
POV Haikal
"Aku sudah agak kamu nggak akan percaya, suami saya sendiri pun nggak percaya tapi ini lah kenyataan nya mbak". Ibu itu terlihat menyakinkan.
"Apa kah wanita yang di maksud itu Karina?". Gumam ku.
Yang juga kurang yakin kalau Karina bisa melakukan itu seorang diri. Selama ini yang ku tahu dia tidak pandai seni bela diri, jangan kan melawan preman yang berbadan besar dan tegap, melawan sesama wanita saja ia tak berani. Tapi Karina sekarang ada di mana? Setidak nya dengan kematian juragan Jarwo membuat ku lega karena karina tidak akan di nikahi oleh pria m3sum itu. Sudah memiliki empat istri masih belum puas dan ingin menjadikan Karina yang masih berstatus siswi untuk di jadikan istri.
"Jadi kemana wanita itu sekarang, mbak Lisa?". Tanya wanita itu lagi.
"Em, kalau tak salah ia berlari dan membawa satu mobil milik juragan Jarwo yang terparkir di halaman depan itu". Jawab mbak Lisa sambil menunjuk keluar rumah.
Setelah memastikan Karina tidak ada di rumah ini dan menurut mbak itu, wanita semalam yang berhasil membunuh juragan pun sudah selamat. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah duka ini.
Ternyata di depan gerbang rumah ini, sudah ada bang Jo yang menunggu ku sambil bersandar di pintu mobil.
"Bagaimana bang Jo tahu aku ada di sini?". Tanya ku penasaran..
"Tiada yang tidak bisa saya ketahui, Kal. Hanya keberadaan kamu mah gampang, ke mana saja kamu pergi pasti abang akan tahu". Jawab bang Jo dengan percaya diri.
"Berarti abang bisa bantu mencari keberadaan adik saya dong?". Tanya ku dengan semangat empat lima.
"Sudah tentu". Jawab bang Jo membuatku semakin bersemangat..
"Dimana bang? Bawa aku bertemu dengan nya". Ajak ku.
__ADS_1
Bang Jo hanya bisa menghela nafas berat lalu memasuki mobil tanpa memberi jawaban atas permintaan ku tadi. Aku ikut masuk ke dalam mobil sambil menunggu, mungkin bang Jo ingin langsung membawaku bertemu dengan Karina.
Tapi kenapa kami malah pulang ke mansion? Apa kah Karina ada di dalam ingin meminta pertolongan pada ku, maka nya ia ada di dalam?
"Kenapa kita malah pulang ke mansion bang?". Tanya ku ingin memastikan tebakan ku benar atau salah.
Bang Jo kembali menghela nafas, lalu menatap ku iba. "Maaf ya Haikal. Saya tidak bisa memberi tahu kamu keberadaan Karina saat ini di mana. Karena sebelum nya saya sudah lebih dulu menyelidiki siapa yang telah memberi nya perlindungan dari belakang, dan ternyata orang itu bukan orang sembarangan. Mustahil bagi kita bisa mendekati salah satu anggota dari mereka termasuk Karina yang saat ini sudah menjadi bagian dari mereka". Jelas bang Jo membuat ku bingung dengan ucapan nya.
"Maksud bang Jo gimana, sih? Aku kurang faham". Tanya ku lagi. Bukan nya tidak faham dengan yang bang Jo coba sampaikan. Tapi menurut ku mustahil Karina menjadi salah satu bagian dari orang - orang penting.
Setahu aku selama ini, Karina tak pernah aneh - aneh, keluar rumah hanya saat ke sekolah saja. Di mana pula dia bisa mengenal orang - orang itu?
"Begini Haikal. Sebenarnya saat kamu tinggal di mansion, ada sepasang suami istri yang datang ke rumah kamu meminta Karina untuk di jadikan anak angkat. Tapi Karina dan mama kamu keberatan dan menolak permintaan itu. Tapi atas kejadian beberapa hari ini, Karina berubah pikiran karena tidak mau menikah dengan juragan Jarwo. Ia menyetujui permintaan suami istri itu tanpa sepengetahuan mama kalian. Ia juga meminta bantuan untuk membunuh juragan Jarwo yang sudah membuat keluarga nya porak poranda". Kata bang Jo.
Aku akhirnya sedikit mengerti dengan kejadian yang terjadi.
"Bisa jadi". Jawab bang Jo.
"Siapa mereka bang? Aku hanya ingin memastikan keadaan Karina baik - baik saja di tangan mereka". Aku begitu penasaran dengan sosok yang ingin menjadikan Karina anak angkat itu.
"Aku tidak bisa memberi tahu kan identitas mereka". Sahut bang Jo enggan.
"Tapi kenapa bang? Aku hanya...". Aku masih ingin memohon tapi sorot mata bang Jo yang mengintimidasi membuat ku menyerah. Aku tahu ia pasti ada sebab tersendiri mengapa tidak memberi tahu kan identitas mereka padaku.
"Jangan mendesak ku, Kal! Lebih baik kamu fokus menjalani hidup mu sendiri. Masalah Karina, kamu tenang saja dia akan hidup lebih baik bersama keluarga baru nya". Potong bang Jo.
__ADS_1
Kini giliran ku yang menghela nafas berat. Bagaimana aku bisa tenang kalau tidak melihat nya sendiri? Tapi aku juga tidak bisa memaksa bang Jo mengatakan nya pada ku. Aku akan mencari tahu sendiri dimana keberadaan Karina sekarang. Aku juga penasaran siapa pasangan yang mengadopsi Karina?
*
*
Keesokan hari nya aku mendatangi rumah mama sepulang sekolah. Rumah itu tampak sangat berantakan sama seperti saat aku meninggalkan nya semalam untuk mencari keberadaan Karina. Mama sama sekali tidak membersihkan rumah ini dari semalam.
"Mah, mama". Panggil ku tapi sama sekali tidak mendapat jawaban dari mama. Mencari kemana - mana tetap tidak melihat keberadaan mama.
"Ma, mama". Beranikan diri membuka pintu kamar mama yang selama ini menjadi pantangan ku di rumah ini. Yaitu memasuki kamar mama dan papa, bahkan untuk sekedar membersihkan nya pun tidak di benar nya.
Saat pintu terbuka, kamar ini sama saja berantakan nya dengan keadaan ruang tamu dan dapur. Tiba - tiba teringat perkataan mama saat bertengkar dengan papa tempoh hari. Karena penasaran ada apa di dalam kamar ini sehingga aku tak di benarkan untuk masuk, membuka lemari dan mencari sesuatu yang di sembunyikan oleh mereka dari ku.
Mencari sesuatu yang mungkin terselit di bawa lipatan baju. Tapi setelah mencari di lemari ini ternyata tidak ada. Tiba - tiba mata ini tertuju pada figuran usang yang tergantung di dinding. Foto nikah mama dan papa yang tampak bahagia. Ternyata mereka pernah juga tersenyum cerah antara satu sama lain. Selama ini hanya melihat pertengkaran mereka saja sama sekali tak pernah melihat mereka akur walau sebentar.
Mengambil figuran itu dan ternyata di balik nya ada sebuah lubang kecil yang di tutupi kain usang. Memang ambil semua yang yang ada di dalam lubang itu dan mulai memeriksa satu persatu.
Ada sebuah foto anak kecil berusia sekitar dua tahunan yang di gendong oleh seorang pria paruh baya. Di balik foto ini juga terdapat tulisan.
'Rawat anak ini, kami akan mengambil nya saat ia sudah layak menggantikan posisi kami untuk membalas dendam pada keluarga Purbalingga'.
Apa maksud dari tulisan yang berisi pesan ini? Siapa anak kecil yang ada di foto ini? Apa kah ini aku? Ternyata benar yang di ucap kan mama, aku bukan nya di pungut dari tempat sampah oleh papa melainkan ada seseorang yang menitipkan ku pada nya.
Tapi pesan yang tertulis juga mengatakan soal dendam pada keluarga Purbalingga. Bukan kah itu adalah nama keluarga dari majikan ku saat ini? Ada dendam apa pria yang menitip kan ku ini pada keluarga majikan ku? Begitu banyak misterius yang baru kini ku ketahui.
__ADS_1
Aku harus mencari tahu siapa pria yang ada di foto ini. Tapi aku harus bertanya pada siapa? Keberadaan papa saat ini juga tak ku ketahui, mama juga sekarang entah kemana. Semoga ia baik - baik saja dan hanya keluar rumah untuk menenangkan pikiran.
Siapa aku sebenarnya?