PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Riko selamat


__ADS_3

Villa Smith bukit Metro.


Mobil sedan usang melaju kencang menuju ke sebuah Villa yang sangat megah


Tampak di dalam mobil tersebut seorang pemuda sedang menyetir. Sedangkan di belakang, tampak dua orang lelaki tua. Namun yang seorang lagi kelihatan sangat lemah.


Begitu mobil itu berhenti di depan Villa tersebut, tampak lelaki tua kira-kira sebaya dengan lelaki di dalam mobil tadi segera berjalan keluar dari gerbang pagar menyambut kedatangan mobil sedan tersebut.


"Bocah nakal Aaron Patrik. Hahaha.., selamat datang sahabat ku." Kata lelaki tua itu sambil tersenyum bahagia.


"Hahaha.., Bocah suci Leon Smith.., maaf jika kedatangan ku ini akan membuatmu susah." Kata lelaki tua itu sebaik saja keluar dari mobil.


"Ah tidak ada yang akan kau susahkan. Aku justru sangat senang melihat mu baik-baik saja."


"Terimakasih Leon... Oh ya.., ini adalah Ivan cucu ku." Kata tuan Aaron Patrik memperkenalkan cucu nya kepada Leon Smith.


"Ivan mengucapkan salam kepada Kakek Smith." Kata Ivan sambil membungkuk memberi hormat.


"Wah.., cucu mu sangat tampan Bocah nakal. Apakah ini yang dikirim oleh Robin ke Starhill?" Tanya tuan Smith.


"Benar. Tapi aku telah menyuruh James agar memberitahu kepada cucuku ini untuk beracting. Dengan begitu baru lah bisa mencari bantuan. Beruntung cucu mu memiliki hati dan budi pekerti yang baik. Jika tidak, mungkin sampai mati aku akan tetap di ruang tahanan itu." Kata tuan Patrik.


"Ah aku sampai lupa. Ayo mari kita masuk dulu. Kau pasti sangat lelah." Kata tuan Smith sambil mempersilahkan tamu nya untuk masuk.


"Aaron.., setelah ini, apa rencana mu selanjutnya?" Tanya tuan Smith.


"Rencana ku sederhana saja. Aku ingin memulihkan keadaan keluarga Patrik yang porak poranda oleh ulah anak berhati iblis itu. Membenahi keadaan perusahaan yang kacau balau." Kata tuan Patrik.


"Jika kau butuh dana, kau tinggal sebut saja Aaron! Aku akan membantu mu." Kata tuan Smith.


"Hahaha... Apa kau kira bahwa aku telah jatuh miskin Bocah suci? Kau lupa bahwa aku masih memiliki pertambangan berlian di Afrika, berinvestasi di timur tengah dan milyaran uang di bank swiss. Yang di ambil oleh Robin itu hanya seujung kuku. Tidak lebih dari secangkir air dari tempayan yang penuh." Kata tuan Aaron sambil terkekeh.


"Lalu bagaimana dengan Robin yang saat ini melerikan diri?" Tanya tuan Smith.


"Anak durhaka itu akan tau akibatnya telah bermain-main dengan api. Aku tau kepada siapa saat ini dia berlindung. Itu pasti Ramendra."


"Ramendra? Bukankah selama ini Ramendra seperti mengasingkan diri?" Tanya tuan Smith.

__ADS_1


"Kau salah Leon. Ramendra adalah dalang yang hebat. Sementara Robin adalah wayang yang akan selalu menuruti keinginan sang dalang."


"Leon.., di mana surat wasiat yang aku titipkan kepada mu?" Tanya tuan Patrik.


"Surat wasiat ini ada pada Mr.Brylee. Waktu itu aku meminta Jerry untuk menitipkan surat wasiat itu. Emmm.., begini saja. Aku akan mengatur makan malam untuk merayakan kebebasan mu. Aku ingin mengadakan penjamuan di Villa ini yang akan di hadiri oleh 4 naga sejati." Kata tuan Smith.


"Naga sejati katamu? Kita tak lebih dari 4 naga ompong. Hehehe... Baiklah disaat yang sama aku akan membacakan surat wasiat ku itu." kata tuan Patrik.


"Baiklah Bocah nakal. Ayo aku tunjukkan kamar mu. Kau tentu sangat kelelahan."


"James.., ayo bantu Tuan mu!" Kata tuan Smith sambil mendahului mereka.


...*********...


Rumah sakit rakyat Country home.


"Pak Ramos.., sebaiknya anda kembali dulu. Sudah sangat larut malam. Pasti keluarga anda ingin bertemu dengan anda." Kata Jerry.


"Apakah keluarga ku baik-baik saja Tuan muda?" Tanya Ramos dengan raut wajah khawatir.


Dia hampir lupa dengan nasib keluarganya karena terlalu memikirkan keadaan Riko.


"Paman Austin.., silahkan bawa Pak Ramos menemui keluarganya!" Kata Jerry meminta kepada Austin.


"Baiklah Tuan muda."


"Mari Pak Ramos.., Silahkan!" Kata Austin memberi jalan.


*Kak Arslan tidur lah. Kau juga sudah sangat lelah. Oh ya.., putri mu ada bersama Hellen dan Joanna. Mereka di kawal oleh dua orang anak buah Herey." Kata Jerry.


"Syukur lah. Terimakasih Jerry!" Kata Arslan.


"Aku akan menunggu di sini. Aku tidak akan tenang selagi Dokter belum keluar dari ruang operasi." Kata Jerry.


...*...


Tepat jam 1 dini hari.

__ADS_1


Jerry mulai gelisah dan mondar-mandir di depan pintu ruang operasi. Hatinya mulai berfikir yang macam-macam saat ini.


Dalam kekelutan batinnya, tampak pintu ruangan itu terbuka dan muncul lah seorang dokter dengan wajah kelelahan.


Begitu dokter itu muncul, Jerry langsung memberondong dokter tersebut dengan pertanyaan.


"Dokter.., bagaimana dengan sahabat saya? Apakah operasi nya lancar? Apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Jerry dengan satu nafas.


"Tuan Jerry. Operasi berjalan dengan lancar. Saat ini pasien sudah melewati masa-masa kritis." Kata Dokter tersebut sambil menarik nafas panjang. Tampak dari wajahnya bahwa dia juga merasa sangat bersyukur dengan kesuksesan operasi yang dilakukannya bersama dengan team.


"Syukur lah. Terimakasih dokter... Terimakasih banyak-banyak." Kata Jerry tanpa bisa menyembunyikan kegembiraan nya.


Tuan Obery yang kala itu sudah tidur-tidur ayam segera terjaga dan berulang kali mengucapkan puji syukur.


Baru saja Jerry akan duduk di kursi kayu, dari ujung lorong tampak empat orang pemuda berjalan ke arahnya.


"Daniel, Ryan, David dan Kevin. Bagaimana keadaan di luar?" Tanya Jerry.


"Keadaan di luar sudah terkendali. Pihak pemadam kebakaran tidak bisa menyelamatkan kantor Arsend. Mereka hanya berjaga-jaga agar api tidak merembet ke rumah penduduk." Kata Daniel.


"Jerry.., bagaimana dengan keadaan Riko?" Tanya Ryan.


"Baru saja dokter mengatakan bahwa operasi berjalan dengan lancar. Mungkin sebentar lagi Riko akan di pindahkan dari ruang operasi." Kata Jerry.


"Oh. Syukurlah. Kau istirahat lah Jerry. Biar kami yang gantian berjaga." Kata Ryan. Dia benar-benar tidak tega melihat keadaan Jerry yang terlihat sangat kuyu itu.


"Aku tidak bisa. Hatiku tidak akan tenang sebelum melihat seperti apa keadaan Riko." Kata Jerry.


"Baik. Kita sama-sama akan menunggu di sini." Kata Ryan mengalah.


Tak lama setelah itu tampak asisten dokter keluar dari ruangan operasi untuk memindahkan Riko dari ruangan tersebut.


Melihat keadaan Riko, Mereka berempat merasa lega dalam hati.


Ternyata Riko baik-baik saja.


"Anda susah melihat keadaan Riko, Tuan muda. Sekarang sebaiknya anda istirahat lah!" Lata David menganjurkan agar Jerry segera beristirahat.

__ADS_1


"Baiklah. Kalian harus berjaga-jaga! Kevin dan Ryan tidur dulu selama 2 jam. Setelah itu gantian David dan Daniel." Kata Jerry lalu mereka segera menyusul perawat yang membawa Riko menuju ke kamar pasien Vip.


Bersambung...


__ADS_2