PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Sarah berhasil ditemukan


__ADS_3

Saat ini Jerry, Arslan dan yang lainnya bergegas mencari Sarah yang tiba-tiba menghilang entah kemana.


Semua orang panik saat ini. Bahkan, beberapa staf toko pun ikut mencari di mana keberadaan Sarah. Hal ini mereka lakukan karena mereka tau bahwa gadis kecil ini adalah keponakan boss besar mereka.


Arslan yang sudah mulai panik mencari keberadaan putrinya dari tadi, mulai mencari di tempat lain namun masih dalam sekitar bangunan itu juga, dari mulai toko penjual mainan, penjual makanan sampai tempat penjual segala macam jenis es krim.


Arslan mulai mendengar ketawa cekikik dan telatah manja seorang gadis kecil sambil ditingkahi oleh suara seorang gadis.


"Tante.., boleh Sarah minta satu lagi?" Kata gadis kecil itu.


Melihat gadis kecil itu sudah menghabiskan dua es krim, wanita itu buru-buru menggelengkan kepalanya sambil memperingati, "Sarah, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Bukankah tadi kau bilang kalau ayah mu akan melarang jika kau makan terlalu banyak?!" Kata wanita itu.


"Maaf tante. Es krim nya enak. Sarah tidak pernah makan es krim seenak ini." Kata gadis kecil itu dengan polos nya.


Wanita itu hanya membelai rambut Sarah dengan perasaan iba dan kasihan karena anak ini terlalu polos dan berkata apa adanya.


"Tante janji. Nanti kalau ada waktu, tante akan mengajak Sarah lagi ke sini makan es krim. Sarah mau kan?" Tanya wanita itu.


"Sarah mau tante. Tapi apakah setelah ini kita bisa bertemu lagi?" Kata gadis kecil itu sedikit murung.


"Mudah-mudahan saja kita bertemu lagi. Apakah Sarah tau dimana alamat tempat tinggal Sarah?"


"Kami tinggal di Starhousing..!?" Terdengar suara jawaban dari seorang lelaki tepat di belakang wanita itu.


"Kak...?!"


"Ya. Sudah lama kita tidak bertemu. Sejak terakhir kali ketika aku mengantar mu ke rumah sahabat mu Via di MegaTown." Kata lelaki yang baru tiba itu.


"Ayah...?!" Kata Sarah begitu melihat siapa yang datang. Gadis kecil itu segera menghampiri lelaki itu dan meminta untuk di gendong.


"Kak Arslan.. Apakah Sarah ini putri mu?" Tanya wanita itu.


"Benar Lisa. Sarah ini adalah putri ku." Jawab lelaki yang bernama Arslan kepada wanita yang bernama Lisa itu.


"Jika Sarah ini putri mu, lalu di mana ibu nya?" Tanya Lisa.


Sebelum menjawab pertanyaan wanita bernama Lisa itu, tampak kabut mendung di wajah sedih Arslan. Namun untuk tidak mengecewakan Lisa, dia tetap menjawab juga. "Ibu Sarah ini telah meninggal dunia lebih kurang dua tahun yang lalu." Jawab Arslan.


"Oh. Maafkan aku Kak." Kata Lisa dengan wajah menyesal.


"Ah tidak apa-apa."

__ADS_1


"Oh ya Lisa. Apakah kau sedang berbelanja di sini?" Tanya Arslan.


"Benar Kak. Tadinya aku sedang memilih-milih gaun. Tapi tanpa sengaja Sarah menabrak ku hampir jatuh. Setelah itu aku pun mengajaknya untuk ke tempat ini sambil menunggu kalau-kalau ada yang kehilangan anak perempuan." Kata Lisa.


"Maafkan putri ku, Lisa. Ini karena dia sangat jarang berkunjung ke tempat seperti ini." Kata Arslan.


"Ah tidak apa-apa Kak." Jawab Lisa sambil membelai rambut Sarah.


"Oh ya. Jika kau ingin berbelanja, mengapa kita tidak bersama-sama saja dengan yang lain? Di sini juga ada Jerry, Ryan, Daniel, Riko, Bahkan kedua sahabatmu Rina dan Jenny juga ada di sini." Kata Arslan.


"Benarkah Kak? Oh ya. Apakah kau masih bekerja untuk Jerry?" Tanya Lisa.


"Iya. Kemana lagi aku bekerja? Hanya Jerry yang benar-benar sudi menolong ketika aku dalam kesulitan." Jawab Arslan.


"Dia memang pemuda yang baik, Kak. Dulu aku sangat akrab dengan nya. Namun sejak peristiwa itu, aku jadi sangat malu untuk dekat dengan nya." Kata Lisa. Tampak dengan jelas pada raut wajah nya yang penuh penyesalan.


"Jerry sama sekali tidak pernah mempersoalkan masalah yang telah berlalu. Dia masih sama. Tetap rendah hati dan menganggap kami adalah keluarga bagi nya. Padahal antara kami dan dia jelas sekali ada jenjang perbedaan. Kau pasti sangat mengenal kepribadian Jerry ini bukan?" Kata Arslan.


"Iya Kak. Titip Jerry ya. Kau harus menjaga keselamatan Jerry ini. Jika aku sanggup seperti kalian, aku sendiri yang akan menjaga keselamatan nya walau pun itu dari goresan sedikit saja." Kata Lisa.


"Kau tidak usah khawatir Lisa! Kami semua juga sama. Tidak ingin ada yang menyakiti dirinya." Kata Arslan.


Arslan dan Lisa berhenti mengobrol karena dari kejauhan beberapa orang pemuda telah berjalan ke arah dirinya dan Lisa.


Mendapat sentuhan dari seorang lelaki membuat Lisa sedikit gugup. Namun dia tidak berusaha menghindar atau menolak. Dia mengikuti saja kemana Arslan mengajaknya dengan wajah sedikit bersemu merah.


"Di mana Sarah kau temukan Kak?" Tanya Jerry sebaik saja dia melihat Arslan telah menggendong Sarah.


"Ternyata putriku bersama dengan Lisa." Jawab Arslan.


"Oh ternyata kau bertemu dengan Lisa. Bagaimana kabar mu Lisa?" Tanya Jerry.


"Ba.., baik." Jawab Lisa berusaha mengatasi kegugupan. Apa lagi dia melihat Jerry sedang berpegangan tangan dengan seorang gadis yang tak kalah cantik dari dirinya.


"Oh ya. Ayo aku perkenalkan. Ini adalah Clara. Dan Clara, ini adalah Lisa. Sahabat ku satu kampus." Kata Jerry. Lalu mempersilahkan kedua gadis itu untuk berjabat tangan sambil Jerry menyambut Sarah yang minta di gendong oleh dirinya.


"Ayo kita melihat-lihat lagi. Hari ini aku akan memberi kalian diskon 50% Dari setiap barang yang kalian ambil." Kata. Jerry sambil tersenyum.


"Mengapa tidak sekalian kau berikan kami dengan gratis, Jerry?" Kata Daniel sambil tersenyum.


"Gratis? Apakah kau mau wajah pas-pasan ku ini rusak dicakar oleh kakek ku?" Tanya Jerry sambil tertawa diikuti oleh mereka yang juga tertawa membuat suasana di depan toko es krim itu mendadak pecah oleh tawa para memuda pemudi itu.

__ADS_1


"Oh ya Lisa. Apakah kau malam ini ada acara?" Tanya Jerry.


"Tidak. Biasanya aku di rumah saja." Jawab Lisa.


"Nah kebetulan sekali. Aku berencana akan mengadakan makan malam di Lotus mansion untuk merayakan pertemuan dengan para sahabat sekalian menyambut baik Herman yang telah sembuh dari kecanduan. Apakah kau mau bergabung dengan kami?" Tanya Jerry sambil main mata kepada Arslan.


"Jika kau tidak keberatan, boleh juga tuh." Jawab Lisa dengan sedikit sungkan.


"Ah kau terlalu sungkan dengan ku, Lisa. Baiklah. Apakah Kak Arslan mau menjemput Lisa nanti malam?" Tanya Jerry sambil terus main mata.


"Jika Lisa tidak keberatan, aku yang jelek ini sangat merasa terhormat bisa menjemput Lisa." Kata Arslan dengan merendah.


"Kak Arslan terlalu merendah. Justru aku yang merasa tersanjung." Kata Lisa diiringi tepuk tangan semua yang ada di tempat itu.


"Ok. Ayo kita berbelanja! Setelah itu kembali ke rumah dan bersiap-siap. Malam ini kita akan makan enak dan kalian bisa makan dengan sepuasnya di lantai gantung. Apakah ada di antara kalian yang takut ketinggian?" Tanya Jerry.


"Aku jera. Jangan naikkan lagi lantai itu ke atas. Kepala ku jadi pening." Kata Ryan diikuti dengan gelak tawa sekali lagi oleh mereka semua.


"Ayo lah. Aku ingin membeli sesuatu untuk Hellen ku." Kata Daniel.


"Aku juga." Kata Herey.


"Kalian jalan duluan. Aku ingin berbicara kepada Kak Arslan dan Herey." Kata Jerry sambil menyuruh mereka untuk duluan.


Jerry lalu menarik tangan Arslan dan Herey menjauh dari Lisa dan Joanna yang sedang memegang tangan Sarah.


"Ada apa Tuan muda?" Tanya Herey dengan ekspresi tanda tanya.


"Aku tau kalian tidak memiliki banyak uang. Di toko ini tidak ada barang yang berharga murah. Daripada nanti kalian malu di hadapan Lisa dan Joanna, sebaiknya aku mentransfer uang ke rekening kalian. Tapi ingat! Potong gaji 4 tahun." Kata Jerry sambil menahan tawa.


"Aduh Tuan muda." Kata Herey sambil menelan ludah yang terasa panas.


"Aku hanya becanda saja. Ayo sebutkan nomor rekening kalian. Jika kalian nanti di permalukan karena tidak sanggup membeli barang, itu sama saja dengan menaruh kotoran di wajah ku." Kata Jerry sambil mengeluarkan ponsel nya dan men-scan kode di layar ponsel Herey setelah itu di layar ponsel Arslan pula.


"Sudah. Ayo kita pergi. Ingat untuk tidak mempermainkan perasaan Joanna!. Dan Kak Arslan.. Kau jangan terlalu lama menyendiri. Lisa itu sangat cantik. Jika kau tidak bisa mendapatkannya, berhenti saja jadi laki-laki!" Kata Jerry sambil berbalik berusaha untuk mengejar Clara yang pergi bersama yang lainnya.


Herey dan Arslan hanya terbengong dengan mulut terbuka mendengar yang baru saja dikatakan oleh Jerry. Mereka baru tersadar ketika Joanna dan Sarah memanggil nama mereka.


"Oh iya.., iya." Kata Arslan.


"Ayo Kak. Kita harus mengejar tuan muda." Kata Herey. Lalu mereka berlima bergegas mengejar mereka yang sudah jauh di depan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2