
Bab 105.
Setelah meninggalkan Ryan dan Daniel di kantin, Jerry segera berlari menuju ke kelas Via dengan harapan bahwa dia bisa memberikan perhatian dan kepekaan yang baru di ajari oleh sahabat-sahabatnya tadi.
Dia yang sudah hampir sampai ke kelas Via segera mencari-cari di mana Via berada.
Setelah celingukan beberapa lama, akhirnya dia menemukan bahwa Via sedang bersama dengan Megan dan yang lainnya.
Menyadari bahwa Jerry sedang berdiri di depan pintu, Via yang sejak tadi kesal langsung membuang muka membuat Jerry hanya bisa garuk-garuk kepala.
"Apa yang harus aku lakukan Ya Tuhan.. Aku bahkan tidak tahu harus memulai dari mana." Kata Jerry dalam hati.
"Hei Jerry..., apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Megan dengan wajah galak nya.
"A-- ak-- aku mau menemui Via." Kata Jerry tergagap.
"Buat apa menemui Via? Mau menggoda nya ya, supaya mau dengan mahasiswa menyedihkan seperti mu?" Tanya Megan dengan sinis.
"Megan...! Apa kau ini ibu nya Via? Setiap apa-apa harus lapor dengan mu?" Kata Jerry lalu masuk ke kelas dan langsung menarik tangan Via dengan maksud untuk mengajak nya sedikit manjauhi teman-teman Via yang lainnya.
"Lepaskan aku Jerry! Aku malu di lihat orang satu kelas." Kata Via sambil menarik paksa tangan nya.
"Apa kau tidak dengar Jerry? Huh.., dasar tidak tau malu." Kata Megan di ikuti oleh gelak tawa mengandung hinaan dari yang lain.
Jerry yang mendapat penghinaan seperti ini langsung merasa sakit hati.
"Ya.., Aku memang miskin. Di mata kalian aku mungkin seperti sampah. Tapi apakah aku pernah merugikan kalian? Aku bahkan tidak pernah meminta sesuatu kepada kalian. Jika tidak pernah merasa di rugikan oleh ku, maka berhentilah menghina!" Kata Jerry yang sangat tersinggung.
Niat awal adalah ingin meminta maaf kepada Via dan menunjukkan bahwa dia ingin memberikan perhatian seperti yang di anjurkan oleh Daniel dan Ryan. Tapi siapa sangka bahwa Via mengabaikan nya.
__ADS_1
Tidak mungkin bagi Jerry bisa leluasa berbicara dengan Via, jika disekitar nya ada banyak orang.
Maka dari itu lah Jerry berinisiatif untuk mengajak Via menyingkir sejenak dan mulai mencurahkan isi hatinya kepada Via. Tapi dia malah dibuat kecewa oleh Via.
Bukan saja hatinya sakit karena dihina oleh Megan. Tapi dia juga kecewa karena Via mengabaikan nya sehingga dia menjadi bahan olok-olokan semua yang ada di situ.
"Aku benar-benar tidak akan melupakan hal ini dalam hidup ku." Kata Jerry menatap tajam ke arah Via lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan mereka dengan tatapan mengejek dari Megan dan yang lainnya.
Belum lagi Jerry jauh meninggalkan Via dan teman-temannya, tiba-tiba ponsel Jerry berdering.
Jerry segera menerima panggilan yang ternyata adalah dari Ivan.
Begitu panggilan tersebut terhubung, Jerry langsung menyapa, "Ivan. Kau menelepon ku?" Tanya Jerry.
Di seberang telepon terdengar suara Ivan berkata, "Jerry..., kau di mana sekarang?"
"Aku sekarang sedang berjalan menuju kelas. Ada apa Van?" Tanya Jerry.
"Begini Van, saat ini aku ingin membuka tender bagi beberapa proyek di Country Home. Salah satu nya adalah membangun beberapa Villa dan pemandian air tawar di pinggir pantai Country Home. Tender ini meliputi pembangunan Villa sekaligus tender untuk dekorasinya. Kolam air tawar, serta restoran yang semuanya akan di bangun di sana. Dan tender ini di lakukan secara terbuka. Mereka bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti tender sesuai dengan bidang mereka. Kita akan lihat seberapa mampu mereka bersaing dengan pengusaha lainnya untuk proyek ini." Kata Jerry.
"Begitu? Baik lah Jerry. Aku akan menyampaikan ini kepada tuan James. Bagaimana pun, dia adalah jembatan antara kita dengan para pengusaha itu." Kata Ivan.
"Van.., katakan juga bahwa kami memerlukan bahan material. Kau tentu tau apa yang harus kau sampaikan kepada tuan James. Siapa di antara mereka yang bisa men-suplay bahan bangunan karena proyek ini sangat membutuhkan semua itu dalam jumlah yang sangat besar. Setelah kau menemukan diantara mereka yang mampu menyediakan bahan tersebut, maka segera kunci mereka Van!" Kata Jerry.
"Kau tidak perlu khawatir Jerry. Tuan James akan mengatur nya untuk mu. Hanya saja, mereka ini sangat ingin bertemu dengan pemilik perusahaan Future of Company dan ingin mendiskusikan segala sesuatu nya dengan terperinci." Kata Ivan menyampaikan keinginan para Investor dan kontraktor tersebut.
"Tidak Van. Aku tidak bisa membuka identitas ku untuk saat ini. Tapi walau bagaimana pun, tuan Barry akan mengurus semua itu. Jika mereka masih memaksa untuk bertemu dengan ku, katakan bahwa mereka tidak cukup layak untuk itu. Hehehe..." Kata Jerry sambil tertawa lucu.
"Baik lah Jerry. Aku akan menyampaikan apa yang kau katakan kepada tuan James. Setelah itu, pastikan waktu nya kapan kau akan membuka tender itu." Kata Ivan.
__ADS_1
"Tidak lama Ivan. Ini paling lama dalam satu atau dua minggu ini. Tunggu paman Ronald dan Austin memindahkan beberapa alat berat ke Country Home. Kami akan memulai mendirikan kantor dan Villa contoh di sana terlebih dahulu. Aku rasa tidak akan lama. Walau bagaimana pun itu hanyalah Villa contoh. Hanya saja, berhubung Villa contoh yang akan di bangun ini di pinggir laut, maka proses penanaman pailing akan sedikit memakan waktu. Tapi kau tenang saja! Perusahaan Future of Company milik ku memiliki ramai tenaga ahli dalam bidang ini. Mereka pasti akan sangat bersemangat begitu seluruh alat berat berhasil dipindahkan dari Hillstreet ke Country Home." Kata Jerry optimis.
"Baik lah Jerry. Kalau begitu kita sudahi dulu untuk hari ini. Sebentar lagi dosen datang. Aku harus belajar dengan giat agar bisa menjadi asisten mu." Kata Ivan sambil tertawa.
"Sialan kau Van. Kau dan aku sama saja. Aku harus memastikan bahwa keluarga Patrik pasti akan di pimpin oleh mu beberapa tahun lagi." Kata Jerry.
"Terimakasih..., terimakasih." Kata Ivan lalu mengakhiri panggilan.
"Jerry...! Kau-- kau.. Apakah kau adalah pemilih perusahaan FoC yang misterius itu?" Tanya satu suara di belakang nya.
Bagai di sambar petir, Jerry segera membalikkan badannya dan kini dia melihat bahwa Via dan Megan ada di belakang nya.
Awalnya Megan ingin melarang Via yang segera mengejar Jerry begitu Jerry meninggalkan di mana tadi dia dan yang lainnya berkumpul. Namun siapa sangka bahwa dia dan Via malah mendengar semua percakapan antara Jerry dan Ivan di telepon tadi.
"Aku hanya orang miskin yang terhina. Kau pasti sedang mengigau." Kata Jerry lalu segera melangkah pergi dengan mengabaikan panggilan Via dan tatapan kosong dari Megan.
"Apakah aku salah dengar Via?" Tanya Megan sambil menatap lekat ke wajah Via.
"Oh.., mung-- mungkin saja kau salah dengar." Kata Via.
Via jelas tidak ingin agar identitas Jerry terbongkar.
Bayangkan saja dengan mulut ember milik Megan. Jika dia membeberkan identitas Jerry kepada yang lainnya, maka dapat di pastikan bahwa Jerry akan dalam bahaya besar.
"Lalu apa yang kau dengar tadi Via?" Tanya Megan ingin memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
"Sudah lah Megan. Jerry sedang sakit hati padamu. Makanya dia sengaja berpura-pura di telepon tadi agar kau mengira bahwa dia adalah orang kaya." Kata Via begitu mendapat alasan yang relevan.
"Huh..., Dasar buaya buntung." Kata Megan lalu segera pergi meninggalkan Via yang masih berdiri memandangi punggung Jerry yang semakin jauh.
__ADS_1
Bersambung...