PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 42 +


__ADS_3

Mata Haikal tertuju pada wajah pria yang ada di foto itu. Ia seperti pernah melihat pria itu sebelum nya. Tiba - tiba terdengar langkah kaki mendekat ke kamar ini. Haikal tampak panik sehingga...


Cek lek....


Pintu kamar Jasmin terbuka lebar.


"Jasmin!". Panggil Ronal di ambang pintu kamar.


Setelah beberapa panggilan sambil mencari keberadaan wanita itu di kamar nya, Ronal akhirnya menyerah dan keluar mencari di tempat lain.


"Tak biasa nya ia berkeliaran di luar kamar di jam segini". Gumam Ronal bingung.


Kamar itu tampak sangat berantakan sehingga membuat Ronal tidak betah berlama - lama di kamar itu. Setelah pintu kamar tertutup, Haikal akhirnya keluar dari dalam lemari sambil membuang nafas lega. "Hampir saja. Aku harus cepat - cepat keluar dari dalam kamar ini sebelum om Ronal menyadari keberadaan ku di sini. Tapi aku masih penasaran dengan tulisan yang ada di dalam brangkas di bawa foto tadi". Batin Haikal.


Ia kemudian memutuskan untuk membuka kembali brangkas besi itu dengan kode yang sama. Kertas itu di ambil dan bergegas menutup nya kembali. Sebelum keluar, Haikal lebih dulu memperhatikan sekeliling.


"Aman, dua pengawal tadi juga sudah tidak di tempat". Gumam Haikal. Meskipun begitu ia tetao berhati - hati saat berjalan menuju kamar nya.


Jasmin tampak tertidur lelap dengan posisi yang sama seperti sebelum nya. Hanya dengkuran yang terdengar dari wanita itu. Haikal berjalan santai tapi tidak menimbulkan bunyi apa pun. Ia menyembunyikan foto serta kertas yang tertulis sesuatu di antara susunan baju di lemari.


Ia kemudian melanjutkan rencana nya, ia yakin saat ini Ronal sibuk mencari Jasmin di mana. Dua pengawal tadi pasti bungkam tentang keberadaan Jasmin yang saat ini ada di dalam kamar nya. Tidak lama kemudian, Haikal samar - samar mendengar langka tapak kaki yang berjumlah banyak mendekati kamar ini.


"Kerja kalian seharian di rumah ini apa, sih hah? jasmin di mana saja tiada satu pun yang tahu. Mustahil kalau dia tiba - tiba menghilang begitu saja di.rumah ini tanpa ada yang melihatnya. Dasar nggak becus kalian!". Terdengar Ronal memarahi anak buah nya yang tidak tahu di mana keberadaan Jasmin sekarang.


"Maaf kan kami, bos. Tapi kami benar - benar tak tahu di mana non Jasmin berada sekarang". Sahut salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Terus di mana wanita itu sekarang? Dari rekaman CCTV di depan pintu masuk tak terlihat ia keluar rumah. Bahkan satpam pun tak pernah mem bukan pintu untuk siapa pun hari ini kecuali aku". Ronal semakin murka.


"Se - sebenarnya non Jasmin tadi ada masuk ke kamar anak itu dan sampai sekarang belum keluar bos". Yang lain dengan berani menjawab dengan jujur.


"Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?". Kesal Ronal.


"Ka - karena....". Pengawal itu ingin jujur tapi dengan cepat di cegat oleh perkataan Ronal.


"Kita kesana sekarang! Aku juga penasaran bagaimana hasil ia mempengaruhi anak itu untuk mau membalas dendam ku". Ujar Ronal masih berpikiran positif.


"Ta - tapi bos...". Yang lain berusaha mencegah tapi Ronal lebih dulu membuka pintu kamar Haikal yang tak berkunci itu.


Tapi saat pintu terbuka, betapa murka nya Ronal saat melihat Jasmin tidur di samping Haikal dalam keadaan baju yang berantakan.


"Tampaknya non Jasmin meminum obat tidur bos". Imbuh salah satu pengawal.


"Anak ini juga kayak nya meminuma obat yang sama". Lapor yang lain nya saat sudah memeriksa keadaan Haikal yang juga tertidur pulas.


"Bawa wanita ini ke kamar nya! Kurung sampai dia sadar sedang berhadapan dengan siapa". Titah Ronal menunjuk Jasmin dengan kesal.


Meskipun ia yakin Jasmin dan Haikal tak sempat melakukan hal yang macam - macam tapi ia bisa membaca niat di balik semua ini. Keputusan nya sudah bulat, ia akan membatalkan perjodohan di antara mereka. Ia tidak mau menikahi wanita yang memiliki ketertarikan pada orang lain. Sudah dari awal ia tidak suka di jodohkan dengan anak dari om nya ini karena usia mereka sudah tak muda lagi.


Lagi pula ini bukan waktu yang tepat untuk mereka menikah, karena Haikal sudah besar dan sudah saat nya menjalan kan misi pembalasan dendam. Tapi Jasmin yang malah memohon untuk di nikahi, katakan ia sangat mencintai Ronal maka nya ia sampai sekarang belum menikah meskipun usianya sudah menginjak usia kepala lima.


Jasmin juga berjanji akan membantu membalaskan dendam pada keluarga Purbalingga karena sebenarnya ia juga memiliki dendam yang cukup dalam pada keluarga itu terutama pada Zack.

__ADS_1


"Tunjukkan pada ku rekaman karema yang ada di kamar ini! Aku ingin tahu apa saja yang mereka lakukan selama aku tiada di rumah ini". Titah Ronal pada pengawal nya yang lain.


Kini tinggal Ronal dan Haikal yang sedang pura - pura tertidur di kamar ini. Ronal menghampiri Haikal dan mencengkram jari jemarinya dengan kuat.


"Aku sangat ingin membunuh nya mu, tapi waktu nya belum tepat. Aku akan menggunakan mu sebagai alat membalas dendam ku. Setelah ku pasti kan keluarga itu hancur - se hancur - hancurnya, baru lah akan aku katakan jika mereka adalah keluarga mu sendiri. Nikmati penyesalan mu hingga hujung hidup mu". Imbuh Ronal sebelum membalikkan badan nya.


Sebelum keluar dari kamar Haikal. Ia kembali berhenti. "Setidaknya karena kehadiran mu di sini bisa membuat ku membatalkan niat untuk menikahi wanita si4lan itu. Kalau kamu ingin menikmati tubuh nya silahkan! Aku nggak akan ambil pusing". Sambung nya dengan senyum sinis.


Brakkk...


Pintu di banting dengan kuat oleh Ronal saat keluar. Haikal membuka mata perlahan memastikan keadaan sudah aman.


"Tanpa aku lelah mencari bukti, dia sendiri yang datang mengatakan kebenaran. Dugaan ku selama ini benar, mereka hanya ingin memanfaatkan ku untuk balas dendam. Tapi kenapa aku malah berada di tangan mereka saat waktu kecil? Apa mereka menculikku dari keluarga kandung ku?". Bingung Haikal.


Sementara di kamar Jasmin, wanita itu kini menjadi pelampiasan kemarahan Ronal. Dalam keadaan tak sadar kan diri, pakaian wanita itu di lucuti oleh Ronal hingga tak menyisakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuh nya. Memang sudah tak muda lagi, tapi tubuh wanita itu masih seperti wanita yang berusia tiga puluhan.


"Ini yang kamu ingin kan, kan? Aku akan memberikan nya untuk mu tapi jangan harap aku mau bertanggung jawab. Setelah dendam ku terbalaskan, aku akan membuang mu dari hidup ku. Terserah kamau mau hidup di mana atau menyusul almarhum ayah mu yang menyissahkan itu". Ujar Ronal saat menaik turunkan tubuh nya di atas tubuh Jasmin.


Walau pun tertidur, tapi Jasmin tampak nya sangat menikmati permainan Ronal. Ia seperti sedang bermimpi indah. Setelah puas, Ronal memperbaiki pakaian nya lalu keluar kamar meninggalkan Jasmin dalam keadaan masih tak mengenakan pakaian..


Tapi sebelum masuk ke kamar nya, ia tiba - tiba punya ide untuk menyiksa Jasmin.


"Kalian bisa masuk menikmati tubuh nya. Memang tak lagi muda, tapi aku bisa menjamin kalau kalian pasti puas dengan tubuh nya". Ujar Ronal pada tiga pengawalnya yang berjaga di luar.


setelah mendengar perkataan majikan mereka, bagai mendapat keberuntungan di tengah malam. Mereka masuk ke dalam kamar Jasmin secara serentak. Dari dulu mereka memang terpesona pada tubuh Jasmin, tapi mereka di sini haya anak buah, tidak berani berbuat apa - apa di luar batas.

__ADS_1


__ADS_2