
Irene merasa sangat ketakutan dan panik melihat keadaan Hamish yang terluka parah.
"Diam, Irene," ucap Hamish dengan napas yang terengah-engah. "Kau harus pergi sekarang. Jangan khawatir tentangku." sambil menahan sakit di bahunya, Hamish masih memikirkan tentang keselamatan Irene.
Irene merasa sangat sedih dan bingung. Badannya sampai gemetar melihat darah yang mengucur dari tubuh Hamish. Ia tidak tahu harus berbuat apa di situasi seperti ini. Namun, ia tahu bahwa Hamish tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
"Aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja, Hamish," ujar Irene dengan suara gemetar. "Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Bagaimana ini?" Irene takut Hamish mati.
"Sekarang, kamu harus pergi!" teriak Hamish dengan tegas. "Lupakan aku. Aku tidak bisa diselamatkan lagi."
Irene menggeleng. Ia merasa sangat putus asa dan tak tahu harus berbuat apa. Ia tahu bahwa Hamish sangat mencintainya, tetapi ia tidak bisa meninggalkan Hamish dalam keadaan seperti ini.
Namun, tiba-tiba ada suara siren dari kejauhan yang semakin mendekat. Ia berharap itu adalah bantuan yang datang untuk mereka. Para anak buah Virgo yang masih bertahan melihat tanda-tanda tersebut dan akhirnya memutuskan untuk melarikan diri.
Di tengah-tengah kegentingan tersebut, tiba-tiba datanglah Alan bersama dengan anak buahnya yang lain. Irene sangat bersyukur melihat Alan di sana karena ia adalah lelaki yang dicintainya dan telah lama tidak bertemu dengannya. Ternyata Alan yang berinisiatif membunyikan suara sirine itu.
"Irene!" panggil Alan. Ia sangat bersyukur melihat Irene baik-baik saja.
"Kak Alan!" Irene menangis haru melihat kedatangan Alan.
Pertemuan kembali antara Alan dan Irene terjadi di tengah situasi yang sangat genting. Mereka telah lama terpisah dan kini bertemu lagi dalam keadaan yang sulit, di mana nyawa mereka bahkan bisa terancam. Namun, meskipun berada dalam situasi yang sangat berbahaya, mereka tidak bisa menahan rasa haru dan rindu yang mendalam.
__ADS_1
Saat mereka berpelukan, Irene merasa seakan-akan kembali ke masa lalu, saat mereka masih bersama dan saling mencintai. Rasa rindu yang selama ini ia simpan dalam hati pun meledak dan mengalir begitu saja dalam bentuk air mata.
Alan pun merasakan hal yang sama. Ia tak bisa menahan air matanya melihat Irene yang telah lama ia cintai dan rindukan. Mereka merasakan kebahagiaan yang sangat besar karena kembali bersama meskipun dalam situasi yang tidak mengenakkan.
Setelah mereka merasa cukup lama berpelukan dan berciuman, mereka pun sadar akan situasi yang sedang mereka hadapi. Alan melihat dua orang yang telah meninggal dan Hamish dalam kondisi sekarat.
"Kak, tolong Kak Hamish, dia terkena tembakan," pinta Irene.
Alan agak kesal melihat Hamish yang terluka parah di samping mobil. "Mengapa kamu masih peduli dengan orang seperti dia? Biarkan saja dia sekarat di sana," ujarnya.
Namun, Irene masih berbaik hati dan menganggap Hamish sebagai sepupunya yang baik meskipun telah membuat ia menikah dengan terpaksa. "Tolong bantu Kak Hamish, please! Meskipun kita tidak menyukainya, tapi kita tidak bisa membiarkan dia seperti ini. Bagaimanapun juga dia sepupuku," kata Irene.
Setelah Alan dan anak buahnya membawa Hamish ke rumah sakit, ia segera diberikan pertolongan medis yang sangat dibutuhkannya. Dokter yang menangani kasus Hamish memberikan penjelasan kepada keluarganya mengenai kondisi kesehatannya.
"Dari hasil pemeriksaan awal yang kami lakukan, luka tembak yang dialami Hamish cukup parah. Peluru telah menembus dada dan menyebabkan kerusakan pada organ dalam. Namun, kami melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru dan menangani kerusakan yang ada."
Irene dan Alan sangat bersyukur karena Hamish selamat dari krisis yang sangat berbahaya. Mereka merasa bahwa kejadian tersebut telah mengajarkan mereka tentang pentingnya memiliki hati yang berbaik dan saling membantu dalam situasi genting seperti itu.
"Selama perawatan, kondisi Hamish akan terus kami pantau dengan sangat ketat. Kami akan memberikan perawatan terbaik untuk memastikan kondisinya membaik. Namun, karena luka yang dideritanya cukup serius, proses penyembuhannya mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama," kata dokter. Setelah menyampaikan hal itu, ia lantas pamit untuk kembali ke ruangannya.
"Terima kasih ya, Kak," kata Irene seraya memeluk Alan.
__ADS_1
Irene sangat merasa lega mendengar kabar tersebut dan ia langsung mengucapkan terima kasih kepada Alan atas bantuan dan dukungannya.
Sedangkan Alan, yang masih merasa kesal dengan Hamish, memberikan pandangannya. "Aku melakukan ini karena kemanusiaan, Irene. Meskipun aku tidak menyukainya, tapi sebagai sebagai sesama manusi, aku tetap bertanggung jawab untuk menyelamatkan nyawa seseorang."
"Iya, iya. Aku harap juga dia akan sadar dan berubah," ucap Irene.
Irene kembali memeluk Alan dan berterima kasih sekali lagi. Meskipun ia tidak mencintai Hamish, namun ia tetap berharap agar sepupunya bisa pulih dan mendapatkan kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa depan.
"Aku sangat mengkhawatirkanmu, Irene. Syukurlah kamu baik-baik saja." setelah sempat berdebat. Alan akhirnya bisa mengungkapkan kelegaan hatinya.
"Terima kasih, Kak. Aku juga merasa sangat bersyukur kau datang menolongku," balas Irene. "Tapi, bagaimana bisa Kakak sampai di sini dan menemukanku?"
Alan kemudian menjelaskan bagaimana ia bisa menemukan Irene di Perancis. Ia mengatakan bahwa ia dibantu oleh kakek dan ayah angkat Irene yang telah memberikan informasi tentang keberadaannya.
"Aku tak bisa membiarkanmu sendirian, Irene. Ketika aku mendengar kabar tentang kejadian yang menimpa dirimu, aku langsung memutuskan untuk datang mencarimu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka," ucap Alan sambil memandang mata Irene dengan tulus.
Irene tersenyum dan merasa sangat terharu mendengar ucapan Alan. Ia merasakan bahwa Alan begitu peduli dan sayang padanya, meskipun mereka telah berpisah selama beberapa waktu.
"Aku merasa sangat senang ketika menemukanmu, Irene. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku terlambat," ucap Alan.
Irene merasa sangat terharu mendengar cerita Alan. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Alan tidak datang menolongnya. Ia merasa sangat bersyukur memiliki seseorang seperti Alan di sampingnya.
__ADS_1