
Bab 117.
Begitu Jerry kembali masuk menuju untuk segera bergabung dengan teman-teman yang lainnya, Tiba-tiba satu suara menegur nya.
"Jerry...!"
"Eh.., Rina." Kata Jerry sambil tersenyum.
"Jerry.., apakah ada kabar yang kau dapat tentang Riko?" Tanya gadis yang ternyata adalah Rina itu.
Mendengar pertanyaan dari Rina, Jerry hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menggeleng.
"Aku sudah mencoba menyirap kabar tentang Riko. Tapi untuk saat ini aku belum berhasil menjejaki dimana dia berada." Kata Jerry.
"Jerry.., apakah kau sudah bertanya kepada keluarganya di Country Home? Siapa tau Riko ada di sana." Kata Rina lagi dengan raut wajah memelas.
"Sudah Rina. Tapi mereka juga kebingungan saat ini. Mereka juga tidak tau dimana Riko berada." Jawab Jerry frustasi.
"Aku mendengar tadi bahwa Daniel bersama dengan adik perempuan Riko. Aku harus menanyakan sesuatu kepada nya Jerry." Kata Rina lalu segera ingin pergi.
Belum sempat Rina berlalu, Jerry sudah terburu menghentikan Rina dan berkata, "Rina, jika kau menanyakan tentang Riko saat ini kepada Hellen, itu akan merusak suasana hatinya. Lihat lah usaha Daniel untuk membawa Hellen kesini. Waktu nya tidak tepat Rina. Percayalah! Riko pasti akan menghubungi mu tidak lama lagi." Kata Jerry mencoba meredakan suasana hati Rina.
"Benar juga katamu Jerry. Aku terlalu khawatir. Maafkan aku." Kata Rina dengan mata berkaca-kaca.
"Kau boleh akrab dengan nya Rina. Tapi untuk saat ini, jangan ungkit masalah Riko di depan Hellen. Atau kau akan melihat Hellen akan menangis sepanjang makan malam nanti." Kata Jerry memperingatkan.
"Jangan khawatir Jerry. Aku tau kalian sudah berusaha untuk mencari Riko. Aku akan menjaga bicara ku di depan Hellen nanti." Kata Rina meyakinkan Jerry.
"Baiklah Rina..! Ayo kita bergabung dengan yang lainnya.!" Ajak Jerry, lalu mereka pun berjalan menuju kearah Via dan Hellen yang terlihat mulai akrab.
"Hai Via.. Aku kira kau tidak datang." Kata Rina begitu dia dan Jerry sampai.
"Eh Rina. Hahaha... Jerry yang menjemput ku. Kau tau, kami hampir saja terlambat karena mobil butut yang di bawa Jerry mogok di jalan." Kata Via sambil tertawa.
"Oh ya Rina.., perkealkan teman baru kita. Namanya Hellen. Dia adiknya Riko." Kata Via sambil menarik Hellen untuk lebih dekat.
Rina tidak berbicara sepatah kata pun. Dia hanya menarik lengan Hellen lalu merengkuhnya kedalam pelukan.
Hellen yang sedikit heran hanya bisa menurut saja dan membalas pelukan Rina.
"Bagaimana kabar mu dan keluarga mu Hellen?" Tanya Rina setelah dia melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Kabar ku baik-baik saja kak. Juga keluarga." Kata Hellen.
"Maafkan aku Hellen karena tidak bisa berkunjung untuk menjenguk ibu yang dirawat di Rumah sakit." Kata Rina.
Hellen yang tidak tau apa-apa hanya bengong saja. Dia tidak tau harus menjawab apa.
"Hellen.., Rina ini adalah calon kakak ipar mu. Dia dan Riko adalah..., ah sudah lah. Pokoknya dia adalah calon kakak ipar mu." Kata Daniel yang tiba-tiba sudah berada di samping Hellen.
*********
Semua yang hadir di tempat itu berhenti berbicara antara mereka ketika dari arah depan meluncur sebuah mobil mewah Bugatti Divo dan berhenti tepat di samping mobil Toyota Supra milik Kevin yang di parkir oleh Daniel.
Kini tampak seorang pemuda yang sangat tampan dengan kulit putih bersih dan sepasang mata yang sangat bening keluar dengan penuh gaya sebagai seorang pemuda bangsawan. Dia berjalan santai mengelilingi mobil dan membukakan pintu.
Setelah pintu mobil sport Bugatti itu di buka, kini tampak keluar seorang wanita dengan penampilan layaknya bak seorang putri.
Jerry yang melihat kedatangan mereka segera tersenyum girang lalu berteriak, "Woy Ivan. Sejak kapan kau jadian dengan Lorna?" Teriak Jerry dengan raut wajah gembira.
"Hehehe..., Kau terlalu sibuk dengan urusanmu. Mana mungkin kau sempat memperhatikan aku dan Lorna." Kata Ivan melangkah santai sambil menggandeng tangan Lorna.
"Haha.., kau menyindir ku Van. Maklum lah. Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk menjinakkan harimau betina." Kata Jerry tanpa dia sadar satu cubitan dari jemari halus hinggap di pinggang nya.
"Kalian memang begitu. Aku tidak heran." Kata Ivan mencibir.
"Hey Van.., kau sudah sampai!?" Kata Herman sambil menggandeng Rindy di samping nya.
"Oh..., kalian Akhirnya jadian juga?" Kata Ivan.
"Siapa bilang kami jadian? Kami hanya berteman." Kata Rindy sedikit malu-malu.
Belum lagi mereka melanjutkan candaan mereka, tiba-tiba dari arah depan meluncur mobil Audi Rs3 yang langsung saja parkir di samping mobil Bugatti Divo milik Ivan.
Tak lama setelah itu keluarlah seorang gadis imut dengan rambut panjang sepinggang dengan wajah cemberut langsung berjalan menghampiri Ivan.
"Huh.., kalian tega benar kepada ku. Sudah tau aku sendirian, kalian malah tancap gas dan meninggalkan aku di belakang." Kata gadis yang baru saja sampai itu dengan memasang wajah tetap cemberut.
"Hahaha..., melihat mu cemberut begitu kok jadi lucu ya?" Kata Ivan sambil tertawa.
"Kak Ivan. Lain kali aku tidak akan mengizinkan kau bersama dengan Lorna lagi jika masih saja menggoda ku." Kata gadis itu merajuk.
"Adele! Kamu kenapa seperti nenek-nenek kehilangan sanggul begitu. Apakah kau iri dengan aku?" Tanya Lorna dengan mendelikkan matanya.
__ADS_1
"Tidak berani.., aku tidak berani." Kata gadis bernama Adele itu sambil melambaikan tangan nya.
"Kita sudah lengkap di sini. Bagaimana jika kita mulai saja acara makan malamnya?" Kata Ryan dengan ramah.
"Bagaimana Jerry?" Tanya Ivan.
"Wah.., aku mana tau. Kalau aku sih lebih baik kita segera memulai makan malam saja." Kata Jerry memutar belit kata-katanya.
"Kau ini Jerry. Susah kalau penyakit lama mu kambuh." Kata Ryan mencibir.
Jerry hanya terkekeh dan mulai memandang ke sekelilingnya. Namun tiba-tiba ekspresi wajah nya berubah ketika melihat Lisa di sudut sendirian dengan wajah cemberut.
"Sekali ini tolong jangan cemburu Via. Aku akan menghampiri Lisa. Tidak baik jika acara makan malam ini harus rusak oleh adanya rasa tidak senang diantara kita." Kata Jerry.
"Kau sudah berjanji padaku Jerry." Kini Via pula yang cemberut.
"Sekali ini tolong mengerti Via. Atau mari kita dekati dia bersama." Kata Jerry sambil menarik tangan Via.
"Dengan Lisa kau peka Jerry. Tapi dengan aku?"
"Sudah lah Via. Dewasa lah sedikit." Kata Jerry sambil memohon.
"Baiklah. Ayo!" Kata Via menyetujui.
Mereka berdua lalu berjalan menghampiri Lisa yang tampak sendirian di sudut ruangan.
"Hai Lisa..!" Sapa Jerry sambil tersenyum.
"Lisa.., mengapa sendiri saja? Ayo kita bergabung dengan yang lainnya!" Ajak Via.
Melihat Jerry dan Via menghampiri nya, Lisa memaksakan senyum di bibir nya dan Berkata, "Ah Jerry. Aku tidak apa-apa. Kalian pergilah bergabung dengan mereka. Aku disini saja sendiri." Kata Lisa menolak ajakan Jerry dan Via dengan halus.
Jerry saat ini benar-benar merasakan sesak di saluran pernafasan nya.
Jika dia terlalu memperhatikan Lisa, maka Via akan pergi darinya. Jika dia selalu bersama dengan Via, maka Lisa pasti tidak akan nyaman berlama-lama di restoran ini.
"Oh tuhan. Apa lagi ini?" Keluh Jerry dalam hati.
"Maafkan aku Lisa. Maafkan aku!" Kata Jerry lagi dalam hati sambil menatap sayu ke-arah Lisa tanpa sepengetahuan Via.
Bersambung.....
__ADS_1