Kata Kakek Malik pula.
Mereka berdua lalu berjalan bersama menuju ke ruangan lain untuk menemui Clara yang ditemani oleh Roxana dan Nyonya Syam.
__ADS_1