PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 67 ide Haikal


__ADS_3

"Kamu kenapa, sih mas? Aku benar - benar ada ide brilian untuk memecahkan masalah yang di hadapi bos Ronal sekarang. Izin kan aku mengatakan nya sekarang". Bisik Rinata yang sedang di lindungi oleh Haikal di belakang punggung nya.


"Diam! Aku nggak mau kamu terlibat dalam hal ini. Aku nggak mau kamu kenapa - napa kalau rencana kita gagal nanti nya. Sudah lebih baik kamu diam saja jangan nyewel mau ngomong pada om Ronal". Cerca Haikal tidak setuju jika Rinata terlibat dalam masalah yang di hadapi Ronal saat ini.


"Jadi lebih baik kamu aja yang katakan, rencana apa yang harus kita gunakan untuk menebus om dan tante ku dari tangan mereka sekaligus mendapatkan kan uang dalam jumlah yang saya ingin kan?". Desak Ronal pada Haikal.


Haikal membulatkan mata, ia belum memikirkan ide apa yang akan ia gunakan untuk membantu Ronal. Tapi tiba - tiba satu ide terlintas dan segera ia gunakan saja untuk menyahut cabaran dari Ronal.


"Kita duduk dulu, ya om. Kita bicara kan dengan kepala dingin. Saya nggak terlalu yakin jika om setuju dengan ide ini tapi saya bisa jamin kalau ide ini bisa membantu om mendapat kan keluarga om kembali sekali gus mendapatkan sejumlah uang yang om ingin kan". Imbuh Haikal pada Ronal.


Ronal dan beberapa anak buah nya termasuk Ijal saling melontarkan tatapan tajam, tapi karena penasaran dengan ide yang ingin di utarakan Haikal, mereka tetap bergerak dan duduk di kursi masing - masing.


Sementara Haikal meminta Rinata untuk pergi saja. "Kamu kembali ke kamar saja, ya". Bujuk nya dengan berbisik.


"Nggak mas! Aku akan tetap di sini memastikan mas baik - baik saja bersama mereka". Tolak Rinata sambil menggelengkan kepala.


"Kamu kenapa devil gini sih jadi cewek". Keluh Haikal tidak ingin berdebat. Ia harus tetap waspada pada semua orang jika terjadi sesuatu pada nya nanti.


"Dalam perbincangan aku tak pernah mengizinkan seorang wanita pun berada dalam ruangan ini". Cerca Ronal saat melihat Rinata berdiri di samping Haikal.


Haikal melirik Rinata semoga dia bisa mengalah kali ini saja.


"Aku di sini untuk merawat mas Haikal. Bos lihat sendiri kan kondisi nya saat ini bagaimana? Luka dan lebam di mana - mana. Ia juga baru saja sadar dari pingsan akibat pukulan dari kalian tadi. Tugas ku di sini untuk memastikan keadaan mas Haikal selama perbincangan akan baik - baik saja. Aku bagian dari kalian, kenapa aku nggak di izin kan berada disini sekedar mendengar kan saja?". Sahut Rinata tetap tidak ingin meninggalkan Haikal sendirian berada di tengah - tengah mereka.

__ADS_1


"Rinata! Aku bisa jaga diri sendiri. Jangan memperlakukan ku seperti anak kecil". Bisik Haikal mulai kesal.


Rinata tak menjawab perkataan Haikal. Ia masih menatap Ronal supaya pria itu bisa memahami maksud ku nya.


"Terserah kamu saja". Tungkas Ronal cuek.


Baru lah Rinata melirik Haikal dengan tatapan sinis.


"Sekarang katakan ide apa yang ingin kamu sampai kan untuk menyelesaikan masalah ini?". Tanya Ronal tanpa berlama - lama lagi.


Haikal menghela nafas berat lalu menjawab pertanyaan Ronal dengan tatapan yang cukup serius. "Bagaimana kalau untuk sementara kita ikuti saja dulu permainan mereka? Tukar nyawa dengan nyawa seperti permintaan mereka". Imbuh Haikal.


Ronal mengerut kan dahi begitu pula dengan anak buah nya yang lain. "Satu masalah selesai, masala lain bagaimana?". Sahut Ijal bertanya.


Ronal bangkit dan menghantam meja dengan kuat.


"Ide apa yang sedang kamu sampai kan ini, hah? Jangan coba - coba mempermainkan ku! Atau aku akan membunuh mu saat ini juga". Teriak Ronal penuh emosi.


Ijal dan dua orang lain nya menodongkan senjata api ke arah Haikal yang pikir mereka Haikal sedang menyepelekan masalah yang sedang di hadapi Black Tiger. "Kita bunuh saja dia sekarang bos! Dia sudah lancang mempermainkan kita". Ujar Ijal mem provokasi Ronal agar semakin tersulut emosi.


Rinata maju melindungi Haikal. "Kalian ini apa - apa an, sih! Mas Haikal sama sekali belum menyelesaikan ucapan nya kalian malah main bunuh saja. Dengar kan dulu ide mas Haikal sampai selesai!". Cerca Rinata dengan berani. Tatapan nya sangat tajam karena keberatan jika nyawa Haikal di anggap mainan.


"Turun kan senjata kalian! Kita dengar kan dulu rencana Haikal sampai selesai". Ronal ternyata lebih mendengarkan ucapan Rinata berbanding anak buah kepercayaan nya.

__ADS_1


Ijal dan dua lain nya menghempaskan tangan mereka kesal. Tak menyangka jika Ronal lebih mendengarkan gadis muda itu berbanding mereka yang lebih lama berbakti pada nya. Meski pun senjata tidak lagi mengarah pada Haikal tapi tatapan tajam mereka tetap tidak lepas dari Haikal.


Anak muda itu sama sekali tidak gentar, ia tetap percaya diri dan membalas tatapan mereka tak kalah tajam.


"Begini om. Setelah aku masuk kembali ke keluarga itu, aku akan mencoba mengambil hati mereka semua hingga mempercaya kan ku masuk dan ikut serta dalam kumpulan Naga Merah. Jika sudah begitu, aku dengan mudah memporak - poranda kan bisnis mereka. Dalam waktu bersamaan aku bisa membantu memperlancar bisnis Black Tiger secara diam - diam tanpa sepengetahuan mereka". Imbuh Haikal melanjutkan ide nya.


Ronal bersandar di kursi nya sambil termenung jauh. Mungkin sedang memikirkan ide yang di sampai kan oleh Haikal.


"Apa jaminan kalau kamu tidak akan mengkhianati kami?". Ketus Ronal setelah lama berpikir.


Ijal dan anak buah Ronal yang lain sampai tak habis pikir dengan bos mereka itu. Menurut mereka rencana Haikal hanya akal - akalan saja agar bisa menguasai dua klan sekaligus. Tapi tidak dengan Ronal, ia seperti setuju dengan ide yang di sampai kan oleh Haikal barusan.


"Om adalah keluarga ku, sedangkan mereka adalah pembunuh kedua orang tua kandung ku sehingga aku terpaksa di sembunyikan dan menjalani hidup yang penuh penderitaan. Jadi untuk apa aku mengkhianati keluarga ku sendiri dan malah memihak pada mereka yang sudah memisahkan aku dengan orang yang ku sayang? Om bisa berpikir dengan logika". Sahut Haikal meyakinkan.


"Bagaimana kalau mereka berhasil memperalat kamu, seperti mengubah fakta bahkan sengaja membuat identitas palsu untuk mu agar kamu percaya kalau kamu adalah bagian dari mereka?". Ronal ingin memastikan keputusan Haikal dalam hal ini.


Sebagai seorang musuh, ia juga sebenarnya khawatir kalau rencana nya malah berjalan sebalik nya tidak sesuai ekspektasi nya. Tapi ide Haikal sangat genius hanya saja ia takut kalau Zack dan seluruh ahli keluarga nya malah mengubah pikiran Haikal sedangkan ia sudah susah payah meracuni pikiran anak itu dari kecil.


"Secara tidak langsung kamu mengakui semua trik yang kamu gunakan untuk meracuni pikiran ku. Kamu mengubah fakta dan menyembunyikan identitas ku yang sebenar nya". Batin Haikal tersenyum sinis.


"Aku bukan orang bodoh, om. Aku tahu kalau zaman sekarang bisa saja terjadi jika ada uang. Bukan hanya fakta atau identitas yang bisa berubah, kepercayaan bahkan kesetiaan bisa goyah begitu saja. Tapi aku bukan jenis manusia seperti itu, aku nggak akan terpngaruh sedikit pun dengan semua godaan yang bisa memecahkan diri ku". Jawab Haikal meyakinkan Ronal.


Mereka yang mendengarnya pun sontak tersinggung, bahkan Ronal sendiri bagai tersambar petir saat Haikal seperti sedang menyinggung nya. Tidak dapat ia pungkiri kalau selama ini ia juga melakukan kecurangan menggunakan uang untuk mendapatkan tahta dan kepercayaan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2