
Bab 111.
Mobil Toyota Supra itu melintas dengan kecepatan tinggi membelah jalan dari Starhill menuju Country Home.
Di belakang stir tampak seorang pemuda yang terlihat cukup tampan dan terpelajar sedang fokus memperhatikan jalan yang dia lalui.
Tampak seulas senyum mengembang di bibirnya saat ini.
Setelah sampai di Traffic light, pemuda itu segera membelokkan mobil nya ke kanan menuju pinggiran Country Home City hingga sampai di sebuah rumah yang sederhana.
Begitu dia tiba di halaman rumah tersebut, pemuda itu tidak langsung turun dari mobil nya. Dia hanya mengeluarkan ponsel nya dan segera membuat panggilan.
Begitu panggilan tersebut terhubung, terdengar satu suara lelaki setengah baya di seberang telepon.
"Hallo.., nak Daniel. Ada apakah nak Daniel menelepon ku sore ini?" Tanya suara lelaki setengah baya itu.
"Emmm..., Tuan Obery.., Sa-- sa-- saya ingin menemui Hellen. Apakah dia saat ini sedang di rumah atau di rumah sakit?" Tanya pemuda yang ternyata Daniel adanya.
"Nak Daniel, kebetulan hari ini saya yang menjaga bibi mu di rumah sakit. Tapi, ada apakah nak Daniel ini menanyakan tentang Hellen putri saya?" Tanya tuan Obery sangat heran.
"Oh-- Eh.., itu Tuan. Ah..., maafkan saya Tuan." Kata Daniel tergagap menjawab pertanyaan tuan Obery.
"Katakan saja ada apa nak Daniel!" Desak tuan Obery.
"Emmm..., begini Tuan. Jerry ingin mentraktir kami makan malam di Restoran teratai bersama dengan teman-teman yang lain. Dia juga ingin mengajak Hellen untuk ikut bersama dalam acara itu. Jadi, saya berinisiatif untuk menjemput Hellen andai di izinkan." Kata Daniel yang terpaksa menjual nama Jerry.
"Oh.., jika itu masalahnya, sebaiknya nak Daniel tanyakan saja kepada Hellen. Kalau dia mau, saya tidak keberatan. Asalkan nak Daniel mampu menjaga kepercayaan bapak." Kata tuan Obery.
"Terimakasih Tuan. Saya akan menjamin bahwa kami hanya makan malam saja. Di sana juga ramai teman wanita. Hellen pasti akan baik-baik saja." Kata Daniel berjanji.
"Hellen ada di Rumah saat ini. Temui saja dia. Jika dia bersedia, maka nak Daniel boleh membawa nya." Kata tuan Obery memberi izin.
"Baik Tuan. Segera setelah makan malam selesai, saya akan mengantar Hellen kembali ke Country Home." Kata Daniel.
"Baiklah nak Daniel. Silahkan datang ke rumah. Saya saat ini agak sibuk. Jika tidak ada lagi, maka saya akan menutup panggilan ini." Kata tuan Obery seraya memutuskan panggilan telepon tersebut.
"Oh Tuhan..., alangkah bahagia nya hati ini." Kata Daniel dalam hati, lalu segera keluar dari mobil dan segera melangkah menuju Rumah tuan Obery.
"Tok..., tok.., tok...!"
__ADS_1
"Siapa di luar?" Tanya satu suara seorang wanita dari dalam rumah.
"Ini aku Daniel."
"Daniel?"
"Iya. Daniel sahabat kakak mu, Jerry dan Ryan." Kata Daniel memperkenalkan diri.
"Oh.." Terdengar sahutan dari dalam.
Lalu, tak malam kemudian pintu pun di buka. Dan kini muncul lah seraut wajah cantik dengan senyum tipis yang membuat lutut Daniel mulai bergoyang disco.
"Kak Daniel..., Apa kakak sendiri saja?"
"Iya Hellen. Aku sendiri saja." Kata Daniel dengan ekspresi salah tingkah.
"Kemana kak Ryan dan kak Jerry?" Tanya Hellen heran.
"Mereka ada di Starhill sedang mempersiapkan acara makan malam. Mereka menyuruh ku untuk menjemput mu agar kita bisa makan malam bersama." Kata Daniel lagi-lagi menjual nama sahabat nya.
"Apakah benar begitu kak?" Tanya Hellen.
"Jika ayah telah mengizinkan, aku mau saja kak." Kata Hellen.
"Ayo kalau begitu, kita segera berangkat agar bisa segera sampai di Starhill tepat waktu." Kata Daniel.
"Aku ganti pakaian dulu kak." Kata Hellen lalu mempersilahkan Daniel duduk dan menunggu sehingga dia selesai berganti pakaian.
Daniel hanya mengangguk dan menggosok-gosok telapak tangan nya dan mulai tersenyum-senyum sendiri.
Tak lama setelah itu, kini tampak seorang gadis yang sangat cantik keluar dari kamar dengan senyum mekar di bibir nya.
Daniel yang melihat ini berulang kali menelan ludah nya. Dia tidak menyangka bahwa Hellen ini begitu cantik. Walau pun gaun yang dia pakai tidak terbuat dari bahan yang mahal, namun itu tetap tidak bisa mengurangi daya tariknya. Sungguh sangat mempesona.
"Kak..., Ayo kita berangkat sekarang!" Kata Hellen.
"Oh.. Iy-- iya.., iya ayo." Kata Daniel tergagap-gagap membuat Hellen hanya bisa tersenyum malu-malu.
**********
__ADS_1
Mobil Toyota Sport itu menderu di sebuah tikungan menuju ke halaman Lotus mansion.
Begitu sampai di area depan, mobil itu lalu melaju ke kanan dengan memutari bangunan megah itu.
Begitu sampai di bagian belakang Mansion, kini tampak dari dalam mobil itu keluar dua orang lelaki yang tampak dari umur nya terpaut sekitar 5 sampai 6 tahun.
"Kak Arslan..., tunggu lah di sini! Saya akan masuk duluan." Kata salah seorang dari kedua lelaki itu.
"Baik Jerry. Aku akan menunggu mu di sini." Kata lelaki bernama Arslan itu.
Setelah itu, pemuda yang ternyata adalah Jerry itu segera meninggalkan Arslan dan masuk ke sebuah Bangunan rumah yang tidak terlalu besar di belakang Lotus mansion itu.
Tak lama kemudian tampak lelaki setengah baya keluar dari dalam rumah itu dan segera menghampiri Arslan.
"Maaf.., apakah anda yang bernama Arslan?" Tanya lelaki setengah baya itu.
"Benar Tuan. Nama saya adalah Arslan." Kata Arslan membenarkan tebakan lelaki setengah baya itu.
"Oh.., perkenalkan! Nama saya adalah Ronald." Kata Ronald sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat.
"Tadi Jerry mengatakan bahwa anda ingin mencari pekerjaan sebagai security di proyek pembangunan yang saya pimpin."
"Benar Tuan. Saat ini saya sedang mencari pekerjaan.
"Begini Arslan. Ada beberapa hal yang harus kau ketahui sebelum kau kami terima bekerja sebagai security di kawasan proyek yang saya pimpin." Kata Ronald menggantung ucapan nya.
"Anda dapat menceritakan kepada saya Tuan." Pinta Arslan.
"Sebaiknya kita masuk dulu. Nanti saya akan menceritakan apa saja yang harus anda ketahui dan anda kerjakan." Kata Ronald sembari mengajak Arslan untuk mengikuti nya.
Arslan hanya mengikuti saja kemana Ronald akan membawanya.
Untuk saat ini dia tidak bisa memilih-milih pekerjaan. Syukur dia bisa bertemu dengan orang yang sangat baik seperti Jerry.
Dia tidak dapat membayangkan andai dia tidak bertemu dengan Jerry. Ntah apa yang akan terjadi dengan putri nya saat ini.
Dan ternyata Jerry bukan saja telah menolong membayar biaya perawatan putri nya. Tapi, Jerry juga membawanya bertemu dengan orang besar seperti Ronald yang akan menerima dirinya bekerja di lokasi proyek yang dia pimpin sebagai security.
"Terimakasih Jerry. Aku berhutang banyak kali ini kepadamu. Ini tidak cukup hanya dengan ucapan terimakasih saja. Semoga Tuhan yang Maha kuasa membalas kebaikan mu ini Jerry." Kata Arslan dalam hati.
__ADS_1
Bersambung....