
Kriiiing....!
Kriiiing....!?
"Jessica. Ada informasi apa yang ingin kau sampaikan kepadaku?" Tanya seorang pemuda yang sedang duduk di kursi ketua didampingi oleh dua orang lelaki setengah baya.
"Jerry. Apakah kau akan menghadiri acara peresmian hotel Mega itu sore ini?" Tanya seorang gadis kepada pemuda yang ternyata adalah Jerry itu melalui panggilan telepon.
"Ya. Aku akan pergi ke MegaTown untuk menghadiri acara itu." Jawab Jerry.
"Kalau boleh aku memberi saran, sebaiknya jangan datang ke MegaTown! Ini karena, Robin telah mengatur perangkap untuk mu. Dia juga terus-menerus menghasut Fardy dan Syntia untuk memprovokasi dirimu nanti dalam acara itu. Tujuannya adalah, memancing kemarahan mu. Jika kau marah, kau pasti akan menyerang mereka. Robin akan memanfaatkan situasi ini untuk membunuh mu dan Ryan juga Daniel dengan alasan mempertahankan diri. Aku mendengar sendiri tentang rencana ini dan mereka menyebutkan nama terakhir sebagai sasaran utama mereka." Kata Jessica.
"Tidak bisa Jessica. Aku harus pergi memenuhi undangan mereka. Usahakan agar kau tidak terlibat jika terjadi bentrok nantinya." Kata Jerry tetap dengan pendiriannya.
"Katakan padaku di mana saja mereka memuaskan kekuatan mereka dan berapa jumlah keseluruhan anak buah mereka?" Tanya Jerry pula.
"Mereka memuaskan hampir 500 orang di sekitar hotel dan sekitar 100 orang di dalam aula tempat acara itu berlangsung nanti. Satu pesan ku. jangan mudah terprovokasi oleh kata-kata yang akan mereka ucapkan kepada mu." Pesan Jessica.
"Cepat sekali mereka mengumpulkan kekuatan. Apakah kau bisa memberiku sedikit bocoran dari mana orang-orang ini didapatkan oleh Fardy?" Tanya Jerry.
"Bukan Fardy tapi Robin yang menyewa orang-orang dari MegaTown dan sekelompok pembunuh bayaran dari New Village. Mereka ini pelarian entah dari mana dan menetap di perkampungan itu. Di pertemuan nanti, walaupun Robin tidak menampakkan diri, namun seluruh rencana berada dalam genggamannya. Itu lah yang aku khawatirkan." Kata Jessica.
"Katakan kepada Jimmy untuk menyingkir bersamamu. Karena ketika bentrok terjadi, aku tidak akan pandang bulu." Kata Jerry.
"Baiklah Jerry. Aku akan mengingat pesan mu. Lalu apa rencana mu?" Tanya Jessica.
"Tidak. Aku tidak memiliki rencana apa pun. Aku hanya mengikuti rentak mereka saja." Jawab Jerry. Jelas dia tidak akan membocorkan rencananya kepada orang yang tidak tau asal usulnya seperti Jessica ini. Bagi Jerry, dia menganggap Jessica dan Jimmy ini seperti membeli kucing dalam karung.
"Ya sudah kalau begitu. Ingat untuk tidak terprovokasi! Banyak pejabat penting di sana nanti. Mereka pasti akan membela Robin jika kau memulai menyerang mereka."
"Baiklah. Terimakasih atas informasi dari mu Jessica." Kata Jerry mengakhiri panggilan sambil menatap serius kearah dua orang lelaki setengah baya yang duduk di depan kiri dan kanannya.
__ADS_1
"Tuan Syam dan Ayah angkat. Apakah anda sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Jessica?" Tanya Jerry.
"Hmmm.., Robin ini. Benar-benar tidak ada jera nya. Dia menunggangi keluarga Ramendra secara brutal. Licik sekali." Kata Drako.
"Kalau masalah mematahkan rencana dari Robin ini mudah saja. Jika mereka memprovokasi kita, maka balas dengan provokasi pula. Daniel adalah orang yang tepat. Dia bisa memancing kemarahan siapa saja dengan cara yang dia miliki. Daniel tidak ada duanya dalam urusan ini." Kata tuan Syam.
"Memang aku akui bahwa Daniel memang ahli dalam hal ini. Namun aku sangat mengkhawatirkan keselamatan sahabatku itu." Kata Jerry.
"Anda jangan khawatir Ketua. Herey sudah berada di sana untuk membaca keadaan. Ketika mereka mencium adanya tindakan yang dapat mencelakai anda bertiga, mereka pasti akan bertindak cepat untuk melindungi." Kata tuan Syam berusaha meyakinkan Jerry.
"Tetap saja aku khawatir. Tidak masalah jika aku yang cedera. Tapi jika itu sahabatku, aku pasti akan mengamuk." Kata Jerry.
"Dimana baju anti peluru milikmu yang aku beri dulu?" Tanya Drako.
"Ada. Tapi yang satu lagi ada pada Ryan. Aku tidak tau apakah dia membawanya ke Metro city ini atau tidak." Jawab Jerry.
"Mengapa kau berikan kepada Ryan? Apakah dia pernah terlibat masalah dengan kelompok gengster?" Tanya Drako.
"Tidak perlu khawatir kalau masalah itu. Aku memiliki beberapa." Kata tuan Syam membuat Jerry berbinar-binar.
"Baiklah. Sampai bertemu di MegaTown." Kata Jerry lalu segera berdiri dan mengikuti tuan Syam untuk mengambil dua helai baju anti peluru.
*********
Hotel Mega---MegaTown.
Saat ini di depan hotel Mega telah banyak orang-orang berdatangan sehingga membuat tempat parkir di depan hotel maupun di tempat parkir khusus di dalam hotel tersebut penuh sesak.
Berbagi kendaraan mewah terparkir di sana membuat pemandangan itu benar-benar berbeda dari hari biasanya.
Di ujung jalan tampak dua mobil sport Marcedez dan Jaguar meluncur mulus dan memarkir mobil tersebut sesuka hatinya membuat orang-orang yang berada di sana merasa tidak senang. Namun ketika melihat siapa yang keluar dari dalam mobil tersebut, mereka langsung bungkam dan berpura-pura tidak melihat.
__ADS_1
Kini tampak tiga orang anak muda berjalan meninggalkan mobil yang melintang membujur itu menuju ke arah kerumunan orang-orang yang memelototi kendaraan yang terparkir sungsang tersebut.
"Wah.., satu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan pemilik perusahaan Future of Company di sini." Kata mereka begitu melihat tiga orang pemuda itu menghampiri mereka dengan senyum merendah.
"Hmmm.., apakah aku mengenal mu?" Tanya pemuda yang dikatakan sebagai pemilik FoC itu.
"Ah.., maafkan saya Tuan. Sudah tentu anda tidak mengenal saya. Tapi siapa yang tidak mengenal anda? Penguasa tiga kota besar yaitu Metro city, Starhill dan Country home." Kata lelaki itu dengan gaya bicara menjilat yang memuakkan.
"Oh. Bagus. Ternyata anda pandai mengukur betapa tingginya gunung dan dalamnya lautan." Kata pemuda itu lalu kembali berkata, "Kau jaga mobil ku itu. Jangan sampai lecet."
"Hehehe. Saya akan menyuruh tukang parkir untuk menjaga mobil anda Tuan penguasa." Kata lelaki itu tersenyum sumbing.
"Ryan dan kau Daniel. Ayo kita temui yang lain. Mereka ini hanya sampah bagiku. Sama sekali bukan kelas ku untuk berbicara dengan penjilat seperti ini." Kata pemuda itu kepada kedua sahabatnya yang bernama Ryan dan Daniel.
"Ternyata kau pintar juga memprovokasi orang. Aku kira kau hanya bisa marah, Jerry." Kata Daniel sambil tertawa.
"Sebatas itu aku bisa. Tapi selanjutnya nanti adalah bagianmu." Kata pemuda bernama Jerry itu.
"Kau tenang saja. Aku akan membantai telinga mereka sampai berdarah. Asalkan satu! Kau tidak boleh terpancing lebih dulu. Jika kau terpancing, maka gagal lah sudah rencana kita." Kata Daniel diikuti tawa dari Jerry dan Ryan.
"Sebaiknya kita masuk saja ke dalam. Keluarkan kartu undangan kalian. Aku tidak mau nanti tukang sambut tamu itu nyinyir hanya karena kertas pembungkus belacan ini." Kata Jerry sambil mengacungkan kartu undangan ekslusif itu membuat semua yang mendengar jadi terbengong-bengong.
Bisik-bisik di antara mereka kini terdengar seperti dengungan lebah.
"Apakah dia pemilik perusahaan Future of Company?" tanya mereka kepada yang lainnya.
"Benar. Dia adalah penguasa tiga kota besar. Bahkan dia juga memiliki proyek di MegaTown ini." Jawab yang lainnya.
"Pantas dia begitu arogan."
"Alah sudahlah. Horang kayah kan bebas."
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak menyumbat mulut orang dengan uang." Kata Jerry tanpa menoleh membuat mereka yang bergosip tadi segera menutup mulut mereka.