PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Managar Tom menjewer telinga Jerry


__ADS_3

Kejadian ribut-ribut di meja Megan dan Lisa akhirnya menarik perhatian Anton dan Herman yang berada tidak jauh dari mereka.


Sejenak Herman dan Anton saling pandang lalu tanpa di komandoi mereka berdua bergegas menuju ke-arah ribut-ribut tersebut.


Baru saja mereka berdua sampai, Herman sudah menegur Megan dengan kata-kata kesat.


"Ada apa ini Megan? Apa kau kira ini pasar malam yang bebas berteriak sesuka hati mu? Ini adalah pertemuan para orang-orang terhormat. Jaga sikap mu atau kau akan dilempar keluar oleh petugas keamanan!" Kata Herman menghardik Megan.


Berbeda dengan Herman, Anton malah memperhatikan pelayan yang jadi korban pelampiasan amarah Megan tersebut.


Benar saja. Ketika Anton mengenali siapa pelayan tersebut, Dia pun segera berkata dengan nada menghina.


"Ternyata itu kamu Jerry. Benar-benar sampah. Kau itu tidak pernah jera. Tidak di restoran bahagia, tidak di hotel teratai ini. Kau selalu tidak becus melayani tamu." Kata Anton sambil menudingkan jari telunjuk nya.


Mendengar Anton menyebut nama Jerry, Herman segera memperhatikan wajah pelayan itu. Astaga.., benar saja bahwa itu adalah Jerry sahabat nya.


Megan yang merasa mendapat dukungan dengan kehadiran Anton makin meningkatkan tekanan nya kepada Jerry.


"Kau tau Anton..? Pelayan mesum ini berusaha untuk menyentuh paha ku dengan alasan yang bukan-bukan. Kalau tidak di beri pelajaran, lelaki mesum ini akan selalu berbuat yang tidak-tidak terhadap gadis lain." Kata Megan.


Kasihan melihat Jerry yang terus terpojok, Herman langsung menghampiri Jerry dan segera bertanya. "Sebenarnya apa yang terjadi Jerry?" Tanya Herman.


"Kejadiannya persis seperti ketika kau menjegal kaki ku dan aku terjatuh waktu di restoran bahagia dulu." Kata Jerry menjawab pertanyaan Herman.


"Maafkan aku atas kejadian yang dulu itu Jerry." Kata Herman dengan Raut wajah penuh penyesalan.


"Heh...! Jika kalian terus mengobrol, lalu bagaimana dengan ku? Kau harus mengganti kerugian yang aku alami!" Kata Megan berteriak.


"Kau Megan. Kecil kan sedikit volume suara mu. Ini bukan pasar ikan." Kata Herman kembali menegur.


"Aku tidak bersalah. Semua ini adalah kesalahan mu sendiri yang sengaja menumpahkan minuman itu. Aku tidak punya apa-apa untuk memberikan mu kompensasi untuk itu." Kata Jerry.


"Jika bukan karena ini adalah pertemuan orang-orang besar, kau pasti akan aku hajar disini Jerry." Kata Anton dengan geram.


"Jika kau tidak punya apa-apa, maka berlutut dan minta maaf sekarang!" Kata Megan yang sepertinya tidak ingin masalah itu berakhir begitu saja.


"Cukup Megan! Kau, Lisa dan Anton sudah sangat keterlaluan menghina aku. Aku di sini bekerja untuk melayani semua orang. Bukan hanya dirimu saja. Jika kau ingin menyuruh ku melakukan sesuatu yang tidak wajar, maka kau boleh membawa pelayan pribadi mu ke sini untuk melayani mu." Kata Jerry dan segera berbalik. Sedikit pun dia tidak menghiraukan Megan yang membanting kaki nya ke lantai dengan kesal.


Herman yang melihat masalah itu telah selesai begitu saja akhirnya merasa lega dan segera meninggalkan ketiga orang yang masih diliputi kejengkelan itu.


Saat ini Jerry segera menyusun gelas minuman dan segera membawanya kedalam satu ruangan yang luas dengan meja panjang dan puluhan kursi berbaris di tempat itu.

__ADS_1


Sesaat Jerry menatap kursi yang berada di kepala meja. Kursi itu lain dari yang lain dan hanya ada 1 di ruangan itu. Itu adalah kursi dimana pemilik perusahaan duduk dalam pertemuan nanti.


Berada di ruangan itu membuat Jerry terbayang apa yang akan terjadi nanti. Pasti akan banyak drama sebentar lagi akan terjadi.


Agak lama juga Jerry larut dalam lamunan sampai akhirnya dia ingat bahwa dia harus melakukan sesuatu agar pertemuan kali ini bisa terlaksana tepat waktu.


Jerry segera mengeluarkan posnselnya dari dalam saku celana nya dan segera menekan tombol On untuk menghidupkan ponsel.


Beberapa lama menunggu akhirnya ponsel itu pun siap beroperasi. Dan hal pertama yang dilakukan oleh Jerry adalah menelepon tuan Barry.


...******...


Pada saat yang sama, tuan Barry, tuan Ricard, Ronald dan Austin sedang melayani tuan Jackson William.


Namun, baru saja dia akan membuka mulut, tiba-tiba ponsel nya berdering. Saat dia menatap ke layar ponsel, dia melihat bahwa yang menelepon nya adalah Jerry William.


Tuan Barry yang sejak tadi sangat gelisah karena Jerry belum juga menampakkan diri segera menjawab panggilan tersebut dengan jantung berdebar.


"Hallo Tuan muda. Dimana anda saat ini? Mengapa anda belum juga tiba? Apakah telah terjadi sesuatu?" Tanya tuan Barry membombardir Jerry dengan pertanyaan.


"Tuan Barry. Aku sama sekali tidak berhalangan." Kata Jerry dengan santai.


"Aku sudah berada di dalam ruangan pertemuan. Anda bisa memulai pertemuan sekarang!" Kata Jerry mengatakan bahwa dia telah menunggu mereka di ruang pertemuan.


"Apa? Anda. Ba.., bagaimana bisa?" Kata tuan Barry tidak percaya.


Dia segera mengakhiri sambungan telepon dan tampak terburu-buru berjalan menuju ke pintu ruangan pertemuan.


"Ada apa Barry? Kau tampak sangat terburu-buru!?" Kata tuan Ricard heran melihat perubahan sikap tuan Barry.


"Tuan muda. Tuan muda sudah menunggu kita di ruangan pertemuan." Kata tuan Barry segera melangkah panjang-panjang menuju pintu ruangan tersebut.


Sebaik saja tuan Barry masuk kedalam ruangan pertemuan itu di susul oleh tuan Ricard, Ronald dan Austin, mereka semua kompak kaget melihat Jerry berpenampilan seperti pelayan sedang sibuk meletakkan gelas minuman di atas meja mengikut jumlah kursi di ruangan itu.


"Ini..., ini..., ini. Tuan muda. Apa yang anda lakukan dengan penampilan seperti ini?" Kata tuan Barry dengan tergopoh-gopoh menghalangi Jerry yang sedang sibuk mengatur gelas di ruangan itu.


Keterkejutan itu bukan hanya tuan Barry yang mengalami nya. Ronald dan Austin juga merasa serba salah melihat Jerry berpakaian pelayan. Hal ini membuat tuan Ricard yang belum mengenal Jerry merasa kebingungan dengan tingkah ketiga orang yang tampak seperti ketakutan itu.


"Ada apa Tuan Barry, Paman Ronald dan Paman Austin? Kalian seperti melihat hantu saja." Kata Jerry acuh tak acuh lalu melanjutkan pekerjaan nya.


"Tuan muda. Mengapa anda seperti ini? Ya ampun.. Tolong lah Tuan muda. Jangan buat kami merasa serba salah seperti ini melihat anda menjadi pelayan dengan menyiapkan gelas minuman seperti ini." Kata tuan Barry melarang Jerry untuk melanjutkan aktifitas nya.

__ADS_1


"Jika aku tidak melakukan pekerjaan ini, bagaimana Manager Tom akan membayar ku 50 Dollar?" Tanya Jerry dengan senyum mengembang di bibir nya.


"Apa? Manager Tom? Kurang ajar. Berani sekali dia." Bentak tuan Barry.


Dia lalu segera keluar dan berteriak memanggil Manager Tom yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


Manager Tom yang terlihat heran mengapa presiden Barry berteriak seperti orang marah memanggil-manggil namanya segera berlari diikuti tatapan heran dari setiap orang yang ada di ruangan itu.


"Pak Presiden, ada apa anda memanggil saya?" Tanya Manager Tom dengan terheran-heran.


"Masuk..!" Bentak tuan Barry membuat Manager Tom sedikit terperanjat namun tetap mengikuti perintah tuan Barry.


Begitu dia sampai di dalam, kini tampak Ronald, Austin dan tuan Ricard yang sedang memperhatikan Jerry tanpa berkedip.


"Ada apa Jerry? Apakah kau telah berbuat kesalahan sehingga membuat orang-orang besar ini marah?" Kata Manager Tom menghampiri Jerry dan langsung menjewer telinga Jerry.


"Aduh..., aduh..., ampun Pak Tom. Aku tidak melakukan kesalahan apa pun." Kata Jerry sambil menyeringai menahan rasa sakit akibat di jewer oleh Manager Tom.


Melihat Jerry di jewer begitu saja oleh Manager Tom membuat tuan Barry yang ingin menegur Manager Tom dengan keras segera mengurungkan niatnya.


Dia terpaksa menyembunyikan tawanya sejenak lalu segera menguasai perasaan lucu yang menggelitik di hatinya saat ini dan berkata, "Manager Tom, apakah kau tau siapa orang yang sedang kau jewer itu?" Tanya tuan Barry sambil tersenyum masam.


"Ya aku tau Tuan. Dia adalah Jerry. Aku merekrut nya menjadi pelayan separuh waktu disini karena kita kekurangan tenaga pelayan. Aku membayar mahal untuk dirinya. Tapi jika dia berbuat kesalahan, maka aku akan memberi hukuman kepadanya." Kata Manager Tom tanpa tedeng aling-aling.


"Lepaskan tangan mu dari telinganya Manager Tom! Aku khawatir jika kau mengetahui siapa dirinya, maka kau akan terkencing di dalam celana." Kata tuan Barry menyuruh agar Manager Tom berhenti menjewer telinga Jerry.


"Mengapa Tuan Presiden? Apakah Jerry ini tidak melakukan kesalahan? Lalu mengapa anda berteriak dengan marah memanggil ku?" Tanya Manager Tom tidak mengerti.


"Aku memanggil mu dengan marah karena kau telah lancang menyuruh Tuan muda kita bekerja sebagai pelayan di hotel milik nya sendiri!" Bentak tuan Barry dengan lantang.


"Apa?"


Hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir Manager Tom.


Dengan tangan bergetar dia segera melepaskan jewerannya di telinga Jerry dan jatuh berlutut di lantai.


"Maafkan aku yang buta ini. Aku tidak mengenal anda Tuan muda." Kata Manager Tom.


"Bangkit lah Manager Tom. Anda tidak bersalah. Aku lah yang tidak sempat memperkenalkan diri kepada mu." Kata Jerry sambil menarik Manager Tom agar segera berdiri kembali.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2