
Macau (SAR)
"Bos... Ada perwakilan ingin bertemu dengan anda."
Tampak seorang wanita berkulit kuning langsat, memiliki mata sipit dan rambut di kuncir ala ekor kuda berbisik kepada seorang lelaki berusia sekitar 40-an tahun.
"Siapa yang ingin bertemu dengan ku?" Tanya lelaki itu dengan nada bicara acuh tak acuh.
"Orang itu tidak mengatakan identitas nya. Namun dia berpesan bahwa anda tidak akan menyesal bertemu dengan nya." Jawab wanita berambut kuncir kuda itu.
"Hmmm... Begitu kah? Bawa aku menemui orang itu! Setelah itu, kau hubungi Jimmy untuk menemuiku di sini."
"Baik Boss. Mari silahkan!" Kata wanita itu mempersilahkan lelaki berusia 40-an itu berjalan di depan.
"Hallo. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya lelaki 40-an itu begitu dia tiba di depan seorang lelaki muda berwajah bengis dan tampak sangat angkuh.
"Apakah anda yang bernama Fardy?" Tanya pemuda itu.
"Tepat sekali. Aku adalah orang yang bernama Fardy. Katakan apa keperluanmu menemui ku di sini?!" Kata lelaki berusia 40-an bernama Fardy itu tidak kalah dinginnya karena merasa terlalu dipandang sebelah mata oleh pemuda yang mencarinya itu.
"Senang bertemu dengan anda Tuan Fardy. Nama ku adalah Tiger. Aku di utus oleh Tuan Arold untuk menemui mu di sini." Kata pemuda itu mendadak ramah.
"Tuan Arold. Apakah Arold sang raja pengusaha dari daratan?" Tanya Fardy sambil menahan rasa kaget nya.
"Tepat sekali Tuan. Ternyata anda juga mengenal majikan saya."
"Hahaha... Jika Arold sang pemilik perusahaan Arold holding Company, maka siapa yang tidak kenal."
"Mari silahkan duduk!" Kata Fardy yang mendadak ramah begitu mengetahui siapa yang telah mengutus pemuda berwajah bengis ini.
"Tuan Tiger! Sekarang silahkan katakan kepada saya mengapa Tuan Arold yang terhormat itu sampai mengutus anda untuk menemui saya?!" Tanya Fardy setelah mereka berdua duduk di sofa salah satu hotel yang di sewa oleh Fardy selama pelariannya di Macau ini.
__ADS_1
"Begini Pak Fardy. Untuk masalah apa kepentingan majikan saya, saya sendiri pun kurang tau. Akan tetapi, majikan saya ingin bertemu dengan anda dan ingin membahas sebuah kerja sama dengan anda secara empat mata. Untuk itu, majikan saya menitipkan kartu undangan Vip ini kepada saya untuk diberikan langsung kepada anda." Kata Tiger sambil menyerahkan sebuah kartu undangan ekslusif.
Dengan tangan gemetar, Fardy akhirnya menerima kartu undangan itu.
Lalu sambil tersenyum dia berkata. "Baiklah. Sampaikan kepada majikan mu bahwa aku akan datang memenuhi undangan ini tepat waktu."
"Terimakasih. Jika begitu, saya mohon diri dulu." Kata pemuda itu sambil bangkit berdiri.
Setelah saling berjabat tangan, akhirnya pemuda bernama Tiger itu melangkah keluar sambil diiringi senyum penuh harapan dari Fardy.
"Tuan Arold pemilik perusahaan Arold Holding Company. Mimpi apa aku semalam. Ini bisa menjadi awal kebangkitan kembali untuk ku.
Jerry William keparat! Ini semua gara-gara kamu. Tunggu saja! Aku akan kembali ke Metro city dan akan membuat perhitungan dengan mu." Kata Fardy dalam hati dengan tatapan berapi-api.
*********
Malam itu di salah satu restoran di Jewel Star, Tampak beberapa pasang muda-mudi sedang duduk menikmati makan malam.
Antara mereka yang hadir selain R2D ada Arslan bersama Lisa dan Sarah. Ada Herman dan Rindy. Ada Joanna sepupu Ryan. Ada Helen, Lira, Jenny, Rina dan Megan seorang gadis yang pernah disumbat mulutnya menggunakan uang oleh Jerry akibat terlalu sombong.
Acara makan malam ini diadakan bukanlah di restoran yang mewah seperti di Mountain lotus. Namun bukan kemewahan yang mereka cari, melainkan kebersamaan.
"Ayo makan! Silahkan di nikmati. Kau sayang ku, pujaanku. Mau makan apa? Biar aku ambilkan." Kata Daniel menawarkan sesuatu kepada Helen.
"Sudah kak. Ini sudah cukup." Kata Helen.
"Makan yang banyak sayan! Supaya cepat besar. Jangan seperti tetangga yang sama sekali tidak romantis." Kata Daniel sambil melirik ke arah Ryan.
"Oh. Siapa bilang aku tidak romantis? Katakan sayang kau mau apa?! Mau steling atau termos sekalian bisa aku pindahkan ke atas meja ini." Kata Ryan tak mau kalah membuat Jenny tersedak sambil tertawa.
"Kalian ini. Mentang-mentang Kevin berada di Metro city, kasihan Lira. Hargailah dan jangan membuat dia merasa iri hati." Kata Arslan menegur Daniel dan Ryan.
__ADS_1
"Upst... Maafkan kami nyonya Kevin. Tiada maksud dan tujuan untuk membuat mu merasa tidak nyaman. Apakah aku perlu mengundang Kevin kemari?" Kata Daniel merasa seolah-olah bisa mengundang Kevin tanpa persetujuan dari Kenny.
"Kau berani mengundang Kevin? Permisi dulu dengan Kenny! Syukur-syukur kepala mu itu tidak di jitak oleh sepupu Jerry itu." Kata Riko.
"Daniel ini berbicara selalu tanpa berfikir." Kata Ryan.
"Ok ok ok. Ayo lanjut makan! Kau juga Joanna! Kelak jika Herey menyalahkan ku karena kau kurus, itu salah mu dan jangan salahkan aku!" Kata Daniel masih terus saja nyeletuk.
"Aku sepupu Joanna. Kau tenang saja." Kata Ryan.
"Ya sudah." Kata Daniel sambil terus menyantap makanan nya dengan lahap.
"Kak. Bagaimana menurut mu. Apakah kau akan mendirikan cabang Dragon empire di Starhill ini?" Tanya Ryan setelah mereka selesai makan malam.
"Menurut mu bagaimana Ryan?" Tanya Arslan meminta pendapat.
"Kalau menurut ku, itu sangat diperlukan. Beruntung orang seperti Sendiego dan anak buah nya sudah dihancurkan oleh Jerry sehingga ketika lokasi proyek di Country home di tinggal beberapa hari tidak masalah. Namun kita jangan terlena Kak. Masa tenang seperti ini ibarat orang lelah yang beristirahat. Fardy masih ada kak. Kapan saja dia bisa bekerjasama dengan keluarga Regnar untuk menjalin kerjasama. Itu belum lagi Tuan Paul yang sewaktu-waktu bisa bebas dari penjara. Jika mereka berkolaborasi menyerang kita tanpa adanya antisipasi dari kita, bisa celaka perusahaan ini." Kata Ryan.
"Apa yang dikatakan oleh Ryan itu masuk akal juga. Ingat sisa-sisa anak biah Robin masih berkeliaran di Metro City! Sementara Robin dan Diana sudah lama saling bekerja sama. Aku khawatir Diana memanfaatkan kelengahan kita lalu membentuk aliansi dengan Fardy untuk menyusun kekuatan. Bisa celaka kita." Kata Riko.
"Sebenarnya aku juga memiliki pemikiran yang sama dengan mu. Namun untuk membentuk sebuah cabang, paling tidak kita harus merekrut anggota baru. Untuk hal ini kita harus berhati-hati. Jika di Metro city, kita memiliki pondasi yang kuat dengan ladang bisnis yang luas pula. Tapi untuk Starhill, hal pertama yang harus kita bentuk adalah pondasi bisnis yang kokoh terlebih dahulu. Mungkin aku bisa mengalokasikan dana untuk membentuk cabang Dragon empire di Starhill dan Country home. Tapi jika sumber pendapatan masih belum tetap, lalu untuk apa kita menambah anggota baru?" Kata Arslan mengemukakan pendapat nya.
"Begini saja Kak. Untuk sementara waktu, kalian bisa menjaga lokasi proyek di Country home dan New Village. Setelah itu kalian bisa secara perlahan membangun pusat hiburan di Starhill ini. Kami akan membantu mu." Kata Daniel.
"Aku rasa itu solusi yang bagus." Kata Arslan.
"Jerry menitipkan Dragon empire kepadamu bukan asal-asalan kak. Dia menitipkan Dragon empire dengan lahan bisnis yang lumayan dan keuangan yang tidak kosong. Sekarang tergantung kakak apakah bisa merotasi keuangan organisasi atau tidak. Tarik keuntungan yang ada di Metro city dan investasikan di Starhill ini. Dragon empire cukup punya nama besar. Tuan besar Smith pasti berharap banyak kepada Dragon empire sebagai perisai andai ada serangan dari pihak luar. Aku rasa, Tuan besar Smith tidak akan memikirkan berapa jumlah uang yang akan dia keluarkan demi keamanan lokasi proyek milik nya." Kata Ryan.
"Begini saja. Besok aku akan kembali lagi ke Metro city dan merundingkan semua rencana ini bersama Herey dan Black. Jika kata sepakat dapat diambil, maka aku akan membentuk cabang di sini dengan dana dari Metro city." Kata Arslan.
"Begitu juga boleh lah. Ada berapa banyak pusat hiburan, toko, kafe, restoran dan hotel yang kesemuanya bisa menjadi sumber penghasilan untuk mengisi keuangan. Jika ini berhasil, maka kota Starhill akan menjadi markas kedua terkuat Dragon empire selain Matro city."
__ADS_1
"Baiklah kak. Jika kesepakatan sudah kita sudah begitu, kami hanya tinggal menunggu kapan kakak mendirikan organisasi cabang saja." Kata Ryan.