PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 21


__ADS_3

"Boleh juga. Nah". Karina menyerahkan bekalan nya pada Haikal dan mengambil bekalan milik Haikal.


"Jangan lupa makan yah. Aku ke kelas dulu". Pamit Haikal melambaikan tangan nya pada Karina.


Karina pun bergegas masuk ke kelas nya karena sebentar kelas akan di mulai. Karina memutuskan untuk masuk seni bela diri Takwando agar bisa menjaga diri nya kelak jimat Haikal sudah tidak lagi sekolah di tempat yang sama dengan nya. Ia menyembunyikan hal itu dari Haikal karena tidak mau pria itu khawatir.


Selama ini Karina selalu menunjukkan kemanjaan nya pada Haikal, jangan kan mengeluarkan tenaga untuk berkelahi dengan orang, menyentuh peralatan rumah tangga untuk membantu Haikal selama ini ia enggan dengan alasan tidak ingin merusak kuku nya yang lentik. Tapi semenjak Haikal sakit tempoh Hari, ia mulai berubah demi kebaikan Haikal.


Karina melihat Rudi melewati pintu kelas nya bersama rekan - rekan nya seperti biasa saat rehat. Wanita itu mendekati Rudi dan bergelayut manja di lengan pria itu.


"Hai, Rudi. Kamu kok nggak nyamperin aku di kelas sih? Aku kan kangen". Imbuv Karina manja.


Rudi menghela nafas sambil membuang muka. Karina selalu saja mengganggu nya, tapi sikap itu ia suka karena bisa ia jadikan senjata untuk merendahkan Haikal. Rudi selalu ingin menyingkirkan Karina tapi ia bukan jenis pria pengecut yang menyakiti fisik wanita. Ia hanya ingin di sanjung dan menjatuhkan Haikal yang sering membangkang keinginan nya.


"Kamu ini kenapa selalu mengganggu ku, hah? Aku jijik tahu di sentuh oleh wanita miskin seperti kamu". Bentar Rudi berusaha melepas kan diri dari Karina yang masih memeluk erat lengan nya.


"Aku memang miskin, Rudi. Tapi aku cantik, lihar teman - teman kamu ini, menatapku sampai nggak bisa berkedip". Sahut Karina tidak keberatan di sebut Miskin oleh Rudi..


Rudi memang tidak bisa membantah ucapan Karina itu. Wanita itu memang Cantik meskipun tidak di baluti sedikit makeup. Cantik yang alami. Bahkan Rudi dan rekan nya pernah taruhan dan Rudi lah pemenang nya. Itu lah yang membuat Karina selalu nempel pada Rudi saat bertemu.


"Iya tapi lepas dulu yah, aku ada urusan di kantor kepala sekolah..". Elak Rudi.


"Baik lah, kalau gitu tapi nanti datang temui aku di kelas ya. Aku kan masih rindu sama kamu". Ujar Karina dengam suara manja nya.


Rudi pun bergegas lari menjauhi Karina karena merasa jijik. Sementara rekan nya masih ingin menggoda Karina dan mengajak nya makan di kantin bersama.

__ADS_1


"Kamu jangan peduli pada Rudi lagi. Lebih baik sama aku aja, kita makan di kantin aku yang traktir". Goda salah satu dari mereka.


Karina membuang muka, "Ogah". Karina lalu meninggalkan mereka dan kembali masuk ke dalam kelas nya.


"Judes banget sih dia sama kita tapi kalau dengan Rudi malah manja banget, aku jadi gemes lihat dia tadi". Sahut nya lagi.


"Benar, meskipun dia tahu Rudi hanya bertaruh dengan kita tapi ia nggak dulu dan malah hanya kita yang disalah kan. Dasar aneh". Gumam yang lain nya sambil menatap takjup pada Karina.


"Sudah, lah. Lebih baik kita menyusul Rudi sekarang kalau tidak kita semua bisa gagal di traktir sama dia". Ajak yang lain nya.


Mereka pun meninggalkan kelas Karina dan menyusul Rudi.


Sementara Karina dalam kelas nya bersama dua teman nya menikmati bekal masing - masing. Karina tercengang karena isi bekalan nya itu adalah makanan mewah.


"Wah, tumben bekal kamu mewah gini, Kar? Haikal habis gajian yah?". Tanya Mika sambil menatap bekal Karina.


"Boleh dong, ambil aja. Nggak udah malu. Kamu juga boleh ambil, Mik. Jangan tatap aja kayak gitu". Karina menawarkan bekal nya pada kedua sahabatnya.


Sementara dia berpikir keras dengan kehidupan Haikal saat ini. Saat bertemu tadi, wajah pria itu sangat cerah dan tidak terlihat kelelahan. "Mungkin di sana dia hidup dengan baik. Terlihat dari tingkah nya tadi ia amat bahagia. Semoga kamu bisa merasakan bahagia di sana ya, Kal". Gumam Karina dalam hati..


"Sebenarnya aku bingung dengan kamu, Kar. Kamu tahu si Rudi itu hanya menjadikan kamu bahan taruhan bersama teman - teman nya, tapi kok kamu masih mau sih nempel kayak gitu sama dia? Kalau aku udah aku balas dendam tahu nggak". Ujar Mila.


"Itu cara aku balas dendam sama dia. Kalian lihat kan wajah nya tadi, ia sebenarnya sangat jijik sama aku. Pasti sekarang ia menyesal sudah menjadikan bahan taruhan mereka. Lagi pula, dengan sikap aku seperti itu, maka Rudi tidak datang lagi ke kelas kita untuk membuat onar seperti sebelumnya". Sahut Karina menjelaskan maksudnya..


"Benar juga yang kamu katakan itu, Kar. Aku setuju banget dengan tindakan kamu, terus kan". Ujar Mika mendukung Karina.

__ADS_1


"Orang macam Rudi itu harus di beri pelajaran agar tidak semena - mena sama orang lain termasuk kita - kita yang di pandang miskin ini". Ujar Karina.


"Hush, lebih baik kalian diam, deh. Tuh lihat belakang sana si Hana liatin kita terus, udah kayak mau makan kita aja". Bisik Mila sambil melirik ke meja belakang.


Hana tidak suka dengan Karina bukan karena ia mempunyai maksud buruk terhadap kakak nya, Rudi. Tapi ia tidak suka dengan kedekatan Karina dengan cowok yang ia sukai, yaitu Haikal. Tadi pagi ia melihat mereka berdua tukaran bekal, aneh aja menurutnya.


"Kamu kok takut banget dengan nenek sihir itu, tapi baik lah, lebih baik kita fokus makan aja. Malas sebenarnya bahas orang - orang sombong kayak mereka". Sahut Mika ketus.


*


*


Sepulang sekolah, Haikal di jemput oleh Josep. Rencana nya mulai hari ini ia akan mulai belanar nyetir.


"Kenapa kamu terima tawaran tuan Zack untuk menjadi supir nyonya tempoh hari sementara kamu nggak reti bawa mobil?". Tanya Josep pada Haikal saat perjalanan menunu mansion Purbalingga.


"Saya sebenarnya ingin menolak karena alasan itu, tapi saya sudah menolak dua tawaran tuan sebelumnya padahal kan saya udah mengatakan kalau saya sanggup melakukan apa saja untuk membalas jasa mereka. Maka nya saya terima aja tawaran nya untuk menjadi supir Nyonya". Jelas Haikal..


"Oh, kamu harus bertanggung jawab dengan ucapan kamu. Secepatnya pandai nyetir mobil supaya kamu segera melaksanakan tugas kamu sebagai supir pribadi nyonya". Dukung Josep.


"Bang Josep nih sebenarnya kerja apa sih sama tuan Zack? Dulu kalau tidak silap jadi pengawal pak Pundas, lepas tuh jadi buruh di desa tempat ku kerja sebelumnya sekarang jadi supir. Nanti kalau saya menggantikan posisi bang Josep, abang akan kerja apa lagi selepas itu?". Tanya Haikal penasaran..


"Saya ini menurut perintah aja Haikal. Kalau di beri tugas itu, ya abang kerja aja. Besok kerja lain lagi mah pasrah saja. Asal gaji yang abang terima bisa pakai makan abang dan keluarga". Sahut Josep sambil tersenyum kecil.


"Berarti saya juga akan kerja seperti itu yah? Kerja nggak jelas gitu".

__ADS_1


"Kamu pasrah saja, kapan lagi kita dapat kesempatan bekerja dengan keluarga terkaya di negeri ini, kan? Jadi kamu harus semangat demi masa depan yang cerah". Bujuk Josep.


Haikal ngobrol dengan Josep tapi matanya tak lepas memerhatikan cara Josep menyetir mobil. Melihat pria itu saja Haikal sudah bisa mengerti tanpa di beri tunjuk ajar terlebih dahulu. Nanti tinggal ia praktikkan apa yang ia lihat sekarang.


__ADS_2