Wanita Milik 5 Tuan Muda

Wanita Milik 5 Tuan Muda
Bab 123


__ADS_3

"Hah ... Ares memang orang yang tidak asik!" keluh Irene saat turun dari mobil.


Ares menghentikan langkah merasa tidak suka dengan ucapan Irene barusan.


"Nih! Bawa sendiri buku-bukumu! Sudah dibuat kerepotan mencarimu, masih disuruh membawakan ini juga!" protesnya.


Irene mengembangkan senyuman lebar. "Hehehe ... Aku kan sedang suka di sana. Tanggung kamu ajak pulang."


"Memangnya tidak ada hari besok? Balik lagi kan bisa! Mau nginap di sana?" gerutu Ares.


"Siapa yang mau antar?"


"Besok aku antar kalau mau," mata Ares ketus.


"Benar, ya! Awas kalau tidak," kata Irene kegirangan.


Ares memukul kepala Irene yang sejak tadi terlalu berisik. Keakraban keduanya tidak sengaja dilihat oleh Alan yang sedang menikmati teh di balkon atas. Ada rasa panas yang ia rasakan melihat Ares dan Irene bercanda tawa begitu dekat.


"Ini gara-gara rapat sialan tadi!" gerutunya dalam hati. Alan menyayangkan tidak bisa menjemput Irene pulang dari kampus karena kesibukan kerjanya.


***


Alan telah berdandan rapi dengan setelan kemeja kerja dan dasinya. Ia melihat tampilan dirinya pada cermin. Setelah merasa siap, ia keluar kamar. Hari ini ia akan mengantarkan Irene ke kampus sebagai ganti hari kemarin yang tidak bisa ia lakukan.


Tok tok tok ...

__ADS_1


"Irene, ayo cepat sedikit!"


Langkah kaki Alan terhenti saat melihat Ares tengah berdiri di depan pintu kamar Irene.


"Woy! Lama banget dari tadi ... Kamu sedang apa? Orang jelek tidak perlu dandan, kan ... Soalnya bakalan tetap jelek!" ejek Ares.


"Ya! Aku dandan supaya lebih jelek!" terdengar seruan Irene dari dalam kamar menjawab ejekan Ares.


"Kamu sedang apa?" tanya Alan menghampiri Ares.


"Ah, Kakak. Aku sedang menunggu Irene. Kami mau pergi ke kampus bersama," kata Ares.


Alan merasa tidak senang. Baru kemarin suasana hatinya buruk melihat kedekatan adiknya dengan Irene. Sekarang, keduanya kembali akan pergi ke kampus bersama.


"Kamu berangkat duluan saja biar Irene aku yang ajak. Dia memang biasa lama kalau dandan," kata Alan.


"Oh, baiklah kalau begitu," kata Alan sedikit kecewa. Terpaksa ia pergi meninggalkan kamar Irene.


"Ada apa?" Tak lama setelah Alan pergi, Irene keluar dari kamarnya.


"Tadi ada Kak Alan katanya mau mengantarmu ke kampus. Tapi aku bilang tidak usah," kata Ares.


"Oh ...." Irene hanya mengangguk-angguk. Ia merasa heran dengan Alan. Lelaki itu kemarin terkesan menghindarinya tapi kali ini malah ingin mengajaknya pergi.


"Kita berangkat sekarang saja, ya!" ajak Ares.

__ADS_1


***


"Sudah puas kan hari ini?" tanya Ares.


Akhirnya hari ini mereka kembali mengunjungi pasar loak yang Irene inginkan. Wanita itu kembali membawa tas berisi buku-buku yang diborongnya dari sana.


"Terima kasih partnerku, Ares, yang baik hati sedunia!" puji Irene.


"Setelah ini, kita kerjakan tugas kuliah bareng bagaimana?" ajak Ares.


"O ...." Hampir saja Irene menyetujui ajakan Ares. Namun, ia tiba-tiba ingat bahwa hari ini ada janji memberikan tutor Bahasa Persia kepada Alan. "Em, kayaknya tidak bisa sekarang. Aku ada pekerjaan lain," katanya.


"Pekerjaan apa? Kita kerjakan bareng saja!"


"Tidak bisa. Ini pekerjaan pribadi, sih ...." Irene tidak bisa menjelaskan lebih jauh tentang pekerjaannya kepada Ares.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau, aku ke atas dulu!" Ares terlihat kurang suka dengan penolakan Irene. Ia bergegas pergi ke lantai atas menaiki lift.


Sementara, Irene menaiki lift setelah Ares. Ia buru-buru masuk kamar karena sudah waktunya online sebagai Alenta. Alan tidak akan senang jika ia terlambat online.


Irene mengerutkan dahi. Tidak biasanya Alan telat mengikuti pembelajaran online dengannya. Lelaki itu tampaknya masih belum online.


Sementara, Alan masih termenung di atas balkon sembari menghisap rokoknya. Ia melihat Ares dan Irene kembali ke rumah dengan akrabnya seperti kemarin. Kedekatan mereka benar-benar mengganggu perasaannya. Ia jadi resah dan gelisah seakan tidak terima Irene dekat dengan lelaki selain dirinya.


Alan menyadari kegalauannya saat ini tidak akan merubah keadaan. Ia memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya. Ia ingat hari ini ada jadwal pembelajaran online dengan Alenta.

__ADS_1


Segera ia buka laptop di meja kerjanya dan menghidupkan aplikasi untuk terhubung dengan Alenta.


__ADS_2