
Pagi ini di Metro city tepatnya di Villa Patrik, tampak beberapa orang sedang berkumpul membahas sesuatu yang sangat serius.
Sudah tidak dapat dibantah lagi semenjak Robin mengambil alih perusahaan dan memaksakan diri menjadi kepala keluarga Patrik, kini hari demi hari keluarga itu kian terpuruk dan semakin merosot jatuh.
Hal ini bisa dikatakan terbalik. Walaupun kini keluarga Smith dan William tampak tidak terlalu agresif lagi di bursa saham dan tampak mengendurkan aktifitas mereka di dunia bisnis, namun perusahaan Future of Company saat ini tampak menyapu habis semua peluang di segala lini. Tentu saja hal ini sangat meresahkan bagi Robin.
Sejak perusahaan Future of Company mengambil alih Smith Group, tidak berapa lama kemudian perusahaan itu juga mengakuisisi William Group Company menjadi anak perusahaan mereka sehingga membuat FoC kini digadang-gadang sebagai calon raksasa tunggal di negara ini melampaui perusahaan milik keluarga Walker dan Patrik.
Tentu ini bukan anggapan kosong belaka. Sejak perusahaan FoC mendeklarasikan berdiri nya perusahaan itu di Starhill, mereka secara membabi-buta telah memenangkan tender untuk pembangunan di New Village dan Juga Country home yang terkenal sebagai markas besar Sendiego salah satu anak buah Robin.
Atas dasar tidak puas hati dari para insvestor dan pemegang saham di perusahaan yang dipimpin oleh Robin dengan kebijakan-kebijakan kontroversi yang dia buat, kini satu per satu mereka mulai melepaskan diri dan berpaling ke Future of Company. Hal ini juga diperburuk dengan berpindahnya para pemasok bahan material yang kini berhenti memberikan pasokan barang kepada perusahaan Patrik dan beralih kepada FoC.
Kini perusahaan Patrik benar-benar berdiri sendiri tanpa ada yang sudi berinvestasi di perusahaan itu.
"Sulit... Benar-benar sangat sulit saat ini. Aku bahkan tidak bisa berfikir bagaimana caranya untuk menyelamatkan perusahaan. Jika terus begini, kekuatan finansial kita akan semakin melemah. Nilai perusahaan akan menurun, dan lama-kelamaan perusahaan akan seperti ayam sayur yang menderita penyakit menunggu mati." Kata Robin sambil membanting tangannya diatas meja.
"Kehadiran FoC benar-benar membawa malapetaka bagi kita Tuan. Saat ini proyek pembangunan kita di MegaTown terpaksa terhenti beberapa kali karena kurangnya bahan material. Ini terjadi akibat para pemasok sudah tidak memiliki lagi rasa percaya kepada kita akibat terlalu lama menunggak kepada mereka." Kata Ramsey sambil menarik nafas berat.
"Bagaimana dengan Paul?" Tanya Robin.
"Beruntung kita masih bisa meminta bantuan dari ular berkepala dua itu Tuan besar. Jika tidak, entah lah. Mungkin proyek kita yang berada di MegaTown tidak akan mengalami peningkatan. Walau pun hanya 10%, Tapi setidaknya Paul ini sangat membantu dan dia lah kini satu-satunya harapan kita yang tersisa." Kata Ramsey lagi.
"Aku mendengar bahwa kau telah meminta beberapa barang dari Hillstreet. Apakah sudah berhasil di dapatkan Ramsey?" Tanya Robin.
"Untuk saat ini gelombang pertama telah berhasil sampai di MegaTown tanpa ada hambatan sama sekali. Untuk gelombang ke dua, baru sampai sekitar 25% Dan itu akan terus diupayakan agar dapat memenuhi target kita. Mereka menumpuk bahan-bahan logistik di Hillstreet dan ini memudahkan kita untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan dengan bantuan Paul." Kata Ramsey lagi membuat Robin sedikit menarik nafas lega.
__ADS_1
"Segera lakukan pembayaran kepada Paul itu! Beri juga beberapa hadiah untuk membuat perut serigala itu kenyang. Saat ini kita sangat membutuhkan seorang penghianat seperti Paul ini. Aku yakin jika perutnya kenyang, maka dia tidak sulit untuk dikendalikan." Kata Robin dengan senyum jahatnya.
"Serahkan saja semua kepada saya Tuan Besar. Saya akan melakukannya dengan sebaik mungkin. Selama ini kita masih belum mengalami hambatan berarti. Itu karena Paul ini mampu menangani dan meyakinkan Presiden Barry dan pimpinan proyek seperti Ronald. Ketika gelombang kedua ini selesai disalurkan ke MegaTown, kita akan segera memutuskan hubungan dengan Paul ini. Biarkan dia dengan nasibnya sendiri dan kita akan lepas tangan." Kata Ramsey juga dengan senyum jahat. Benar-benar Tuan dan Bawahan yang sangat akur.
"Lakukan dengan sebaik mungkin. Aku akan memberimu 5% dari hasil serah terima kelak jika proyek ini selesai 100%." Kata Robin memberi janji yang disambut dengan tepuk tangan semua yang hadir di tempat itu.
...******...
Tiga hari sudah Jerry bekerja sebagai karyawan dibagian logistik. Semakin hari semakin dia menemukan kesewenang-wenangan di lokasi proyek itu.
Arslan yang di bantu oleh 2 orang anak buah tuan Syam juga bertungkus-lumus merekam, mencatat segala bentuk aktifitas keluar masuk barang-barang yang telah di selumdupkan dari Hillstreet menuju sebuah gudang kemudian akan disalurkan ke MegaTown dimana proyek yang sedang di kerjakan oleh perusahaan Patrik sedang berlangsung.
Pandangan Jerry kini tertuju ke-arah 4 mobil berat panjang yang sarat akan segala jenis bahan material seperti semen, batako, kramik, besi cor, dan beberapa bahan lainnya kini terparkir siap untuk di berangkatkan.
"Berapa ratus ribu nilai bahan material itu. Ini benar-benar sangat keterlaluan. Aku akan segera turun dan memcocokkan pembukuan dengan barang yang tersisa." Kata Jerry dalam hati lalu bergegas turun sambil membawa buku tebal dan panjang ditangannya.
"Ini kurang dari Hampir setengahnya." Kata Jerry dalam hati.
Jerry kemudian mendekat kearah Mobil berat yang sarat dengan muatan itu dan mencocokkan dengan yang ada di buku.
"Seharusnya cukup. Berarti bukan salah dari pemasok. Tapi ini jelas penggelapan yang dilakukan oleh staf perusahaan ku sendiri. Kurang ajar. Pantas saja perusahaan mengalami kerugian." Kata Jerry.
"Bukankah aku telah memperingatkan kepada mu Mr.Jerry? Kau tidak perlu melakukan pengecekan! Kau hanya menunggu di depan komputer mu dan biarkan team yang akan memberi laporan. Mengapa begitu sulit bagimu untuk menuruti kata-kataku?" Bentak satu suara dari belakang.
"Maaf Tuan Paul. Tadi aku mengejar seekor tikus yang lari dari ruangan kerjaku dan masuk ke dalam gudang." Kata Jerry sambil sekuat tenaga menahan geram dihatinya.
__ADS_1
"Alasan yang tidak masuk akal. Sekarang kemasi semua barang-barang mu dan kau dipecat!" Kata Paul setengah berteriak.
"Apakah anda yakin akan memecat saya Tuan Paul?" Tanya Jerry dengan nada sinis.
"Mengapa tidak? Anak muda, aku peringatkan kepada mu! Jika kau berani terlalu banyak bicara dihadapan tuan Ronald, aku akan pastikan akan memotong lidahmu. Ingat itu baik-baik!" Ancam Paul kepada Jerry.
"Sekarang silahkan kembali ke ruangan mu, kemasi barang-barang mu, dan angkat kaki dari sini!"
"Baik Tuan. Saya akan keluar dari tempat ini." Kata Jerry lalu segera berbalik menuju ruangannya.
Sebaik sampai di dalam ruangan kerja, Jerry segera mengirim pesan teks kepada Ronald bahwa dia telah dipecat dan akan segera keluar dari lokasi proyek sebentar lagi.
Menerima pesan teks itu, Ronald segera memperingatkan agar Jerry hati-hati karena Paul pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.
Jerry tidak takut sama sekali dengan orang-orang Paul. Dia dengan santai segera mengemas barang-barang nya dan mengambil memory card yang berisi segala file yang dibutuhkan sebagai bukti, lalu segera melangkah keluar dengan tenang.
Sesampainya di luar, Jerry segera mengatakan kepada Arslan untuk mengunci Barrier gate sampai dia benar-benar telah pergi jauh meninggalkan Hillstreet.
Arslan segera faham dan langsung melakukan apa yang disuruh oleh Jerry.
Tak lama setelah Jerry pergi, kini tampak Paul sibuk mencari-cari Jerry kesana kemari dan mulai panik karena beberapa laporan ternyata dibawa kabur oleh Jerry.
"Cari anak itu! Jika bertemu, rampas tas nya dan bawa kepada ku! Jangan lupa patahkan juga kakinya agar dia menjadi cacat." Kata Paul dengan geram.
Ramai anak buah Paul kini bergegas masuk ke mobil dan segera melakukan pengejaran. Namun apa lacur, begitu sampai di pos security, ternyata palang pintunya terkunci dan Arslan tampak sedang makan di kantin tanpa memperdulikan teriakan mereka yang meminta Arslan untuk membukakan palang pintu tersebut.
__ADS_1
Bersambung....