
Setelah mobil yang dikendarai oleh Paul meninggalkan lokasi proyek milik keluarga Patrick di MegaTown, Ramsey yang saat ini terlihat sangat bahagia tampak berjalan dengan maksud untuk memerintahkan kerja-kerja pembongkaran bahan material bangunan yang baru sampai tersebut.
Namun, belum lagi dia terlalu jauh meninggalkan tempat dimana dia dan Paul tadi melakukan transaksi pembayaran, kini tampak dari ujung jalan meluncur sebuah mobil BMW M4 dengan kelajuan tinggi.
Begitu akan tiba di dekat Ramsey dan orang-orangnya, mobil itu kemudian mendadak menekan break sehingga suara gesekan antara roda dan aspal seketika membuat sakit di telinga.
Baru saja mobil itu berhenti, kini dari dalam keluar dua orang lelaki. Yang satu bertubuh sedang namun yang satu lagi bertubuh tegap.
Sejenak Ramsey menyipitkan matanya memperhatikan kearah dua orang lelaki yang baru keluar dari mobil BMW M4 tersebut.
"Kau... Bukankah kau adalah Ronald dan Austin?" Kata Ramsey dengan sedikit kaget.
"Benar. Kita bertemu lagi Ramsey. Anjing busuk yang tega melukai tangan tuannya setelah kenyang." Kata Ronald dengan tatapan sinis.
"Puih...! Hentikan omong kosong mu itu Ronald!" Teriak Ramsey sambil menyemburkan ludahnya.
"Hahaha... Mengapa Ramsey? Apakah aku salah?" Tanya Ronald dengan tertawa mengejek.
"Tidak perlu mengungkit kisah lama Ronald. Untuk saat ini, siapa yang sanggup memberi lebih, maka dia layak dijadikan tuan." Kata Ramsey tersenyum sinis.
"Benar-benar tidak punya malu. Apakah urat malu mu sudah putus Ramsey?" Tanya Austin dengan menahan kemarahannya.
"Malu katamu? Apa yang harus aku malukan? Untuk terus bertahan, aku telah lama menghilangkan perasaan malu di hatiku." Jawab Ramsey.
"Membesarkan Anjing sampah. Setelah besar malah menggigit tuannya." Kata Austin menghina.
"Diam kau Austin! Atau aku--?"
"Atau aku apa? Katakan padaku atau aku apa?" Tanya Austin sambil menggulung lengan baju nya.
"Kau berani masuk ke sarang harimau dan mencari penyakit." Kata Ramsey dengan berang.
"Hahahaha... Sarang harimau katamu? Apakah anjing-anjing buduk ini kau anggap harimau?" Tanya Austin sambil menunjuk tepat-tepat kearah wajah anak buah Ramsey yang berdiri dibelakang sekitar 8 orang.
__ADS_1
"Ramsey... Aku hanya ingin mengatakan kepada mu bahwa kedatangan ku kemari untuk menjemput kembali barang-barang milik perusahaan Future of Company yang telah kau curi." Kata Ronald dengan tenang.
"Barang katamu? Sejak kapan kakek mu menitipkan barang kepadaku?" Bentak Ramsey sengit.
"Aku tidak suka berdebat Ramsey. Jika tidak bisa secara baik, maka cara kasar akan aku lakukan." Kata Ronald memberi peringatan.
"Ampuuun... Ampuuun... Tuan besar Ronald. Aku sangat ketakutan. Hahahaha..." Kata Ramsey dengan gestur seperti orang ketakutan.
"Kalian para badut peliharaan keluarga Smith, dengarkan aku! Barang yang telah masuk ke tempat ini, berarti adalah milik perusahaan Patrik. Kau mau apa?" Kata Ramsey melayangkan tantangan.
"Baik lah kalau begitu." Kata Ronald sambil membalikkan badannya.
Tapi gerakan itu adalah tipuan karena setelah itu...,
"Bugh...."
"Plaaak....!"
Terdengar suara pukulan dan tamparan yang sangat keras.
Ramsey yang tidak menduga mendapat serangan mendadak itu hanya bisa terkejut tampa sempat menghindar. Akibatnya, dia pun terjengkang kebelakang.
"Setaaan....! Aku tidak menyangka bahwa anjing-anjing Smith berlaku sangat pengecut. Sekarang ayo kita bertarung." Kata Ramsey dengan kemarahan yang memuncak.
"Aku lawan mu Ramsey." Kata satu suara dari arah belakang.
Begitu Ramsey mendengar suara itu, dia langsung menoleh kebelakang dan alangkah terkejutnya dia melihat Regan dan Jeff telah berdiri disana sambil tersenyum sinis.
"Mengapa Ramsey.., kau terkejut melihat aku masih hidup?" Tanya Jeff.
"Huhh... Jangan senang dulu kalian. Maju lah. Aku akan mengubur kalian hidup-hidup sebagai tumbal di lokasi proyek ini." Kata Ramsey sambil terkekeh ketawa.
Namun sebelum tawanya benar-benar hilang, kini dari segala arah bermunculan orang-orang bersenjata bat stick dan langsung mengelilingi Ramsey dan orang-orangnya.
__ADS_1
"Sialan.. Mengapa kalian keluar terlalu cepat? Aku bahkan belum sempat berkelahi." Kata Jeff memarahi anak buahnya yang mengambil tindakan mengepung Ramsey terlalu awal.
Tadinya Jeff ingin bertarung dulu dengan Ramsey. Tapi karena anak buahnya terburu keluar, maka dapat dipastikan bahwa dia tidak akan jadi berkelahi
"Pak Jeff.., kita tidak boleh membuang waktu terlalu lama. Ringkus saja orang ini dan bawa semua bahan-bahan bangunan yang mereka curi dari perusahaan kita." Kata Ronald.
"Ramsey..., kali ini kau tidak bisa lepas lagi. Ini karena selain kau telah terkepung, kami juga memiliki rekaman Video saat kendaraan berat itu dari Hillstreet menuju ke MegaTown ini. Kami juga memiliki video transaksi antara kau dan Paul." Kata Ronald.
"Menyerah saja Ramsey! Kali ini kau tidak akan bisa lepas lagi." Kata Regan.
"Hahahahaha.... Aku terjebak. Sungguh sangat memalukan Ramsey berakhir seperti ini." Kata Ramsey sambil mengdongakkan wajahnya ke langit.
"Tangkap dia dan masukkan ke mobil!" Kata Ronald memberi perintah.
Begitu mendengar bahwa Ronald telah memerintahkan agar Ramsey dan anak-anak buahnya ditangkap, Jeff langsung menendang betis Ramsey membuat dia berlutut di tanah.
"Kau terlalu banyak berbuat kotor dengan kami Ramsey. Kau merencanakan pembunuhan keatas tuan muda Wilson bersama Robin. Kau juga mengkambing hitamkan Dragon empire yang berbuntut kepada kami semua menjadi sasaran penegak hukum. Kau menjebak Drako sampai harus lari ke Hongkong. Kesalahan mu sudah selangit tembus. Sekarang waktunya pembalasan!" Kata Jeff lalu segera mengikat Ramsey dan menyeret nya ke dalam mobil.
"Aku tidak akan melupakan hari ini. Tunggu lah sampai aku bisa membalas kalian semua. Hari itu akan tiba Jeff." Kata Ramsey dengan geram sambil memberikan ancaman.
"Kapan pun kau mau Ramsey, aku bersedia. Kita buktikan kelak siapa yang paling kuat di antara kita." Kata Jeff tak kalah dingin nya.
"Kalian semua! Segera masuk dan segera hentikan para pekerja yang membongkar muatan. Segera muat kembali barang yang telah sempat di turunkan dan bawa barang-barang itu kembali ke Hillstreet!" Kata Ronald memerintahkan mereka untuk masuk lebih dalam ke kawasan proyek.
Tidak beberapa lama kemudian, kini tampak kendaraan berat yang yang tadi telah memasuki area konstruksi segera berputar balik dan melaju kembali ke Hillstreet.
"Semua sudah selesai. Sisanya biarkan tuan muda yang mengurus." Kata Austin sambil tersenyum puas.
"Ya.. Benar katamu Austin. Namun yang membuatku merasa heran adalah, mengapa nomor ponsel tuan muda tidak dapat di hubungi?" Kata Ronald dengan wajah diliputi tanda tanya.
"Tidak biasanya begitu. Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan tuan muda?" Kata Austin sambil menebak-nebak.
"Jangan berkata yang bukan-bukan Austin! Sebaiknya, ayo kita kembali ke Starhill." Kata Ronald lalu segera berjalan mengarah ke mobilnya.
__ADS_1
Bersambung....