PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry meminta Ivan kembali ke Metro city


__ADS_3

Golden university.


Jerry yang tampak sangat terburu-buru setengah berlari mengejar seseorang yang telah hampir sampai di tempat parkir.


Karena merasa bahwa sudah tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengejar, maka dia langsung berteriak memanggil nama orang itu.


"Ivan..."


Pemuda yang diteriaki oleh Jerry itu kini berhenti dan memutar tubuh menghadap ke arah Jerry.


"Hei Jerry..., ada apa dengan mu?" Tanya pemuda yang ternyata adalah Ivan tersebut.


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mu." Kata Jerry.


"Wah. Sepertinya ini sangat penting." Kata Ivan bertukar ekspresi menjadi serius


"Jangan pulang dulu. Ayo kita kebawah pohon sana.!" Ajak Jerry.


Mereka berdua pun kini sama-sama melangkah ke arah pohon besar yang di tunjuk oleh Jerry.


"Ada apa Jerry?" Tanya Ivan sebaik saja mereka sampai di bangku batu tepat di bawah pohon tersebut


"Begini Van. Keluarga Patrik mu telah memantik api perang dengan ku sejak beberapa waktu ini. Kau kan tau di mulai dari mereka merencanakan untuk membunuh ku, melakukan kekacauan di lokasi proyek baru di Country home, mencuri barang logistik dari Hillstreet dan yang terakhir memasukkan sindikat pengedar obat-obat terlarang dan kau sendiri melihat ulah dari ayah mu mengakibatkan banyak sahabat kita yang menjadi korban." Kata Jerry.


"Ya. aku tau semua itu Jerry. Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Ivan.


"Semua masalah yang aku sebutkan tadi sudah berhasil di atasi dengan baik. Namun ayah mu sepertinya tidak berhenti sampai di sini saja. Dia kini merencanakan menjebak sahabatku Riko untuk bertarung melawan adik mu Hyden dan merencanakan taktik kotor dalam pertarungan itu."


"Apa.., Hyden?" Tanya Ivan dengan wajah berubah merah.


"Benar. Hyden akan menantang Riko untuk bertarung secara curang. Dia telah menyandra keluarga pelatih Riko agar mau bekerja sama dengan nya dalam menjalankan taktik kotor tersebut."


"Aku pernah mendengar tentang gelanggang bawah tanah milik ayah ku yang dioperasikan oleh Sendiego di Country home. hmmm" Kata Ivan sambil menggumam tak jelas.

__ADS_1


"Jerry. Apa langkah yang akan kau ambil selanjutnya?" Tanya Ivan.


"Aku memprediksi akan ada perang besar antara aku dan ayah mu tidak lama lagi. Aku meminta agar kau segera kembali ke Metro city hari ini juga. Pergi dan lakukan persiapan. Ketika perang pecah, kau harus bisa membebaskan kakek mu dan bawa ke Villa Smith. Aku telah menyiapkan anak buah ayah angkat ku untuk melindungi kalian. Perintahkan kepada tuan James untuk mengatur rencana pembebasan itu. Bagaimanapun aku khawatir jika orang-orang ku akan salah menjatuhkan tangan kasar kepada kalian nantinya." Kata Jerry menjelaskan.


"Baik lah Jerry. Sekarang juga aku akan kembali ke Metro city. Ingat untuk terus memberi kabar kepadaku tentang pergerakan kalian agar aku bisa bergerak cepat membebaskan kakekku dari ruang sekapan ayah ku." Kata Ivan.


"Baiklah Van. Kita berpisah disini. Katakan kepada Lorna supaya melarang keluarga Walker untuk ikut campur. Karena aku tidak akan pandang bulu kali ini. Jika keluarga itu ikut campur, mereka juga akan di babat habis." Kata Jerry memperingatkan.


"Ya. Aku kan menyampaikan pesan mu kepada Lorna. Ayo berpisah. Aku akan segera bersiap-siap berangkat ke Metro city."


"Hati-hati Van. Beberapa orang akan menunggu mu di bandara. Ikuti mereka dan mereka akan menjamin keselamatan mu. Oh ya.., Hotel mutiara di Metro city adalah milik ku. Ambil kartu ini dan tunjukkan kepada resepsionis! Mereka akan melayani mu dengan baik." Kata Jerry sambil memberikan kartu Vip ekslusif kepada Ivan.


"Kau memang sahabat ku Jerry." Kata Ivan memeluk Jerry lalu segera berjalan menghampiri mobil nya.


Jerry hanya menarik nafas berat menatap kepergian Ivan. "Kasihan sekali kau Ivan. Kau pasti serba salah antara ayah dan kakek mu. Andai aku berada di posisi mu saat ini, kepala ku sudah lama pecah." Kata Jerry dalam hati.


...*********...


"Jerry... Hei Jerry.. Apa yang kau lamunkan?" Tanya satu suara dari belakang.


"Ryan mengantar Jenny pulang. Sebentar lagi dia akan sampai. Kemana kita akan pergi?" Tanya Daniel.


"Daniel.., kita tidak perlu kembali ke rumah. Tunggu Ryan sampai! Setelah itu kita langsung bergerak ke Mountain lotus. Huh.., pecah kepala ku." Kata Jerry sambil menggaru-garu kepalanya. Tampak wajah nya begitu kusut saat ini.


"Kau tenang lah Jerry. Jika kau seperti ini, kau tidak akan bisa melakukan perencanaan dengan baik. Semua mengikuti perintah mu. Bayangkan jika sedikit saja melesat! Semua akan jadi kacau." Kata Ryan memperingatkan.


"Aku benar-benar geram dengan keluarga Patrik ini. Sepertinya mereka ini tidak punya otak. Berkali-kali gagal namun tidak juga Jera. Aku khawatir jika kita tidak memberantas mereka sampai ke akar-akarnya, aku pasti tidak akan bisa fokus kepada pekerjaan ku." Kata Jerry.


"Keluarga Patrik masih kuat Jerry. Walau pun Long, Ramsey dan Ramond telah kita singkirkan, namun masih ada Sendiego, Rudock dan Bruno. Kau harus tetap waspada!" Kata Daniel.


"Benar. Tapi jika di lihat dari sepak terang Robin ini, aku khawatir bahwa ada kekuatan lain yang membantu nya. Hanya saja aku tidak tau siapa orang ini. Coba kau fikir Daniel! Proyek mereka sudah mangkrak. Para investor mereka lari ke perusahaan milik ku. Usaha bisnis mereka sudah sepi. Tapi mengapa dia ini masih saja kuat. Siapa yang telah mendukung nya. Apakah keluarga Walker?" Tanya Jerry.


"Hey... Jerry. Maaf aku tadi mengantar Jenny dulu. Kemana kita sekarang?" Kata Ryan setengah berlari menghampiri Jerry.

__ADS_1


"Kita ke Mountain lotus." Jawab Jerry singkat.


"Tidak kembali dulu Jerry?" Tanya Ryan.


"Kita hanya punya waktu 4 hari lagi Ryan. Kita harus segera melakukan persiapan secepat mungkin. Makan siang disana saja!" Kata Jerry.


"Oh ya.., Bagaimana dengan Riko? Apakah kau berhasil menghubunginya?" Tanya Jerry.


"Ya. Dia bersedia untuk menemui kita pukul 8 malam ini di restoran bahagia."


"Bagus. Kita harus bisa melarang Riko agar tidak menerima tantangan dari Hyden." Kata Jerry.


"Aku yakin dia akan menolak keinginan mu Jerry. Kita sama-sama tau watak Riko ini. Dia tidak akan mundur walau tau itu sangat berbahaya baginya." Kata Ryan.


"Makanya selain bertemu dengan Riko dan melarang dia untuk bertarung, kita juga harus menyiapkan rencana cadangan dengan mempersiapkan orang-orang kita untuk menghadapi segala kemungkinan." Kata Jerry.


"Ya. Itu benar. Kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Tumben kau pintar?" Tanya Ryan sambil becanda.


"Kemarin baru saja aku mencuci otak ku pakai pemutih pakaian." Kata Jerry sambil tertawa.


"Hahaha..., kau ini. Apakah kau menyindir ku?" Tanya Ryan sambil tertawa.


"Oh.., aku hampir lupa. Daniel.., sebaiknya kau jangan ikut ke Mountain lotus! Kau temani Joanna dan Hellen saja. Aku khawatir dengan keselamatan mereka." Kata Jerry.


"Ya. Seharusnya memang begitu." Kata Daniel setuju dengan usulan dari Jerry.


"Ayo Daniel! Kita berpisah disini. Jangan matikan ponsel mu. Kita harus tetap berhubungan." Kata Jerry.


"Ok kau tenang saja. Ayo kita berpisah disini." Kata Daniel.


Lalu mereka bertiga berjalan menuju tempat parkir dan mulai masuk ke mobil masing-masing.


Tak lama setelah itu tampak ketiga mobil sport itu melaju meninggalkan kampus Golden university.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2