PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Penolong yang tak di kenal


__ADS_3

"Ayah. Mereka sudah bergerak. Cepat suruh anak buah mu ke Jembatan!" Kata seorang pemuda dari dalam mobil yang semakin laju seperti kesetanan.


...*...


Sementara itu di atas jembatan, Arslan dan Riko benar-benar kewalahan saat ini.


Selain harus melindungi diri sendiri, dia juga harus melindungi Daniel dan Ryan yang sama sekali tidak pernah berkelahi. Namun walau begitu, mereka juga tidak ingin menjadi beban. Dengan memberanikan diri, mereka berdua juga ikut terjun walau harus jatuh bangun terkena tendangan dari pihak penyerang.


"Daniel.., Ryan...?! Merapat ke mobil!" Kata Arslan berteriak. Saat ini tangan kiri Arslan sudah terluka akibat menangkis beberapa serangan.


Riko juga saat ini sangat babak belur. Berulang kali dia jatuh bangun. Setiap kali tangannya mengarah ke pinggang, setiap itu pula lawan menyerang dari berbagai arah membuat Riko terpaksa berjumpalitan menghindari serangan.


Darah sudah mengalir dari kepala meleleh sampai ke dagu.


Riko berusaha merapatkan punggung nya ke punggung Arslan dan berbisik. "Apakah sampai di sini umur kita Kak?" Tanya Riko.


"Sepertinya begitu Riko. Ucapkan salam perpisahan kepada dunia!" Kata Arslan sambil mencoba tertawa.


"Ayo Kak! Keluarkan tenaga terakhir kita!" Kata Riko sambil menghindari serangan.


Mereka berdua kini mulai terpojok dan tepat ketika perhatiannya terbagi karena melihat Daniel dan Ryan telah di tangkap oleh lawan, satu pukulan keras mengarah ke kepala. Beruntung Riko mampu menangkis pukulan tersebut membuat tangan nya kini memar dan berdenyut sangat sakit.


"Awas Riko!" Kata Arslan sambil menekan pundak Riko dan dengan bantuan tekanan pada tubuh Riko, Arslan segera melompat mengirimkan tendangan ke arah perut lawan.


Bugh...?!


Begitu tendangan Arslan mendarat, lawan pun terhentak di aspal yang keras itu. Namun itu tidak banyak membantu. Karena satu yang jatuh, lima yang datang.


Tepat ketika Arslan sudah terkena tendangan lawan dan lawan mulai menginjak tubuhnya yang sudah tergeletak di jalan, satu mobil hitam kini datang dengan kelajuan tinggi dari arah belakang dan mendadak menekan rem menimbulkan suara berdenyit memekakkan telinga membuat para pengeroyok menoleh kearah datangnya suara itu tanpa di komandoi.


Setelah mobil hitam tersebut berhenti, kini tampak seorang yang tak di kenali wajah nya keluar dari mobil tersebut sambil membawa sepotong rotan yang panjang nya kurang dari satu meter dan mulai mengamuk memukuli siapa saja yang berada di dekatnya.


Setiap satu kibasan rotan tersebut, tampak salah seorang dari pengeroyok berjatuhan sambil memegangi bagian tubuh mereka yang terkena hantaman dari orang yang tak di kenal tersebut.

__ADS_1


Kejadian yang begitu cepat ini membuat beberapa lelaki yang memegangi Daniel dan Ryan mulai melepaskan pegangan mereka. Ini juga termasuk yang menginjak dada Arslan. Mereka seperti melupakan keempat pemuda itu dan mulai membuat ancang-ancang untuk mengeroyok seseorang yang tak di kenal tersebut.


"Maju lah kalian semua!" Kata orang tersebut dan mulai mengibaskan batang rotan di tangannya dan...,


"Bak.., bik.., buk...?!"


Tampak beberapa orang kini menggeliat menahan sakit akibat terkena pukulan dari orang yang tak di kenal itu.


Mendapat kesempatan yang sangat sempit ini membuat Arslan dan Riko segera beringsut mundur dan menyandarkan punggung mereka ke mobil tepat di samping Ryan dan Daniel yang seakan terpana melihat seorang lelaki tak di kenali itu mengamuk seperti banteng terluka memukuli siapa saja yang dapat di jangkau oleh batangan rotan di tangan nya.


"Siapa orang itu Kak?" Tanya Riko kepada Arslan.


"Entahlah, Riko. Aku juga tidak kenal dengan orang itu." Jawab Arslan sambil menyeringai menahan rasa nyilu pada tangannya yang memar akibat hantaman bat stick dari pengeroyok.


"Mengapa dia menolong kita Kak? Aku sama sekali tidak mengenal orang ini." Kata Riko.


"Kita lihat saja Riko! Aku sudah tidak bisa bertarung lagi. Tangan kiri ku mungkin telah patah. Syukur lah ada orang yang mau menolong kita. Jika tidak, kita pasti akan mati di jembatan ini." Kata Arslan membuat Riko meraba tangan Arslan yang sudah terkulai lemas susah untuk di gerakkan.


Baru saja Riko hendak melihat ke arah pertarungan itu, Tiba-tiba dia berseru..., "Awas di belakang mu!" Kata Riko sambil mengeluarkan pistol nya dan...,


Orang yang tak di kenal itu sedikit kaget mendengar suara tembakan itu lalu mengerling ke samping dengan sudut mata nya. Dan kini, dia melihat seaeorang yang tadi hendak membokong nya dari belakang bersimbah darah terkena tembakan yang dilepaskan oleh Riko.


Orang yang tak di kenali itu hanya acuh tak acuh saja. Lalu dia mengambil kesempatan menghajar beberapa orang yang seperti terpana menyaksikan salah seorang dari mereka telah tewas terkena tembakan.


Pertarungan itu terus berlangsung dan para penyerang itu kini tinggal beberapa orang saja lagi yang mampu berdiri.


Keadaan kini bertambah kacau setelah dari arah Metro city berdatangan beberapa mobil dan dari dalam mobil tersebut berkeluaran orang-orang yang memakai pakaian serba hitam dengan gambar naga di bagian dada masing-masing orang.


Mereka yang baru datang itu segera berlari ke arah arena perkelahian dan mulai membuat pengepungan.


"Celaka kita. Orang-orang dari Dragon empire sudah datang ke mari." Kata salah seorang dari mereka.


Tak lama kemudian tampak seorang lelaki setengah baya muncul di antara kerumunan orang-orang tersebut sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


Puk..., puk..., puk...?!


"Hebat. Sungguh hebat sekali. Kalian orang-orang kampung yang datang dari New Village berani sekali membuat onar di wilayah Dragon empire. Benar-benar berani." Kata lelaki setengah baya itu sambil menyeringai geram.


"Kalian semua...?! Apa hukuman bagi orang-orang yang telah berani melanggar kawasan kekuasaan Drako?" Tanya lelaki sangar itu.


"Mati.., mati.., mati..?!" Kata mereka serempak.


"Mati terlalu mudah bagi mereka. Hajar mereka semua dan buang ke dalam gerobak truck dan bawa ke markas kita. Aku memiliki rencana untuk orang-orang ini." Kata lelaki setengah baya yang sangar itu.


Belum lagi gema suara lelaki itu hilang, kini gerombolan orang-orang yang baru sampai tadi langsung menghajar para pengeroyok sampai babak belur dan bonyok.


"Buang ke bawah jembatan bagi yang sudah tak bernyawa lagi dan lempar yang masih hidup ke dalam gerobak truck!." Kata lelaki itu memberi perintah.


Sebelum lelaki setengah baya itu pergi, dia sempat mengacungkan jempol nya kepada seseorang yang hampir seluruh wajah nya di tutupi oleh Masker, kacamata hitam dan topi tersebut.


"Sudah beres?! Ayo bergerak. Jangan sampai pihak berwajib datang. Keadaan akan sangat runyam nantinya." Kata lelaki setengah baya itu segera melenggang menuju ke mobil BMW miliknya dan segera berlalu meninggalkan tempat kejadian itu.


Tak lama setelah itu, penolong yang tak di kenali itu pun segera hendak melangkah menuju kearah mobil nya. Namun langkah nya terhenti karena satu suara menegur nya.


"Tuan penolong.., terimakasih karena telah menolong kami. Apakah aku bisa mengetahui siapa anda ini Tuan?" Kata Riko dengan raut wajah penuh rasa terimakasih.


Lelaki yang tak di kenal itu hanya menggeleng sedikit. Dia lalu segera berpaling dan mengabaikan mereka lalu segera berjalan menuju ke mobil yang agak jauh terparkir di belakang mobil para pengeroyok.


"Atur mobil-mobil itu berbaris di pinggir sungai, lalu bakar!" Kata orang yang tak di kenal itu kepada salah satu anggota Dragon empire sebelum dia pergi.


"Jerry....?!" Kata Ryan seperti bergumam kepada dirinya sendiri.


"Apa maksud mu Ryan?" Tanya Daniel.


"Itu suara Jerry. Walaupun dia berusaha mengubah suaranya, namun nada bicara dan logat nya itu aku kenal betul. Itu pasti Jerry." Kata Ryan sambil mencoba mengejar lelaki yang tak di kenal itu. Namun terlambat, karena lelaki itu sudah masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kelajuan tinggi meninggalkan tempat itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2