
Pagi kini telah berganti dengan siang.
Embun yang tadinya bak untaian mutiara kini sudah tak terlihat lagi. Begitulah perputaran waktu.
Tidak terasa bahwa Jerry, dan Daniel sudah 2 hari berada di Mountain slope. Jika tidak karena banyaknya urusan, ingin rasanya Jerry berlama-lama di perkampungan lereng bukit ini.
Udara yang sejuk dan bersih. Sungai yang mengalir dan berair jernih, alam yang masih hijau serta padi kekuningan membentang bagaikan permadani yang di hamparkan sejauh mata memandang. Ini semua tidak akan dapat mereka temukan di Starhill.
Saat ini Jerry sedang duduk termenung di pinggir dangau sambil sesekali menarik tali dimana di ujung sana terdapat kaleng berisi batu yang apa bila di tarik akan menimbulkan bunyi. Bunyi ini lah yang membuat burung-burung ketakutan dan membubarkan diri dari terus memakan padi milik petani.
(Dangau \= Pondok yang biasanya terdapat di sawah atau ladang)
Fikiran Jerry saat ini benar-benar terpusat kepada wanita yang sudah dua kali di lihatnya dalam dua hari ini.
"Siapa kah gadis itu? Jika dia warga desa ini, mengapa Ryan tidak mengenalnya? Apakah dia hantu penunggu kampung ini?" Fikir Jerry dalam hati.
Lamunan Jerry buyar karena pak Morgan, Ryan dan Daniel telah datang bersama seorang gadis berumur sekitar 19 tahun membawa makan siang untuk mereka. Kali ini mereka sengaja menikmati makan siang di tengah-tengah sawah. Karena padi yang telah menguning itu harus dijaga agar tidak di makan oleh burung. Maka, Jerry pun kebagian tugas untuk menjaganya sementara mereka kembali ke rumah.
"Waktunya makan siang...!" Kata Daniel sambil menaiki dangau dan dengan iseng menarik-narik tali sehingga bunyi berkerontangan memekakkan telinga mereka.
"Kalau seperti itu cara mu menarik tali, bukan hanya burung yang lari, orang pun akan ikutan lari." Kata Jerry merasa terganggu dengan tingkah Daniel.
Mendengar Jerry berkata seperti itu, Daniel hanya bisa nyengir dan tertawa.
"Ada apa dengan mu akhir-akhir ini Jerry? Apakah kau rindu dengan Via?" Tanya Daniel sambil menggoda Jerry.
"Sudah lah Daniel. Jangan sebut-sebut Via lagi. Kau kan sudah melihat sendiri Via itu seperti apa orangnya." Kata Jerry.
"Iya aku tau kalau kau sakit hati sama Via." Kata Daniel mengerti.
"Bukan hanya itu Daniel. Kau tau bahwa banyak sekali yang di butuhkan dalam sebuah hubungan. Antara nya, saling menguatkan. Saling jujur dan percaya. Dan itu tidak aku temukan dalam diri Via." Kata Jerry dengan menarik nafas berat.
"Jangan bahas itu lagi Daniel. Perut ku mual." Pungkas Jerry membuat Daniel tidak berani lagi membahas tentang Via.
"Apa yang sedang kalian bicarakan itu?" Tanya Ryan sebaik saja mereka sampai di Dangau tersebut.
"Wanita berbaju merah." Kata Daniel singkat.
"Sudah lah Jerry. Wanita itu mungkin hanya halusinasi kita saja." Kata Ryan sambil menaikkan barang bawaan nya keatas lantai Dangau.
__ADS_1
"Ayo nak Jerry. Kita makan bersama disini. Kebetulan keponakan bapak membawa makanan dari rumahnya yang sengaja disiapkan untuk kalian." Kata pak Morgan sambil mencuci kaki nya sebelum menaiki Dangau.
"Wah.., terimakasih Pak." Kata Jerry malu-malu.
"Jerry.., kau belum berkenalan dengan adik sepupu ku. Dia ini akan menjadi junior kita di Golden university." Kata Ryan sambil menarik tangan adik sepupu nya tersebut.
Sepupu Ryan hanya malu-malu begitu dia sudah berada di dekat Jerry.
Jerry yang mengerti perasaan wanita desa yang luguh itu berinisiatif untuk memulai terlebih dahulu mengulurkan tangannya dan berkata, "Perkenalkan, nama ku Jerry." Kata Jerry sambil tersenyum manis.
Dengan tangan sedikit bergetar dan keragu-raguan akhirnya gadis itu juga menyambut uluran tangan Jerry dan menyebut namanya. "Joanna." Kata gadis itu singkat lalu segera menarik tangan nya sambil tertunduk.
"Sepupu mu terlalu pemalu Ryan." Kata Jerry sambil tertawa.
"Biasa lah Jerry. Gadis kampung." Kata Ryan sambil menyendok nasi dan memasukkannya kedalam setiap piring.
...*******...
Makan siang itu benar-benar terasa sangat nikmat. Tanpa terasa mereka telah menghabiskan masing-masing dua piring nasi sehingga tidak ada makanan lagi yang tersisa.
Daniel, antara orang yang paling tidak bisa menahan diri kini tersandar kekenyangan di tiang Dangau.
"Sama. Aku juga seperti mu." Kata Jerry tanpa malu-malu lagi.
Mendengar celetukan dari kedua pemuda itu, pak Morgan hanya bisa tertawa saja.
"Sering-sering lah kalian berkunjung kemari jika ada waktu!" Kata pak Morgan.
"Sebenarnya kami ingin berlama-lama di sini Pak. Tapi aku masih ada urusan yang penting." Kata Jerry dengan wajah enggan.
Jelas dia sangat suka suasana di pedesaan ini.
"Pantas saja ayah angkat memiliki cita-cita untuk jadi seorang petani ketika tua nanti. Ternyata seperti ini lah rasanya." Kata Jerry dalam hati.
"Begini nak Jerry. Saya sudah mengetahui siapa diri nak Jerry ini dari Ryan dan juga Daniel. Ternyata nak Jerry ini adalah Tuan muda dari keluarga konglomerat. Apakah benar nak Jerry ingin berinvestasi di kampung Mountain slope ini?" Kata pak Morgan ingin penjelasan karena dia kurang puas jika hanya mendengar dari Ryan dan Daniel saja.
"Apa yang dikatakan oleh Ryan dan Daniel itu memang benar pak. Hanya saja aku tidak punya waktu untuk mengerjakannya. Tapi Bapak jangan khawatir. Ryan akan di bantu oleh beberapa bawahan yang nantinya akan melakukan peninjauan ke desa ini. Jika kepala desa dan sesepuh di kampung ini menyetujui, maka proyek itu bisa segera dilaksanakan." Kata Jerry dengan serius.
"Ah.., itu bukan masalah besar Nak Jerry. Kami bahkan sangat bersyukur karena ada orang yang memiliki kekayaan yang melirik ke kampung kami ini untuk berinvestasi." Kata pak Morgan sangat senang.
__ADS_1
"Apa kau sanggup Ryan? Kau hanya sendiri karena Daniel tidak bisa membantu mu. Daniel memiliki pekerjaan yang tidak kalah penting untuk menemui klien perusahaan setiap saat karena tidak lama lagi, tender di Country home akan di buka kepada umum." Kata jerry menanyakan kesanggupan Ryan.
"Aku rasa jika penduduk desa ini memberi kerja sama yang baik, itu bukan masalah besar Jerry. Bagaimana pun kita hanya akan melakukan peninjauan terlebih dahulu. Setelah di tetapkan, baru lah kita membahas lebih serius lagi. Aku sebagai putra daerah tentu saja sangat bersemangat dengan rencana proyek ini." Kata Ryan dengan bersemangat.
"Sudah di putuskan begitu. Aku akan menghubungi tuan Raven untuk meninjau desa ini dan aku harap agar Bapak mau membantu prosesnya kelak." Kata Jerry sambil memandang ke arah pak Morgan.
"Nak Jerry tenang saja. Kami semua di sini akan memberikan kerja sama asalkan proyek ini bisa terealisasi." Kata pak Morgan berjanji.
"Oh ya, kapan rencana kalian akan kembali ke kota?" Tanya pak Morgan.
"Besok Pak. Ini karena aku harus menghadiri pertemuan dengan rekan-rekan pengusaha muda di tiga negara." Kata Jerry tanpa menyebut negara apa saja yang akan dia datangi.
"Bagus nak Jerry. Bekerja yang gigih ketika masih muda, agar bisa menikmati keberhasilan dan hidup tenang ketika usia tua." Kata pak Morgan .
"Terimakasih Pak atas nasehat nya." Kata Jerry sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
"Joanna..! Apakah kau sudah mempersiapkan semua keperluan mu untuk ikut berangkat dengan Kakak mu ke kota?" Tanya pak Morgan kepada Joanna yang dari tadi tidak mengerti apa yang diperbincangkan oleh mereka.
"Sudah Paman. Bahkan sebelum mereka sampai pun aku sudah mempersiapkan segala sesuatu nya." Kata Joanna.
"Aku memiliki sebuah rumah di kawasan starhousing. Kau boleh tinggal disana Joanna. Bukannya kami tidak suka kau satu rumah dengan kami, tapi kau tau kan bahwa kami ini lelaki dan masih lajang. Tidak baik jika kau serumah dengan kami. Apakah kau berani tinggal sendirian?" Tanya Jerry.
"Bagaimana Kak Ryan? Jika terlalu jauh dari kalian, sudah pasti aku akan takut tinggal sendirian." Kata Joanna.
"Kau jangan takut Joanna. Di sana kau tidak akan sendirian." Kata Daniel.
"Kau jangan main-main Daniel!" Sergah Jerry sambil membesarkan matanya.
"Siapa yang main-main? Hellen juga akan melanjutkan pendidikan di Golden university. Dia bisa tinggal serumah dengan Joanna." Kata Daniel.
"Oh ya? Wah kebetulan sekali." Kata Jerry tampak sangat lega.
"Baik lah anak-anak ku. Semua sudah di putuskan. Besok kalian bisa berangkat pagi-pagi sekali. Sekarang ayo kita kembali ke rumah! Kalian butuh istirahat agar besok memiliki tenaga yang cukup. Bagaimanapun, perjalanan ke kota itu memakan waktu yang cukup lama." Kata pak Morgan.
"Iya Pak. Terimakasih. Ayo Daniel kita kembali." Kata Jerry segera turun dari Dangau.
Sambil berjalan, mereka tak henti-henti nya tertawa sambil sesekali saling lempar-lemparan tanah lumpur.
Bersambung...
__ADS_1