
Malam itu tampak rombongan mobil mewah bergerak dari Starhousing menuju ke kafe depan kampus dan berhenti serampangan.
Tampak sebagian ada yang perkir di depan halaman sempit kafe dan sebagian lagi penumpang di bahu jalan tepat di depan gerbang Golden unversity.
Beberapa pemuda tampak turun dari mobil tersebut dan beberapa lagi terus melaju menuju ke arah perumahan elit Starhill.
Tidak seberapa lama setelah itu, sebuah mobil Toyota hitam yang tampak masih baru, berhenti di depan salah satu rumah di perumahan elit ini dan kini tampak seorang lelaki berusia hampir tiga puluhan keluar dari mobil tersebut sambil mengeluarkan ponsel nya untuk mengirim pesan.
Tak lama setelah itu seorang gadis yang sangat cantik keluar dari dalam rumahnya mengarah ke pagar.
Tampak seorang petugas bergegas membukakan pintu pagar untuk gadis itu lalu dengan hormat mempersilahkan gadis itu untuk keluar.
"Kak.., sudah lama ya?" Tanya gadis itu begitu dia sampai di hadapan lelaki itu.
"Belum juga. Aku baru saja tiba." Kata lelaki itu sambil menatap tak berkedip ke arah gadis itu lalu buru-buru menundukkan pandangannya.
"Ada apa Kak? Apakah ada yang salah dari penampilanku?" Tanya gadis itu.
"Tid.., tidak. Kau terlihat sangat cantik. Hanya itu. sa.., saja. Ka.., kau sangat cantik." Kata lelaki itu tergagap.
"Hahaha.., Kak Arslan ini seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja." Kata gadis itu sambil tertawa.
"Lisa, hanya ada dua wanita cantik dalam hidupku. Yang pertama adalah mendiang ibu ku, yang ke dua adalah mendiang istri ku dan dirimu mungkin adalah yang ke tiga." Kata Arslan dengan jujur dan polos nya membuat Lisa sejenak berada di awang-awang.
"Kau terlalu pandai memuji ku Kak." Kata Lisa tersipu malu.
"Apakah kita akan berangkat sekarang?" Tanya Lisa lagi.
"Oh.., ya. Silahkan!" Kata Arslan sambil membukakan pintu mobil nya dan mempersilahkan Lisa masuk dengan penuh kelembutan.
Lisa hanya tersenyum saja sambil sedikit melirik ke arah Arslan. Dalam hatinya dia memuji sikap sopan dan kedewasaan yang dimiliki oleh Arslan. Gaya nya, tutur bahasa nya dan cara dirinya memperlakukan wanita membuat Lisa terpesona. Benar-benar membuat Lisa merasa bak seorang putri raja.
"Duduk lah dengan tenang. Kita akan pergi menuju ke kafe depan kampus. Jerry dan yang lainnya menunggu kita di sana." Kata Arslan dengan lembut sambil membantu Lisa untuk memakai tali sabuk pengaman.
"He'em. Terimakasih Kak." Kata Lisa yang mulai sedikit berani untuk manja.
Tak lama setelah itu mobil mereka pun melaju dengan tenang menuju ke kafe depan kampus Golden university.
__ADS_1
Setelah mobil Arslan dan Lisa tiba di depan kafe tersebut, Jerry dan Herey bergegas menghampiri mobil Arslan dan serentak membukakan pintu untuk mereka.
"Silahkan Kak. Aku berharap kau menyukai mobil ini." Bisik Jerry ke dekat telinga Arslan.
"Volvo butut mu itu pun aku sangat bersyukur. Apa lagi toyota baru ini." Kata Arslan.
"Jangan Kak. Volvo butut itu adalah ibu dalam hal mobil. Aku lebih rela tidak memiliki mobil lain asalkan Volvo butut itu selalu bersama ku." Kata Jerry.
"Bolehkah aku memeluk mu Jerry?" Tanya Arslan.
"Heh.., ada apa Kak? Jangan katakan kau sudah berubah menjadi tidak normal." Kata Jerry merinding.
"Terimakasih untuk semua kebaikan mu ini Jerry. Aku berhutang terlalu banyak kepada mu." Kata Arslan sambil memeluk Jerry.
"Sudahlah Kak. Aku juga tidak bisa membeli kebahagiaan dengan uang yang aku sendiri pun bingung bagaimana cara menghabiskannya. Mobil, aku tidak pernah beli itu adalah pemberian dari para pengusaha yang telah manjalin kesepakatan kerja sama dengan ku. Pakaian juga aku dapatkan dengan gratis. Makan dan minum ku selalu aku dapat kan dengan tidak perlu membayar. Lalu untuk apa uang yang banyak? Jika aku bahagia melihat orang di sekitar ku bahagia, mengapa aku tidak memberikan saja kebahagiaan itu kepada sesama kita? Bukankah aku juga akan bahagia?" Kata Jerry.
"Kak. Bagaimana dengan Lisa. Apakah dia ramah kepada mu?" Tanya Jerry.
"Ya. Lisa sangat baik dan tidak sombong." Kata Arslan.
"Ya aku tau itu. Lisa adalah gadis yang sangat baik. Mendiang Anton lah yang telah menjebak ku dengan Lisa yang berujung kepada hubungan kami menjadi tidak seakrab dulu. Biarkan waktu yang akan mengembalikan keakraban kami seperti dulu lagi." Kata Jerry.
"Ayo. Hey Daniel..?! Apakah yang lain sudah sampai?" Tanya Jerry kepada salah satu sahabat nya yang berteriak tadi.
"Sudah semua. Herman juga sudah tiba bersama Rindy." Jawab Daniel.
"Mantap. Ok lah kalau begitu. Markitkem!" Kata Jerry.
"Ok. Mari kita Come on." Kata yang lainnya lalu bergegas menuju ke mobil masing-masing.
Tanpa di komandoi tampak semua pemuda itu berdiri di samping mobil masing-masing untuk membukakan pintu untuk gadis mereka masing-masing.
Herey dan Arslan adalah antara orang yang paling merasa bahagia. Herey sendiri sampai-sampai berlutut saat Joanna mulai melangkah untuk memasuki mobil Honda hitam itu.
Plok.., plok.., plok..?!
Terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari yang lainnya termasuk Ryan yang ikut bahagia karena adik sepupu nya itu mendapatkan seorang lelaki yang bisa melindungi nya.
__ADS_1
Semua orang tau bahwa Herey adalah pemuda yang di didik langsung oleh tuan Syam. Tidak ada yang meragukan kemampuan pemuda itu dalam hal bertarung. Terbukti bahwa keahlian yang dia miliki mampu membunuh Rudock dan Sendiego anak buah Robin Patrik.
Setelah semuanya memasuki mobil, baru lah Jerry mempersilahkan Clara yang sambil menggendong Sarah memasuki mobil Lamborghini SIAN milik nya dan mulai mengetuai rombongan itu menuju ke Lotus mansion.
Ketika rombongan itu tiba di Lotus mansion, tampak di sana sudah ada tuan Barry, Ronald, Austin, Jeff dan beberapa bawahan lainnya termasuk Pero berbaris dengan rapi menyambut kedatangan tuan muda mereka yang baru saja kembali setelah menghilang dan di perkirakan telah terbunuh dalam peristiwa pengeroyokan di atas jembatan itu.
"Selamat kembali ke Lotus mansion, Tuan muda." Kata tuan Barry diikuti oleh yang lainnya.
"Terimakasih Tuan Barry, dan Paman-paman semua." Kata Jerry sambil tersenyum.
"Perkenalkan! Ini adalah Clara. Dimanapun dia berada, keselamatan nya adalah tanggung jawab kalian semua termasuk juga tanggung jawab ku." Kata Jerry sambil menerima tubuh Sarah ke dalam gendongannya.
"Salam untuk Paman-paman semua." Kata Sarah sambil membungkuk hormat.
"Nona.., tolong jangan lakukan itu!" Kata Jeff buru-buru mencegah Clara untuk menunduk di depan mereka semua. Bagi Jeff, Clara bukan hanya kekasih Jerry. Tapi lebih dari itu, Clara adalah putri ketua mereka yaitu Drako sang penguasa dunia kegelapan Metro city.
"Apakah semua sudah kalian persiapkan untuk aku dan sahabat-sahabat ku?" Tanya Jerry.
"Sudah Tuan muda. Mari kami antar anda ke Diamond box." Kata tuan Barry mempersilahkan.
"Tidak ada antar mengantar. Kita akan makan bersama malam ini. Hanya saja yang tua harus tau diri dan membiarkan yang muda untuk beraksi. Hahaha." Kata Jerry sambil tertawa. Lalu mereka semua tanpa terkecuali juga ikut-ikutan tertawa.
"Anda terlalu suka becanda Tuan muda. Sebenarnya kami tidak pantas untuk makan bersama dengan anda dalam satu ruangan." Kata Ronald.
"Jika Paman merasa tidak pantas, lalu siapa yang pantas untuk ku? Apakah itu harus Presiden, Perdana mentri atau yang mulia Raja? Sudah lah! Ini adalah waktu kekeluargaan. Waktu bekerja maka bekerjalah dan waktu kekeluargaan, maka aku adalah keponakan kalian." Kata Jerry.
"Baiklah Tuan muda. Mari saya antar anda ke atas." Kata Austin sambil membungkuk hormat.
"Mari Tuan muda." Kata seorang lagi lelaki.
"Hey Paman Pero. Kau di sini?" Tanya Jerry sambil tersenyum lalu menepuk bahu lelaki setengah baya yang di panggil dengan nama Pero barusan.
"Benar Tuan muda. Aku disuruh oleh Tuan Barry untuk bekerja di Mountain lotus ini sebagai salah satu dari penjaga keamanan. Ini karena anda sangat membutuhkan Arslan di sisi anda." Kata Pero.
"Hmmm. Benar. Baiklah. Jangan lagi bermain-main Paman! Bekerjalah dengan baik." Kata Jerry.
Jelas Pero tau apa maksud dari perkataan Jerry ini. Ini tak lain adalah karena dulu Pero ini adalah mata-mata yang telah di kirim oleh Diana Regnar untuk mengungkap identitas Jerry yang ketika itu masih di sembunyikan.
__ADS_1
Mereka lalu bersama-sama memasuki aula mansion dan berjalan beriringan menuju ke arah lift yang akan mengantar mereka ke lantai atas.
Bersambung...