
Kantor besar William Group Metro City.
Di depan bangunan tinggi di pusat kota Metro ini, tampak beberapa mobil mewah terparkir dengan rapi.
Hari ini seperti yang telah di tetapkan oleh Mr.Brylee bahwa pemilik sah perusahaan akan kembali.
Hal ini tentu saja membuat seisi Metro City menjadi gempar. Terlebih lagi keempat naga ompong beserta cucu mereka.
Ivan sendiri yang saat itu merasa sangat kaget ketiga tiba-tiba saja ponselnya memberikan notifikasi bahwa seseorang telah mentransfer uang sebesar 4 juta Dollar kedalam rekeningnya.
Pemuda tampan dengan penampilan tenang itu tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya.
Dia heran dengan pemberitahuan itu.
"Apakah ada yang salah mentransfer uang ke rekening ku ini?" Tanya Ivan dalam hati.
Baru saja dia ingin menyelidiki, tiba-tiba ponselnya kembali berdering. Kali ini itu adalah pesan suara di WhatsApp.
"Halo sobat. Apakah kau sudah merupakan aku?"
Ivan seperti disengat kalajengking begitu mendengar suara itu.
"Ini suara Jerry." Katanya dalam hati.
Dia kembali melihat ke arah nomor si pengirim suara.
"Bukankah ini nomor Jerry. Ah sialan. Padahal nomor ini sudah tidak aktif lagi selama hampir sembilan bulan. Bukankah dia telah mematahkan kartu nya?" Pikir Ivan lagi dalam hati.
Ivan tidak ingin berfikir terlalu lama. Dengan tergesa-gesa dia lalu membalas pesan suara tersebut.
"Woy Jerry! Bagaimana aku bisa melupakan mu." Kata Ivan.
"Hahaha. Oh ya Van. Aku sudah mengembalikan uang mu. Apakah mobil kesayangan ku masih utuh?" Tanya Jerry masih dalam pesan suara.
"Masih. Kau bisa mengambilnya kapan saja yang kau mau. Walau tanpa mengembalikan uang ku." Jawab Ivan.
"Sekarang aku berada di depan pintu pagar Villa mu." Kata Jerry yang membuat Ivan kontan saja terkejut.
__ADS_1
"Apa? Ah sialan kau bikin kaget aku saja. Tunggu aku di situ. Sebentar lagi aku keluar." Kata Ivan lalu buru-buru bergegas keluar.
"Hey Jerry. Hahaha... Bagaimana dengan kabar mu? Oh ya, kapan kau kembali?" Tanya Ivan.
"Aku di Villa Klasik Van. Sengaja bersembunyi sambil menyusun rencana. Sudah lebih seminggu aku berada di sini." Kata Jerry.
"Rencana? Jadi?"
"Ssssttt.... Memang aku yang melakukannya." Kata Jerry sambil tertawa.
"Ayo ceritakan sebenarnya ada apa?" Tanya Ivan mengacu kepada rencana Jerry.
Lalu Jerry pun menceritakan kepada Ivan segala rencana jebakannya serta sandiwara nya bersama dengan Kenny.
"Hahaha... Tidak ku sangka ternyata itu hanya akal-akalan mu saja." Kata Ivan.
"Van. Aku juga membawa kabar baik." Kata Jerry.
"Ayo katakan! Kabar baik apa itu?" Tanya Ivan mendesak.
"Sebentar lagi aku akan segera menjadi seorang Ayah." Kata Jerry.
"Aku memiliki agenda pertemuan hari ini Van. Boleh aku bawa mobilnya?" Tanya Jerry.
"Ah kau terlalu sungkan. Ya sudah cepatlah laksanakan agenda mu. Aku merindukan kebersamaan kita yang dulu." Kata Ivan.
"Baiklah. Jika begitu aku berangkat dulu." Kata Jerry sambil menerima kunci mobilnya dari Ivan dan berjalan menghampiri mobil super sport Lamborghini SIAN miliknya yang dulu dia jual kepada Ivan.
*********
Mobil Lamborghini SIAN itu melesat bagai anak panah yang lepas dari busur nya membelah jalan di Metro City ini.
Tiba di pusat kota, mobil itu berbelok ke kiri dan berhenti tepat di sebuah gedung tinggi yang dikenal sebagai kantor besar William Group itu.
Begitu tiba di tempat parkir, beberapa Kepala Staf dan seluruh karyawan berjejer dari pintu masuk sampai ke dalam sambil membungkuk memberi hormat kepada pemilik sah dari perusahaan itu.
"Selamat datang kembali Tuan muda!" Kata mereka serentak.
__ADS_1
Tiba di dalam kantor besar tersebut, tampak dua orang lelaki tua sedang berdiri menunggu dengan didampingi oleh Tuan Barry, Ronald, Austin, dan juga Lenard.
"Kau akhirnya kembali Jerry!" Kata salah seorang dari lelaki tua itu.
"Salam hormat ku untuk kakek berdua." Kata Jerry sambil membungkuk.
"Hmmm... Aku sudah mendengar semuanya dari Kenny. Ternyata kau tidak hanya jago dalam berbisnis. Tetapi kau juga hebat dalam mengelabui musuh mu." Kata lelaki tua yang dikenal dengan panggilan Tuan Smith itu.
"Aku sudah memperkirakan semuanya dengan matang Kek. Hanya itu jalan satu-satunya untuk mancing musuh agar keluar dari persembunyiannya. Andai tidak seperti itu, entah masalah apa lagi yang akan dihadapi oleh perusahaan." Kata Jerry.
"Kakek bangga kepada mu. Maafkan atas kesalahan kakek yang telah lalu. Sekarang terserah dirimu mau Kemana kau arahkan masa depan mu." Kata Tuan William.
"Terimakasih atas pengertian dari kakek. Kelak aku akan menjadi lebih penurut." Kata Jerry.
"Ayo. Semua sudah hadir. Saatnya kau memimpin rapat ini." Kata Tuan besar William.
"Mr.Brylee. mari!" Kata Jerry mempersilahkan lelaki berusia lebih 40 tahun itu.
"Mari Tuan muda!" Kata Mister Brylee pula.
Setelah semuanya hadir, kini Jerry mulai mengawali kata sambutannya dengan menggunakan pengeras suara.
"Selamat datang bagi anda para Staf, Manager serta para pemegang saham sekalian."
"Setelah mengalami berbagai permasalahan di dalam perusahaan, kini aku, Jerry William sebagai Founder sekaligus Owner di perusahaan Future of Company akan kembali menjadi pemimpin di perusahaan ini dengan sepupu ku yaitu Kenny William tetap menjabat sebagai CEO di anak perusahaan FOC yaitu William Group ini."
"Dewasa ini, kita telah mengalami berbagai rintangan dan tantangan dalam menghadapi segala macam persaingan dalam dunia bisnis. Namun karena kerjasama dari kalian semua, kita mampu memalui itu. Aku berharap, untuk kedepannya tetap jaga persatuan kita sebagai satu tubuh dalam menjalankan roda perusahaan. Jangan ada yang mengatakan bahwa aku adalah manager, aku adalah presiden, aku adalah mandor lapangan, aku adalah tukang sapu. Karena semua diantara kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam setiap pekerjaan yang kita emban.
Saat ini, setelah berhasil menyingkirkan penghalang terbesar bagi perusahaan, maka keadaan bisa menjadi lebih stabil. Namun, kita tentunya tidak ingin berada pada titik yang sama setiap saat. Oleh karena itu, mari kita saling bekerjasama untuk memajukan lagi perusahaan ini ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Aku tahu bahwa semua diantara kita ini memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan. Oleh karena itu, aku selaku founder di perusahaan Future of Company, mempertahankan dewan direksi serta lembaga yang didirikan oleh kakek ku yaitu Tuan besar Smith yang bernama Future Fondation. Semoga kedepannya kita bisa saling bekerjasama dalam mengambil peluang yang ada serta kebijakan-kebijakan yang dapat mensejahterakan perusahaan. Apakah kalian siap untuk bekerjasama dengan baik? Tanya Jerry.
"Kami siap Tuan muda!" Kata mereka serentak.
"Baiklah. Untuk pembagian kerja, aku rasa untuk saat ini kembali kepada posisinya ketika Future of Company masih berdiri. Adapun setelah aku membubarkan perusahaan dan terjadi pengaturan ulang oleh Tuan Barry, maka dengan ini, posisi masing-masing dikembalikan kepada yang sebelumnya. Di sini Tuan Barry akan mengatur ulang semuanya."
"Baiklah., Jika ada yang merasa kurang tercerahkan, silahkan ajukan pertanyaan!"
__ADS_1
Hening seketika. Tidak ada yang bertanya.
"Tidak adanya pertanyaan menandakan kalian semua yang hadir di sini sudah mengerti. Jadi, dengan ini pertemuan saya bubarkan!" Kata Jerry lalu menyalami kedua kakeknya yang duduk di samping kiri dan kanan nya.