PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Makan malam yang mengesankan


__ADS_3

Bab 118.


Akhirnya acara yang di tunggu-tunggu pun tiba.


Kini tampak para anak muda-mudi itu manaiki tangga menuju ruangan Vip dan mulai memesan segala jenis masakan dan minuman.


Tampak raut wajah ceria semua orang menghiasi acara makan malam itu.


"Teman-teman. Silahkan nikmati makan malam kalian dan aku akan sangat senang jika kalian tidak memiliki perasaan sungkan." Kata Ryan sedikit berbasa basi dengan teman-teman yang dia undang.


"Ah Ryan..., tidak ada sungkan diantara kita. Ayo lah. Kita akan makan sepuasnya malam ini." Kata Ivan sambil mengambil sesuatu dan meletakkannya di piring milik Lorna.


"Piring ku masih kosong. Lihat itu!" Kata Adele dengan masih memasang wajah cemberut.


"Adele.., jika kau tidak keberatan, biar aku yang menjadi pelayan mu seumur hidup." Kata David dengan wajah tebal memberanikan diri menawarkan sesuatu kepada Adele.


"David..! Ah yang benar saja. Apakah aku pantas?" Kata Adele tersipu malu-malu.


"Sangat pantas....! Sangat pantas. Ayo terima Adele!" Kata Kevin berteriak dan tidak mau kalah dengan David dan Ivan.


"Lira.., katakan jika kau menginginkan sesuatu! Aku akan memberikannya untuk mu. Bahkan jika restoran ini di jual, aku akan membelikannya untuk mu." Kata Kevin dengan sangat percaya diri.


Semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Kevin.


"Ayo Lira. Tunggu apa lagi?" Kata Via yang sangat senang melihat sahabat baiknya itu akhirnya mendapat perhatian dari Kevin yang paling imut diantara yang lainnya di ruangan itu.


Melihat semua pandangan tertuju kepadanya, Lira hanya bisa tersipu malu lalu berkata, "Kevin.., aku haus." Kata Lira.


"Kalian dengar itu? Lira ku sedang haus. Aku akan mengambilkan minum untuk nya. Lira, izinkan aku menjadi pelayan mu dalam sisa hidup ini." Kata Kevin lalu buru-buru mengambil segelas minum dan memberikannya kepada Lira.


"Terimakasih Kevin." Kata Lira tersenyum malu-malu. Sangat manis senyuman itu di mata Kevin.


"Huuu... Ternyata acara makan malam ini adalah ajang perjodohan." Kata Herman sambil menolak pundak Ryan yang juga ikut tertawa.


"Kau hebat Ryan. Mari kita bersulang untuk Ryan!" Kata Jerry lalu mengangkat gelas minum nya dan mengajak Ryan untuk bersulang.


"Sialan Jerry ini. Masih bisa bercanda. Bukankah ini adalah rencana nya sendiri." Rutuk Ryan dalam hati.


Mereka kini saling bersulang sambil tertawa bersama.

__ADS_1


"Ayo bersulang dan jangan takut mabuk. Disini tidak ada Alkohol." Kata Ryan sambil mengangkat lagi gelas nya.


"Alkohol tidak baik untuk kesehatan. Kita lebih baik meminum teh saja." Kata Daniel yang ikut-ikutan mengangkat gelas nya.


"Sekarang giliran ku." Kata Daniel dan mulai mendekati Hellen.


Daniel kini berlutut di hadapan Hellen dan berkata, "Hellen, izinkan aku menjadi bagian kisah panjang dalam hidup mu dan aku akan sangat bahagia jika aku bisa menjalani sisa hidup ini bersama mu. Menjaga mu, membahagiakan dan selalu ada untuk mu dalam suka dan duka." Kata Daniel sambil mengeluarkan kotak dan membukanya di hadapan Hellen.


Melihat aksi Daniel ini, Hellen hanya mampu menatap wajah penuh harap Daniel sambil mendekap mulutnya seakan tidak percaya.


Hening...


Ruangan itu kini menjadi sangat hening. Semua mata memandang dengan jantung berdetak kencang. Mereka menunggu apa yang akan dilakukan oleh Hellen.


Daniel juga saat ini merasakan aliran darah nya berhenti. Namun dia sudah pasrah andai Hellen menolak cinta nya, maka dia akan menerima dengan lapang dada.


Tapi siapa sangka jika Hellen malah menyambut kotak yang berisi cincin itu dengan mata berkaca-kaca.


Daniel yang merasakan bagai orang tertampan dan paling beruntung sedunia langsung bangkit berdiri. Mengeluarkan cincin itu dari tempat nya dan memakaikan langsung ke jari manis Hellen di ikuti tepuk tangan semua yang hadir di tempat itu.


"Terimakasih Hellen. Terimakasih. Demi apa pun, aku tidak akan pernah mengecewakan mu." Kata Daniel sambil menggenggam erat jemari lembut selembut sutra milik Hellen.


Jerry yang cepat tanggap langsung membelai rambut Via di ikuti oleh tatapan sayu Lisa dan Rina yang saat ini sedang menyaksikan semuanya.


"Andai Riko saat ini berada di samping ku, pasti aku akan mendapatkan perlakuan yang sama. Riko.., di mana kau saat ini sayang ku?" Kata Rina menjerit dalam hatinya.


Berbeda dengan Rina, Lisa malah berfikir jika dia mulai merelakan Jerry. Bukan salah Jerry. Ini karena Lisa telah lama tau bahwa Jerry dan Via adalah sepasang kekasih. Mereka berpisah hanya karena Via diserang penyakit dan harus libur selama 2 minggu. Disitu lah Lisa dekat dengan Jerry.


Kalau dipikir-pikir, Lisa lah yang hampir merusak hubungan Jerry dan Via.


"Rindy..., apakah kau menginginkan sesuatu? Katakan saja. Aku juga akan siap menjadi pelayan mu." Kata Herman yang tidak mau kalah dengan yang lainnya.


"Ayo Rindy! Kau mau apa? Katakan saja kepada Herman!" Kata Daniel menyela sambil masih terus memegang tangan Hellen.


"Ak-- aku-- aku.., Kau apa-apaan sih Herman?" Kata Rindy sambil tertunduk malu.


"Biasanya kalau wanita sudah begitu, tandanya dia suka." Kata Ryan sok bijak.


"Kau ini Ryan. Aku mau minum dan makan di meja sana. Ambilkan untukku!" Kata Jenny lalu berjalan melenggang ke-arah meja yang dia tunjuk.

__ADS_1


"Hahahaha.... Kan!? Apa lagi Ryan. Jadi lah pelayan yang baik!" Kata Jerry tertawa mengejek.


Melihat semua mata tertuju kepada nya, Ryan hanya menggaruk-garuk kepalanya dan langsung mengambil nampan berisi makanan dan meletakkan segelas minuman lalu membawanya ke meja dimana Jenny duduk.


Begitu Ryan telah selesai, maka semua orang bertepuk tangan dan mulai tertawa riang.


"Via..., apakah kau mau Jerry melakukan sesuatu untuk mu?" Tanya Ivan dengan tersenyum mencibir ke-arah Jerry.


"Uh..., Ivan.... Ivan. Kau pandai mencari penyakit untukku." Keluh Jerry dalam hati.


"Iya. Aku mau Jerry mengajak ku keliling kota Starhill ini. Dia pernah berjanji kepadaku." Kata Via masih tetap bersandar di pundak Jerry.


"Aku akan membawamu berkeliling malam ini Via sayang." Kata Jerry dengan lembut.


"Hahaha... Ternyata Jerry juga bisa romantis." Kata Herman sambil tertawa.


"Aku..., aku bisa kok romantis. Semoga saja romantis ku ini tidak bertele-tele dan berbelit-belit sehingga membuat Via cepat bosan." Kata Jerry sambil tersenyum salah tingkah.


"Bagi wanita itu tidak susah kok. Asalkan di perhatikan, berusaha membuatnya senyaman mungkin, berusaha membuatnya merasa terlindungi, setia, dan jujur, maka itu sudah cukup." Kata Via.


"Setia itu yang berat."


"Aduuuuh....!" Kata Jerry begitu pinggang nya kembali mendapat cubitan dari Via.


"Apakah kau ingin memiliki banyak kekasih Jerry?" Tanya Via dengan mata membesar.


"Aku hanya becanda. Ampun Tuan putri." Kata Jerry lalu menarik Via untuk kembali bersandar di pundak nya.


"Hahaha... Kalian ini seperti musuh bebuyutan saja. Tapi aku yakin jika kalian berjauhan, pasti akan saling merindukan." Kata Ivan.


"Sudah..! Ayo kita makan. Setelah itu, kita bisa mengatur rencana kemana lagi kita akan pergi setelah makan malam ini." Kata Daniel sambil mempersilahkan Hellen duduk di kursi.


"Hellen.., duduk lah. Aku akan mengambilkan makanan dan minum untuk mu." Kata Daniel dengan penuh perhatian.


"Terimakasih Daniel.." Kata Hellen malu-malu.


Kini semua muda-mudi yang ada di ruangan Vip itu tampak sama-sama bahagia dan menyantap makan malam mereka dengan senyum ceria dan raut wajah gembira.


Sungguh acara makan malam yang sangat mengesankan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2