PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pembantaian di bawah jembatan


__ADS_3

Bab 89.


"Jerry....!"


"Woy Jerry. Ayo bangun!" Kata Daniel sambil menarik kaki Jerry agar segera bangun.


"Emmmm..., jam berapa sekarang Daniel?" Tanya Jerry.


"Sudah pukul delapan. Cepat lah. Aku mendengar kakek mu tadi menelepon. Katanya dia mengundang tuan William untuk datang kemari." Kata Daniel.


"Hah? Kakek ku menelepon? Itu adalah kakek ku dari sebelah ayah. Dimana Ryan?" Tanya Jerry lalu buru-buru bangkit untuk duduk.


"Ryan sedang mandi. Kakek mu menyuruh ku untuk membangunkan mu. Kau tidur seperti badak Jerry."


"Uh kau ini Daniel. Kasur nya ini terlalu empuk." Kata Jerry beralasan dengan menyalahkan kasur.


Tak lama kemudian Ryan masuk dengan berpakaian sangat rapi seperti orang kantoran. Dia memakai stelan celana hitam, baju putih dipadu dengan Jas berwarna hitam dan sepatu kulit yang berkilat. Tampak di tangan nya memakai jam tangan swiss yang mahal.


Jerry tercengang melihat penampilan Ryan. Baru dia sadar jika Daniel juga memakai pakaian yang berbeda pagi ini.


Jerry segera mengucak-ucak matanya dengan punggung tangan nya kemudian berdecak kagum.


"Wak Ryan.., Daniel. Betapa gagah nya kalian pagi ini. Dapat dari mana pakaian itu?" Tanya Jerry dengan terkagum-kagum melihat kedua sahabatnya itu tampil beda hari ini.


"Kepala pelayan Samuel yang memberikannya kepada kami. Lihat Jam tangan Rolex ini Jerry! Ini harga nya seratus ribu Dollar. Apa kau tau itu?" Kata Daniel sambil menggoncang-goncangkan tangan kirinya tepat di depan wajah Jerry.


"Huh..., aku juga harus cepat-cepat mandi supaya bisa memakai pakaian bagus seperti kalian." Kata Jerry segera berdiri dan dengan sangat usil nya menjambak rambut Daniel.


"Kau..., kau Jerry. Ah sialan." Hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir Daniel ketika dia ingin membalas tapi Jerry sudah keburu lari.


*********


Di Villa William saat ini.


Ketika tuan besar William selesai menerima panggilan telepon dari tuan Smith yang meminta dirinya untuk datang sendirian ke Villa Smith, dia sangat bersemangat dan mulai bersiap-siap berkemas diri dan segera menemui cucu nya yang sangat dirindukannya.


Sebenarnya sangat wajar jika tuan William sangat bersemangat ketika ini. Ini tidak lain adalah dia sangat menaruh harapan tinggi kepada cucu satu-satunya yang bisa di harapkan itu. Ini karena Kenny cucu tertua nya adalah cucu yang cacat.


Walau pun ada kesan wibawa, kearifan dan memiliki kepintaran seperti Wilson anaknya yang telah meninggal dunia 22 tahun yang lalu, namun keterbatasan fisik membuat Kenny tidak bisa terlalu di harapkan. Oleh karena itu lah tuan William menumpahkan semua harapannya kepada Jerry.


Selama perusahaan yang dia rintis berada di bawah kendali Jackson, perusahaan itu terus menerus mengalami penurunan. Nilai pasar saham anjlok dan selalu kalah bersaing dengan perusahaan Walker dan Patrik.


Untuk saat ini aktifitas keluarga Patrik memang sempat terhenti. Tapi itu hanya sementara. Sebentar lagi ketika keadaan mereka mulai stabil, mereka pasti akan segera menggebrak pasar dan bertarung dengan perusahaan top lainnya di negara ini.


Tuan William kini sedang memikirkan apa yang harus dia jadikan sebagai alasan agar Jackson dan Dianna tidak mengikuti dirinya ke Villa Smith.


"Hmmm..., aku harus menyuruh Jackson dan Dianna ini untuk meninjau proyek di selatan Metro city dan membuatnya sibuk hari ini." Kata tuan William dalam hati.


Setelah berfikir, dia lalu mengambil gagang telepon, menekan nomor dan mulai membuat panggilan.

__ADS_1


"Hallo Ayah." Kata suara lelaki di ujung telepon begitu panggilan itu terhubung.


"Jackson.., pergilah bersama Dianna untuk meninjau proyek yang sedang berlangsung di Selatan Metro! Pastikan semua nya berjalan sesuai rencana." Kata tuan William memberi perintah.


"Baik Ayah. Aku akan berangkat bersama Diana kesana sekarang." Kata Jackson tanpa sedikit pun membantah.


"Hmmm.., lakukan sebaik mungkin!" Kata tuan William segera mengkhiri panggilan.


"Apa yang dikatakan ayah padamu?" Tanya seorang wanita setengah baya kepada Jackson begitu panggilan itu selesai.


"Ayah menyuruh kita untuk meninjau proyek yang berasa di selatan Metro." Kata Jackson.


"Apakah aku juga harus ikut?" Tanya wanita itu.


"Benar. Kau juga harus ikut. Aku butuh bantuanmu di sana." Kata Jackson.


"Ayah kah yang menyuruh mu membawaku serta?" Tanya wanita itu lagi seperti tidak puas.


"Dianna.., sudah lah. Apa bedanya aku atau ayah yang menyuruh? Bersiap lah. Kita akan berangkat." Kata Jackson yang mulai Jengkel dengan pertanyaan tak berguna itu.


"Orang tua busuk bau tanah itu. Dia kira bisa mengelabui ku. Padahal dia telah menunjukkan jalan bagi ku sebagai Alibi. Berangkat lah kau orang tua sok pintar. Ini adalah keberangkatan terakhir mu menuju kuburan." Cibir Dianna dalam hati. Lalu dia segera memasuki kamarnya untuk bersiap berangkat menuju selatan Metro.


*******


Tuan William yang di temani oleh Lenard sebagai kepala pelayan keluarga telah bersiap untuk berangkat menuju Bukit metro bagian utara untuk mengunjungi Villa sahabatnya yaitu Leon Smith.


Tak lama setelah itu sebuah mobil Volvo menderu meninggalkan Villa besar nan mewah itu menuju ke jalan raya Metro city di ikuti oleh Dua mobil BMW dari belakang sebagai pengawal tuan besar itu.


Hal ini membuat Lenard sedikit merasa curiga di hatinya. Namun dia tidak mengatakan apa-apa. Ini karena dia tidak ingin jika tuan William akan merasa khawatir.


Sesampainya di bawah jembatan layang utara Metro City, Mobil-mobil ini mulai memotong mobil mereka dan salah satu dari mobil ini segera membanting stir sehingga mobil itu berbelok sangat cepat menghalangi jalan bagi mobil yang di tumpangi oleh tuan William.


"Ada apa ini Lenard?" Tanya tuan William heran melihat banyak nya mobil telah mengelilingi mobil mereka dan dua mobil pengawalnya itu.


"Tuan. Sepertinya ada yang tidak beres." Kata Lenard dengan wajah khawatir.


Menyadari bahwa mereka telah di kepung oleh ramai orang. Para pengawal di dalam dua mobil itu segera keluar dan mulai mengelilingi mobil majikannya sebagai bentuk berjaga-jaga. Ini termasuk juga supir yang menjadi supir pribadi Tuan William.


Kini tampak puluhan lelaki dengan berbagai senjata di tangan mulai menyerbu ke arah mereka. Dan akhirnya perkelahian yang tak seimbang itu pun pecah juga.


Saat ini tampak satu per satu pengawal tuan William berjatuhan ke tanah karena tidak mampu membendung serangan dari orang-orang yang telah mengepung mereka.


Tepat ketika para pengawal itu tidak tersisa satu pun, dari depan dan belakang tampak banyak kendaraan roda dua dan beberapa mobil menderu-deru memasuki lorong bawah jembatan itu dan mulai menyerang kelompok penghadang tadi.


Peperangan dahsyat kini terjadi. Semua yang berada tempat itu saling pukul dan tendang mengakibatkan banyak korban kini berjatuhan.


Salah satu lelaki dengan wajah dingin dan seorang lagi dengan wajah ganas dan ada bekas luka memanjang di wajahnya seperti singa kehilangan anak. Menghajar siapa saja yang menghalangi nya.


Sudah tak terhitung berapa jumlah korban yang berjatuhan di tangan mereka berdua.

__ADS_1


"Ketua..., ini sangat menyenangkan." Kata orang disamping nya itu tertawa-tawa sambil melibas siapa saja yang berada di dekat mereka.


Belum lagi lama perkelahian itu pecah. Kini dari arah belakang datang pula serombongan mobil-mobil dengan berbagai jenis berhenti menutupi jalan. Lalu dari dalam mobil itu berlompatan lelaki-lelaki yang terlihat seperti tentara yang terlatih ikut terjun kedalam pertempuran itu sehingga menyebabkan jalan yang berada di bawah jembatan itu layaknya seperti arena pembantaian saja.


Lenard dan tuan William yang masih berada di dalam mobil hanya bisa saling pandang menyaksikan adegan itu.


Sedikit pun tidak tergambar perasaan takut di wajah mereka. Ini semua adalah mereka berdua sudah terlalu biasa menyaksikan tubuh-tubuh bermandi dar*h ketika mereka masih muda dulu.


Hanya saja yang mereka masih tidak mengerti adalah, siapa yang telah mengirim orang-orang ini untuk mengepung jalan nya dan berniat untuk mencelakai nya.


Ketika dia melihat bahwa ada beberapa wajah yang dia kenal, dia segera menduga bahwa pasukan pembela itu pasti adalah orang-orang yang di kirim oleh Leon Smith.


Dia pernah mendengar dari Leon bahwa Drako dan Syam telah di rekrut oleh nya bekerja sebagai bawahan.


Namun Alasan Drako mau bekerja di bawah Leon Smith tidak lain adalah karena Jerry adalah anak angkat Drako.


Kini pertarungan itu sudah hampir mencapai ******* nya. Tampak kini puluhan orang-orang pengepung itu bergelimpangan di jalan. Dar*h kini mulai membasahi jalan. Aspal yang hitam itu kini berubah warna menjadi merah.


Begitu salah seorang dari mereka melihat Pero, Drako langsung memerintahkan Regan untuk menangkap dan beracting menyekap nya ke dalam mobil.


Pero yang mengetahui bahwa itu hanyalah sebuah kepura-puraan segera melakukan perlawanan juga dengan berpura-pura. Namun dia segera kalah dan di seret ke dalam mobil.


"Tetap di sini Pero. Kau akan aman disini. Jika anak buah tuan Syam yang tidak mengenalmu melihat, kau pasti akan celaka." Kata Regan.


"Ok Regan. Terimakasih." Kata Pero.


Setelah perkelahian itu selesai dan orang-orang yang mengepung itu telah di bantai. Baru lah tuan William keluar dari mobilnya dan berdiri dibantu tongkat dan Lenard di samping nya.


"Drako....!"


Terdengar tuan William memanggil nama Drako membuat Drako yang baru saja memukul seseorang kini berbalik.


"Saya Tu... Tuan...!" Jawab Drako.


"Kemari kau anak bandel!" Panggil Tuan William.


Drako yang tau gelagat mulai kebingungan. Namun dia tetap melangkah juga mendekati orang tua itu.


Begitu Drako mendekat, tuan William langsung menjewer telinga Drako.


"Dasar anak bandeeeel.... Kemana saja kau menghilang selama ini hah?"


"Ampun Tu... Tuan... Aku berada di Hillstret merawat dan membesarkan tuan muda." Kata Drako sambil nyengir menahan sakit.


"Hmmm... Sekarang bawa aku menemui cucuku itu." Kata tuan William.


"Ba..., baik Tuan." Kata Drako sambil menggosok-gosok telinga nya yang sakit.


"Cepaaat....!"

__ADS_1


"Iya Tuan." Kata Drako buru-buru masuk ke mobil di ikuti oleh gelak tawa tuan Syam, Regan dan yang lainnya.


Bersambung....


__ADS_2