
Setelah semua mereka duduk di kursi masing-masing, Jerry secara pribadi menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Clara untuk duduk di kursi tersebut membuat tuan Smith dan tuan William saling pandang. Hal ini juga membuat Drako merasa tidak enak hati.
Lain hal nya dengan Clara. Gadis ini menganggap bahwa ini adalah awal dari sebuah perlawanan dari Jerry dan segera memberi isyarat agar Jerry tetap tenang dan mengingat janjinya untuk berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.
"Baiklah. Semuanya sudah sama sekarang. Maka aku akan mempersilahkan kepada para tetua yaitu Kakek William, Kakek Smith, Tuan besar Patrik dan Tuan besar Walker untuk menyampaikan sepatah dua kata tentang pendapat mereka mengapa dan kenapa sampai mengundang kami untuk datang ke Villa ini. Waktu dan tempat saya persilahkan!" Kata Jerry sambil memberi hormat dengan cara sedikit menundukkan badannya.
"Ehem.., ehem..." Kata tuan William sebelum memulai menyampaikan maksud dan tujuannya bersama tiga sahabatnya yang lain mengundang Jerry dan teman-temannya untuk datang ke Villa Smith ini. "Jerry cucuku. Apakah kau mendapat surat undangan dari MegaTown?" Tanya tuan William.
"Benar Kek. Aku mendapat undangan dan kedua sahabatku yaitu Ryan dan Daniel menjelang siang tadi di kantor besar anak perusahaan." Kata Jerry mengatakan anak perusahaan merujuk kepada William Group.
"Hmmm.., lalu apa rencanamu dengan surat undangan itu?" Tanya tuan William lagi.
"Saat ini sebelum mengemukakan rencana ku, aku ingin mengetahui dengan maksud tanpa mendahului para tetua untuk sedikit memberikan pendapatnya tentang undangan ini." Kata Jerry mengembalikan perkataan kakeknya tersebut.
"Baiklah. Kalau begitu bagaimana jika kau saja yang pertama berbicara!" Kata tuan William kepada tuan besar Patrik.
"Menurut ku. Undangan ini jelas sebuah pemborosan yang diadakan tanpa paedah sama sekali bagi kita. Namun sangat bermakna bagi pihak lawan."
"Pertama sekali adalah, di sini Jelas bahwa Fardy ingin mengistiharkan bahwa dia telah kembali ke negara ini dan siap melanjutkan perusahaan dibawah panji nama besar keluarga Ramendra."
"Yang ke dua, selain yang saya sebutkan tadi, Fardy ini jelas ingin memperlebar jaringan dengan para pengusaha di negara ini. Dan yang ketiga adalah ingin mengetahui siapa-siapa saja calon lawan yang akan menghalangi jalannya kelak termasuk, Jerry William." Kata tuan Patrik.
"Ya. Aku sependapat dengan mu Aaron. Undangan ini tidak sederhana. Apa lagi ada Robin yang akan bermain dibalik layar." Kata tuan Walker.
"Anak itu.., huhhf... Tidak habis-habisnya mencoreng arang di wajah tua ku ini." Kata tuan Patrik sambil mengeluh.
"Menurutmu, apakah kau akan menghadiri undangan itu nanti?" Tanya tuan Smith.
"Aku jelas tidak bisa. Jika aku menerima undangan itu, maka sangat dapat dipastikan akan ada pertumpahan darah. Oleh karena itu, sebaiknya aku tidak perlu menghadiri nya." Kata tuan Patrik.
"Menurutku, kau memang jangan menghadiri undangan itu. Namun tidak demikian bagi kami. Sebenarnya aku sudah resmi mengundurkan diri dari hiruk pikuk dunia perbisnisan ini semenjak aku menyerahkan perusahaan kepada Jerry. Tapi kali ini aku ingin juga rasanya menghadiri undangan itu. Aku ingin melihat seperti apa anak Ramendra ini yang cukup merepotkan bagi cucuku. Apakah dia begitu sepadan untuk menjadi lawan cucu ku ini?" Kata tuan Smith.
__ADS_1
"Sebenarnya yang menjadi masalah adalah, mengapa Fardy ini turut mengundang kedua sahabatku Ryan dan Daniel?" Kata Jerry sambil berdiri dan tegak di depan meja.
"Apa? Apakah kalian berdua juga menerima undangan dari si Fardy ini?" Tanya tuan William sambil memandang ke arah Ryan dan Daniel.
"Benar Tuan besar William. Saya dan Ryan juga menerima undangan dari MegaTown." Jawab Daniel.
"Ada udang dibalik batu. Jelas ini tidak sesederhana yang kita fikirkan tadi." Kata tuan William.
"Hmmmm..," Kata tuan Walker sambil mengelus jenggotnya lalu melanjutkan. "Yang aku tau, undangan itu hanya dikirim kepada para pengusaha serta pejabat daerah di MegaTown saja seperti Gubernur, Wali kota dan beberapa anggota dewan. Sementara Daniel ini bukan pengusaha, bukan anggota dewan juga bukan pejabat pemerintah daerah setempat. Begitu juga dengan Ryan."
"Jadi, kesimpulannya adalah, undangan ini hanya ingin memancing Ryan dan Daniel agar menampakkan wajah mereka dihadapan Fardy. Ini jelas adalah taktik kotor untuk memancing target dengan kedok undangan peresmian hotel usang yang telah berusia 20 tahun lebih." Kata tuan William.
"Sebelum kami tiba di Villa ini, aku terlebih dahulu telah berunding dengan keempat sahabatku ini untuk tidak membiarkan Ryan dan Daniel menghadiri peresmian hotel Mega tersebut dan berencana menggantikan peran mereka dengan Kak Arslan dan Riko. Bagaimana menurut Kakek?" Tanya Jerry.
"Oh tidak. Tidak bisa begitu. Daniel dan Ryan harus pergi. Bagaimana menurut mu Syam?" Tanya tuan Smith.
"Ya. Saya sepemikiran dengan Tuan besar Smith. Ryan dan Daniel memang harus menghadiri acara di MegaTown itu." Kata tuan Syam.
"Tentu ada alasan mengapa Leon dan Syam berkata seperti itu." Kata tuan William.
"Silahkan kemukakan alasan anda Tuan Syam! Saya akan dengan sangat serius menyimaknya." Kata Jerry sambil mempersilahkan tuan Syam untuk menguatkan argumen nya.
"Dalah hal politik, musuh saat ini membuat perangkap melalui undangan itu untuk mengukur seberapa dalam kekuatan yang anda miliki. Undangan ini jelas seperti pedang bermata dua. Dia akan melukai anda dari atas dan dari bawah jika anda tidak jeli dalam membaca situasinya."
"Mengapa saya katakan bahwa undangan ini sama seperti pedang bermata dua? Ini tidak lain adalah, mereka ingin mengetahui seberapa penting Daniel dan Ryan ini bagi anda. Ketika anda berusaha untuk menyembunyikan Ryan dan Daniel, disitu Fardy dapat menangkap kelemahan anda. Sampai bila anda akan mampu menyembunyikan Daniel dan Ryan di celah ketiak anda? Satu bulan? Dua bulan? Satu tahun? Dua tahun? Lambat laun mereka akan tau juga. Dari cara berfikir anda seperti itu lah Fardy akan beranggapan bahwa Ryan dan Daniel ini sama sekali tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri sampai-sampai harus bersembunyi di bawah ketiak anda." Kata tuan Syam panjang lebar.
"Lanjutkan lebih jelas, Tuan Syam!" Kata Jerry semakin tertarik dengan cara berfikir mantan agen rahasia dari kesatuan tentara ini.
"Jangan tunjukkan kelemahan anda dengan menyembunyikan Ryan dan Daniel sebaliknya bawa mereka berdua bersama dengan anda. Pepatah mengatakan bahwa tempat yang berbahaya itu adalah tempat yang paling aman. Jangan berfikir bahwa Fardy ini akan mencelakai Ryan dan Daniel di MegaTown apa lagi setelah menghadiri acara yang dia buat sendiri. Mengapa saya katakan begitu, karena hanya orang gila saja yang meludahi piring tempat makannya sendiri. Dan saya rasa, Fardy tidak sebodoh itu."
"Kalian berdua harus mengikuti undangan itu dan tunjukkan kepada mereka bahwa tidak ada siapapun yang bisa mengintimidasi orang-orang dari Future of Company." Kata tuan Syam kepada Ryan dan Daniel.
__ADS_1
"Maaf jika aku memotong kata-katamu Syam. Bagaimana jika Fardy nekat mencelakai Ryan dan Daniel ini." Tanya tuan Walker.
"Baik. Kita buat rencana tambahan. Orang-orang ku akan menyusup terlebih dahulu ke MegaTown dan Drako sebagai ketua dari Dragon empire harus mempersiapkan anak buahnya. Begitu panggilan darurat datang, kita semua bergerak menggempur MegaTown sampai hotel Mega itu benar-benar rata dengan tanah." Kata tuan Syam.
"Tidak sulit bagiku untuk membinasakan Fardy ini. Tapi system ku adalah, selagi aku tidak memiliki alasan, maka aku tidak akan bertindak. Tapi, sedikit saja orang-orang yang berada di sekitarku tergores karena ulah Fardy, aku tidak akan menunggu lagi. Villa Ramendra akan mandi darah." Kata Jerry dengan mata merah.
"Itu baru anak angkat Drako." Kata Drako sambil bertepuk tangan diikuti oleh yang lainnya.
"Jangan takut Daniel dan kau Ryan. Sekali hidup, sekali mati. Setelah kematian, tidak akan ada kematian lagi. Manusia pasti akan menemui kematian. Tinggal pilih. Mati sebagai pecundang, atau terhormat seperti Ksatria." Kata Jerry membakar semangat keberanian di hati Ryan dan Daniel.
"Aku akan tetap bersama dengan kalian." Kata Arslan.
"Aku juga." Kata Riko.
"Aku pun akan mendampingimu." Kata Clara.
"Oh. Tidak. Kau tidak boleh ikut. Ketika aku terluka, aku hanya akan merasakan rasa sakit pada luka itu saja. Tapi jika kau terluka, seluruh jiwa ragaku ini akan menderita menahan sakit. Kau adalah cinta ku. Tidak boleh ikut." Kata Jerry dengan tegas.
"Eheeem."
Terdengar suara berdehem dari tuan William membuat Drako dan Clara segera tertunduk dalam-dalam.
"Kalian masih anak-anak. Semua bisa berubah. Sekarang cinta. Besok sudah berbeda." Kata tuan Smith.
"Hentikan omong kosong tentang cinta kalian ini. Lakukan seluruh rencana dengan baik dan fokuskan fikiranmu terhadap perkembangan perusahaan. Omong kosong dengan cinta." Kata tuan William pula.
"Tapi..." Hanya itu yang keluar dari bibir Jerry setelah tangannya digenggam kuat-kuat oleh Clara.
"Tidak boleh marah. Tidak boleh melawan." Bisik Clara.
"Baiklah. Jika tidak ada lagi, saya sebagai kepala kedua keluarga besar, membubarkan pertemuan ini. Anda Tuan Syam, segera atur anak buah anda! Ayah angkat, segera persiapkan anggota Dragon Empira! Anda Paman Regan, hubungi paman Jeff dan suruh datang ke Metro city secepatnya! Kalian berempat, persiapkan diri. Kita akan bersama-sama ke MegaTown memenuhi undangan dari Fardy beberapa hari lagi. Pertemuan di bubarkan!" Kata Jerry dengan lantang lalu membungkuk meraih satu per satu tangan keempat naga ompong dan mencium nya sebelum berpamitan untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi menghadiri undangan dari Fardy di MegaTown beberapa hari lagi.
__ADS_1