
Pagi-pagi sekali Ronald dan Arslan telah berangkat menuju ke lokasi konstruksi di Hillstreet.
Sesampainya di sana, Ronald langsung memperkenalkan Arslan sebagai security baru yang bertugas sebagai penjaga keamanan.
Setelah selesai dengan itu dan ini, maka kini Arslan resmi bekerja di lokasi tapak bangunan itu setelah Security yang lama telah dipindahkan ke bagian lain di Country Home.
"Arslan..., misi mu di mulai hari ini. Apa kau masih ingat dengan pesan ku kemarin?" Tanya Ronald.
"Saya ingat Tuan. Oh ya.., kapan Jerry akan mulai magang di sini?" Tanya Arslan yang tidak sabar untuk bertemu dengan Jerry.
"Besar kemungkinan besok Jerry akan mulai bekerja. Namun kembali lagi ke dirinya saja. Apakah besok atau lusa." Kata Ronald menjawab pertanyaan Arslan.
"Baik lah Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik dalam misi ini." Kata Arslan meyakinkan Ronald.
Setelah berbincang-bincang sejenak dengan tuan Paul, Ronald pun akhirnya masuk dan meninjau-ninjau kawasan itu dan memang sedikit terhambat.
Ada kesenjangan antara anggaran yang telah di keluarkan dengan hasil yang di dapat. Artinya, Perusahaan sangat merugi dari segi pengeluaran.
Ronald juga merasakan adanya kejanggalan itu. Namun dia tidak ingin mengusut terlalu jauh. Ini karena Jerry telah memperingatkan agar dia berpura-pura tidak tau.
"Hmmm..., kalian tunggu lah. Waktunya akan tiba." Kata Ronald dalam hati.
Setelah melakukan beberapa audit di lokasi konstruksi tersebut, akhirnya Ronald pun memasuki mobil nya tanpa memperdulikan tuan Paul yang hanya melihat saja dari jarak tertentu.
Setelah Ronald pergi meninggalkan lokasi konstruksi tersebut, Paul yang sejak tadi memperhatikan kini melangkah menuju pos security yang tepat berada di pintu masuk menuju ke lokasi bangunan.
Arslan yang jeli hanya memperhatikan saja dari sudut matanya dan berpura-pura tidak tau bahwa Paul saat ini sedang berjalan ke-arah nya.
"Anak muda. Boleh aku tau sekali lagi siapa namamu?" Tanya Paul berlagak ramah.
__ADS_1
"Nama saya adalah Arslan Tuan." Kata Arslan menjawab sambil menutup buku laporan keluar masuk kendaraan dan beberapa catatan di hari kemarin.
"Serahkan buku catatan itu kepada ku anak muda. Karena kau baru saja bertugas disini, maka aku akan memberikan buku catatan baru untuk mu." Pinta Paul kepada Arslan.
Arslan tidak membantah sedikit pun. Dia hanya menyerahkan buku catatan itu kepada Paul dan menerima buku kosong yang mulai pagi ini akan menjadi buku laporan aktifitas keluar masuk nya kendaraan ke kawasan tempat pembangunan itu.
Misal, ada mobil truk yang masuk, maka Arslan harus mencatat nomor plat kendaraan, nama si pengemudi, nomor indentitasnya, dari perusahaan kontraktor apa dan barang apa saja yang dia bawa serta berapa jumlah keseluruhan barang yang di bawa masuk.
Hal itu juga berlaku bagi setiap kendaraan yang keluar dari tapak lokasi konstruksi. Arslan juga berhak memeriksa apa-apa saja barang yang di bawa, mengambil beberapa foto sebagai bukti dan apakah itu barang milik pribadi dari kontraktor atau barang milik perusahaan induk tempat para kontraktor memborong pekerjaan.
Itu dilakukan agar ketika suatu saat barang-barang milik perusahaan ada yang hilang atau jumlah yang mengalami penyusutan tanpa adanya sesuatu bukti yang mengesahkan bahwa barang tersebut rusak atau tidak layak pakai, maka selain pihak logistik, security adalah orang yang paling bertanggung jawab dan akan di mintai keterangan.
Dengan adanya buku catatan tersebut beserta tanda tangan dan foto dari pihak yang bersangkutan, maka security bisa mengajukan bukti tersebut pada hari sekian, tanggal sekian bahwa ada aktifitas pengeluaran barang yang di lakukan oleh si 'A' misalnya. Disini security bisa membela diri.
Oleh sebab itu lah mengapa Paul sangat menginginkan buku catatan tersebut.
Satu hal yang ternyata luput dari pengetahuan Paul adalah, bahwa Arslan telah mengambil gambar secara acak dalam buku catatan tersebut dan mengirimkannya kepada Ronald melalui Whatsapp.
"Terimakasih Tuan Paul. Saya adalah orang baru di sini. Dan saya sangat mengharapkan bimbingan dari Tuan Paul agar sudi kiranya memberi tunjuk ajar kepada saya dalam proses pembelajaran bagi saya dalam memulai pekerjaan ini." Kata Arslan penuh harap.
"Kau tidak perlu terlalu sungkan Arslan. Bagi ku itu tidak menjadi masalah. Namun satu hal yang harus kau ingat! Walau pun kau dibawa kemari langsung oleh tuan Ronald, namun di sini, aku lah penguasa nya. Aku adalah Manajer logistik serta Manajer lapangan."Kata tuan Paul berusaha menonjolkan diri.
"Saya mengerti Tuan Paul. Semoga saja saya bisa bekerja dengan baik di bawah perintah anda." Kata Arslan memancing reaksi dari Paul.
"Begitu lebih baik." Kata Paul sambil tersenyum jahat.
"Aku akan menjamin bahwa kau akan betah bekerja di bawah perintah ku dan memiliki pendapatan yang lumayan di luar gaji bulanan mu. Asal, kau bisa memberi kerja sama dengan ku. Apa kau mengerti?" Tanya Paul dengan tatapan tajam.
"Bisakah anda menjelaskan maksud dari perkataan anda tadi Tuan!?" Kata Arslan pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Kau akan mengerti Arslan. Kau akan mengerti dengan sendirinya nanti." Kata Paul membuat Arslan hanya bisa berpura-pura bodoh saat ini.
"Ingat Arslan! Jangan lawan arus. Ini demi dirimu juga. Jika ingin cepat dapat uang, lupakan Ronald dan bekerja lah untukku. Namun jika kau tidak bisa memberikan kerja sama, maka kau akan mendapatkan kesulitan si sini." Kata Paul dengan nada ancaman.
"Baik lah Tuan Paul. Saya tidak berani berbuat macam-macam di sini. Bagaimanapun, anda adalah mentor saya dan saya sangat senang bisa memberi kerja sama kepada anda Tuan." Kata Arslan mulai menjilat.
Paul sangat senang mendengar pernyataan menjilat dari Arslan. Dengan senang dan tersenyum puas, dia menepuk-nepuk pundak Arslan dan berkata, "Nah..., begitu lebih baik."
Arslan juga tersenyum senang dan mulai membungkuk-bungkuk hormat berulang kali di depan Paul.
"Baiklah, waktunya untuk bekerja. Mulai lah pekerjaan mu. Lakukan seperti biasa!"
"Siap Tuan. Saya akan memulai pekerjaan saya dan akan menurut kepada perintah anda.
"Hmmm..., bagus. Sangat bagus!" Kata Paul berulang kali mengangguk dan berlalu meninggalkan pos penjaga security itu di ikuti oleh tatapan penuh ejekan dari Arslan.
"Ternyata kau adalah dalang nya Paul. Bodoh sekali. Sangat bodoh sekali." Kata Arslan sambil membuka laci di meja kerja nya dan mengeluarkan ponsel dari tempat itu dalam keadaan merekam.
Setelah menyimpan hasil rekaman itu dalam format mp3, Arslan pun mulai mengirimkan hasil rekaman itu kepada Ronald melalui Whatsapp.
"Jika cara main mu seperti itu Paul, maka umur mu tidak akan lama lagi di perusahaan ini. Kau tidak tau bahwa aku adalah mata dan telinga yang di kirim oleh tuan Ronald untuk melihat siapa-siapa saja yang terlibat dalam penyelewengan di lokasi konstruksi ini."
Setelah selesai dengan semua nya, kini Arslan mulai menjalankan aktifitas nya dalam melakukan pengecekan setiap barang yang masuk dan keluar layaknya security profesional.
Beberapa catatan laporan yang menyatakan bahwa ada barang yang di bawa keluar oleh kendaraan, tidak lupa di cek. Hari dan tanggalnya juga sangat jelas. Nomor plat serta nomor kartu identitas supir yang mengangkut barang tersebut juga lengkap, serta mengambil beberapa foto dari kendaraan itu.
Dengan ini, maka Arslan akan mempermudah pekerjaan Jerry bagi mengusut apa saja yang keluar secara diam-diam.
Setelah semuanya lengkap, maka tugas Ronald adalah menyuruh orang-orang nya untuk membuntuti kemana barang itu diangkut dan siapa pemanpung barang yang di gelapkan tersebut.
__ADS_1
Bersambung...