
Tim: Woy! Xunqi online ....
Ares bergegas membuka aplikasi gamenya setelah menerima pesan dari temannya. Saat ia masuk, ternyata Xunqi sudah kembali offline. Ia beralih membuka percakapan grup timnya yang jadi ramai.
Chun.Zou: Ni orang hobi banget bohong bikin jantungan aja @Tim
Tim: Beneran tadi aku lihat sendiri dia online barusan!
Abigail: Iya weh, tadi aku sempat kirim pesan padanya tapi tidak dibalas karena keburu offline
Tim: Wah, sudah berapa lama ya dia hiatus. Akhirnya ingat password akunnya lagi. Hahaha ....
A_Rez: Dia pasti nanti akan online lagi
Tim: Irene mana @A_Rez? Tumben dia nggak nimbrung?
A_Rez: Nggak tahu. Mungkin lagi tidur
Chun.Zou: Seru kali ya kalau lihat battle Xunqi dan Irene. Soalnya strategi mereka hampir sama.
Tim: @Chun.Zou jauh banget bandingin Irene sama Xunqi 🫨🫨🫨
Chun.Zou: Irene juga lumayan banget permainannya padahal baru main dengan level rendah.
Abigail: Aduh, kenapa kalian ribut-ribut membanding-bandingkan? Mending kita usaha bagaimana caranya ajak Xunqi bergabung dengan tim kita.
Chun.Zou: Yah, itu sih lebih ngimpi lagi! Sekelas Xunqi mana mau gabung sama kita @Abigail. Hahaha
Tim: Kalau dia beneran orang Tiongkok, bisa ribet komunikasinya. Nggak tahu Bahasa Mandarin 😂😂😂
Abigail: Namanya juga usaha @Chun.Zou @Tim
A_Rez: Coba saja @Abigail. Siapa tahu Xunqi sedang khilaf. Hahaha
__ADS_1
***
"Arvy, kenapa kamu keras kepala datang ke kantor lagi?" keluh Marco.
Ia mengikuti langkah kaki Arvy yang memburu. Artisnya itu secara mendadak menghubunginya ingin kembali ke kantor menemui Jonathan.
Arvy tidak terima dengan statemen yang dikeluarkan Jonathan bahwa lelaki itu tahu tentang hubungannya dengan Adila. Karena statemen yang Jonathan buat, Adila kini menjadi bahan buruan wartawan. Kekasihnya merasa tertekan.
"Aku ke sini mau membunuh orang yang mulutnya suka mengeluarkan sampah!" gerutu Arvy.
"Kamu jangan membuat keributan, ini kantor, Arvy, ingat ...." Marco merasa frustasi untuk menasihati artisnya yang satu itu.
Brak!
"Mana Jonathan!"
Arvy mendorong kasar pintu ruangan Zumi, manajer Jonathan. Ia sangat emosi dan ingin segera menghajar Jonathan.
"Aku tanya dimana Jonathan? Kalau berani keluar hadapi aku langsung!" maki Arvy.
"Kenapa, Ar? Ribut sekali di kantor." dengan santainya Jonathan keluar dari toilet dan menyeringai ke arah Arvy. Seakan ia tengah mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menjatuhkan saingannya itu.
"Bisa-bisanya kamu memberi statemen seperti itu!"
Arvy hendak maju menhajar Jonathan namun dihalangi oleh Marco dan Zumi.
"Yah, namanya pendapat kan bisa benar bisa salah. Aku memang pernah melihatmu bersama Adila. Aku pikir kalian punya hubungan."
"Aku tahu orang licik sepertimu pasti akan memakai cara kotor seperti ini. Kamu kan yang menyebarkan rumor tentang aku?" tuduh Arvy.
Raut wajah Jonathan berubah. "Kamu sedang menuduhku?" tanya Jonathan tidak terima.
"Ya! Sudah pasti ini ulahmu. Siapa lagi artis tanpa bakat yang bisa bersinar dengan menjatuhkan rivalnya kalau bukan kamu?" ejek Ares.
__ADS_1
"Kamu ...." Jonathan ikut tidak terima. Ia ikut maju hendak berkelahi dengan Arvy.
"Ingat, Marco, setiap orang punya rahasia dan privasi. Hari ini memang aku yang terekspose, mungkin lain waktu aibmu yang akan terekspose!" ancam Arvy.
Zumi dan Marco menjadi manajer paling sibuk kali ini. Mereka berdua berusaha memisahkan kedua artis mereka. Marco menyeret Arvy keluar dari ruangan Jonathan.
"Tingkahmu sangat kekanakkan!" bentak Marco saat ia dan Arvy telah kembali ke ruangannya.
Ia geram pada Arvy yang tak fokus menyelesaikan masalah tapi justru menambah masalah.
***
Irene tengah fokus membaca berita di internet. Berita fitnah yang menimpa Arvy semakin merembet ke pihak lain, yaitu Adila. Banyak orang yang mengiyakan jika berita yang beredar benar.
"Ini sangat keterlaluan!"
Irene geram sendiri membaca isi berita yang dikarang berdasarkan imajinasi penulisnya. Wartawan semacam itu tidak bisa bertanggung jawab atas isi konten beritanya sendiri. Padahal, Arvy tidak pernah mengeluarkan statemen sebanyak itu.
Ditambah lagi dengan komentar negatif yang menghampiri baik di akun Arvy dan Adila. Fans keduanya merasa kecewa dengan apa yang mereka lakukan menurut berita.
"Tolonglah, kalau mau jadi netizen pintar sedikit sebelum komentar. Jari mereka lebih cepat bergerak dari pada menggunakan otak!" gerutunya.
Ia melihat berita hasil wawancara Jonathan. Dari cara bicara dan keterangan yang diberikan, Irene langsung bisa menebak jika pelakunya adalah Jonathan. Ia tahu bahwa tunangan Sovia itu tidak menyukai Arvy.
"Berani sekali dia membuat berita yang tidak-tidak dengan Arvy. Apa kamu kira aku tidak tahu apa aibmu?"
Irene merasa semakin benci dengan Jonathan. Lelaki itu telah melakukan plagiasi terhadap salah satu karya lagunya. Namun, karena dulu masih kasihan, Irene menahan diri untuk tidak memperkarakannya secara hukum maupun sosial.
"Aku rasa harus memberikan pelajaran yang sama dengan apa yang sudah dia lakukan," ucap Irene.
Ia mulai menulis sebuah artikel tentang karyanya sebagai Hyena. Irene menyampaikan bahwa Jonathan sebenarnya telah menjiplak salah satu karya lagunya. ia kirimkan tulisannya ke salah satu media berita besar agar ceritanya cepat viral.
Dalam sekejap berita tentang Jonathan langsung diunggah di internet. Ada banyak pembuat berita yang menuliskan hal yang sama sampai kasus Jonathan terangkat seperti kasus Arvy.
__ADS_1