
Satu per satu dari ke lima puluh orang anak buah Fardy yang menuju ke Metro City di cegat oleh Arslan dan anak buahnya di sepanjang jalan di sekitar jembatan penghubung dua kota tersebut, lalu hilang tanpa bekas.
Kini yang tinggal ada beberapa orang saja lagi termasuk Leo yang disusupkan oleh pak Piranha, Jessica dan Jimmy.
Bagi Fardy, kepergian anak buahnya adalah karena menjalankan tugas untuk membantu pak Holmes dalam berkampanye dalam pilihan umum tingkat provinsi yang tidak akan lama lagi di gelar. Oleh karena itu, dia tidak terlalu memikirkannya.
Itu tadi adalah apa yang dipikirkan oleh Fardy.
Berbeda dengan Tuan Holmes.
Tidak adanya para relawan seperti yang telah dijanjikan oleh Fardy, membuat sedikit banyaknya agenda yang telah mereka susun menjadi berantakan. Katakanlah bahwa masalah keuangan bisa saja di transfer melalui bank. Namun jika sumber daya manusia nya, apa bisa di transfer melalui metode ghoib?
Dalam kekalutan itu, Tuan Holmes masih sempat menelepon Fardy. Namun Fardy menyangkal mati-matian bahwa dia telah mengingkari kesepakatan dan berjanji akan mengirim Leo, Jessica dan Jimmy untuk berangkat ke Metro City sekaligus mencari kemana perginya anak buah mereka yang dikirim ke Metro City namun tidak satupun yang tiba itu.
"Leo. Apakah kau berada di sekitar MegaTown? Jika kau masih berada di dalam kota, segera temui aku di Villa!" Kata Fardy mengirim pesan suara kepada Leo anak buah Piranha yang menyamar itu.
"Baik Bos. Saya memang sedang berada di MegaTown. Sebentar lagi saya akan tiba di ruangan kerja anda." Jawab Leo membalas pesan suara melalui WhatsApp dari Fardy itu.
***
Seorang lelaki berusia sekitar 30-an tampak berjalan terburu-buru memasuki Villa milik mendiang Ramendra.
Ketika tiba di Villa itu, dia langsung menaiki tangga menuju ke lantai dua dan berhenti di depan sebuah pintu kamar yang cukup besar lalu mengetuk pintu tersebut.
Tok.., tok.., tok..!
"Masuk!"
Terdengar suara perintah dari dalam.
"Bos. Saya sudah datang. Apakah anda memiliki perintah yang harus saya kerjakan?" Tanya lelaki berusia 30-an itu.
"Leo. Saat ini aku tidak tau apa yang terjadi dengan anak buah kita. Apakah mereka sudah tiba di Metro City atau belum. Ini karena Tuan Holmes mengatakan bahwa tidak ada orang dari MegaTown yang tiba di sana. Aku tidak tau apakah ini benar atau hanya sekedar akal-akalan Tuan Holmes saja. Bagaimanapun mereka ini adalah orang-orang politik. Dan aku tidak mempercayai omongan orang-orang seperti itu. Manis ketika berjanji, namun setelah tujuannya tercapai, persis seperti kacang lupa kulitnya." Kata Fardy.
__ADS_1
"Kapan bos ingin saya berangkat ke sana?" Tanya Leo.
"Siang ini. Kau akan berangkat bersama dengan Jimmy dan Jessica. Selidiki semuanya di sana! Aku ingin tau kemana mereka pergi." Kata Fardy.
*Siap Bos!" Kata Leo pula sambil membungkuk hormat.
Setelah semuanya selesai mereka bahas, akhirnya Leo pun permisi untuk mempersiapkan keberangkatan mereka bertiga nanti ke Metro City.
Setelah tiba di mobilnya, Leo pun mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan suara kepada Arslan.
"Kak. Bersiap-siaplah! Siang ini aku, Jessica dan Jimmy sepasang warga negara Hongkong itu akan berangkat meninggalkan MegaTown menuju ke Metro City." Kata Leo.
"Baiklah Leo. Seperti biasa, kau pastikan berapa nomor plat kendaraan yang akan kalian gunakan nanti." Jawab Arslan membalas pesan suara dari Leo tersebut.
"Baik kak." Kata Leo lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku dan segera memacu mobilnya menuju ke suatu tempat.
*********
Jerry yang memang merasa telah di khianati oleh sepasang warga asing itu telah lama menahan geram dan langsung memerintahkan agar Arslan jangan membunuh kedua orang itu.
"Kak. Tangkap Jessica dan Jimmy itu! Aku akan mengajarkan kepada mereka bagaimana untuk menjadi seorang Pengkhianat yang baik. Karena aku tidak memaafkan sebuah pengkhianatan." Kata Jerry yang merasa telah ditipu oleh Jessica dan Jimmy itu.
"Ok Jerry. Lalu, apakah aku harus membawa kedua orang itu nanti ke Villa Klasik?" Tanya Arslan.
"Ya. Boleh. Kak Arslan boleh membawa mereka berdua dengan mata tertutup ke Villa Klasik. Nyawa busuk pengkhianat ini adalah milik ku." Kata Jerry dengan nada suara yang sangat geram.
"Baik Jerry. Saat ini aku sedang menunggu mereka melewati jalan sepi menuju Metro City."
"Ok Kak. Jika begitu, anda fokus lah dalam pekerjaan anda." Kata Jerry lalu mengakhiri panggilan.
Baru saja Arslan ingin memasukkan ponsel ke dalam sakunya, ponsel itu sudah berdering menandakan ada yang mengirim pesan.
"Kak. Sebentar lagi aku dan dua orang asing ini akan bergerak menuju ke Metro City dengan mengendarai mobil Mercedes hitam dengan nomor plat, **** Kak Arslan harap bersiap-siap."
__ADS_1
Setelah membaca isi pesan itu, Arslan segera mengirim pesan suara di group WhatsApp.
"Kalian semua bersiap-siap! Sebentar lagi target akan melalui jalan ini. Segera atur posisi kalian di setiap titik dan kabarkan setiap perkembangan!" Kata Arslan lalu menekan tanda kirim pada layar ponsel.
Satu jam berjarak dari dia mengirim pesan tadi, kini di group WhatsApp, sudah ada yang mengirim pesan suara.
"Siap-siap. Mobil Mercedes dengan nomor plat yang menjadi target kita telah melewati titik pertama."
"Hmmm... Bagus." Kata Arslan dalam hati.
"Target telah tiba di titik 2. Segera standby!"
Sepuluh menit berselang,
"Kak. Masuk! Saat ini target sedang mengarah ke arah jembatan penghubung Metro City."
"Di copy."
"Kalian yang berada di titik satu, dua dan tiga segera menyusul. Kejar mobil itu. Aku akan membuat pencegatan di jalan sebelum menuju ke jembatan." Kata Arslan memberi perintah di obrolan group WhatsApp tersebut.
Sementara itu, semua anak buah Arslan sudah mulai bermunculan dari tiga titik pertama di sepanjang jalan antara MegaTown ke Metro City dan segera menuju ke arah mobil mereka masing-masing yang tersembunyi di berbagai tempat persembunyian.
"Ayo cepat. Mobil target mungkin sudah mencapai titik ke empat." Kata salah seorang dari mereka yang tampak sangat tergesa-gesa memasuki mobilnya.
"Ayo cepat bergerak. Jika sasaran lolos, kalian tau sendiri nanti apa hukuman yang akan di berikan oleh Ketua." Kata yang lainnya pula.
Kini satu persatu mobil anak buah Arslan dari organisasi Dragon Empire mulai keluar dari persembunyian dan mulai menapaki jalan aspal lalu segera tancap gas menuju ke arah jembatan.
Beberapa kilo meter di depan mereka lalu bergabung dengan mobil yang berada di titik dua dan titik tiga.
Kini jalanan menuju ke arah jembatan itu sudah penuh sesak oleh konvoi mobil anggota dari Dragon empire.
Ini menandakan bahwa Jerry sangat menginginkan dua orang ini segera di ringkus jika melihat berapa banyak anggota yang dikerahkan oleh Arslan.
__ADS_1