PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 47 Ke Markas


__ADS_3

"Sayang, mas mau masuk nih. Kamu lagian ngapain sih kok pakai kunci pintu segala. Ini jus kamu udah mas ambilin". Zack terus menggedor pintu tapi sama sekali nggak ada sahutan dari dalam.


Satu pesan masuk ke ponselnya yang tak lain dari istri nya sendiri. "Tidur di luar!".


Zack tercengang dengan isi pesan dari Aisyah. Ia pikir istri nya itu udah melupakan kesalahan yang akhir - akhir ini ia lakukan ternyata tidak. Usaha nya tidak membuah kan hasil tapi ia tak menyesal telah membuat kejutan untuk Aisyah karena ia yakin saat ini Aisyah hanya masih mencemaskan putra mereka. Sikap Aisyah tak seperti biasa nya, semenjak Albar kembali ia jadi lebih sensitif dan suka marah - marah nggak jelas.


"Baik lah, mas akan tidur di kamar tamu aja". Teriak Zack di depan pintu. Berharap istrinya mendengar betapa sedih nya ia di perlakukan seperti sekarang.


Beberapa saat menunggu Aisyah tetap tak membuka kan pintu untuk nya. "Padahal aku sangat merindukan nya". Gumam Zack kecewa.


Ia masuk kedalam kamar Albar yang terletak tepat di samping kamar nya. Ia akan tidur di kamar itu untuk malam ini dan entah sampai kapan. Besok ia akan mulai membujuk istrinya itu agar memaafkan nya. Ia tidak sanggup tak bisa tidur kecuali bersama sang istri.


Beberapa jam memaksakan matanya untuk terlelap tapi tetap saja tidak bisa tidur. Zack melirik jam di dinding, sudah menunjukkan pukul satu malam. Tiba - tiba...


Cek lek...


Pintu kamar terbuka, segera Zack pura - pura tidur tapi sesekali mengintip siapa yang masuk ke dalam kama ini.


"Ternyata dia di sini. Puas aku cari di beberapa kamar tamu". Kata Aisyah dengan suara kecil tapi masih bisa di dengar oleh Zack. Kebetulan pria itu menghadap ke arah pintu jadi bisa melihat eksperimen sang istri yang mengusap dada nya lega.


"Khawatir juga kan kalau suami ganteng mu ini mencari pelampiasan di luar". Batin Zack menahan tawa nya.


Aisyah perlahan - lahan menaiki kasur agar suami nya tidak terbangun. Tapi tak ia sangka Zack langsung bangkit dan menjungkar balikkan Aisyah hingga berada dalam kungkungan nya.

__ADS_1


"Ma - mas belum tidur?". Aisyah gugup karena ketahuan mencari suami nya padahal ia sendiri yang tak mengizinkan suami nya untuk masuk ke kamar.


"Sayang tahu sendiri kalau mas nggak bisa tidur kalau tidak di samping kamu. Ternyata bukan cuma mas yang gelisah tidur berjauhan, tapi kamu jauh lebih gelisah". Goda Zack terdengar parau seperti menahan sesuatu yang bergejolak minta di lepaskan.


Aisyah tidak bisa berkutik saat Zack sudah mulai melucuti satu persatu kain yang menutupi tubuh nya.


*


*


Hari ini Ronal kembali ke rumah karena ingin membawa Haikal ke markas klan milik nya. Awal nya Haikal tidak tahu sama sekali, tapi bik Jusma sempat membisikkan sesuatu agar Haikal berhati - hati karena akan di bawa ke markas besar milik keluarga Ronal.


"Setelah kita sampai di sana, aku yakin semangat kamu akan tambah berkobar - kobar. Kamu akan om lantik sebagai tangan kanan om agar semua anak buah kita langsung tunduk pada perintah mu. Tapi kamu harus ingat, misi pertama yang harus kamu selesaikan adalah membalas dendam kedua orang tua mu pada keluarga Purbalingga. Om tak akan mengizinkan mu melalukan hal lain dulu sebelum misi pertama kamu belum selesai". Imbuh Ronal sepanjang perjalanan.


"Om tenang saja. Memang hal pertama yang ingin aku kerjakan adalah membalas dendam kedua orang tua ku. Aku akan pastikan siapa pun yang sudah berani menyakiti mereka akan mendapatkan ganjaran yang jauh lebih menyakitkan. Bukan kematian yang akan mereka terima melainkan kehancuran dan kemiskinan!". Sahut Haikal dengan tatapan kosong ke hadapan..


Mendengar ucapan anak muda itu, Ronal langsung menelan slavina nya kasar. Ia sempat takut melihat sorot mata tajam penuh dendam yang di pancarkan oleh Haikal. Tapi ia beruntung karena Haikal sudah berada dalam perangkap nya, setelah Haikal menghancurkan keluarga nya sendiri saat itu lah ia akan mengatakan kalau dia lah musuh yang sebenarnya.


"Aku akan pastikan kamu tak akan tahu semuanya sebelum dendam kami terbalaskan". Batin Ronal.


Sesampai di markas. Semua anak buah yang berjaga tunduk saat Ronal turun dari mobil. Zack sempat tercengang, karena kota mati ini lah yang menjadi markas tersembunyi mereka. Ia sempat mendengar kalau kota mati ini tak lagi berpenghuni karena menjadi kota tempat bersarang nya makhluk halus. Ternyata semua nya hanya trik agar tiada orang yang berani datang bahkan polisi sekali pun.


"Setiap bangunan ini di luarnya aja tampak seram, tapi saat kamu masuk maka kamu akan menemukan surga dunia di dalam nya. Aku sudah mempersiapkan semua kebutuhan di sini. Dari makanan, minuman, barangan terlarang bahkan wanita yang banyak untuk melayani semua anak buah ku saat memerlukan hiburan. Semua itu agar mereka semangat bekerja dan setia.

__ADS_1


Haikal hanya menyimak perkataan Ronal dalam diam. Ia tak tahu harus memberi tanggapan bagaimana.


"Kamu juga kalau perlu hiburan apa pun tinggal minta aja. Semua pasti akan kamu dapatkan di sini". Sambung Ronal menawarkan pada Haikal.


"Aku datang ke sini bukan untuk bersenang - senang om. Melainkan untuk latihan apa pun yang bisa ku gunakan untuk balas dendam". Sahut Haikal menolak.


Ronal menghela nafas. "Aku suka dengan semangat yang berkobar - kobar. Kamu masih muda jadi masih bersemangat. Tapi kamu juga perlu hiburan untuk menghilangkan sejenak beban yang kamu pukul. Tapi kalau kamu nggak mau, om juga nggak akan memaksa". Imbuh Ronal.


Mereka berdua kemudian memasuki ruangan yang di dalam nya sudah banyak orang yang menunggu. Setiap pria yang ada di sini di apit oleh seorang bahkan tiga wanita sekali gus yang berpenampilan terbuka dan menjijikkan di mata Haikal.


"Bos besar sudah datang". Sahut seorang wanita dengan suara manja nya. Ia menghampiri Ronal dan bergelayut manja di lengan pria paruh baya bertubuh gembal itu.


"Dia anak yang kamu maksud ya sayang". Tanya wanita itu sambil melirik gemas pada Haikal.


"Iya. Cari wanita cantik yang masih perawan untuk nya. Besok harus sudah dapat!". Tegas Ronal pada wanita itu.


Kini mereka semua duduk di sofa masing - masing dengan di temani wanita dan minuman keras. Bahkan ada yang terang - terangan memakai barang haram di ruangan ini di bantu wanita nya. Hanya Haikal yang memilih duduk sendiri. Ia enggan di sentuh oleh wanita mana pun. Ia yakin semua yang ada di sini nggak benar orang nya dan ia khawatir akan menjadi bagian di antara mereka. Sebisa mungkin ia menjaga diri dan iman yang ada di hatinya.


"Aku nggak memerlukan wanita om". Tolak Haikal saat mendengar perintah nya pada wanita itu.


"Bukan seperti itu, Haikal. Di sini kamu memerlukan seorang pelayan untuk membantu mu melakukan sesuatu. Kamu tenang saja, wanita itu om pastikan selugu kamu agar kamu tak mudah tergoda dengan bujuk rayu nya". Sahut Ronal tetap bersikukuh menempatkan seorang wanita di samping Haikal.


Itu juga merupakan sebuah trik untuk mengetahui sesuatu yang berkemungkinan di sembunyikan oleh anak buah nya.

__ADS_1


__ADS_2