
Bab 86
Bus yang tiba dari arah Hillstreet itu meluncur dengan kencang di atas jalan ber-aspal menuju ke-arah Lotus Road.
Di dalam bus tersebut tampak wajah-wajah sangar dari penumpang yang terlihat seperti tak biasa itu.
Diketahui bahwa Drako telah mengirim anak buah nya di bawah pimpinan Jeff seramai sekitar seratus orang menggunakan 2 bus dan beberapa mini bus dengan tujuan mengamankan bandara guna melindungi keselamatan Jerry yang akan kembali dari Metro City melalui bandara.
Setelah sebelumnya Drako telah memberi tahu kepada tuan Barry akan keberangkatan anak buahnya dengan tujuan agar mereka bisa menuju langsung ke hotel teratai. Setelah itu barulah mereka akan menyebar ke berbagai tempat di sekitar bandara sebelum mengatur rencana.
Setibanya rombongan yang di pimpin oleh Jeff itu di hotel teratai, Austin yang telah di perintahkan oleh tuan Barry untuk menyambut mereka segera keluar dari dalam hotel.
"Jeff..., Selamat datang ke kota Starhill." Kata Austin dengan ramah.
"Wah..., apakah itu anda Austin? Sudah lama sekali kita tidak saling bertemu." Kata Jeff sambil mengulurkan tangannya menjabat tangan Austin.
"Yah. Kalau tidak salah, hampir 5 tahun kita tidak bertemu. Bagaimana kabar mu sekarang Jeff?" Tanya Austin.
"Seperti yang kau lihat sendiri. Kabar ku selalu baik akhir-akhir ini." Kata Jeff sambil tertawa.
"Oh.., Syukurlah jika begitu. Mari silahkan masuk dulu Jeff. Tuan Barry telah menunggu mu di dalam." Kata Austin mempersilahkan Jeff dan orang-orangnya untuk masuk dan beristirahat sejenak sebelum menjalankan misi mereka di Starhill ini.
"Tok.., tok.., tok."
"Masuk!"
"Austin, dimana rombongan orang-orang yang dikirim Drako ke Starhill?" Tanya tuan Barry.
"Ada di ruang tunggu hotel untuk cek in Tuan." Kata Austin.
"Baiklah. Katakan kepada mereka aku akan menemuinya sebentar lagi." Kata tuan Barry.
__ADS_1
Saat ini Jeff sedang melakukan panggilan telepon dengan Drako yang berada di Metro City tentang keberadaan mereka saat ini sambil membahas beberapa rencana yang relevan untuk menjebak anak buah Ramsey yang saat ini sedang berkeliaran di bandara Starhill.
"Ketua.., aku baru saja menelepon David yang saat ini masih memantau situasi di dekat bandara. Menurut ketua, seperti apa jebakan yang harus kita buat?" Tanya Jeff kepada.Drako.
"Jeff.., sebarkan dulu anak-anak buah mu di sepanjang jalan sepi menuju Lotus Road sampai kearah Lotus mansion."
"Lalu ketua.., setelah itu?" Tanya Jeff.
"Jebak mereka dengan cara berpura-pura sedang menjemput tuan muda di bandara. Gunakan David dan Kevin sebagai umpan. Bagaimanapun, mereka tidak mengenal seperti apa wajah tuan muda kita."
"Tapi ketua.., Bukankah tuan muda berangkat ke Metro City bertiga. Mengapa tinggal berdua?" Tanya Jeff sedikit heran.
"Lakukan saja Jeff! Jangan terlalu pusing memikirkan itu. Pastikan mereka mendengar nama Jerry di sebut. Setelah itu bergerak lah perlahan menuju Lotus Road. Setelah kau dan David serta kavin sampai di jalan sepi, beri kode kepada anak buah mu dan sergap mereka lalu bantai habis. Ingat!!!.. Jangan ada yang tersisa." Kata Drako memberi perintah.
"Baik ketua. Aku juga akan meminta bantuan kepada anak buah tuan Barry agar mau membantu kami melakukan bersih-bersih setelah mereka selesai di bantai."
"Hmmmm...., Kau atur saja lah bagaimana baiknya. Setelah itu jangan tunda lagi! Segera kembali ke Metro City."
"Selamat Sore pak Jeff. Bagaimana perjalanan kalian kemari. Apakah menyenangkan?" Tanya satu suara dari arah belakang begitu Jeff selesai membuat panggilan telepon tadi.
Jeff yang mendengar suara sapaan ini langsung berbalik dan melihat lelaki setengah baya sedang berjalan menghampiri dimana dia duduk saat ini.
Jeff lalu tersenyum kearah lelaki yang datang itu. Dia segera berdiri dan berkata, "Tuan Barry. Ah..., maafkan saya sudah merepotkan anda karena kedatangan kami ke hotel teratai ini." Kata Jeff sekedar berbasa-basi.
"Ah.., tidak sama sekali pak Jeff. Bukankah kalian memiliki misi untuk melindungi tuan kita. Jika demikian mengapa anda begitu sungkan?" Kata tuan Barry sambil tersenyum lalu segera duduk di hadapan Jeff.
"Pak Jeff.., jika ada sesuatu yang anda ingin saya lakukan dalam membantu, katakan saja dan jangan sungkan!" Kata tuan Barry berinisiatif menawarkan bantuan.
"Benar Tuan Barry. Bagaimanapun kami ingin bergerak cepat. Setelah kami membereskan anak buah Ramsey ini, kami membutuhkan bantuan anak buah Tuan untuk membantu melakukan pembersihan. Ini bertujuan agar kami tidak terlalu lama disini." Kata Jeff.
"Saya faham maksud anda pak Jeff. Jangan khawatir. Kami akan mengurus sisa nya." Kata tuan Barry memberi jaminan.
__ADS_1
***********
Kini semuanya telah selesai di atur. Jeff dan anak buahnya telah membagi tugas dan posisi masing-masing untuk membuat jebakan.
David dan kevin saat ini melalui bantuan tuan Barry telah diam-diam memasuki bandara.
Setelah selesai mengganti pakaian, mereka lalu dengan santai berjalan keluar bandara seolah-olah mereka berdua baru saja tiba dari Metro City.
Begitu mereka sampai di ruangan tunggu, Jeff dan Austin segera menghampiri mereka dan sengaja berkata dengan keras. "Tuan muda.., selamat datang kembali ke Starhill. Bagaimana perjalanan anda. Apakah menyenangkan?" Tanya Austin dengan suara sengaja di keraskan.
Lelaki muda yang memakai masker itu segera menjawab dengan suara yang juga sangat keras.
"Hey paman Austin. Apakah anda disini sengaja untuk menjemput ku?" Tanya David bersemangat.
"Benar Tuan muda. Mari Tuan muda.! Saya akan mengantar anda ke Hotel. Oh ya, kemana tujuan anda saat ini? Apakah Lotus mansion atau Hotel teratai?" Tanya Austin.
"Ah.., tidak perlu repot-repot mengantar saya sampai ke Lotus mansion. Antarkan saja saya ke hotel teratai untuk beristirahat!" Kata David sambil menahan geli di hatinya di panggil dengan sebutan tuan muda.
"Baiklah Tuan muda. Saya akan menuruti perintah anda saja. Mari Tuan muda! Mobil sudah menunggu di luar." Kata Austin mempersilahkan David kemudian di ikuti oleh yang lain nya meninggalkan ruangan itu di ikuti oleh tatapan mata yang tajam dari beberapa orang yang berada di ruang tunggu itu.
Begitu mobil yang menunggu berangkat meninggalkan bandara, tidak selang berapa menit muncul seorang lelaki berbadan tegap memberikan isyarat agar mereka berkumpul di luar depan sebuah restoran.
"Long.., bagaimana?" Tanya salah seorang dari mereka kepada lelaki bertubuh besar yang di panggil dengan nama Long itu.
"Kalian tunggu selama 5 menit! Setelah itu kita bergerak dan cegat rombongan itu di jalan sepi Lotus Road." Kata Long.
"Baiklah. Kita akan berpesta tak lama lagi." Kata mereka di iringi gelak tawa.
Saat ini mereka membayangkan berapa uang yang akan diberikan oleh Robin kepada mereka atas keberhasilan menyingkirkan Jerry.
Bagaimanapun mereka berfikir misi mereka kali ini pasti berhasil. Ini karena mereka melihat sendiri para pengawal yang menjemput David yang mereka kira adalah Jerry itu hanya berjumlah beberapa orang saja dan itu tidak terlalu sukar menurut mereka.
__ADS_1
Bersambung...