
Apa yang terjadi sebenarnya?
Mari kita kembali ke beberapa jam yang lalu saat Ramendra dan Robin mengatur rencana untuk mencelakai Jerry.
Simon yang terus berkeliaran di luar bersama puluhan anak buah nya juga di bantu oleh Efander telah mengetahui melalui mata-mata bahwa Jerry telah pergi sendirian meninggalkan Villa.
Ramndra yang mendapat kabar itu langsung memerintahkan kepada anak buah Efander untuk bersiap-siap memanfaatkan sekecil apa pun peluang untuk mencelakai Jerry.
Ramendra juga memberitahu kepada Robin bahwa kini target mereka sedang sendirian dan langsung mengajak Robin berangkat dari MegaTown.
Setelah agak lama menunggu kabar, Akhirnya Ramendra mendapat panggilan telepon dari Efander bahwa Jerry sedang sendiri berada di bahu jalan tepat di jembatan Metro city-MegaTown.
Ramendra yang memang telah bersiap sedia langsung memacu mobilnya dan ketika dia dan Robin tiba di Jembatan, pengeroyokan sedang berlangsung dan posisi Jerry saat itu benar-benar sudah terjepit dimana Ivan, telah terlebih dahulu tumbang terkena hantaman bat stick tepat di bagian belakang kepala nya.
...*...
Jerry yang saat itu menerima pukulan membabi-buta dari pengeroyok berusaha sekuat tenaga menjaga kesadarannya. Tapi ketika kepala nya menerima pukulan, suasana berubah menjadi gelap.., gelap dan dia merasa seperti berada di awang-awang melayang dan tidak mengetahui tempat apakah itu.
Sayup-sayup Jerry mendengar seruan yang berkata, "Buang mayatnya kebawah jembatan!" Setelah itu tidak ada terdengar apa-apa lagi.
"Jerry..."
"Kemari Jerry..! Aku di sini..."
"Kemarilah!"
"Via.., apa yang kau lakukan di tempat ini?"
"Aku menunggu mu Jerry..."
"Benarkah itu Via?"
"Balaskan dendam ku Jerry. Kau tidak boleh mati..."
"Via.., jangan pergi. Tunggu aku Via....!"
__ADS_1
"Byur...!"
Terdengar suara cipratan air ketika anak buah Ramendra membuang tubuh Jerry yang sudah berlumuran darah itu ke bawah Jembatan.
"Kalian Semua. Ayo tinggalkan tempat ini. Bawa truk ini ke jalan sepi dan bakar untuk menghilangkan jejak." Kata Ramendra sambil memasuki mobilnya di ikuti oleh Robin.
"Bagaimana dengan anak haram mu itu, Robin?" Tanya Ramendra.
"Biarkan saja dia. Dia tidak sempat melihat wajah kita. Aku tidak membutuhkan anak haram itu." Kata Robin.
"Ayo Simon. Kita kembali ke MagaTown!" Kata Ramendra.
Tak lama setelah itu mobil Mercedez itu segera memutar haluan dan kembali ke arah darimana tadi dia datang.
Beberapa menit mereka meninggalkan tempat itu, seorang gadis cantik berambut panjang yang bersembunyi berlari ke arah mobil nya dan mulai bergerak ke arah Jembatan.
"Oh Tuhan... Ivan.., David.., Kevin! Apa yang terjadi dengan kalian? Jangan-jangan yang mereka buang ke bawah jembatan tadi adalah tubuh Jerry." Kata gadis itu berbicara sendiri.
"Mengapa mereka lama sekali tiba. Padahal aku telah menelepon mereka 5 menit yang lalu." Kata gadis itu dalam hati.
Gadis ini adalah Lorna yang sedikit telat karena ketika Jerry dan Ivan berangkat keluar dari Villa, Lorna ini baru berangkat juga sekitar 15 menit dari keberangkatan Jerry dan Ivan. Di tambah lagi Jerry yang membawa mobil seperti kesetanan, maka jarak di antara mereka terpaut sangat jauh.
Sifat Alami Lorna keluar secara repleks dan langsung bwrsembunyi sambil menelepon kakeknya mengatakan bahwa Jerry, Ivan, David dan Kevin sedang berkelahi menghadapi pengeroyok di Jembatan Metro city-MegaTown.
...**...
15 Menit jarak dari Lorna menelepon kakeknya, kini dari arah pusat kota Metro city meluncur rombongan mobil mewah yang tak terhitung jumlahnya dan berhenti tepat di atas jembatan memblokir para pengendara yang lain.
Tampak kini beberapa lelaki berbadan tegap berlompatan keluar dari mobil dan segera mengerumuni Lorna yang sedang menjerit histeris sambil memangku kepala Ivan.
"Cucuku.., apa.yang terjadi?" Tanya tuan Walker.
"Ivan.., ya ampun. Apa.yang telah terjadi dengan mu?"
Lenard kepala pelayan keluarga William juga tampak menghambur ke arah sosok pemuda yang tergeletak mandi darah di bahu jembatan.
__ADS_1
"Anakku Kevin. Apa yang terjadi? Dimana tuan mu?" Kata Lenard sambil menangis memangku kepada Kevin yang terkulai.
"Lorna.., tenangkan dirimu nak. Ceritakan kepada kami apa sebenarnya yang telah terjadi?!" Kata tuan Smith.
Setelah Lorna berhasil menguasai dirinya, dengan sesenggukan dia menceritakan semua kejadian yang dia saksikan dari kejauhan tadi.
Lorna juga mengatakan bahwa mereka yang telah menyerang Jerry dan yang lainnya telah membuang tubuh Jerry ke bawah jembatan dan tidak di ketahui apakah Jerry sudah mati atau masih hidup.
"Oh Tuhan.., bencana apa lagi ini?" Kata tuan William.
"Tutup mulut mu King! Ini semua gara-gara kau yang bersikeras akan menjodohkan Jerry dengan Lorna membuat dia keluar dari Villa." Bentak tuan Smith.
"Mengapa hanya aku yang di salahkan? Apakah kau tidak terlibat dalam perjodohan itu?" Tanya tuan William.
"Sudah.., sudah.., sudah! Jika kalian terus-terusan berkelahi, itu hanya akan membuang waktu saja." Kata tuan Walker menengahi.
"Lenard, panggil ambulance kemari. Dan kau Drako, beritahu semua anak buah mu untuk melakukan pencarian. Aku tugaskan kepada kalian untuk mencari cucu ku sampai ketemu!" Kata tuan William.
Tak lama setelah itu tampak di langit Metro city puluhan Helikopter menderu-deru menyusuri sungai Metro tersebut.
Tidak terhitung lebih dari 2 ribu orang anak buah dari 4 keluarga besar di tambah anak buah Drako dan tuan Syam kini berjibaku menelusuri setiap inci dari tepian sungai untuk mencari keberadaan Jerry.
Semua terlibat saat ini. Dari atas, helikopter menderu-deru sambil membawa lampu sorot.
Dari darat saat ini lebih 2 ribu orang terus mencari dan dari dalam kini para penyelam juga di kerahkan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Namun pencarian berjam-jam itu sama sekali tidak menemukan hasil apa pun.
Sampai fajar hampir menyingsing, mereka belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan sosok tubuh Jerry di sungai tersebut.
"Bagaimana Syam.., apakah sudah ada kabar dari salah satu anak buah mu?" Tanya Drako.
"Belum. Sampai saat ini masih belum ada kabar dari anak buah ku." Jawab tuan Syam.
"Kemana perginya Jerry ini?" Tanya Drako seperti orang gila. Kadang dia menangis, kadang dia tertawa membuat tuan Syam hanya bisa menepuk pundaknya untuk sekedar menenangkan Drako yang kelihatan sangat terpukul dengan musibah yang terjadi itu.
__ADS_1
"Sudah ku peringatkan bahwa dia harus hati-hati. Ini karena dia belum mengetahui kekuatan lawan. Belum kering bibirku memperingatkan agar dia waspada. Kini apa yang aku khawatirkan malah terjadi tidak selang beberapa jam." Kata Drako sambil terduduk di semak pinggiran sungai dimana diperkirakan tempat tubuh Jerry bisa di temukan.
Bersambung...