
Tidak terasa sepuluh hari sudah berlalu semenjak Jerry berada di luar negri. Selama itu pula dia telah bertemu dengan beberapa mitra bisnis yang bergerak dalam bidang nya masing-masing.
Banyak kesepakatan kerja sama telah di capai selama berada di Malaysia, Singapura dan Thailand. Antara kerjasama yang telah di sepakati adalah, bekerja sama dengan beberapa pengusaha muda membangun pabrik spare part untuk kendaraan bermotor. Bekerja sama dalam pertukaran sumber daya dan tenaga kerja. Jerry juga menawarkan kerja sama dalam pertambangan seperti biji besi, biji timah, dan juga emas. Jerry juga berinvestasi dalam pembangunan rel kereta api dan juga ikut dalam pengelolaan minyak mentah kelapa sawit serta komoditi lainnya di beberapa negara di asia.
"Aku lelah sekali hari ini." Kata Jerry ketika baru saja mereka selesai mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan para pengusaha muda itu.
"Aku sangat merindukan Starhill. Segala sesuatu sudah selesai dan besok kita akan kembali ke negara kita tercinta." Kata Jerry lagi.
"Kau rindu dengan Starhill atau rindu dengan seseorang di sana?" Tanya Lorna sedikit cemberut.
"Hey..., mengapa kau bertanya seperti itu? Apakah kau tidak merindukan sahabat ku Ivan?" Tanya Jerry.
"Ya. Aku rindu Ivan. Lalu apakah kau rindu dengan Via?" Tanya Lorna.
"Via? Aku tidak merindukan dia sama sekali." Kata Jerry dengan acuh.
"Dasar lelaki. Kau kira wanita itu barang mainan mu?" Sentak Lorna dengan jengkel.
"Apa kau belum mendengar cerita dari Ivan apa yang terjadi antara aku dan Via?" Tanya Jerry.
"Ya. Aku hampir lupa. Maafkan aku Jerry." Kata Lorna.
"Simpan dulu maaf mu. Aku lapar." Kata Jerry sambil menepuk tangannya tiga kali.
"Kau mau makan apa?" Tanya Jerry kepada Lorna.
"Apa saja lah Jerry."
"Baiklah. Setelah ini beristirahat lah dengan baik! Besok kita akan kembali. Apakah kau akan ke Metro City dulu atau langsung ke Starhill?" Tanya Jerry.
"Aku harus ke Metro city dulu menemui kakek."
"Ingat Lorna! Jangan terlalu berlebihan menceritakan tentang diriku kepada kakek mu! Aku takut nantinya semua tidak sesuai dengan ekspektasi." Kata Jerry.
"Kau tenang saja. Kakek ku tidak terlalu berharap banyak pada mu selain kau mampu menyelamatkan tuan besar Aaron dan mengikis kekuatan Robin." Kata Lorna.
"Masalah Robin tidak ada yang boleh ikut campur. Dia milik ku atau aku yang celaka karena itu." Kata Jerry serius.
"Jangan sampai kau kenapa-napa Jerry. Aku sangat khawatir." Kata Lorna.
__ADS_1
"Jika sampai Ivan mendengar perkataan mu barusan, dia pasti akan salah menilai ku." Kata Jerry segera mengusap mulut nya dengan tisu dan melangkah meninggalkan Lorna yang masih duduk menatap punggung Jerry.
...*********...
Siang itu sebuah jet pribadi mendarat dengan mulus di bandara internasional Starhill. Tak lama setelah itu, tampak seorang pemuda tampan keluar dari pesawat langsung menuju lorong Vip.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, pemuda itu segera keluar di mana di sana telah berdiri puluhan lelaki berpakaian hitam tampak sedang menunggu.
"Begitu pemuda itu menghampiri mereka, tampak lelaki setengah baya tergopoh-gopoh menyambut pemuda itu.
"Selamat kembali ke Starhill Tuan muda." Kata lelaki setengah baya itu sambil membungkuk hormat.
"Terimakasih Tuan Barry." Kata pemuda itu.
"Tuan muda. Apakah anda akan ke Lotus mansion untuk beristirahat atau anda akan langsung kembali ke Starhousing?" Tanya lelaki setengah baya yang ternyata adalah tuan Barry itu.
"Aku ingin ke hotel teratai. Di sana lebih nyaman untuk ku beristirahat." Kata pemuda itu.
"Baik Tuan muda. Mari silahkan ke mobil." Kata tuan Barry mempersilahkan.
Tak lama kemudian iring-iringan mobil mewah itu pun bergerak meninggalkan bandara tersebut menuju ke Lotus road dan segera membelok ke kanan mengarah ke hotel teratai.
"Tuan muda. Untuk mengucapkan rasa Terimakasih atas investasi anda di beberapa bidang di pertemuan antara pengusaha-pengusaha muda, mereka berinisiatif memberikan hadiah kepada anda sebuah mobil sport. Dan mobil tersebut saat ini berada di Lotus mansion." Kata tuan Barry.
"Oh ya? Kapan itu?" Tanya Jerry dengan acuh tak acuh.
"Sekitar 2 hari yang lalu Tuan muda." Jawab Barry.
"Apakah anda ingin agar seseorang mengirim mobil tersebut ke hotel ini atau?"
"Biarkan saja di sana tuan Barry! Aku tidak membutuhkan mobil untuk saat ini. Lagi pula masih ada Volvo butut ku yang setia menemaniku dalam perjalanan walau pun sering menyusahkan." Kata Jerry sambil tertawa.
"Baiklah. Jika anda butuh sesuatu, segera beritahu dan saya akan mengurus semua keperluan anda." Kata tuan Barry.
"Hmmm.., ok. Nanti akan aku hubungi jika aku memerlukan sesuatu." Kata Jerry bergegas melangkah meninggalkan tuan Barry dan para pengawal lainnya.
...***...
Saat ini tepat pukul 7 menjelang malam ketika Jerry baru saja terbangun.
__ADS_1
Dia tidak tau sejak pukul berapa tadi dia tertidur. Yang dia ingat tadi hanya sekedar melihat-lihat foto yang dia ambil ketika berada di kampung halaman Ryan. Masih dengan foto dimana seorang gadis tanpa sengaja tertangkap kamera.
Jerry tidak ingin lagi memikirkan itu. Dia segera menelepon pelayan pribadi nya di hotel tersebut untuk memberikannya pakaian ganti dan langsung menuju kamar mandi.
Setelah semuanya selesai, Jerry pun keluar meninggalkan ruangannya dan bermaksud sekedar untuk jalan-jalan menggunakan Volvo butut nya ke salah satu kafe yang masih berada di Mountain lotus ini.
Baru saja Jerry keluar dari mobil nya, tiba-tiba dia melihat sepasang muda-mudi yang sangat dia kenal juga sedang berjalan memasuki kafe yang juga ingin dituju olehnya.
"Riko? Itu pasti Riko dan Rina." Kata Jerry dalam hati dan segera mempercepat langkahnya.
"Riko...!" Kata Jerry sambil menghampiri sepasang muda mudi tersebut.
"Hey Jerry. Aku telah lama mencari mu dan tidak disangka kita bertemu di sini." Kata Riko sambil bergegas melangkah ke arah Jerry dan langsung saja memeluk nya.
"Kemana saja kau selama ini Riko? Aku telah lama mencari mu. Kau seperti di telan bumi saja." Kata Jerry.
"Maafkan aku sobat. Aku sengaja menghindari kalian karena aku tidak ingin kalian terbebani oleh ku. Oh ya, aku bertanya kepada Daniel dan Ryan tentang dirimu. Tapi mereka mengatakan kau keluar negri karena ada urusan. Seperti orang penting saja kau ini Jerry." Kata Riko sambil tersenyum.
"Ya. Aku memang pergi ke luar negri mengurus bisnis buah tomat. Yah.., lumayan lah memulai bisnis sendiri." Kata Jerry berbohong.
"Wah Riko. Kau tampak berubah sekarang. Kau lebih smart, lebih bergaya dan penampilan mu seperti tuan muda yang kaya raya saja." Kata Jerry sambil memperhatikan Riko dari atas ke bawah.
"Jerry.., Riko ini sekarang sudah menjadi Manager di perusahaan kosmetik." Kata Rina menyela pembicaraan mereka.
"Waah..., syukur lah. Ternyata kau hebat Riko." Kata Jerry memuji dengan tulus.
"Apakah kau tidak ingin kuliah lagi Riko? Ayo lah! Kita bisa bersama-sama lagi seperti dulu." Ajak Jerry.
"Tidak Jerry. Selagi pak Yanken masih menjadi ketua yayasan di sana, aku tidak akan mau melanjutkan studi ku." Kata Jerry.
Jerry hanya bisa menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban Riko. Dia tau bahwa Riko sangat membenci pak Yanken karena telah mengeluarkannya dari kampus akibat bentrok dengan Anton dan kawan-kawannya.
"Baik lah Riko. Kau silahkan menghabiskan waktumu dengan Rina. Aku tidak akan mengganggu kalian." Kata Jerry.
"Oh tidak Jerry. Sama sekali tidak. Kau tau bahwa aku sangat merindukan kalian. Nanti jika ada waktu, aku akan datang lagi kerumah kalian. Sekarang ayo kita makan bersama." Ajak Riko sambil mempersilahkan Jerry untuk duduk.
Jerry sama sekali tidak menolak ajakan Riko. Dia segera duduk dan memesan makanan.
Sepanjang pertemuan itu, mereka saling melempar canda dan tawa bersama sambil sesekali mengingat tentang masa lalu yang sangat suram ketika mereka masih berada di asrama dulu.
__ADS_1
Bersambung....