PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry kalang kabut


__ADS_3

Beberapa mobil sport melaju di jalan Starhill menuju ke MegaTown.


Perjalanan yang di khawatirkan akan mendapat hambatan itu akhirnya tidak mendapatkan halangan sama sekali. Ini setidaknya membuat lega di hati Ryan dan Daniel.


Karena mereka saat itu melalui jalan pintas, maka rombongan tersebut sampai di MegaTown lebih awal.


Begitu rombongan itu sampai di depan rumah tuan Abraham, tampak beberapa orang polisi berada di sana sambil menanyakan ini dan itu kepada anggota keluarga tersebut.


Di sana saat ini juga tampak Lisa, Megan dan Lira juga turut hadir dan mereka tampak sedikit terkejut melihat Jerry dan rombongan nya ternyata menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga Via.


"Jerry.., Via Jerry...!" Kata Lisa sambil menangis.


Megan juga saat itu tampak memerah matanya. Bagaimanapun mereka adalah sahabat yang telah 3 tahun bersama-sama. Wajar saja jika mereka merasa sangat merasa kehilangan.


"Seperti apa keadaan Via, Lisa?" Tanya Jerry.


"Seluruh tubuh dan wajah nya habis terbakar dan nyaris tak dapat di kenali." Kata Lisa.


"Aku.., aku harus melihatnya!" Kata Jerry sambil menghambur masuk ke rumah duka.


Begitu Jerry, Ryan dan Daniel tiba di samping sosok tubuh itu, Jerry segera membuka dan tampak kini raut wajah Jerry begitu terpukul.


"Via.., mengapa bisa begini sayang..?" Kata Jerry meratap.


Terbayang di pelupuk mata Jerry ketika dia dulu masih miskin, ketika itu adalah hari ulang tahun nya dan Via membawakan kue ulang tahun kecil dan sebatang lilin. Lalu mereka merayakannya berdua saja di bangku bawah pohon beringin depan kampus.


Tidak ada yang memperdulikan hari lahir Jerry kecuali ketiga sahabatnya dan juga Via.


Ketika itu Via sangat anggun dan cantik di mata Jerry.


Senyumnya, canda nya, tawa nya, semua serba indah. Tapi sekarang?


"Mengapa hati ku begitu pedih..?" Kata Jerry terduduk di lantai sambil menangis sejadi-jadi nya.


Mereka yang berada di sekitar ranjang tempat Via berbaring juga tidak tahan melihat adegan itu. Ini terutama ibu Via yang menangis sejak tadi malam hingga matanya kini telah membengkak.


"Ibu.., katakan kepada ku kemana Via pergi semalam?" Tanya Jerry sambil memegang tepi ranjang berusaha untuk bangkit.


"Via bersama Anton pergi ke Metro city semalam nak. Tapi ibu tidak tau apa tujuan mereka ke kota itu." Kata ibu Via menjawab pertanyaan Jerry.


"Apakah mereka sedikit pun tidak memberi tahu kepada ibu. Ini bisa jadi petunjuk bagi ku untuk mencari tau penyebab kecelakaan itu." Kata Jerry.

__ADS_1


"Tidak nak. Lagi pula sudah lah. Ibu telah merelakan. Bagaimanapun pihak polisi telah mengatakan bahwa ini murni kecelakaan lalu lintas." Kata ibu Via. Jelas dia tidak tahu apa-apa tentang apa yang menimpa kepada putrinya. Sedangkan tuan Abraham hanya membisu seperti patung tertunduk tanpa sepatah kata pun.


"Aku tidak percaya bu." Kata Jerry lalu menatap ke arah Ryan.


"Seperti yang aku katakan ketika kita masih berada di Starhousing tadi." Kata Ryan yang mengerti arti tatapan Jerry.


Saat ini semakin ramai yang berdatangan ke rumah Via. Baik itu dari pihak keluarga mau pun dari Golden university.


Demi memberi ruang kepada mereka, Jerry pun segera menyingkir lalu termenung diam di depan teras rumah tersebut.


Dalam keadaan yang sangat kalut itu tiba-tiba ponsel Jerry berdering menandakan seseorang telah mengirim pesan Whatsapp kepadanya.


Jerry segera mengeluarkan ponsel nya dan membuka pesan tersebut.


"Jerry.., apakah kau sedang sibuk? Jika tidak, harap segera menghubungi aku! Ini karena ada sesuatu berita yang sangat penting yang akan aku sampaikan kepadamu." Bunyi isi pesan tersebut yang datang dari Arslan di Country home.


"Dari siapa Jerry? Tanya Ryan.


"Kak Arslan yang mengirimkan pesan. Katanya ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan." Kata Jerry menjawab pertanyaan Ryan.


"Itu pasti tentang Riko. Cepat hubungi kak Arslan, Jerry!" Kata Ryan.


Jerry segera mendail nomor Arslan dan menunggu sejenak sampai panggilan itu tersambung.


"Ya Kak. Ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Jerry.


"Ini semua tentang rencana pertarungan Riko." Jawab Arslan.


"Katakan Kak. Aku mendengarkan!" Kata Jerry.


"Begini Jerry..., baru saja pak Ramos memberi tau kepada ku bahwa Sendiego mendapat perintah dari Robin agar jadwal pertarungan Riko di majukan dua hari lebih cepat." Kata Arslan.


"Apa? Bagaimana mungkin?" Kata Jerry terkejut.


"Itu lah Jerry. Pertarungan Riko dan Hyden akan di gelar malam ini tepat pukul 8." Kata Arslan.


"Ya Tuhan..., apa lagi ini?" Kata Jerry sambil membanting tinju nya.


"Masih ada waktu Jerry. Segera lah berangkat ke Country home." Kata Arslan.


"Memang masih ada waktu jika aku di Starhill. Tapi saat ini aku berada di MegaTown. Ya ampun..." Kata Jerry dengan kesal.

__ADS_1


"Mengapa kau berada di MegaTown Jerry?" Tanya Arslan.


"Aku mengunjungi rumah mahasiswi Golden university yang mendapat kecelakaan jalan raya tadi malam." Kata Jerry.


"Bagaimana ini? Kak.., kau akhiri saja panggilan telepon ini. Aku akan mencari cara agar bisa sampai sesegera mungkin di Country home." Kata Jerry.


"Baiklah Jerry. Kau usahakan lah. Aku akan segera mengatur anak buah Herey dan Jeff yang berada di Country home ini." Kata Arslan lalu mengakhiri panggilan tersebut.


"Bagaimana Jerry?" Tanya Ryan.


"Si bangsat Sendiego itu telah memajukan jadwal pertarungan Riko dua hari lebih awal." Kata Jerry.


"Apa? Itu berarti hari ini?" Kata Ryan sambil membelalakkan matanya.


"Ya hari ini. Tepatnya jam 8 malam ini." Jawab Jerry.


"Sial.., sial.., sial..." Kata Ryan mengumpat memuntahkan kekesalan hati nya.


"Jerry.., mengapa kau tidak menghubungi tuan Ronald untuk menjemput kita menggunakan Helikopter?" Kata Daniel yang tiba-tiba terfikir tentang mereka yang pernah kembali dari Metro city ke Mountain lotus dengan mengendarai helikopter.


"Naah... Syukurlah Ya Tuhan..." Kata Jerry sambil mengusap-usap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Cepat hubungi tuan Ronald, Jerry!" Kata Ryan.


"Ya.., ya. Aku akan segera menelepon paman Ronald." Kata Jerry.


Tanpa membuang waktu lagi Jerry langsung menghubungi nomor ponsel Ronald.


"Hallo Tuan muda. Apakah ada perintah untuk ku?" Tanya Ronald begitu panggilan itu terhubung.


"Paman.., siapkan 3 helikopter! Kita harus segera berangkat ke Country home." Kata Jerry.


"Mengapa begitu terburu-buru Tuan muda? Bukankah jadwal anda adalah tanggal satu?" Tanya Ronald.


"Ini karena si bangsat Sendiego ini telah memajukan jadwal tarung Riko." Kata Jerry sambil menceritakan kabar yang dia dapat dari Arslan barusan.


"Baiklah. Kami akan segera berangkat untuk menjemput anda Tuan muda." Kata Ronald.


"Tunggu kami di Hillstreet. Aku akan segera bertolak ke sana!" Kata Jerry lalu mematikan telepon.


"Ayo cepat Ryan.., Daniel! Kita berpamitan sebentar lalu segera pergi ke Hillstreet." Kata Jerry sambil buru-buru masuk kembali ke rumah Via.

__ADS_1


Setelah sedikit berbasa basi, Jerry dan rombongannya segera memasuki mobil masing-masing dan segera tancap gas meninggalkan rumah Via menuju ke Hillstreet mengikuti jalan pintas.


Bersambung...


__ADS_2