PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry bertemu dengan Via di kampus


__ADS_3

Libur semester kini telah berakhir. Waktunya bagi seluruh mahasiswa kembali ke kampus untuk memulai kembali aktifitas belajar setelah berlibur dalam jangka yang lumayan lama.


Seluruh mahasiswa kini bersiap-siap untuk memulai aktifitas mereka seperti biasa dan tidak terkecuali bagi Jerry, Ryan dan Daniel.


"Ayo Jerry bangun! Kita harus buru-buru ke kampus. Ini hari pertama Joanna masuk. Jika terlambat, apa nanti kata pak Rektor." Kata Daniel menggedor-gedor pintu kamar Jerry.


"Aku sudah siap dari tadi. Kau tunggu diluar! Aku akan segera keluar." Kata Jerry dari dalam kamar nya.


"Ok. Aku akan menunggu di luar. Hellen juga sudah siap. Mereka meminta kita untuk menjemput mereka." Kata Daniel sambil berlalu meninggalkan pintu kamar Jerry.


Tak lama kemudian Jerry pun keluar dari kamar nya. Tidak terlihat lagi Jerry yang dulu. Yang miskin, yang compang-camping, yang selalu merasa rendah diri.


Kini yang terlihat adalah Jerry yang gagah, tampan dan penuh dengan gaya. Pakaiannya juga serba bermerk dan pastinya sangat mahal.


"Wah Jerry.., kau benar-benar berubah sekarang." Kata Ryan sambil memandang Jerry ke atas dan ke bawah.


"Sudah waktunya membuka identitas. Aku akan mengurus beberapa hal di kampus. Kau akan melihatnya sebentar lagi." Kata Jerry.


Baru saja Jerry selesai berbicara, kini di ujung jalan di depan rumahnya tampak iring-iringan mobil Rolls Royce sedang bergerak ke arah rumah Jerry sambil menggiring sebuah mobil mewah Sport Lamborghini SIAN.


Begitu iring-iringan itu tiba, tampak Arslan keluar dari mobil tersebut dan segera menyerahkan kunci kepada Jerry.


"Terimakasih Kak. Oh ya.., bagaimana dengan kabar Sara?" Tanya Jerry.


(Sara adalah anak Arslan yang ketika itu ditolong oleh Jerry sewaktu Arslan tidak mampu membayar biaya rumah sakit di Rumah sakit publik Starhill)


"Keponakan mu baik-baik saja Jerry. Sekarang dia berada di rumah. Terimakasih Jerry.., jika bukan karena bantuan mu, kemungkinan ntah apa yang terjadi dengan putri ku. Kasihan dia. Ibu nya juga meninggal karena ketidak mampuan ku." Kata Arslan.


"Sudah lah Kak. Aku hanya sekedar menolong semampuku saja." Kata Jerry merendah.


"Tuan muda, kami telah siap. Apakah kita berangkat sekarang menuju Golden university?" Tanya tuan Barry dengan hormat.


"Tuan Barry, Paman Ronald.., kalian pergi lah duluan. Aku akan menjemput seseorang terlebih dahulu." Kata Jerry.


"Baik lah jika begitu Tuan muda. Kami akan bergerak duluan. Sampai bertemu nanti di Golden university." Kata tuan Barry segera memasuki mobil nya dan meluncur mengambil jalan memutar lansung menuju ke kampus tempat Jerry menimba ilmu.


"Kak. Aku akan pergi dulu. Kau akan diantar oleh anak buah paman Austin sebentar lagi." Kata Jerry.


"Ok Jerry. Belajar lah dengan baik. Jangan jadi seperti aku." Kata Arslan sambil menepuk bahu Jerry.


...*...


Iring-iringan mobil sport itu seperti pawai pengantin membelah jalan Starhill menuju ke kampus Golden university.

__ADS_1


Baru saja mobil yang di kendarai oleh Jerry melewati gerbang kampus, keadaan mulai hingar-bingar. Bagaimana tidak, mereka tidak pernah melihat begitu banyak iring-iringan mobil sport pada waktu bersamaan.


Total ada enam mobil sport yang memasuki ruang parkir di depan kampus mereka antara lain, Toyota GR Supra milik Kevin. Toyota GR HV milik David, Mercedez AMG GT milik Ryan, Jaguar F Type SVR milik Daniel, Bugatti DIVO milik Ivan dan yang terakhir yang paling menghebohkan adalah Lamborghini SIAN yang tidak mereka ketahui entah milik siapa.


"Wah.., kali ini kelihatannya kampus kita kedatangan mahasiswa baru yang kaya raya." Kata mereka.


"Benar. Ini adalah pemandangan yang sangat langka. Bagaimana mungkin di Starhill ini bisa memiliki pelajar yang begitu kaya?"


"Aku tidak heran jika hal seperti ini terjadi di Metro city. Karena hal ini adalah pemandangan yang biasa. Tapi akan jadi luar biasa jika hal ini terjadi di Starhill." Kata para wanita yang terpana menyaksikan pemandangan itu.


Belum lagi kekaguman mereka sirna, kini dari arah gerbang tampak meluncur dengan kelajuan tinggi mobil sport Audi R8 silver dan berhenti tepat di depan mereka. Tampak seorang gadis turun dari mobil. Setelah berbasa basi, mobil itu meluncur kembali dengan kecepatan tinggi menuju ke luar area kampus dan menghilang di balik tikungan.


"Itu Rina. Wah hebat sekali dia. Siapa yang mengendarai mobil Audi sport itu? Apakah itu pacar Rina?" Kata dengan takjub.


"Hai Rina. Apakah yang tadi itu pacar mu?" Tanya salah seorang dari mereka.


"Apakah kalian tidak mengenal nya? Itu adalah Riko." Jawab Rina sambil menghampiri mereka.


Baru saja mereka ingin mengatakan sesuatu, kini tampak dari keenam mobil sport tadi berkeluaran setiap dari mereka dengan berpasang-pasangan.


Yang pertama tampak Kevin keluar bersama dengan Lira. Seterusnya David dengan Adele. Setelah itu Ryan keluar bersama Jenny. Daniel bersama Hellen, Ivan bersama dengan Lorna dan yang terakhir dan yang paling menghebohkan adalah, ternyata dari dalam mobil Lamborghini itu keluar lah seorang pemuda yang paling terkenal kemiskinan nya, mahasiswa yang selalu di katakan kucing kurap yang menyedihkan.


Semua mata terbelalak melihat pemuda yang sangat sengsara sampai-sampai untuk membayar uang kuliah pun harus menunggu bantuan dari subsidi persatuan seluruh mahasiswa kampus. Dialah Jerry William yang turun dari mobil dan segera membukakan pintu untuk Joanna.


"Iya Via. Itu adalah Jerry."


"Wah.., hebat sekali dia. Apakah gadis yang bersamanya itu adalah pacar baru nya?" Bisik-bisik mulai terdengar kini membuat Via seketika merasakan panas di telinga nya.


Baru saja Jerry melangkah bersama-sama dengan para sahabat nya, tiba-tiba di depan nya kini berlutut seorang gadis yang sangat cantik.


Jerry yang sangat mengenal gadis ini segera menghampiri dengan perasaan yang sulit di gambarkan dan segera berkata, "Rindy.., apa yang kau lakukan seperti ini?" Tanya Jerry dengan heran.


"Tuan muda. Aku pernah berjanji di hari ulang tahun ku ketika itu di Lotus mansion. Jika aku mendapat kesempatan untuk bertemu dengan tuan muda yang telah berbaik hati kepada ku yang mengizikan aku merayakan hari ulang tahun ku di sana, maka aku akan bersedia menjadi pelayan bagi nya walau hanya sehari." Kata Rindy masih terus berlutut.


"Rindy.., kau adalah sahabat ku. Kau tidak perlu seperti ini. Ayo lah! Mengapa kita harus kaku seperti ini?" Kata Jerry sambil membantu Rindy untuk bangkit.


"Herman... Kesini kau! Jika begini, aku lebih baik miskin lagi." Kata Jerry sambil memanggil Herman.


"Bukan salah ku Jerry. Itu janji Rindy di hari ulang tahunnya dulu." Kata Herman pasrah.


"Ok. Baiklah Rindy. Kau harus mentraktir ku sarapan di kantin untuk menebus janji mu. Setelah itu habis cerita." Kata Jerry sambil mengajak teman-temannya menuju ke kantin.


Belum juga Jerry sempat jauh melangkah, kini seseorang telah meneriaki namanya.

__ADS_1


Jerry yang mendengar ini segera memutar tubuhnya untuk melihat siapa orang yang memanggil nya. Dan ternyata itu adalah Via.


"Via? Apakah ada yang bisa aku bantu?" Tanya Jerry sebaik saja Via menghampiri nya.


"Aku butuh bicara dengan mu empat mata." Kata Via.


"Bicara lah di sini saja!" Kata Jerry.


"Tidak. Aku ingin kan empat mata!" Kata Via setengah memaksa.


"Pergi lah Jerry. Kau perlu menyelesaikan semua masalah mu dengan Via!" Kata Ivan menengahi.


"Baik. Silahkan!" Kata Jerry mempersilahkan Via untuk menentukan tempat.


"Jerry... Aku ingin meminta maaf kepada mu tentang apa yang telah terjadi. Semua itu ternyata adalah salah faham." Kata Via sebaik saja mereka agak menjauh dari teman-teman Jerry yang lain.


"Via. Sebelum kau memint maaf, aku telah lama memaafkan mu." Kata Jerry.


"Lalu, mengapa kau tidak pernah menghubungi ku selama liburan ini?" Tanya Via.


"Bukankah kau marah kepadaku Via? Aku ini adalah lelaki sampah yang bejat serta munafik. Kau ingat kata-kata yang keluar dari bibir mu Via?" Tanya Jerry.


"Aku mengaku salah. Aku telah di butakan oleh prasangka buruk kepada mu Jerry. Ini semua karena Anton." Kata Via.


"Berhentilah menyalahkan orang lain Via! Jika kau mempercayaiku, seribu orang seperti Anton pasti tidak akan mampu menggoyahkan pendirian mu."


"Iya aku mengerti Jerry. Oleh karena itu lah aku menemui mu untuk meminta maaf. Aku mengaku salah dan telah membuatmu terluka." Kata Via memohon maaf.


"Kaca yang pecah bisa direkat kembali. Namun pasti akan meninggalkan bekas. Semua sudah tak sama Via."


"Apakah kau tidak memaafkan ku karena gadis itu?" Tanya Via.


"Gadis itu adalah adik Ryan yang berarti adik ku juga. Ini tidak ada hubungannya dengan masalah kita. Kau jangan terlalu suka melempar masalah dengan mengait-ngaitkan orang lain Via!" Kata Jerry memperingatkan.


"Aku ingin kita seperti dulu lagi Jerry. Aku mengaku salah dan telah menyesali tindakan ku yang berlebihan waktu itu."


"Aku sudah katakan Via. Semua tak kan bisa sama seperti dulu lagi. Aku adalah aku dengan segala kelebihan dan kekurangan ku. Kau bisa menilai aku sesuka hati mu. Namun ketika hati telah tersakiti, satu permintaan maaf mungkin cukup bagi ku untuk memaafkan mu. Tapi bekas luka itu tidak akan pernah bisa pudar."


"Jadi apakah--?"


"Maaf Via. Sebaiknya jangan di teruskan. Aku telah mengatakan kepada mu waktu itu bahwa kau dan aku tidak akan pernah bisa menjadi kita." Kata Jerry segera berlalu meninggalkan Via yang mulai menangis.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2