PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
J2


__ADS_3

Acara makan malam di Villa itu mempertemukan antara pasangan J2 yaitu Jimmy dan Jessica, Simon, Efander di ketuai oleh Nona besar Ramendra yaitu mantan istri Robin Patrik bernama Syntia.


Dalam pertemuan itu Nona besar Syntia membeberkan segala apa yang terjadi dalam tujuh bulan terakhir ini dari awal anak lelakinya yang bernama Hyden di bunuh oleh Jerry William sampai pada kekalahan Robin di tangan pewaris keluarga William itu sampai pada terbunuhnya Jerry dan kedua sahabat Jerry ketika itu merencanakan pembalasan dendam dengan cara menipu Ramendra.


Semua uneg-uneg di hati Syntia di tumpahkan malam itu juga kepada kedua pasangan muda mudi itu dengan harapan agar mereka bisa memahami jalan masalahnya sehingga mempermudah mereka untuk bertindak.


Nona besar Syntia juga tidak lupa menceritakan kepengecutan Robin kepada kedua anak muda itu yang melarikan diri setelah tidak ada lagi yang bisa di harapkan dari Ramendra membuat lelaki tua itu bunuh diri dengan cara melompat dari lantai tiga.


Ini lah beberapa hal yang tidak diketahui oleh Syntia. Yang pertama dia mengira bahwa Jerry William sudah terbunuh dalam peristiwa pengeroyokan di atas jembatan Metro city-MegaTown. Padahal Jerry saat ini dalam keadaan baik-baik saja.


Hal yang kedua adalah, dia mengira bahwa ayahnya yaitu Ramendra mati bunuh diri dengan cara melompat dari lantai tiga. Kenyataan yang sebenarnya adalah, Ramendra mati terbunuh di tangan kakek Malik dengan cara mendorong tubuh lelaki tua itu dari lantai tiga hingga Ramendra terjun bebas ke bawah dan modar.


Setelah memahami duduk persoalannya, kini kedua muda-mudi itu mengerti dan mulai mengatur rencana dengan menargetkan Robin Patrik terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Fardy kepada mereka.


"Nona besar.., bagaimana menurut anda tentang Robin Patrik ini?" Tanya gadis yang memiliki rambut kepang ekor kuda tersebut.


"Puiiih....?! Hanya kematian saja yang pantas untuk lelaki penghianat serta pengecut seperti Robin ini." Kata Syntia sambil menyemburkan ludah nya di lantai.


"Apakah Nona besar tau di mana Robin Patrik ini bersembunyi saat ini?" Tanya pemuda itu pula.


"Itu lah yang tidak aku ketahui. Tapi jika menurut keadaannya yang sudah tidak punya apa-apa lagi, sudah pasti dia akan mengemis seperti anjing di Villa Patrik. Kalian berdua harus memulai pengintaian kalian bermula dari Villa itu!"


"Dan kau Efander dan Simon! Kau harus mengawasi Villa itu siang dan malam. Tunjukkan kesetiaan kalian kepada mendiang ayah ku yang sudah sangat baik mengangkat kalian dari tempat sampah." Kata Syntia sambil menuntut kesetiaan dua orang anak buah yang tersisa itu.


Memang benar bahwa Efander dan Simon ini telah di tolong oleh Ramendra. Ceritanya hampir sama dengan Jerry yang ketika itu menolong Arslan. Hanya saja bedanya adalah, Arslan di tolong oleh Jerry atas dasar kemanusiaan. Sedangkan Simon dan Efander di tolong oleh Ramendra untuk menjadi anjing peliharaan demi tujuan busuk Ramendra.

__ADS_1


Ketika mereka berdua menjadi anak buah Ramendra, Simon telah di tugaskan untuk menjadi budak Syntia dan tinggal di Villa Patrik. Sedangkan Efander tetap berada di sisi Ramendra sampai terakhir kali mereka di jembloskan kedalam penjara karena kasus kerusuhan di depan kantor besar perusahaan Future of Company cabang Country home sekitar tujuh bulan yang lalu.


"Nona besar tidak perlu khawatir. Dengan uang yang cukup dari anda, kami akan merekrut kembali beberapa anak buah untuk bekerja kepada kita." Kata Simon.


"Bagus. Sekarang kalian pergilah dan lakukan tugas dengan baik. Ingatlah bahwa tugas kalian hanya mengintai! Jika kalian menemukan bahwa Robin ada di sana, segera melaporkan semuanya kepada ku. Aku yang akan mengambil tindakan. Kalian jangan mendahului dan mengacaukan rencana. Karena apabila gagal, mereka akan waspada." Kata Syntia.


"Baik Nona besar. Kami mengerti. Kami pergi dulu." Kata Simon sambil tunduk menghormat di ikuti oleh Efander lalu mereka segera memutar badan dan segera berlalu meninggalkan ruangan itu.


"Kalian juga Jessica dan Jimmy! Segera persiapkan segala sesuatunya! Kita harus bergerak cepat." Kata Syntia kepada J2 itu.


"Kami mengerti Nona besar. Kalau begitu, kami permisi dulu." Kata mereka yang kemudian di balas dengan anggukan oleh Syntia.


*********


Kriiiing....?!


Kriiiing....?!


"Ya Hallo. Jerry.., ini aku Herman. Apakah aku bisa bicara dengan mu." Tanya suara seorang pemuda di seberapa sana.


"Hey Herman. Bagaimana dengan kabarmu. Apakah rehabilitasi mu lancar?" Tanya Jerry.


"Syukur kepada Tuhan bahwa semuanya berjalan dengan baik. Aku bahkan telah seminggu ini keluar dari pusat rehabilitasi. Ini karena banyak kerusakan pada bagian syaraf dan fungsi otak akibat obat setan yang dokter sendiri pun awalnya kebingungan untuk menemukan jenis nya." Kata Herman.


"Oh.., Syukur lah jika demikian. Jika sudah begini, kita akan segera berkumpul lagi seperti dulu." Kata Jerry dengan girang.

__ADS_1


"Iya. Itu pun kalau kau tidak malu memiliki seorang sahabat seperti ku ini. Walau bagaimanapun kau adalah Tuan muda. Sedangkan aku ini apalah."


"Bicara apa kau Herman? Apakah selama ini ada batas dan jarak diantara kita? Semuanya sama bagiku. Kau, Ryan, Daniel, Riko, Ivan, David, Kevin, Herey dan Kak Arslan bagiku sama saja." Kata Jerry.


"Terimakasih Jerry. Kau itu sudah sangat baik sekali kepada ku dan orang tua ku. Aku ingat dulu bagaimana aku dan rombongan Anton sering sekali membully dirimu, membuat kau susah dan sering menyakiti mu. Kalau aku ingat itu, ingin rasanya aku membenturkan kepala ku ke dinding. Kau sangat baik sedangkan aku dan ayah ku membalas mu dengan pengkhianatan." Kata Herman sedikit tersedak.


"Oh ya Jerry...?! Aku mendengar bahwa ayah ku mengkhianati mu. Aku mohon kepada mu untuk membiarkan ayah ku tetap hidup. Tolong lah Jerry. Demi persahabatan antara ayah ku dan mendiang ayah mu, juga demi persahabatan kita." Kata Herman memohon.


"Herman. Terus terang saja walau aku sangat kecewa dengan Ayah mu, tapi aku tidak pernah berfikir untuk membunuhnya. Begitu juga dengan tuan Paul. Mereka adalah sahabat mendiang ayah ku. Aku hanya memberi pelajaran kepada mereka."


"Mengenai ayah mu, aku menghukumnya dengan cara mengirimnya untuk mengurus proyek di Mountain slope. Dia tidak boleh keluar dari kampung itu sebelum 5 tahun. Jika kau merindukannya, kau boleh datang mengunjunginya. Namun ingat Herman! Keputusan ku itu tidak boleh di cabut. Hukuman 5 tahun itu berlaku sejak hari di mana dia tertangkap basah hendak mencelakai Ryan dan Daniel." Kata Jerry menjelaskan.


"Sekali lagi aku ucapkan Terimakasih Jerry. Oh ya.., kapan kita ketemuan? Jujur saja aku sudah rindu ingin bertemu dengan kalian." Kata Herman.


"Saat ini aku sedang sibuk di Metro city. Mungkin besok aku punya waktu. Aku akan segera kembali ke Starhill mengunjungi kalian. Setelah itu aku akan kembali lagi ke Metro city. Ada beberapa hal yang aku tidak bisa memberitahukan kepada mu." Kata Jerry.


"Baiklah. Jika tidak bisa, maka jangan beritahu."


"Oh ya.., Jerry. Jika besok kau kembali ke Starhill, aku akan menunggu mu. Aku sangat ingin merasakan sensasi makan malam di kamar Diamond Lotus mansion." Kata Herman.


"Tenang! Untuk merayakan kesembuhanmu, aku akan mengajak kalian semua untuk makan malam di Lotus mansion." Kata Jerry sambil tertawa.


"Hahaha... Untuk ketiga kali nya aku mengucapkan Terimakasih kepada mu sahabat ku. Aku merindukan mu dan semua sahabat yang lain. Ok.., sampai ketemu di Starhill tercinta ini." Kata Herman sambil tertawa.


"Jaga dirimu baik-baik Herman." Kata Jerry mengingatkan sahabat nya itu sebelum mengakhiri panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


(Keterangan. J2 adalah singkatan dari nama Jessica dan Jimmy anak buah Fardy).


Bersambung...


__ADS_2