PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
J2 ketakutan melihat kekuatan Jerry


__ADS_3

Mobil Lamborghini Sian itu baru saja tiba di depan sebuah hotel berbintang di ikuti oleh rombongan mobil Mercedez benz dan berbelok ke samping menuju sebuah lorong di area parkir bawah tanah.


Ketika iring-iringan itu tiba di sana, mobil Lamborghini dan yang lainnya berhenti dan tampak seseorang keluar dari salah satu mobil Mercedez itu dan berlari ke arah mobil Lamborghini untuk membukakan pintu.


Tak lama setelah itu tampak seorang pemuda keluar dari dalam mobil Lamborghini tersebut.


Pemuda yang berpenampilan seperti tukang parkir itu lalu memberi perintah. "Bawa kedua warga asing itu ke ruangan pertemuan!" Kata pemuda itu.


Begitu kata-kata perintah itu selesai dia ucapkan, kini tampak beberapa orang lelaki berbadan tegap menggiring seorang pemuda dan seorang gadis dengan mata tertutup menuju sebuah ruangan.


Ketika rombongan penggiring sepasang muda-mudi itu tiba di ruangan yang sangat luas, salah seorang dari mereka membuka penutup mata sepasang muda-mudi itu.


Karena baru melihat cahaya dalam waktu yang lama dengan mata yang di tutup oleh anak kelompok orang-orang tadi, kini setelah terbiasa, maka sepasang muda-mudi yang tak lain adalah Jimmy dan Jessica itu melihat pemandangan yang sungguh luar biasa.


Di hadapan mereka kini berdiri lebih dari 1500 orang lelaki antara usia 30-an sampai 50-an memenuhi ruangan itu dan serentak membungkuk hormat begitu seorang pemuda yang mereka kenal bernama Jerry William tiba di ruangan itu.


"Selamat datang Tuan muda."


"Selamat datang Tuan muda." Kata mereka sambil membungkuk membuat pemandangan itu sedikit menggetarkan hati Jessica dan Jimmy.


"Terimakasih." Kata Jerry lalu menatap ke arah Jessica dan Jimmy.


"Apakah kalian sudah melihat kekuatan yang aku miliki? Kalian berdua salah besar jika menganggap lawan yang akan kalian hadapi adalah lemah. Kekuatan Fardy sama sekali tidak ada sekuku hitam bagi Jerry William, dan ini belum di tambah dengan anak buah tuan Barry, Ronald dan Austin yang saat ini berada di Starhill dan Country home. Jika aku mau, MegaTown pun bisa aku ratakan dengan tanah." Kata Jerry dengan senyum mengejek.


Karena mendengar perkataan bernada kesombongan dari Jerry barusan, Jessica dan Jimmy kini saling pandang dengan wajah pucat dan lutut gemetar.


Bayangkan saja bagaimana kekuatan yang di miliki oleh Jerry ini. Ini saja sudah terlalu kuat. apa lagi dia mengatakan bahwa masih ada lagi yang lainnya di kota lain di bawah tiga komando. benar-benar mencari penyakit jika melawan Jerry William ini.


"Aku terlalu bertoleransi dengan orang-orang yang menganggap aku sebagai musuh. Jika aku ingin melakukan apa yang dilakukan oleh mereka, tidak sulit bagiku untuk menjadi maharaja bisnis di negara ini dan menjadi raja di atas raja bagi para gengster mafia di negara ini."

__ADS_1


Pilihan ada di tangan kalian. Jika kalian anggap aku membutuhkan kalian untuk menghadapi Fardy, kalian salah besar. Aku tidak kekurangan apapun untuk itu. Aku tidak ingin kalian susah di sini. Jadi, jangan mencari penyakit yang seharusnya bisa kalian hindari." Kata Jerry lagi.


"Tuan Syam, Ayah angkat! Buka ruangan senjata milik kalian!" Perintah Jerry.


"Baik Tuan muda." Kata tuan Syam lalu segera berjalan menuju sebuah pintu yang persis sama rata dengan dinding dan menekan sesuatu yang ada di sana dan tak lama kemudian dinding itu maju sedikit ke depan lalu bergeser ke kanan.


Begitu pintu itu bergeser, kini tampak segala jenis senjata baik itu senjata laras pendek dan laras panjang dari mulai yang biasa, semi otomatis sampai yang otomatis keluaran terbaru pun ada.


"Apalah menurut mu itu cukup untuk meratakan MegaTown?" Tanya Jerry dengan tatapan dingin kearah Jessica dan Jimmy.


Jessica dan Jimmy semakin ketakutan saat ini lalu tanpa ada yang memerintahkan, mereka berdua secara tidak sadar langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Jerry William.


"Jerry. Lepaskan kami dan kami berjanji akan kembali ke negara asal kami." Kata Jimmy dengan wajah memucat.


"Kembali ke Hongkong adalah sesuatu yang wajib kalian lakukan. Namun sebelum kembali, kalian harus menyaksikan bagaimana aku akan meruntuhkan kekuasaan Fardy di MegaTown. Kalian kembali lah ke sisi Fardy. Dan kirim informasi kepada ku tentang setiap rencana dari mereka. Sebenarnya aku tidak terlalu memerlukan kalian melakukan hal ini. Tapi sayang jika tenaga kalian mubazir. Jika kalian ingin uang, maka..,"


Sreeeeeet....?!


Jerry tampak mengangkat tas itu dan menumpahkan isinya di depan kedua muda-mudi yang masih berlutut itu.


Suara bergedebug terdengar jelas ketika seikat demi seikat uang kertas itu berjatuhan di depan mereka berdua.


"Apakah itu cukup?" Tanya Jerry dengan angkuh.


Kembali Jessica dan Jimmy saling pandang dan serentak membungkuk hormat kepada Jerry.


"Ampuni kami Jerry. Kami tidak tau betapa luasnya samudra kekayaan dan kekuatan yang kau miliki."


"Ampun? Ampunan seperti apa yang kalian mau? Apakah aku ada menghukum kalian?"

__ADS_1


"Tid.., tidak..?!"


"Apakah aku melakukan sesuatu yang membuat kalian cedera?"


"Juga tidak..?!"


"Lalu, ampunan seperti apa yang kalian maksud? Jangan bodoh di depan ku. Aku tidak suka melihat ada orang bodoh setelah mereka merasa terlalu pintar dan kuat untuk melakukan sesuatu di tempat orang lain." Kata Jerry membentak.


"Sekali lagi kami mohon maaf. Aku dan adik ku ini mulai sekarang akan menuruti perintah mu." Kata Jimmy sambil menunduk.


Prok..., prok..., prok...?!


"Bagus. Dari tadi jika kalian berdua seperti ini kan aku tidak perlu membuang banyak energi dan pemborosan kata." Kata Jerry sambil bertepuk tangan.


"Kembalilah kalian berdua ke MegaTown dan beri kabar kepada ku apa saja hang direncakan mereka. Aku ingin tau taktik apa yang ingin mereka lakukan untuk membuat onar di Metro city ini." Kata Jerry memberi perintah.


"Terimakasih Jerry. Apakah kami bisa pergi sekarang?" Tanya Jessica.


"Ingatlah untuk tidak mengkhianati Jerry William. Aku peringatkan kepada kalian bahwa Jerry tidak bertoleransi kepada penghianat dan aku akan membalas setiap penghianatan dengan sangat pedih. Hongkong terlalu kecil untuk kalian melarikan diri dari incaran Jerry William." Kata Jerry mengancam.


"Kami akan mengingat semua yang kau katakan itu Jerry." Kata Jessica.


"Bawa uang itu untuk kalian. Jika tidak cukup katakan saja!" Kata Jerry.


"Cukup. Ini cukup. Bahkan ini terlalu banyak untuk kami." Kata Jimmy.


"Anak buah ku akan mengantar kalian ke tempat mobil kalian disembunyikan. Tapi sebelum kalian berangkat, kau harus bertukar informasi kontak dengan Tuan Syam dan beberapa orang lainnya. Kalian akan saling berhubungan setelah ini."


"Black. Kau antar mereka ke tempat anak buahmu menyembunyikan mobil mereka. Tutup mata kedua orang ini untuk menghindari segala kemungkinan. Aku akan ke ruangan ku. Jika di antara kalian perlu sesuatu untuk di rundingkan, silahkan naik ke atas!" Kata Jerry lalu segera keluar dari ruangan itu menuju mobil nya.

__ADS_1


Tak lama setelah itu mobil Lamborghini sian itu pun bergerak menuju ke ruangan lift khusus dan di sana sudah ada 2 pengawal yang menunggu dan melayani.


__ADS_2